Jenia Brigit selalu membuka hatinya demi sebuah impian untuk memiliki keluarga bahagia. Tetapi, sampai sekarang hatinya masih belum menemukan sosok yang pas. Dan, dia harus dihadapkan dengan Zio Jauzan—bosnya yang suka mencari masalah. Apa pun yang Jenia lakukan seolah salah di mata Zio. Jenia ingin mengundurkan diri, tapi kota metropolitan tak seindah taman bunga bagi seorang pengangguran. Mencari pekerjaan pun tak semudah menjentikkan jari. Sanggupkah Jenia menghadapi Zio yang tiba-tiba ingin menikahinya, setelah perlakuan Zio selama ini padanya? Atau lebih baik dia memilih Maron Wijaya—sang mantan yang masih menaruh hati kepadanya.
Ceritanya tentang cowok kaya yang gila kerja dan sekretarisnya gadis biasa yang bosan ditindas. Lumayan menarik untuk diikuti. Sayangnya di beberapa bagian ada kalimat yang bikin jalan cerita jadi membingungkan. Misalnya di hal.61 Jenia sudah beli mok untuk hadiah reuni. Berikutnya di hal 68 dia bilang kalau ga punya hadiah reuni. Ada juga di hal 159, Zio bilang kafenya di lantai 3. Trus Jenia bilang di lantai dasar. Mungkin kelewat sama editor. Typo juga masih banyak bertebaran. Cukup ganggu juga.
Aku penyuka tulisan Kak Ainun, karena ringan dan enak dibaca. Cerita ini pun sebenarnya nyaman aja dibaca, miskin konflik, tapi bisa buat senyum-senyum sendiri hehe :D manis gitu tingkah Zio meski nyebelin dan si tukang tidur alias sekretarisnya Zio. Tapi, bagiku cerita ini terlalu cinderella :') cewek biasa disukai sama cowok yang high. Aku nggak mau spoiler sih, proses sukanya Zio itu kayak gimana, yg jelas agak eng apa ya. Agak ya gitulah, cinderella syndrom. But, overall aku suka dan nyaman aja bacanya. Tipis banget lagi ini novel jadi sekali duduk langsung abis :D btw ini review pertamaku setelah sekian lama hilang haha, ditunggu novel lainnya Kak
"Sabar itu sebagian dari iman, sebagiannya lagi adalah makan hati, dan itu semua karena kamu!"
Langsung mampir ke sini setelah baca Cool Boy. Satu hal paling mengganggu buat saya dari penulis ini adalah (lagi-lagi) penggunaan kata daddy dan mommy-nya. Kali ini, yang memanggil ayahnya sebagai daddy bukan remaja 16 tahun, tapi seorang pria berumur 33 tahun ...
Genre ceritanya office-romance, tapi kehidupan kantornya nggak berasa dan romance-nya nanggung. Apalagi ternyata cowoknya fall in love at first sight, duh makin benci.
Ceritanya juga nggak gitu menghibur, justru cenderung bikin kesel. Karakternya inkonsisten, nggak ada yang punya pendirian kuat dan alurnya maksa banget.
Kadang - kadang saya bingung ya dengan penulis lokal sini. Settingnya Indonesia tetapi mengapa nama - nama karakternya agak tidak lazim seperti di novel ini : Zio, Jenia, Orlando Jauzan, Dimitri dll. Tapi bagusnya di novel ini penggunaan bahasa Indonesia baku sehingga seperti membaca novel terjemahan dan saya suka walaupun di beberapa komen (saya baca di ipusnas) banyak yang tidak suka dengan hal ini, katanya kaku. Tapi tetap saja menyelipkan kata - kata bahasa Inggris, padahal malah jadi aneh. Ceritanya sendiri agak kurang masuk akal, terlalu dipaksakan padahal idenya sudah menjanjikan. Bos yang gila kerja, penuh tuntutan adalah karakter yang umum yang bisa ditemui di kehidupan sehari - hari. Tapi setelah masuk bagian romansanya kok ya jadi garing. 2⭐
Ini kisah Jenia dan Zio. Jenia adalah sekretaris Zio. Zio yang sellau membuat kesal Jenia karena sellau membuatnya lembur hingga tengah malam, dan Zio yang tak pernah kenal waktu menghubungi Jenia mengenai masalah pekerjaan. lalu apa jadinya jika ternyata ada niat lain dibalik tingkah boss yang menjengkelkan itu.
Novel ini agak mirip novel resign, hanya saja di sini yang merasa menjadi objek penderita adalah jenia. Sedang di Novel resign, ada 4 cungpret yang merasa menderita oleh kepemimpinan bosnya.
seperti biasa novel karya Ainun Nufus ditulis dengan bahasa mengalir, enak dan tentu saja bikin baper. kereen pokoknya.
Baca di iPusnas. Sebagaimana judulnya, tentulah ini soal karyawan yang bermerah muda dengan bosnya. Jenia dikisahkan kesal dengan tindak-tanduk bosnya, Zio. Pada akhirnya, mereka menikah. Akan tetapi, proses bagaimana mereka menikah terkesan too dreamy buat saya. Chemistry-nya terasa dadakan. Beberapa hal dirasa berlebih dan memaksa. Termasuk kenyataan menuju penghujung kalau Zio katanya suka sama Jenia sejak pertama bertemu, dan itulah bibit-bibit dia putus dengan pacarnya. Kayak, maksa gitu. Kendati demikian, tulisannya lancar karena kuberhasil menyelesaikannya dalam-sekali-tidur-tiduran. Sekian, maaf jika ada yang kurang berkenan, dan sukses untuk kaka penulis ^^
Menurut aku alurnya terlihat dipaksakan dan gak mengalir dengan sempurna, mungkin 200 halaman kurang cukup karena semua terlihat mendadak dan dipaksakan khususnya untuk bagian pernikahan.
My Lovely Boss ini setipe sama Jarrvis Chavali. Tentang bos dan sekretaris gitu, namun dari segi cerita berbeda ya.
Walaupun sama-sama dari saling nggak suka jadi cinta.
Nah di cerita ini, Jenia itu sekretaris dari Zio Jauzan, CEO J Mall. Sering banget diajak lembur sama bos nya, itu yang membuat Jenia nggak betah kerja disana.
Saat tahu bahwa Jenia nggak betah, Zio melalukan cara yang luar biasa. Luar biasa bikin Jenia makin ilfeel hahaha😂 . . Dari segi kepenulisan, aku suka banget sama kak Nufus, mengalir aja gitu, namun aku nggak terlalu dapet feelnya di cerita ini. Apa mungkin aku udah mabuk Jarrvis? Hahaha😂 . Agak tergesa-gesa juga dibeberapa bagian, terus pendekatan antara Zio dan Jenia itu juga kurang dalam. Kalau di Jarrvis Chavali step-stepnya tuh pelan dan lembut gitu, jadi pas aja menurutku.
Lalu karakter Zio nyebelin pake banget! Tapi ternyata dia nyebelin gara-gara pengen dapetin sesuatu itu, bisa aja ya, hmm😀. Kalau Jenia, aku nggak suka karakter dia😤 nyebelin banget jadi cewek duuh, terus yaa sama Maron dideketin dia iya-iya aja. Kalau aku jadi dia mah kabuuur. Maaf Jenia, aku nggak suka tipe-tipe cewek labil kayak kamu hahaha😂