Dalam kisah 1001 Malam Jilid 1 ini (dari malam ke-1 hingga malam ke-45), Syahrazad menuturkan 37 kisah, termasuk kisah tentang Jin Ifrit, Raja Yunan, Rauyan al-Hakim, Raja Sinbad, Khalifah harun ar-Rasyid, Wazir Jafar al Barmaki, Wazir Nurudin, Wazir Syamsudin, Raja Tiongkok, tabib Yahudi, saudagar nasrani, manusia batu, tukang cukur dari baghdad, dan lain-lain.
Books can be attributed to "Anonymous" for several reasons:
* They are officially published under that name * They are traditional stories not attributed to a specific author * They are religious texts not generally attributed to a specific author
Books whose authorship is merely uncertain should be attributed to Unknown.
Banyak cerita yang menurut saya cenderung ganjil ketimbang ajaib. Metode penceritaan yang berlapis memang menarik di awal, tetapi semakin ke belakang entah kenapa semakin membosankan. Deskripsinya juga banyak diulang-ulang. berulang kali penulis menjelaskan sosok wanita yang sangat cantik, tetapi tidak pernah digambarkan cantiknya yang bagaimana selain wajahnya yang menyerupai cahaya bulan purnama. Apalagi jika ternyata cerita yang disajikan tidak seajaib kisah-kisah di bagian awal buku. Jika digeneralisasikan, seri pertama ini berisi lebih banyak kisah-kisah yang sifatnya keseharian, yakni terkait aktivitas perdagangan, pemerintahan, dan perjalanan biasa. Jika pembaca menantikan perjalanan mengarungi samudra atau menembus belantara dengan berbagai mahkluk misterius yang harus dihadapi, Anda tidak akan menemukannya di buku ini. Tetapi jika ingin mengintip sedikit kehidupan kafilah pedagang di padang gurun Asia, buku ini akan menuntaskan rasa ingin tahu Anda.
Cerita-cerita yang terdapat dalam buku ini cukup menarik. Walaupun memang terdapat banyak pengulangan deskripsi, seperti pengisahan wanita cantik, pembunuhan, jin ifrit, sihir, ataupun tema yang diangkat, tetapi setiap cerita memiliki perbedaan. Perbedaan tersebut yang menjadi kekhasan setiap cerita, sehingga mampu membawa pembaca menjadi tokoh-tokoh dalam cerita ini yang selalu penasaran dan menyukai cerita seperti raja Syahrayar. Selain itu, bagian menarik dalam buku ini yakni syair-syair yang dituturkan oleh para tokohnya. Mereka sering sekali bersyair di berbagai kondisi, seperti senang, sedih, marah, gelisah. Berikut salah satu syair bagus dari buku ini. "Wahai orang yang takut pada takdirnya, jadilah orang merdeka Yang menyerahkan setiap perkara kepada luasnya permukaan dunia Sungguh, apa yang telah ditakdirkan, tak akan terhapuskan dan keselamatan hidupmu telah ditentukan (Hal 80)."