Jump to ratings and reviews
Rate this book

Creepy Case Club #2

Creepy Case Club: Kasus Si Anak Indigo

Rate this book
Apakah bakat itu sebuah berkah atau kutukan?

Sekolah Namira, Vedi, dan Jani dibuat heboh ketika Parva si murid baru menjerit-jerit ketakutan di dalam kelas, seperti melihat sesuatu yang tidak tampak oleh murid lain. Seisi sekolah menganggap Parva aneh, tapi Namira, Vedi, dan Jani justru penasaran dan ingin membantu.

Apa yang dilihat Parva hari itu? Kenapa “sesuatu” itu mendatanginya? Dan apa rahasia yang selama ini dipendamnya? Sebuah kasus baru untuk Creepy Case Club.

200 pages, Paperback

First published July 30, 2018

11 people are currently reading
100 people want to read

About the author

Rizal Iwan

13 books29 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
37 (36%)
4 stars
48 (47%)
3 stars
14 (13%)
2 stars
2 (1%)
1 star
1 (<1%)
Displaying 1 - 28 of 28 reviews
Profile Image for Guguk.
1,343 reviews83 followers
November 13, 2018
Tambah suka~ (╯✧▽✧)╯ makin seru, makin pinter dan terarah cara-cara penyelidikan ketiga anak (kelas 5 SD) ini, ditambah lagi ada satu-dua hal yang bikin pembaca keselek dan mulai merenungkan hidupnya dengan mata berkaca-kaca (*≧ω≦*) //lebayadalahjalanninjaku

Oiya, di cerita kedua ini aku ndak nemuin typo ataupun adegan yang membingungkan |ʘ‿ʘ)b

Jadi, setelah Namira, Vedi, dan Jani bikin klub detektif yang tak segan mengulik hal-hal supernatural, datang murid baru di kelas mereka, yang bisa

Lalu, bagian akhirnya ...

Pokoknya ... terima kasih! Makanan ini sangat nikmat~ (ღ˘⌣˘ღ)
Profile Image for Dyah.
1,110 reviews63 followers
January 2, 2021
Trio detektif cilik penyelidik kasus supranatural kembali!
Ada anak baru lagi di sekolah, dan dia ditempatkan sekelas dengan Namira, Jani, dan Vedi. Anak baru yang namanya Parva ini punya kelebihan untuk melihat makhluk-makhluk tak kasatmata, dan hal ini membuatnya dianggap sebagai anak aneh dan dikucilkan. Hanya Namira yang tak gentar mendekati Parva dan mengajaknya berteman. Ternyata, ada masalah pelik yang sedang Parva hadapi, dan dia butuh bantuan ...
.
Kalian pasti pernah dengar istilah anak indigo.
Di buku ini dijelaskan bahwa indigo adalah warna aura dari orang-orang yang memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan alam gaib. Penasaran ngga sih, aura kita warnanya apa? Waktu dulu aku ikut ekskul ilmu tenaga dalam, pernah diajarin cara ngelihat aura seseorang. Tapi aku ngga berhasil mempraktikannya, mungkin karena aku terlalu ngga sabaran dan memang ngga ada bakat 😜
.
Oke, oke, kembali ke buku ini yaaa ... Selain mengangkat tema persahabatan, buku kedua ini juga mengangkat tema keluarga, dengan porsi yang lebih besar daripada buku pertama. Hubungan rumit antara Parva dan ayahnya menjadi salah satu inti cerita.
.
Aku merasa tokoh utama CCC yang sesungguhnya adalah Namira, karena dia yang paling kelihatan perkembangan karakternya. Atau mungkin penulisnya belum berkesempatan menceritakan lebih detail tentang Vedi dan Jani. Mungkin di buku-buku selanjutnya akan lebih banyak membahas Vedi dan Jani. We'll see.
.
Seperti buku pertama, buku kedua CCC ini juga seru, alurnya cepat. Bagusnya, saltik amat jauh berkurang, sehingga kenyamanan membaca meningkat 👍🏻
.
Menjelang akhir cerita, pembaca akan dibuat bertanya-tanya ... Apakah Parva akan menjadi anggota CCC yang keempat, mengingat chemistry-nya dengan Namira, Jani, dan Vedi sudah bagus?
Well, baca sendiri deh buat tahu jawabannya 😂
Aku mau langsung ke buku ketiga nih.
.
Wajib baca buat yang sudah baca buku pertamanya. Kalau belum baca, baca dulu deh 😁
Profile Image for Hera Diani.
Author 3 books17 followers
September 2, 2018
Buku kedua seri ini sama asyiknya, bahkan secara emosi lebih menyentuh sampai membuat berkaca-kaca. Bagaimana seorang anak harus bergulat dengan kondisi pribadi yang dianggap aneh dan kematian salah satu orang tuanya. Tidak sabar menunggu buku berikutnya!
Profile Image for Andi.
Author 22 books12 followers
Read
May 26, 2019
Apart from the annoying typos, this book and the previous one have taught us many things about differences, acceptance, and friendship. Can't wait to read the book #3!
Profile Image for Aravena.
678 reviews37 followers
September 6, 2020
Jelas lah sekarang, Bung Rizal resmi jadi favorit saya untuk penulis genre misteri anak-anak lokal.

Ini terusan kisah Namira, Vedi, dan Jani, trio anak 5 SD yang kembali terseret kasus berbau paranormal dengan menampilkan tokoh baru bernama Parva, seorang anak indigo. Seingat saya, pada saat buku ini pertama terbit memang sedang hangat-hangatnya tema anak indigo dan perhantuan di media mainstream, baik berupa acara TV beken dengan duet presenter R&R, berbagai kanal YouTube, atau film hasil adaptasi dari novel-novelnya Risa Saraswati. Kualitas 'fiksi indigo' ini pun variatif, ada yang segaring kerupuk sudah melempem, dan ada yang yahud seperti buku ini.

Enaknya baca buku kedua dari serial seperti ini adalah masa perkenalan para protagonisnya sudah selesai, jadi penulis bisa langsung ngegas ke inti konflik sambil makin mengembangkan tokoh-tokoh yang sudah ada. Di sini, ada aspek baru dari sosok Namira yang ditampilkan, yaitu soal merasa kekurangan bakat di bidang khusus, baik itu di sains, seni, ataupun olahraga. Cara tema ini ditampilkan beriringan dengan 'bakat melihat hantu'nya Parva apik sekali. Seperti pada buku sebelumnya, penampakan hantu di sini berevolusi dari sesuatu yang mencekam menjadi .

Lalu, lagi-lagi saya menikmati gaya percakapan ketiga anak ini, lengkap dengan celetukan-celetukan yang sangat ampuh menunjukkan kepribadian mereka masing-masing. Proses mereka berteori dan menarik kesimpulan satu-persatu juga bagus; ada beberapa momen saat saya merasa gatal ingin 'lompat' masuk ke bukunya untuk menyetujui atau menyangkal argumen mereka, yang menandakan penulisnya sukses menghanyutkan saya dalam aliran percakapan mereka. Yang menyenangkan lagi, penyuntingan juga lebih rapi di buku ini dengan salah ketik yang tidak sebanyak di buku pertama.

Sedikit banyak, novel ini juga mengingatkan saya pada cerita yang pernah saya tulis (dan suatu saat ingin saya kembangkan lagi) tentang persahabatan dan kemampuan seorang anak melihat hantu. Nuansa kocak bercampur sendu seperti di buku inilah yang ingin saya capai dengan cerita tersebut. Semoga masih akan banyak lagi kasus-kasus berikutnya dari Namira, Vedi, dan Jani, sehingga saya bisa makin banyak belajar dari Bung Rizal!
Profile Image for M. Fadli.
Author 8 books24 followers
October 21, 2019
#review

Ini adalah novel kedua dari Creepy Case Club. Persahabatan Namira, Jani, dan Vedi sudah semakin solid. Setelah kasus pertama, mereka sudah bukan anak sekolahan biasa lagi. Tapi juga sebagai detektif yang siap membantu orang yang kesusahan.

Kini mereka bertemu dengan anak baru yang menyuguhkan kasus baru. Seorang anak Indigo Parva yang melihat banyak hal-hal yang tidak bisa dilihat orang. Kali ini, ia melihat bayangan ibunya setiap hari, termasuk menampakkan diri di ambang pintung kelasnya. Parva yang sudah biasa melihat roh-roh halus kali ini sedikit terkejut, bahkan histeris. Seolah ia melihat sesuatu yang aneh. Ketiga detektif cilik yang juga menjadi teman sekelasnya merasakan keanehan dan mencoba membantu Parva yang sepertinya sukar diajak berteman. Misi mereka kali ini adalah berteman dengan Parva, mengetahui alasan roh mamanya muncul di sekolahan, dan mencari tahu pesan yang coba disampaikan.

Di cerita ini, sang penulis mencoba bermain dengan fenomena anak indigo. Bahkan beberapa pengetahuan tentang anak-anak indigo disuguhkan melalui narasi maupun dialog. Mungkin akan menjadi pengetahuan yang berguna buat anak-anak. Terlebih lagi, karakter yang sepertinya disorot di cerita ini lebih ke tokoh Parva. Intinya, keganjilan dan misteri yang dihadapi berada di lingkaran luar tim Creepy Case Club. Mungkin ada yang berharap

Sebenarnya ceritanya unik. Namun entah kenapa lonjakan rasa penasaran agak menurun satu level bila dibandingkan dengan cerita pertama. Termasuk penyuguhan investigasinya. Yang patut diapresiasi adalah cerita hubungan Parva dan ayahnya yang jarang saling bicara dan terbuka, serta nilai pembelajaran untuk menerima sesuatu yang berbeda. Salah satu nilai lain yang dipetik adalah, anak-anak seperti Namira, Jani, dan Vedi dibutuhkan di setiap lingkungan sebagai karakter yang mau peduli dengan orang lain, terlebih yang terlihat berbeda. Tidak ada minoritas bila yang mayoritas mau merangkul semua orang.

Untuk melengkapi dengan koleksi yang pertama, maka nggak ada salahnya memiliki novel ini.
3.5/5
Profile Image for Dava Andrea.
7 reviews1 follower
September 25, 2018
Kalau sudah baca buku yang pertama: Creepy Case Club Kisah Nyanyian Berhantu, kamu wajib baca juga buku keduanya ini: Kasus Si Anak Indigo. Creepy Case Club dapat kasus supranatural baru untuk ditangani. Petualangan mereka semakin seru dengan kehadiran Parva, si anak indigo yang menyembunyikan kemampuannya sehingga membuat banyak orang salah paham. Anak-anak pasti suka buku ini. Ceritanya tidak mempertarungkan baik dan jahat. Nuansa yang amat sangat jarang sekali kita temukan dalam film-film anak di Indonesia belakangan ini. Apalagi kalau nonton sinetron, ya ampun, orang jahatnya jahat banget dan kerjanya menyiksa si baik. Di CCC, penulis justru ingin menunjukkan kepada anak-anak bahwa jahat enggak selalu hitam, baik enggak selalu putih. Yang tadinya kita pikir jahat, mungkin enggak juga. Tetap ada sisi baiknya. Atau ada penyebabnya dia menjadi seperti itu. Dan mereka masih bisa berubah. Begitu juga orang baik pasti punya sisi yang menyebalkan.

Bahkan untuk kita pembaca dewasa, buku ini memberikan perspektif baru tentang dunia. Tentang keterasingan universal yang dirasakan anak-anak yang terlahir berbeda. Setiap anak unik. Orangtua juga harus belajar untuk memandang mereka sebagai karakter yang mandiri dan independen. Menarik, bagaimana anak-anak berumur 10 tahun (seperti para anggota CCC) menangani konflik dengan segala kepolosan dan kemurnian berpikirnya.
Profile Image for Sulhan Habibi.
809 reviews63 followers
December 23, 2023
Alih-alih menakutkan. Baca ini malah rasanya menyenangkan. Kasus kedua yang semakin menarik dan semakin berkembang. Top.
Profile Image for Araaaa ➹.
133 reviews11 followers
November 27, 2021
Kisah yang ringan dan emosional sekali 😭😭 aku seneng sih dengan tema yang diangkat di buku ini; Bakat. Tiap anak memiliki bakatnya masing-masing, dan menjadi berbeda itu, ya, gak masalah.
Profile Image for Mark.
1,284 reviews
September 16, 2018
Jika dibandingkan dengan buku pertama, gaya bertutur dalam "Kasus Si Anak Indigo" ini terasa lebih mengalir dan pas, khususnya saat berlangsungnya interaksi antara Namira, Jani dan Vedi. Porsi masing-masing anak terasa sama, dan inilah pembeda utama dengan buku pertama yang menitikberatkan pada karakter Namira (yang saat itu baru pindah ke SD Baruna Vidya) yang menjadi sentral cerita. Dan karena di sini yang menjadi pemeran utamanya justru Parvadi si siswa baru di kelas 5A, apakah hal ini akan menjadi pola dalam cerita-cerita Creepy Case Club berikutnya? Satu hal yang paling mengganggu pada "Kasus Si Anak Indigo" bukanlah terdapat pada konten cerita, melainkan pada disain sampul buku yang malah jadi spoiler klimaks cerita setelah pembaca dikenalkan pada fungsi halaman pribadi di SD Baruna Vidya.
Profile Image for Ren Puspita.
1,500 reviews1,021 followers
March 30, 2025
4 bintang

Tahun lalu gue baca Creepy Case Club: Kasus Nyanyian Berhantu yang berujung kalau ada yang nanya bacaan apa yang asyik di app Gramedia Digital maka buku itu selalu gue jadikan salah satu dari rekomendasi. Nyatanya butuh setahun kemudian bagi gue untuk baca buku kedua dari seri Creepy Case Club ini yang menceritakan trio "detektif" anak SD, Namira, Vedi dan Jani dalam memecahkan kasus misteri yang terjadi di sekitar mereka. Tentu saja, in anak SD way.

Kasus di buku kedua tetap bersinggungan dengan hantu, namun kali ini ga ada hantu macem Soleram yang menghantui Namira. Kelas 5A kedatangan murid baru bernama Pravadi atau akrab dipanggil Prava. Nama yang menurut gue keren ya meski gue kadang agak kepleset ngejadi jadi Prayudi atau Prawadi :)). Prava ini bisa melihat hantu, tapi bedanya, dia udah biasa melihatnya. Cuma, hantu sang Mama yang sudah meninggal kerap menghantui Prava dan bikin hidup Prava jadi ga tenang karena hantu Mama menolak ngomong sama Prava. Sikap Prava yang aneh pun jadi bahan omongan di sekolah, tapi Namira yang tahu rasanya jadi anak aneh malah mendekati Prava yang berujung Prava akhirnya ngutarain masalahnya ke Namira. Trio Namira-Vedi-Jani beraksi kembali yang berujung pada sebuah kejutan yang disembunyikan Prava dari teman - teman barunya dan juga hubungan Prava dengan sang Papa yang mulai retak.

Penyelidikannya mirip - mirip dengan buku pertama meski di buku ini Prava juga ikut menyelidiki apa yang diinginkan hantu Mama untuknya. Untuk tingkat seremnya ga seserem hantu Soleram wkwk. Jujur Soleram di buku pertama itu bikin gue merinding disko. Di buku ini Rizal Irwan mengupas tentang anak Indigo dimana Prava sendiri termasuk anak indigo tapi Prava merasa kalau kemampuannya itu bikin hidupnya jadi berantakan. Penyelidikannya sih masih mudah dan ga berbelit - belit tapi lebih banyak memakai teknologi kayak sosmed mungkin karena Vedi baru dapat tablet baru (ciee!). Walau ada juga bagian teka teki yang menurut gue lucu yaitu "hlp". Tentunya mesti baca buku ini buat tahu yang gue maksud, tapi bagi gue itu lucu banget. Kalau yang lain ga anggep lucu juga gapapa sih *sedih.

Seperti buku pertama, buku kedua ini juga ada pesan - pesan moralnya. Paling utama ya untuk menerima diri sendiri, baik kelebihan maupun kekurangannya. Tapi yang menurut gue paling oke ya tentang bakat, dimana Namira sempat minder karena ga punya bakat apa - apa jadinya dia ga ikut Bazar Besar di sekolah. Melalui buku ini, Rizal Irwan seakan ingin bilang kalau bakat itu macem - macem dan ga harus selalu akademik karena sikap Namira yang empatik sama Prava pun juga termasuk bakat alami yang dimiliki anak itu. Tentunya ga lengkap kalau ga ada satu adegan mengharu biru terutama tentang Prava dan orangtuanya.

Tetap menarik dan mengasyikkan buat dibaca, series Creepy Case Club ini bakal selalu gue rekomendasikan kalau nyari kisah anak - anak tapi dengan misteri dan sedikit element horror. Persahabatan Namira, Vedi dan Jani menjadi salah satu nilai plus dan terus terang gue ga nyangka Namira bisa dekat sama Jani yang "queen bee wannabe", tapi menurut gue mungkin ya anak - anak itu jauh lebih gampang temenan ketimbang orang dewasa yang lebih mengutamakan gengsi ya :-)
Profile Image for Stefanny Natalia.
286 reviews32 followers
August 30, 2023
4,8/5
Seruuuu lebih suka kasus yang di buku ke 2 ini. Lebih seru,drama keluarganya juga pas, dan beberapa kata2 dan adegan ada yg bikin sedikit terharu juga
2 reviews
September 24, 2022
Suka sama seri kedua dimana ada anak baru di sekolah namira. Suka juga gimana anak baru ini merupakan anak indigo dan bagaimana ia menceritakan ketika ia melihat hal hal seperti hantu. Di buku kedua ini, aku merasa kasihan banget sama Parva
This entire review has been hidden because of spoilers.
7 reviews1 follower
October 23, 2022
Bingung ini sasarannya buat umur berapa. Ada suspect selingkuh2 segala anak kelas 5 sd😭
Profile Image for Trisha Vanessa.
10 reviews
November 29, 2022
ini seruuubbgttt bgt aku baca pas lg kelas 4 sd HAHAHAHAHA pengen beli lg tapi ragu2 T_T
Profile Image for Citra Rizcha Maya.
Author 5 books23 followers
March 21, 2025
Misteri, Persahabatan, dan Penerimaan Diri dalam Creepy Case Club

Sebagai penggemar cerita misteri, saya selalu menikmati buku-buku Rizal Iwan. Kali ini, Creepy Case Club – Kasus Si Anak Indigo berhasil memberikan pengalaman membaca yang bukan hanya menegangkan, tetapi juga emosional.

Saya membaca buku ini saat liburan sekolah, mencari bahan cerita baru untuk diceritakan ulang kepada putra saya, Idea, yang semakin tertarik dengan kisah-kisah misteri. Membaca buku ini justru membawa saya kembali ke masa kecil—masa di mana memecahkan misteri terasa begitu menyenangkan dan penuh tantangan.

Sinopsis

Di SD Baruna Vidya, kedatangan siswa baru biasanya bukan hal yang istimewa. Namun, Parvadi Hidayat langsung menarik perhatian. Selain berpenampilan rapi dan kaku, ia juga memiliki aura yang berbeda. Parva baru saja pindah dari Jogja setelah ibunya meninggal mendadak.

Namun, bukan hanya kehilangan yang membuatnya berbeda. Parva adalah anak indigo—ia bisa melihat makhluk halus, termasuk sosok ibunya sendiri yang datang tetapi tidak mau berbicara dengannya. Namira, yang peka terhadap kondisi Parva, berusaha mendekatinya. Bersama Vedi dan Jani, mereka pun terlibat dalam misteri yang lebih besar dari yang mereka duga.

Apa yang Membuat Buku Ini Menarik?

Misteri yang Menggugah Rasa Penasaran
Rizal Iwan punya gaya bercerita yang khas—ringan, mengalir, tetapi tetap penuh ketegangan. Setiap bab membuat saya terus ingin membalik halaman berikutnya, penasaran dengan apa yang akan terjadi selanjutnya.

Pesan Moral yang Mendalam
Di balik kisah misterinya, ada pesan tentang penerimaan diri dan keikhlasan. Parva harus menghadapi rasa kehilangan dan berdamai dengan kenyataan, sesuatu yang juga relevan bagi banyak pembaca, baik anak-anak maupun orang dewasa.

Menambah Wawasan tentang Anak Indigo
Buku ini juga memberikan insight menarik tentang anak indigo—bagaimana mereka memandang dunia, tantangan yang mereka hadapi, dan bagaimana lingkungan merespons keberadaan mereka.

Membangkitkan Nostalgia
Sebagai orang dewasa yang tumbuh dengan cerita-cerita misteri, saya merasa buku ini membawa kembali sensasi seru saat memecahkan teka-teki. Apalagi dengan pengalaman berbagi cerita bersama Idea, buku ini terasa lebih spesial.

Kesimpulan

Creepy Case Club – Kasus Si Anak Indigo bukan sekadar cerita misteri biasa. Ia menggabungkan ketegangan, persahabatan, dan refleksi diri dalam sebuah kisah yang menarik dan penuh makna. Buku ini cocok untuk anak-anak yang menyukai cerita misteri, tetapi juga untuk orang dewasa yang ingin bernostalgia dengan petualangan seru.

⭐ Rating: 4.8/5

Rekomendasi untuk: Anak-anak, remaja, dan siapa saja yang menyukai kisah misteri dengan pesan moral yang kuat.
Profile Image for tïmmyrèvuo.
204 reviews2 followers
March 25, 2025
This book hit me deep. Unlike the first one, which left me anxious and on edge, this one carries something heavier—something that lingers. It’s deep, it’s haunting, it’s like a quiet misery that sits in your chest.

We’re still following Namira, Jani, and Vedi, but now we meet Parva—a strange kid with something different inside him. A power. A burden. A part of him that no one else can understand.

Where do I even start? This book isn’t just good—it’s a masterpiece. Not because it’s easy to read, but because of the way it makes me feel. The way it pulls me into this chaotic, aching, yet oddly comforting world. It makes me feel enough. It makes me feel seen. And honestly? I have no idea how a middle-grade book managed to do that. Maybe it’s because Parva’s story isn’t just about his ability to see and feel creatures that others can’t. It’s about what happens after—how the people around him react, how they accept him, and how that leads Parva to accept himself.

Now, my favorite part? The plot twist. When they thought Parva’s dad was cheating? My heart plummeted. Like, actual panic. And then? Boom. Turns out, it was just one of his secret contacts helping him and Parva through it all. I swear, this book plays with your emotions.

But beyond the twists, beyond the heartbreak, this book gave me something else. I picked it up as an escape—because life can feel too tight, too suffocating. And somehow, it gave me exactly what I needed. A reminder. Breathe. Accept. Keep going. Just like Parva did.

Kalau kamu menemui jalan buntu, coba tenangkan pikiran. Coba mundur beberapa langkah, dan lihat semuanya dari jarak yang baru, supaya kamu bisa melihat gambaran besarnya.


Everyone needs to read this, especially middle schoolers drowning in their own thoughts and feelings. Because trust me—this book? It gets you.
Profile Image for Meta Morfillah.
686 reviews23 followers
May 3, 2024
Judul: Creepy Case Club - Kasus si anak indigo
Penulis: Rizal Iwan
Penerbit: Kiddo
Dimensi: vi+185 hlm, 13x19 cm, cetakan kedua Januari 2024 (edisi gramedia digital)
ISBN: 9786024810085

Ada anak baru di sekolah Namira, Jani, dan Vedi. Namanya Parva. Sedari awal ia masuk, gelagatnya begitu aneh untuk anak seusianya. Hingga suatu kejadian di kelas membuat 3 sahabat itu menyadari bahwa teman baru mereka merupakan anak indigo. Parva bisa melihat hal-hal yang kasat mata. Namun ada 1 kasus yang menyangkut pribadi Parva, yakni terkait hantu Mamanya.

Berbekal pengalaman hantu Soleram (buku 1), 3 sahabat mencoba membantu Parva. Mereka pun mengalami kejadian mistis. Namira melihat sosok mirip Bunda di halaman belakang rumahnya malam-malam. Vedi melihat tabletnya bergerak mencari informasi sendiri tentang anak indigo yang depresi hingga bunuh diri. Jani melihat tulisan HL... P... di kaca saat ia membasuh muka menjelang tidur. Saat mereka bertemu dan menyatukan kejadian yang dialami, mereka menyadari bahwa itu semua adalah petunjuk!

Ini seri kedua CCC dan saya masih menikmatinya, meski ini bacaan untuk anak usia 8-12 tahun. Menarik meski agak menyeramkan. Gaya tulisannya seru. Saya pun baru tahu asal muasal sebutan anak indigo yang ternyata dilihat dari warna auranya.

Hanya saja saya apresiasi tidak sempurna sebab tidak setuju dengan konsep hantunya sih hehe. Asyik buat hiburan saja.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#1hari1tulisan #resensibuku #reviewbuku #bacabuku #creepycaseclub #kasussianakindigo #rizaliwan #fiksi #metamorfillah
14 reviews
April 3, 2024
This is my first time reading a book from the Creepy Case Club series. Why choose this one? It was actually because I randomly chose the one with the most interesting cover.

While reading, I realized this wasn't the first book in the CCC series, but I had no trouble figuring out what might happen from the first book and getting to know Namira, Vedi, and Jani. This is good, considering not all books might be available at once.

I read the first few chapters while fasting, and the food descriptions made me feel soo hungry. I think this is a testament that the author succeeded in bringing the environment of SD Bhuana Vidya to life in his writing.

The story itself is unlike Scooby Doo, where at the end of the story it is discovered that the perpetrator is human. CCC is a story about the interaction of humans and supernatural beings. Even though I'm not a fan of the genre (because I'm easily scared), reading this book felt quite comfortable.

The book touches on the idea of not only Indigo kids but how hard it is to blend in on a new environment, which I, and a lot of kids, have experienced. So it is easy to relate myself to Parva, the new student who happens to be "different" than his peers.

Reading this book feels like reading Goosebumps meets Famous Five. It's light, simple, nice story flow, and interesting actions.

Overall, an interesting read. I hope I can recommend this book to my children when they already learn how to read.
Profile Image for P.P. Rahayu.
Author 1 book38 followers
November 30, 2024
Creepy Case Club: Kasus Si Anak Indigo
oleh Rizal Iwan

Setelah aku membaca buku pertama, enggak pakai pertimbangan mendalam, aku langsung meneruskan membaca buku kedua dari seri Creepy Case Club ini. Di buku kedua ini, ada murid baru asal Yogyakarta di sekolah Namira, Vedi, dan Jeni. Namanya Parva.

Awalnya, sih, Parva terlihat normal-normal saja--meski agak aneh karena sering menyendiri, menjerit-jering ketakutkan di dalam kelas. Ia seperti melihat sesuatu yang tidak tampak oleh murid lainnya. Ketika seisi sekolah menganggap Parva aneh, si trio detektif kita malah dengan gagah-berani ingin membantu Parva. Awalnya Parva menolak, hingga akhirnya, luluh juga dia dengan kegigihan Namira dan kawan-kawan.

Jujur, aku enggak banyak nyatet reaksiku di Twitter. Jadi, aku agak-agak lupa detail ceritanya. Haha. Yang pasti cerita ini masih seru. Meskipun enggak seseru buku pertamanya. Poin menarik di buku ini adalah bagaimana Namira mencoba untuk mendekati Parva karena ia tahu pasti perasaan Parva sebagai anak baru. Untungnya, Vedi dan Jani juga bisa menerima Parva di akhir.

Well, another light yet interesting story to read.
Profile Image for Harumichi Mizuki.
2,498 reviews74 followers
April 11, 2025
Kali ini Creepy Case Club berhadapan dengan anak baru yang indigo, Parva. Parva langsung membuat heboh kelas karena berteriak-teriak saat melihat pintu masuk kelas di hari pertamanya di SD Baruna Vidya. Katanya, ia melihat mamanya yang baru meninggal? Waduh.

Aku udah bisa menebak siapa Tante Astuti yang dicurigai akan jadi mama baru bagi Parva. Hahaha, keseringan baca novel misteri, sepertinya kemampuanku untuk menebak plot twist sederhana makin terasah. Namun, tetap saja hal itu tidak mengurangi kekerenan cerita ini. Langsung lanjut ke buku ketiga!
Profile Image for Mare Mare.
Author 10 books1 follower
June 10, 2025
Trio Namira, Vedi, dan Jani makin solid di sini. Ga kebayang yang awalnya di buku pertama saling musuhan. Bagian yang lucu dan gemes waktu mereka nemenin Om Irsan nyari Parva. Om Irsan dapat ceramah mulu dari 3 detektif cilik ini wkwkwk. Meskipun aku bukan orang yang termasuk percaya dengan indigo, tapi ceritanya menarik. Aku masih penasaran jawaban tentang pertanyaan Namira di akhir novel dan apa yang dilihat Parva di kelas sampe jerit-jerit (aku tahu dia lihat ibunya, tapi kenapa ibunya? Apa pas momen kecelakaan? entah aku yang kelewat kali ya). Anyway, aku otw baca buku selanjutnya.
11 reviews
February 3, 2025
Buku kedua dari petualangan trio detektif cilik, Creepy Case Club. Bercerita tentang anak baru di sekolah mereka yang memiliki kemampuan indera keenam hingga suatu saat mereka harus membantunya dalam menghadapi sebuah fenomena mistis
Profile Image for theresia cleopatra.
167 reviews2 followers
March 10, 2025
suka bangett!! ini buku yg ku baca di reading slump era ku 😭🫶🏼 bukunya tipis dan alur plotnya keren juga, bikin bertanya-tanya, ikut merasa seperti detektif bareng Namira dkk 🤔😂😆 bukunya ringan, bahasanya ngalir, enak dibaca 🤗 bakalan baca buku selanjutnya! 🤩
Profile Image for Sella.
54 reviews5 followers
September 28, 2024
Aku suka dengan perkembangan karakter Parva dan papanya. Juga ada bagian yang membuatku tersenyum dan dugaan-dugaan yang membuat twist.
Displaying 1 - 28 of 28 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.