Jump to ratings and reviews
Rate this book

Jemput Terbawa: Sebuah Novel

Rate this book
Laya, seorang perempuan dari ibukota, untuk pertama kalinya memutuskan pulang ke kampung halaman yang tidak pernah ia kunjungi sekali pun. Ia memilih meninggalkan segala kenyamanannya di Jakarta demi tinggal di sebuah kampung terpencil, di ceruk Bukit Barisan.
ㅤㅤ
Alih-alih menjemput masa depan yang cerah di Jakarta, ia justru memilih menjemput babak baru hidupnya ke sebuah lembah yang asing. Titik balik yang akan membawanya dalam sebuah perjalanan panjang yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.
***
Melihat Laya, tukang kaba itu langsung terdiam dan menatapnya lekat-lekat. Tangan tukang kaba itu terangkat ke atas seperti tengah meraba wajah Laya dari jauh. Berusaha menghapal setiap garis wajah Laya dengan jemarinya. Laya terpana. Ia hanya terdiam. Ia tiba-tiba menjadi pusat perhatian. Mulut tukang kaba itu komat-kamit. Terdengar seperti dengung lebah. Laya jadi berdiri terpaku. Lamat-lamat terdengar apa yang sedang diucapkan tukang kaba itu. Mantra. Tidak. Bukan mantra. Dendang, ya, dendang.

206 pages, Paperback

First published March 1, 2018

4 people are currently reading
43 people want to read

About the author

Pinto Anugrah

7 books4 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
4 (9%)
4 stars
19 (45%)
3 stars
15 (35%)
2 stars
4 (9%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 9 of 9 reviews
Profile Image for Sunarko KasmiRa.
297 reviews6 followers
May 26, 2022
Berkisah tentang Laya (Siti Kalaya) seorang gadis dalam usahanya menelusur jejak asal usulnya yang penuh dengan rahasia. Selama ini Laya hanya tahu ayahnya adalah seorang narapidana yang bahkan tidak sempat ia tahu apa kesalahan yang dilakukan ayahnya di masa lalu. Tentang ibunya, ia hanya tahu dari penggalan surat-surat ayahnya yang tidak pernah berhasil dikirimkan untuk Ibunya yang kemudian diketahui bernama Nurselah. Ia kumpulkan segenap keberanian untuk mencoba mengirimi ibunya surat dan beberapa saat kemudian datanglah balasan surat (yang ia anggap) dari saudara orang tuanya di Lembah Pagadih, maka berangkatlah Laya untuk mencari sang ibu ke Lembah Pagadih.

Berhasil menemui ibunya bukan berarti selesai, justru kisahnya baru dimulai. Bagaimana ia harus terus berjuang karena ibunya masih juga belum mau berbicara dengan Laya, antipati dari warga sekitar yang menganggapnya sebagai aib, bahkan perlakuan dari keluarganya sendiri yang penuh dengan ketidak jujuran dan juga berbagai pengalaman magis dengan para Tukang Kaba. Pada akhirnya Laya harus berjuang sendiri, menemukan garis asal usulnya.

Selain berlatar belakang masyarakat Minang, novel ini pun sangat kental dengan kebudayaan Minang didalamnya. Perpaduan unsur magis melalui kisah para Tukang Kaba menambah keseruan tersendiri dalam proses membaca novel ini. Penggunaan alur yang terkadang mundur beberapa saat masih dapat dirasa relevan, walaupun sering kali perpindahan itu tanpa aba-aba tanpa tanda-tanda.



Di langit terberita
Di bumi menjadi kaba
Kisah orang kami kabarkan
Dusta orang kami tidak ikut serta
(hal-1)
7 reviews
January 17, 2022
Berlatar belakang di Tanah Minang, novel dengan alur waktu yang meloncat-loncat. Si penulis mengalirkan cerita begitu saja, kita yang mesti ngeuh, "Oh, ini nyeritain si ini. Oh, balik lagi ke si itu."

Berkisah tentang Siti Kalaya, yang pergi dari Jakarta ke Lembah Pagadih untuk mengetahui asal muasal dirinya. Yang akhirnya malah terjebak di sana dengan segala adat istiadatnya.

Nurselah dan Pajatu, orang tua Siti Kalaya, yang menjadi pelarian perang pada masa pemberontakan PRRI.

Lalu ada kisah tentang Puti Panjang Rambut, yang merupakan Raja Minangkabau. Yang diceritakan oleh Si Tukang Kaba. Juga ada kisah Dara Petak dan Dara Jingga, yang secara time-line tidak dalam rentang waktu yang sama, malah sangat jauh sekali.
Adalah Jang Tronot, Si Tukang Kaba yang menjadi juru sambung kisah satu dengan lainnya.

Dari novel ini, kita setidaknya akan mendapat gambaran tentang adat Minangkabau yang kental dengan jalur matrialis, juga sedikit tentang pergerakan pemberontakan PRRI.
Hanya saja si penulis seperti sengaja menggantung akhir cerita, konflik yang terjadi tidak disertai dengan solusi. Tapi, it's ok lah... kita jadi menerka-nerka bagaimana nasib Laya dan Mak Ujang akhirnya.
Profile Image for Alma.
12 reviews
April 14, 2020
Bagi pembaca yang berasal dari luar Sumatera, akan mendapati sedikit kesulitan akan istilah dan tradisi yang dalam novel ini terjadi di tanah Minang. Namun ada berbagai situasi yang disitu diberikan penjelasan oleh penulis. Dalam novel ini terdapat empat cerita. Pertama adalah perjalanan empat perempuan yang didalamnya ada Nurselah, ibu dari Laya, yang diceritakan dalam alur mundur. Kedua, kisah Laya yang memutuskan untuk kembali ke Desa dan hidup bersama ibunya. Ketiga, cerita dari tukang kaba tentang Putri Panjang Rambut, dan keempat kisah dua putri raja yang menjalani hidup sesuai dengan kisah yang diceritakan oleh tukang kaba.
Kekayaan cerita tersebut menjadi sedikit kendala karena kisahnya yang tidak semuanya terkait dengan kisah utama yaitu kisah yang terfokus dengan kembalinya Laya.
Meskipun dari semua cerita adalah kisah yang menarik dan memiliki tokoh sentral masing-masing, namun jika dikaitkan dengan Laya hanya kisah ibunya yang mempunyai keterkaitan.
Akhir dari cerita ini cukup sulit diterima. Penggambarannya seperti saat memasuki fase klimaks, novel ini langsung menuju kepada koda tanpa melalui resolusi atau upaya penyelesaian masalah.
Profile Image for Rizky Arya.
126 reviews2 followers
March 8, 2021
Novel ini sangat kental dengan atmosfer Minangkabau, mulai dari latar tempat hingga penamaan tokoh-tokohnya. Bagi pembaca dari luar tanah Minang mungkin sedikit kesulitan memahami beberapa istilah dan tradisi dalam novel ini. Kesulitan itu bisa teratasi karena penulis mencantumkan glosarium di halaman belakang dan juga menjelaskan beberapa bagian sehingga lebih mudah dipahami.

Novel ini diawali dengan munculnya tukang kaba (orang yang pandai bercerita) dan juga diakhiri dengan kehadiran tukang kaba pula. Menurut saya, novel ini juga sebuah kaba dan disampaikan oleh tukang kaba bernama Pinto Anugrah.

Jemput Terbawa ini cocok sekali buat kamu yang tertarik dengan latar cerita sejarah dan budaya daerah Minangkabau. Cerita yang kompleks dengan alur campuran dijamin bakal membuatmu lebih teliti dalam membacanya.

Selanjutnya disini : https://kepinganarya.blogspot.com/202...
Profile Image for Agustin Handayani.
Author 3 books3 followers
January 26, 2019
Alur campuran yang disajikan penulis memang kadang sempat membingungkan pembaca. Tanpa ada aba-aba, alur waktu sudah meloncat dan menggiring pembaca ke waktu lainnya. Wanita Minangkabau dan segala polemiknya. Menurutku itulah intisari dari kisah ini. Dan bisa jadi, Penulis adalah Tukang Kaba itu sendiri. Good job untuk penulis yang membawa pembaca menyelam ke beberapa kisah dari tanah Minangkabau ini. meski membaca novel ini jelas butuh konsentrasi yang lebih, mengingat terlalu banyak kata-kata yang harus aku cari. Meski di dalamnya sudah ada glosarium yang disediakan.
Profile Image for Evi Rezeki.
Author 7 books34 followers
March 11, 2020
Jemput Terbawa terdiri dari 4 cerita perempuan yaitu Laya, Nurselah, Puti Panjang Rambut, dan Dara Jingga. Keempatnya mengalami nasib yang hampir sama: tragedi perempuan. Empat perempuan ini hidup di zaman yang berbeda tetapi di wilayah yang sama. Dara Jingga yang tertua, kemudian Puti Panjang Rambut, Nurselah, dan Laya. Nurselah berlatar PRRI.

Penulis pandai merawi cerita sehingga tidak terasa janggal ketika ada lompatan cerita meski tanpa jeda atau penanda. Sayangnya Laya yang merupakan jahitan dari kisah keempat perempuan tersebut karaternya tak tergambar dengan baik.
29 reviews1 follower
April 21, 2019
Agak pusing membaca novel karya Pinto Anugrah ini. Perpindahan tokoh dan latar waktu yang tanpa diberi tanda membuat kebingungan di awal membaca, namun seterus dengan bertambahnya halaman, perpindahan itu menjadi terbiasa. Empat kisah paralel yang semuanya berakhir di tangan Tukang Kaba.
Dan iya, ini yang dibelakang itu alternate ending atau bagaimana ya? Saya masih bingung dengan endingnya.
Displaying 1 - 9 of 9 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.