Jump to ratings and reviews
Rate this book

Di Kedai Teh Ah Mei

Rate this book
"Alih-alih mau mengantar pembaca ke hadapan puisi atau mengantar puisi ke hadapan pembaca, saya malah diantar puisi ke tempat-tempat tak terduga. Tempat-tempat itu bisa berada di dunia nyata, bia juga hanya di dunia maya dan dunia rekaan. Saya gembira telah dipilih oleh sajak-sajak Nezar Patria untuk mengikuti petualangan mereka, mencoba menyimak berbagai peristiwa dan suasana tanpa memikirkan akan berakhir di mana perjalanan saya."

Joko Pinurbo

68 pages, Paperback

First published July 1, 2018

18 people want to read

About the author

Nezar Patria

7 books3 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
7 (15%)
4 stars
21 (47%)
3 stars
12 (27%)
2 stars
4 (9%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 10 of 10 reviews
Profile Image for Dina Layinah Putri.
108 reviews5 followers
April 8, 2020
Selain menjadi editor in chief di The Jakarta Post, saya tahu Nezar Patria dari buku Laut Bercerita (Leila S. Chudori). Leila melakukan riset tentang kerusuhan Mei 1998 dan Nezar Patria adalah salah satu responden yang ia wawancarai.

Nezar Patria merupakan seorang mantan aktivis yang pernah di culik. Ia beruntung bisa bebas disaat beberapa temannya hilang entah kemana.

Merupakan buku puisi perdana yang ia kumpulkan dalam rentang 2012 - 2017.

Puisi ini membahas tentang lukisan Affandi berjudul "Burung Mati di Tangankoe (1945)", tentang tsunami yang melanda Aceh dan ia memang seorang Aceh, tentang kedai teh Ah Mei yang ia kunjungi (saya kira dalam judul buku ini ia akan membahas tentang kerusuhan Mei tetapi tidak---Ah Mei yang saya kira seperti kata seru---ternyata memang nama kedai).
Profile Image for Adelya.
37 reviews3 followers
February 2, 2022
Awal-awal membaca ini biasa saja, belum bisa masuk ke dalam nyawa puisi, belum bisa menikmati puisinya. Tetapi setelah membaca ¼ dari bukunya, sudah mulai bisa menikmati puisi-puisi di buku ini.

Sepertinya buku puisi ini memberiku nyawa kembali untuk bisa menikmati puisi.
Genre puisi sebenarnya my comfort genre, tetapi entah kenapa akhir-akhir ini malas membaca puisi, tidak bisa menikmati dan menghidupkan sajak-sajaknya. Setelah membaca ini, sepertinya mulai bisa menikmati puisi kembali.
Puisi-puisi di sini halus tetapi berduri, puisi yang mengalun lembut tetapi bernyawa kuat.
_____
Beberapa cuplikan puisi yang aku sukai

DI BENTANGAN GUNUNG

...
Ya Rabb, jangan tinggalkan aku
sendirian di gurun sunyi
terbenam di kaut berkalang lumut
terapung abadi di tepi galaksi
_____
MEMBACA TANDA BACA

/5/
Ia semacam cinta tanpa tanda seru
_____

4,5/⭐⭐⭐⭐⭐
Profile Image for Willy Akhdes.
Author 1 book17 followers
February 5, 2019
Puisi-puisi Bung Nezar sangat liris dan manis. Tidak menggebu2 tapi pelan-pelan punya daya ledak yang luar biasa jika dibaca berulang2.

DI KEDAI TEH AH MEI

Bahkan sumpit ini gagal menjumput hatinya
sepiring mi kering memendam jarak
dan sepi menancap di kaki-kaki meja

Seceret teh menyeduh apa saja yang pahit:
berbunga krisan dan pucuk lotus
Aku meneguknya, menebus semua rindu
dan dosa yang tak terhitung sempoa

Kutangkap senyum Ah Mei di lukisan itu
Ia dimsum hangat yang berdiam di bibirku

2016
Profile Image for Aldrina.
84 reviews15 followers
July 7, 2024
Di Kedai Teh Ah Mei berisi sajak-sajak, yang sepemahaman w, berisi tema-tema yg cukup humanis serta sarat akan politik, war related, dan religion related. Beberapa sajak ga berhasil w tangkep atau bahkan ga berhasil nebak-nebak ini ngomongin apa, tapi w tetep suka dan enjoy selama bacanya hihi rasanya kayak dibawa jalan-jalan sama time traveller:D

p.s. bagian Catatan Pengantar yg ditulis oleh Joko Pinurbo mengandung "spoiler". Jadi saranku, better baca dulu sampai habis lalu balik ke Catatan Pengantar
Profile Image for lupinn.
78 reviews
February 14, 2024
Some of them pierce my heart deep. Some of them makes me realise life from different perspective. Some of them makes me want to kneel down to my God and cry like a kid does.
Profile Image for naseu.
92 reviews23 followers
March 28, 2025
suka. ini kali pertama saya membaca puisi nezar patria dan jujur sangat suka kata-kata yang ia gunakan dalam mengekspresikan perasaannya lewat puisinya.
Profile Image for Fira.
127 reviews
November 26, 2025
beberapa puisi memang tidak diperuntukkan untuk dipahami menyeluruh. meski ada vibes yang tetap dapat dirasakan, saya dipenuhi kebingungan membaca sajak-sajak Nezar Patria.
Profile Image for Cut Meurah  Rahman.
21 reviews
November 28, 2023
Membaca buku ini saat di sela-sela menunggu teman selepas kuliah. Benar-benar membawa suasana nostalgia dengan Kutaraja, tsunami, dan warung kopi.
Displaying 1 - 10 of 10 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.