Ke mana muara dari inovasi disruptif yang berpotensi menghancurkan itu? Pertanyaan itulah yang akhir-akhir ini terus menghantui para pelaku ekonomi dan bisnis. Kita paham, gelombang diskontinuitas belum berakhir, tetapi justru dalam atmosfer yang demikian, satu per satu satu wirausaha baru tampil mendominasi dengan platform baru.
Ya, kita adalah saksi peralihan raksasa yang saat ini sedang terjadi: dari perusahaan menjadi platform, dari peradaban industri ke peradaban digital. Tentu saja, peralihan ini bukan hanya soal bisnis dan ekonomi, tetapi juga seluruh cara kita hidup.
Buku ini akan menunjukkan tiga gagasan fundamental dalam gelombang peralihan besar: PLATFORM, PERUBAHAN PERILAKU KEHIDUPAN, dan PENGARUHNYA PADA BISNIS DAN EKONOMI. The Great Shifting hanya dapat dipahami oleh mereka yang berpandangan terbuka dan terbiasa beradaptasi dengan perubahan, dan tentu akan ditentang oleh mereka yang terbelenggu dalam kebesaran masa lalu.
Keep yourself relevant. Keberhasilan tak pernah bersifat final dan kehidupan tak berhenti sampai di sana.
Resensi tentang proses pembuatan buku, bukan tentang bukunya ya
The Great Shifting adalah buku kedua Prof. Rhenald Kasali yang melibatkanku sebagai tim. Berbeda dengan proses pembuatan buku Disruption, kali ini aku mendapatkan porsi yang lebih banyak. Bukan sekedar mencari bahan tulisan, riset untuk memeriksa data dan perkembangan suatu topik. Melainkan kami menulis. Ya. Menulis seperti apa yang beliau lakukan.
Ide The Great Shifting mulanya hanya berupa buku saku. Setiap topik dan permasalahan hanya dijabarkan hingga 5 halaman saja. Agar nantinya buku tersebut tipis dan tidak perlu dicetak dalam ukuran sebesar buku Disruption. Namun dalam prosesnya yang kurang lebih memakan waktu setengah tahun (dari akhir 2017 hingga pertengahan 2018), ternyata topik-topik yang menjadi gagasan utama itu bisa digali lebih dalam lagi.
Kami diberikan bahan bacaan sejak akhir tahun 2017. Diminta untuk mempresentasikan di depan teman-teman Rumah Perubahan dan juga di depan Prof. Rhenald Kasali sendiri. Yap, kami punya kelas seperti TEDx dimana kami harus mampu menyampaikan isi buku tersebut kepada audiens. Setelahnya, audiens harus saling berdiksusi. Melontarkan pertanyaan. Dari situlah bisa saja muncul ide-ide baru untuk ditelusuri lagi.
Hingga akhirnya, kami, tim beranggotakan 16 anak muda dari Rumah Perubahan (termasuk para RKMENTEE - Rhenald Kasali Mentee), diwajibkan menulis setiap topik yang sudah diberikan.
Rasanya? Seperti mengerjakan skripsi. Masing-masing dari kami punya gaya menulis sendiri-sendiri. Maka dalam waktu setiap dua hari sekali, kami harus menghadap beliau. Menyetorkan tulisan dan harus siap dengan segala macam revisi. Baik dari tata bahasa, gaya selingkung, hingga yang menyangkut data dan analisa. Semua harus benar dan berdasarkan fakta. Bukan opini.
Ketika semua naskah sudah selesai -- yang dikerjakan oleh kami bak sirkus karena disambi dengan pekerjaan utama kami-- masih ada proses yang harus dilalui. Kami harus memikirkan ilustrasi, gambar, ataupun grafik yang mendukung tulisan. Sebab orang pasti jenuh jika membaca buku tersebut yang hanya berisi aksara saja, kan?
Paralel dengan pemberian visual, kami juga melakukan proofread. Tujuannya selain untuk menyunting, kami juga berdiskusi apakah buku tersebut terlalu berat untuk dibaca oleh segmen pasar yang diincar. Hasilnya? Kami malah menambahkan dua bab dan mengisi lagi beberapa bab dengan konten dan data.
Yang menyenangkan lagi adalah proses desain sampul. Kami masih dibantu dua orang lagi dari Rumah Perubahan untuk membuat desain sampul The Great Shifting. Kami sempat revisi dua kali hingga akhirnya sampul ini lah yang dipilih dan diajukan kepada penerbit.
Jika kamu membaca buku The Great Shifting, silakan cek pada bagian Ucapan Terima Kasih. Prof. Rhenald Kasali menuliskan nama-nama kami, tim yang membantu pembuatan buku The Great Shifting yang mencapai lebih dari 500 halaman ini.
Sebuah karya yang sangat menarik dari Prof. Rhenald Kasali tentang disrupsi digital belakangan.
Awalnya saya mengira kalau buku ini ditujukan buat mereka yang tidak update tentang perkembangan dunia digital. Ah, ternyata saya salah. Buku ini sangat cocok dan relevan buat siapa saja. Apalagi buat mereka yang terjun langsung ke dunia teknologi.
Kontennya sangat menarik dari awal: tentang digital platform. Dengan menarik Prof. Rhenald dan timnya menarik benang merah dibalik besarnya perusahaan sekelas Facebook, Yahoo, Uber, dll. Mengapa mereka besar? Apa yang jadi kesamaan model bisnisnya? Alih-alih menjawab dengan langsung, pertanyaan-pertanyaan itu dikupas dari kacamata yang lebih besar.
Prof. Rhenald menggunakan istilah yang menarik, shifting, untuk menjelaskan pergeseran kehidupan karena disrupsi teknologi. Istilah-istilah menarik seperti resource sharing, ekspansi horizontal, digital platform, dll dijelaskan secara ringkas disertai contoh nyata. Seakan saya mengalami sendiri contoh yang disebutkan di buku ketika "saya melakukan googling istilah yang disebutkan untuk mencari penjelasan lebih lanjut".
Internet mengubah segalanya. Dan saya rasa buku ini membantu saya untuk melihat dampaknya melalui kacamata yang lebih besar.
Mungkin buku ini kurang cocok untuk mereka yang mencari jawaban eksak kenapa suatu perusahaan digital sukses. Tetapi buku ini sangat cocok untuk membuat kita memahami gambaran luas pergeseran yang akan mengubah kehidupan manusia kelak.
Ditulis dengan riset yang mendalam, karya ini sangat sepadan dengan rupiah yang saya keluarkan.
Seperti biasa, membaca buku Rhenald Kasali selalu memberikan saya inspirasi untuk berpikir bagaimana caranya saya berinovasi di bidang pekerjaan saya. Salut, dah!
The Great Shifting by Rhenald Kasali Nama nya pernah denger, cuman saya beli karena tertarik dengan judulnya.
Kebetulan lagi tertarik untuk mengerti mengenai perubahan zaman dan efek nya kepada bisnis (kehidupan). Begitu cepat dan besar nya perubahan membuat kita sulit untuk mengerti apa yang sebetul nya terjadi. Terlebih lagi dengan ada nya internet yang membuat banyak integrasi dan efisiensi, banyak perubahan yang terjadi drastis namun tidak nampak jika kita tidak teliti memperhatikannya.
Pak Rhenald membahas dengan cermat namun lugas setiap perubahan yang terjadi saat ini maupun yang akan terjadi dalam kurun waktu beberapa waktu terdepan. Seperti 3D printing yang saya sadari akan membawa perubahan besar ketika di sudah di adopsi secara massal. Namun di buku ini di ungkapkan bagaimana status perkembangan terkini breaktrough dalam hal 3D printing. Ternyata selain dapat memperluas kreatifitas, dalam segi harga juga akan lebih ekonomis ketimbang memproduksi dengan cara-cara tradisional.
Di sisi lain perilaku manusia juga shift seiring dengan perkembangan teknologi. Manusia yang tadi nya jalan-jalan untuk leisure, sekarang jalan-jalan untuk mencari self-esteem. Tentu nya kegiatan yang dilakukan seolah sama, tetapi sesungguhnya apa yang di cari sudah berubah. Hal ini tentu mempengaruhi akan bisnis pariwisata mana yang akan bertahan atau punah. Bisnis pariwisata yang tidak bisa memberikan nilai ‘tambah’ dalam hal self-esteem akan sepi pengguna. Disini saya juga belajar juga untuk tidak berpandangan negatif terhadap trend pencarian self-esteem dalam dunia pariwisata. Mungkin ada efek buruk nya, namun ini sudah menjadi sebuah trend yang harus di pahami jika kita ingin survive dalam berbisnis.
Saya suka dengan cara pemaparan Pak Rhenald. Alih-alih berpendapat, ia lebih memilih untuk berfakta. Contoh nya, yah dalam membahas self-esteem tersebut. Biasa yang saya temukan pembahasan nya selalu bernada negatif (mencari pengakuan dari media sosial itu salah). Namun Pak Rhenald tidak mendukung atau anti, melainkan memaparkan sebagaimana ada nya. Tinggal kita yang menilai dan memutuskan bagaimana kita akan menggunakan informasi tersebut untuk kebaikkan diri kita dan orang lain.
Di buku ini penuh peringatan dan contoh bagaimana ignorance terhadap perubahan akan membuat kita membayar harga yang mahal (bahkan seluruhnya!). Namun tone buku ini secara keseluruhan penuh dorongan dan pengharapan. Bahwa lebih baik pegang kendali daripada dikuasai!
Buku ini merupakan lanjutan dari disruption, sebenernya nyesel sih baca buku ini, maksudnya nyesel kenapa ga dari dulu hahhaa. banyak banget insight yang didapet, khususnya teknologi yang sudah sangaat berkembang, yang kalo kita ga ngikutin bisa-bisa kita tersingkirkan, kalau di judul tulisannya lebih baik pegang kendali daripada dikuasai. Terutama bagi para millenials, jangan sampai kita ketinggalan shifting yang ada, dan masih berkutat sama hal-hal yang udah lampau. Paling berkesan si baca tentang dana desa yang ada dan gimana shifting yang ada bisa membantu dana desa ini supaya bisa lebih berguna dan bermanfaat. nyeselnya kenapa ga dari dulu bacanya pas lagi ngerjain kerjaan yang ada sangkut pautnya dengan dana desa hahaha tapi gapapa deh daripada ga baca samsek. Overall 5/5 karena Pak Rhenald ngedeliver tulisannya dengan sangaaat enak dibaca, jadi ga kerasa bosennnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn. Ga sabar pengen baca buku lanjutannya tapi harus nunggu duluu karena aku tinggal di daerah timur yang gramedianya cuma 1 dan gada buku lanjutannya huhu sad bgt.
Bacanya sambil deg-degan nunggu pengumuman seleksi RK Mentee 2019 dan beradai-andai seandainya lolos nanti berarti bikin buku semacam ini bakal jadi salah satu tugasnya.
Salut banget sih emang sama konten yang disusun, sangat relevan dengan kondisi saat ini. Beberapa hal sudah beberapa kali saya baca di tempat lain tapi tetep ada WOW momen yang terus ketemu, misalnya di bagian game online yang dilengkapi data pengembangan dan juga sejarah salah satu perusahaan yang terlibat.
Buku ini berkali-kali mengingatkan untuk terus mengusahakan relevansi dengan update dunia terbaru dan memberi contoh yang konkrit misalnya pada perusahaan-perusahaan besar yang bertahan lama adalah yang mampu terus memperbarui layanannya tidak hanya berorientasi pada produk melainkan dengan menjadi platform.
Worth to read, bekal untuk memotivasi agar kita mau terus belajar dan bertumbuh dimanapun diberi kesempatan untuk berkontribusi.
Buku yg bagus sekali, menyadarkan saya betapa perubahan itu berlangsung sangat cepat, memang memaksakan kita untuk keras dg diri sendiri spy kita tidak mati... Perubahan juga tidak hanya terjadi untuk komponen2 tertentu tpi juga berpengaruh secara kompleks, yg awalnya berpikir tdk akan terkena dampak shifting, ternyata semua aspek mulai mengalami shifting, terutama dri based product shifting ke platform product shifting...
Banyak case tentang the great shifting yang dijabarkan dan sungguh-sungguh eye opener. Saya jadi berpikir ulang tentang peluang pekerjaan yang akan dibutuhkan di masa disruption ini. Banyak banget ilmu dan insight baru yang saya dapat setelah membaca buku The Great Shifting. Totally recommended!
Resensinya besok karena banyak rangkumannya. Bisa diintip di https://sampanbiru.wordpress.com/ Intinya, bagus banget! Dari aku yang nol dan clueless tentang dunia ini sampai bisa dapat pencerahan dahsyat. Akan jadi pertimbangan setiap hendak mengambil keputusan jangka panjang.
Membahas mengenai perubahan besar gaya hidup masyarakat saat ini. Teknologi, selera, dan berbagai unsur lainnya mempengaruhi fenomena great shifting. Sebuah fenomena yg memaksa setiap kalangan untuk selalu responsif terhadap perubahan zaman.
buku yang sangat menarik mengenai perubahan gaya hidup yang dipengaruhi oleh teknologi. buku ini menjelaskan dengan sangat gamblang dan mudah dimengerti tetang apa yang sedang terjadi dengan kondisi sekarang. revolusi industri 4.0.
Perubahan tidak bersifat final, buatlah dirimu selalu relevan dengan perubahan itu, saat ini dunia telah terjadi the great shifting di seluruh sektor kehidupan. Siapa yang mampu membuat dirinya beradaptasi dengan perubahan dialah yang akan bertahan.
Buku yang sangat insightful, sangat membuka wawasan kita bahwa dalam era disrupsi ini, bukan hanya cara belanja yang mengalami perubahan, namun juga di aspek kehidupan yang lain.