Jump to ratings and reviews
Rate this book

Tanah Seberang

Rate this book
Nusa dan Langgam dihadapkan pada sebuah pilihan antara memegang prinsip dan komitmen dengan tetap memperjuangkan tanah kelahirannya, atau mengorbankannya. Impian, identitas, dan pilihan adalah ketiga kata yang berkelindan dalam sekelumit kisah yang berasal dari tanah seberang.

255 pages, Paperback

First published August 1, 2018

1 person is currently reading
10 people want to read

About the author

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
3 (15%)
4 stars
8 (40%)
3 stars
7 (35%)
2 stars
1 (5%)
1 star
1 (5%)
Displaying 1 - 5 of 5 reviews
Profile Image for Jihan  Mawaddah .
34 reviews3 followers
January 3, 2020
Buku pertama yang selesai di tahun 2020 ini paling tidak menyadarkanku bahwa tidak selamanya hidup jauh dari pangkuan ibu pertiwi itu lebih enak. ⁣
Tidak selamanya kita bisa hidup dalam pelarian. Karena suatu saat, entah itu kapan pasti kita pun akan menghadapi persoalan dan konsekuensi dari kesalahan yang kita perbuat di masa lalu, cepat atau lambat. ⁣



Amran, Imran dan Umar bertekad untuk menembus Dunia Ufuk Barat yang konon katanya mampu menyajikan pemandangan dan pengalaman berbeda jika dibandingkan dengan dunia Ufuk Timur. Sedangkan Nisa dan Langgam dihadapkan pada sebuah pilihan antara memegang prinsip dan komitmen dengan tetap memperjuangkan tanah kelahirannya, atau mengorbankannya. Impian, identitas, dan pilihan adalah ketiga kata yang berkelindan dalam sekelumit kisah yang berasal dari Negeri tanah seberang.⁣

⁣ ⁣
Novel ini membawaku menyelami berbagai polemik yang terjadi. Antara mempertahankan atau menggadaikan identitas kebangsaan. Bak buah simalakama, sebuah pilihan harus diambil dan dijalani walaupun tidak sepenuh hati.⁣


Mungkin karena kisahnya yang memang menyentuh atau mungkin hanya aku saja yang terlalu mellow sehingga kisah dimana kita harus memilih adalah bagian terberat yang kurasakan dalam novel ini.⁣


Tanah Seberang⁣
Kurnia Gusti Sawiji⁣
Cetakan Pertama Juli 2018⁣
Penerbit @bukumojok , 270 halaman.⁣

@30haribercerita #30haribercerita #30hbc2003 #oneweekonebook #30hbc
96 reviews1 follower
May 2, 2024
Tiga kata: sepertinya bukan seleraku.

Kalau aku minum air setiap aku baca pronomina "itu" di bagian buku pertama, tentu aku kembung maksimal. Dari segi kepenulisan, aku kurang suka bagian pertama, kedua, dan keempat (banyak juga, ya). Apa ya, terlalu penuh dan lebih banyak tell daripada show. Meski secara struktur, aku suka cara penulis membagi tiga karakter utama dan menyatukannya dalam babak akhir. Namun, benang merahnya kurang kuat dan mengambang nanggung. Akhir ceritanya terkesan dipaksakan. Sayang sekali.

Bahasa Melayu yang digunakan dalam buku ini -- ya, ya aku paham intensi penulis untuk tetap menjaga retensi pembaca, menggunakan Bahasa Melayu yang mudah dipahami -- namun aku berasa sedang baca seri Upin Ipin. Berujung pada pertanyaan, apakah stereotip karakter etnis India musti pakai "Hayaa" dan etnis Cina yang menyelipkan "Maa" di setiap dialognya?

Mayoritas karakternya menurutku terlalu satu dimensional dan stagnan. Seperti tiga bersaudara yang ambisius, Nur Halimah yang ceroboh, Nusa yang naif (omong-omong, dia juga rasis, hiks), dan karakter-karakter pendukung yang tipikal. Dari banyaknya karakter yang ada, aku cukup mengapresiasi penulisan karakter Langgam yang berlapis dan kompleks. Bare minimum, tapi okelah.

Sekali lagi, 'sepertinya bukan seleraku' adalah jawaban default-ku ketika menemukan buku yang ... kurang pas. Premisnya menarik, tapi eksekusinya kurang cantik.
16 reviews
June 6, 2019
Kurnia Gusti Sawiji sebuah nama baru dalam dunia per-novel-an. Buku yang terbagi menjadi empat babak ini mengisahkan tiga contoh manifestasi dalam 3 babak dari sebuah esensi: pengorbanan. Babak keempat bagi saya hanya merupakan cerita tambahan akumulasi dari 3 babak pertama.

Tumbuh di Malaysia dan sedikit sebanyak memiliki pengalaman yang mirip, novel ini menyajikan kisah yang relevan bagi saya. Latar sosial yang saya kenal sebagai gambaran tipikal manusia-manusia Indonesia di Malaysia, latar tempat yang sangat 'vivid' bagi saya, dan konflik yang sangat jelas membuat buku ini sangat enak dibaca.

Membaca novel ini membawa saya kembali ke pasar itu. Mencium bau menyengat amis ikan-ikan yang ditimpa oleh bau busuk sampah-sampah organik. Merasakan panas terik yang memancar dari langit dan juga memantul lewat aspal. Membayangkan anak-anak itu bermain, melompat-lompat di antara kubangan-kubangan air penuh sisik ikan dan bulu ayam.

Namun sayang, penulis sangat memanjakan pembaca dengan penjelasan-penjelasan yang sebetulnya tidak perlu diutarakan. Mungkin sang penulis takut pembacanya 'tersesat'. Dan mungkin bagi saya ini hanya masalah selera.
Profile Image for Agustin Handayani.
Author 3 books3 followers
October 20, 2018
Tampaknya, memang kebahagiaan sejati hanya akan berhak dimiliki oleh orang-orang yang berjuang dengan bersih. (Hal. 268).

Aku suka dengan cerita ini. Pengorbanan. Banyak sekali pengorbanan dari masing-masing individu untuk memperoleh suatu kebahagiaan dan impian masing-masing. Tetang sebuah kecintaan pada tanah air, pilihan yang terbentang dan sebuah usaha untuk selalu bisa menggapai kesuksesan. Terima kasih 'Tanah Seberang' aku ingat lagi cara berkorban yang benar.
Profile Image for Alma.
12 reviews
January 10, 2021
Menampilkan sebuah dua peradaban yang berbeda antara dunia ufuk timur dan dunia ufuk barat. latar kejadian di malaysia dan indonesia.
Displaying 1 - 5 of 5 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.