Jump to ratings and reviews
Rate this book

De oude tijger

Rate this book
In kleurrijke bewoordingen vertelt Sitor Situmorang hoe hij als opgroeiend kind zijn weg tussen drie culturen zoekt. De traditionele Batak-cultuur van zijn voorouders op Noord-Sumatra, de Nederlandse cultuur waarin zich de krachten tegen de Nederlandse overheerser bundelen. Situmorang is na zijn schooltijd voorbestemd om een hoge functie in het bestuursapparaat te bekleden. Maar hij krijgt via zijn trotse onverzettelijke vader weer respect voor de rijkdom van zijn traditionele cultuur. De Tweede Wereldoorlog wakkert het patriottisme in Indonesie aan en Situmorang kiest bewust voor de journalistiek en de opstand.

141 pages, Hardcover

Published January 1, 1996

1 person is currently reading
3 people want to read

About the author

Sitor Situmorang

38 books34 followers
Sitor Situmorang (lahir di Harianboho, Samosir, Sumatera Utara, 2 Oktober 1923), dengan nama Raja Usu, adalah wartawan, sastrawan, dan penyair Indonesia. Ayahnya adalah Ompu Babiat Situmorang yang pernah berjuang melawan tentara kolonial Belanda bersama Sisingamangaraja XII.

Sitor menempuh pendidikan di HIS di Balige dan Sibolga serta MULO di Tarutung kemudian AMS di Jakarta. Ia sempat berkelana ke Amsterdam dan Paris (1950-1952). Tahun 1956-57 ia memperdalam ilmu sinematografi di Universitas California. Setelah keluar dari tahanan politik, ia tinggal di Leiden (1982-1990) lalu Islamabad (1991).

Karirnya dimulai sebagai wartawan harian Suara Nasional (Tarutung, 1945), Waspada (Medan,1947), Berita Indonesia, dan Warta Dunia (Jakarta, 1957). Ia pernah menjadi dosen Akademi Teater Nasional Indonesia (Jakarta), anggota MPRS dari kalangan seniman, Ketua Lembaga Kebudayaan Nasional (1959-65), lalu ditahan pemerintahan Orde Baru.

Karyanya antara lain kumpulan cerpen Pertempuran dan Salju di Paris (1956) mendapat hadiah sastra nasional 1955, kumpulan sajak Peta Perjalanan memperoleh hadiah dari Dewan Kesenian Jakarta 1976, otobiografi : Sitor Situmorang Sastrawan 45, Penyair Danau Toba (1981); sejarah lokal: Toba na Sae (1993) dan Guru Somalaing dan Modigliani Utusan Raja Rom (1993).

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
0 (0%)
4 stars
2 (33%)
3 stars
3 (50%)
2 stars
1 (16%)
1 star
0 (0%)
No one has reviewed this book yet.

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.