Silakan saja menyebut Keira perempuan serakah karena mencintai Landon dan Damon, sama besarnya. Dia tidak peduli meski Landon sakit dan Damon suka memukulinya. Masa lalu yang dimilikinya membuat Keira bertekad untuk mempertahankan mereka berdua.
Berulang kali Damon meminta Keira untuk memilih dan jelas sekali lelaki itu tidak suka menjadi pihak yang kalah. Dia akan melakukan segala cara untuk membuat Keira meninggalkan Landon. Akhirnya Keira tidak mampu menolak dan hanya bisa bernegosiasi agar Damon memberinya waktu satu bulan untuk mengucapkan selamat tinggal pada Landon.
Padahal, kondisi Landon tidak kunjung membaik. Dengan detik-detik yang semakin mendekati batas waktu pemberian Damon, Keira hanya berharap semua yang dia lakukan akan berhasil.
Cuma pernah baca tulisan kak Nath yg love,again dan ini yg kedua tp udh bisa nemu ciri khas narasi kak Nath. Narasinya lembut wkwk (emang bolu)😂 pokoknya gitu lah bikin betah narasinya ngga perlu lama2 bacanya dan langsung bisa nangkep oke lanjut halaman berikutnya.
Terus yg bikin betah soalnya halamannya pendek, paling suka buku tipis gini hehe. Ceritanya romance yang bisa dibilang agak berat ya ada unsur psikologisnya jg tp gitu..dikemasnya secara sederhana dan jadi cerita yang menghibur buatku.
Aku suka blurbnya yang bikin gemes. Keira punya dua cowok! Ngga paham gmn kedepannya.
Ngga bisa ngeship juga karena aku emg ngga ngerasain feel yg kuat keira sama mereka. Apalagi damon yg suka mukul gt kan.
Tp di sini justru anehnya, biasanya aku kesel sama tokoh cewek yg mau mau aja bertahan sama cowok brngski tp pas bagian ini aku malah menikmati. Ehe.
Meskipun ngga ngefeel wajarlah ya kan ini bukunya tipis juga. Trus aku fokus aja nikmatin kisahnya mau dibawa kemana~
Yha trus gitu udh ketebak di hlm 60an, tp aku masih nyimpen di hati tebakanku pas ke bagian end eh kan buseh bener wkwk😂 Ketebak ngga ketebak aku tetep suka ceritanya pendek tp ngena. Jujur agak geli juga waktu semuanya sudah terbongkar berasa drakor gitu wkwk😂
Kecil-kecil cabe rawit. Halamannya dikit, tapi memuat banyak hal-hal yang mengejutkan. Gila dong yaa, waktu misteri buku ini terungkap aku sampe mangap-mangap kayak ikan kekurangan air. Ini apa-apaan coba?? Ish... Tapi bener sih ini gila banget....
Enak tiap babnya dikit, jadi bacanya ngalir gitu nggak bikin sakit kepala juga. Pake alur maju trus diselipin sedikit kilas balik kenapa Keira mau pertahanin Damon dan Landon, kecepatan alurnya juga nggak tancap gas gitu walau halamannya dikit. Gaya menulisnya juga singkat, jelas, padat, nggak bertele-tele. Ini seru lhoo beneran deh. Spoiler dikit ini mengangkat sedikit tentang alter ego.
Novel ini isinya singkat, padat dan menjebak. Blurb di sampul bukunya membuat saya sangat penasaran sama tokoh utama wanita, Keira, yang mencintai dua sosok pria, Damon dan Landon. Tetapi semakin membaca karakter Keira, rasanya ada yang aneh... dan membuat saya menduga-duga pasti ada kejutan yang disiapkan penulis. Saya sih tidak terkejut, karena dugaan saya benar.
First line: DORONGAN itu begitu keras, sampai Keira terhuyung dan menabrak dinding di belakangnya. ---hlm.6, Prolog
Sejak menerima fisik buku yang dikirim langsung oleh Nath dan mengetahui jumlah halamannya kurang dari bilangan angka dua ratus, saya memang langsung khawatir pada Beautiful Pain ini. Well, dengan jumlah halaman segitu konflik macam apa yang bisa disajikan dengan tepat, pengembangan karakter yang pas, dan eksekusi akhir yang oke? Hasilnya: kekhawatiran saya cukup beralasan.
Sebenarnya premis Beautiful Pain cukup menjanjikan, meskipun nggak menawarkan sesuatu yang baru: mental disorder. Saya sudah pernah membaca (dan menonton) beberapa buku (dan film) tentang gangguan kepribadian ini. Baik bermuatan thriller maupun romance. Dan, memang seharusnya banyak hal yang bisa diuraikan dari satu titik itu saja. Belum lagi jika ditambahkan subplot lain untuk lebih memperkaya cerita. Sayangnya, Beautiful Pain tidak melakukannya, baik menggali lebih dalam maupun menambahkan subplot lain.
Beautiful Pain merupakan karya kesekian (ke-14 di database goodreads.com) dari Nathalia Theodora yang menjadi novel pertamanya yang diterbikan pada lini Metropop di Gramedia Pustaka Utama (sepanjang yang saya tahu). Dari tahun ke tahun, Metropop mulai menjangkau segala kemungkinan menghadirkan kisah romansa urban yang nggak melulu ngomongin cinta doang. Domestic violence, kesetaraan gender, sampai isu minoritas hadir di lini favorit saya ini. Beautiful Pain menjadi salah satu yang bisa masuk kategori domestic violence dalam hubungan pacaran.
Beautiful Pain menceritakan tentang Keira, sosok eksekutif muda, yang jatuh cinta pada dua laki-laki: Landon sang chef (?) sekaligus pemilik beberapa cabang restoran yang superlembut dan rapuh; dan Damon sang pelukis aliran dark (surealis?) yang superkasar dan suka kekerasan. Sejatinya Keira sudah akan meninggalkan salah satunya, demi kebaikan bersama, tapi tekadnya untuk menyelamatkan orang tersayang membuatnya maju-mundur (nggak pake cantik-cantik) hingga dia terus saja terjebak dalam hubungan nggak sehat yang berkepanjangan.
Beberapa reviewer/booktuber akan mengategorikan kisah ini sebagai toxic relationship. Sudah tahu pacarmu bermasalah, masih juga kamu pacaran sama dia. Begitulah kira-kira maknanya, CMIIW. Saya juga gemas sama Keira sepanjang membaca novel ini. Sudah tahu Damon suka main tangan, mengapa masih setia?
Well, sejatinya pertanyaannya nggak semudah itu, sih. Ada plot twist yang superdahsyat di akhir. Meskipun nggak se-grande yang seharusnya bisa dibikin, twist-nya lumayan. Kenapa cuman jadi lumayan? Salahkan jumlah halaman yang minimalis itu. Entah dari awal Nath kurang menggali lebih dalam atau digunting kurang optimal sewaktu penyuntingan. Isu mental disorder yang terkoneksi langsung dengan domestic violence agak kurang believable buat saya. Saya nggak bisa cerita tanpa spoiler, jadi saya cuman bilang: segala situasinya kayak kurang meyakinkan, terutama karena ini digunakan sebagai unsur kejutan ketika twist dibongkar, saya jadi bertanya-tanya bagaimana sih reaksi orang-orang di sekitar Keira-Damon menyikapi kondisi ini, SELAMA INI? Oke, ada kok dijelaskan sebagiannya, tapi... entahlah, balik ke kesan awal saya, nggak believable.
Kesampingkan fakta premis yang kurang digali, bagaimana dengan unsur Metropop-nya? Ternyata di departemen ini juga setali tiga uang. Unsur office romance yang lekat dengan novel-novel lini Metropop hadir bak tempelan Post-it ka-we. Latar belakang profesi Keira di sebuah perusahaan manufaktur/distributor (?) hadir selintas-sekejap saja. Ada sih diceritakan soal evaluasi vendor, prosedur pemilihan vendor baru, atau mekanisme pembelian produk baru, tapi ya itu... melalui cerita. Bukan narasi yang menggambarkan dengan detail prosesnya. Jadi, nggak nambah wawasan juga, paling tidak buat saya. Terus Keira ini bukan top management kan ya, kok seenak-enaknya saja gitu dia keluar-keluar kantor bukan untuk urusan kerjaan: ke studio lukis Damon lah, rumah Landon lah, ke restoran Landon, atau pas galau dengar kabar Landon menghilang---langsung cus saja dari kantor, enggak minta izin atasan atau notice ke HRD, titip absen ke temen saja enggak, hahaha.
Nah, kalau kamu lagi butuh bacaan Metropop yang kompleks, bisa mencoba membaca Beautiful Pain ini. Meskipun menurut saya agak kurang sukses dalam mengeksekusi isu utamanya tenang mental disorder, novel ini tetap bisa memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga hubungan dalam keluarga /persahabatan dan mewaspadai buruknya dampak toxic relationship. Selamat atas kelahiran novel Metropop pertamanya, Nath, semoga terus produtif, ya. Ditunggu kisah-kisah Metropop-nya yang lain.
Have a nice reading, tweemans.
End line: "Dan sambil berpegangan tangan, mereka pun meninggalkan taman. ---hlm.147, Epilog
Bercerita tentang Keira yang tidak bisa menentukan pilihan akan hatinya, dia mencintai Landon dan Damon sama besarnya. Lando lemah, kondisi yang dialaminya membuat Keira tidak bisa meninggalkannya, padahal dia sudah mendapat ancaman dari Damon, dia harus memutuskan hubungan dengan Landon kalau tidak ingin tubuhnya muncul lebam-lebam baru.
Hubungan yang tidak sehat ini tentu tercium oleh orang terdekat Keira, baik ibu maupun sahabatnya. Hanya Landon yang tidak tahu perlakuan kasar Damon pada Keira, dan dia tidak ingin mengadukan, karena yakin akan berakhir buruk bagi kesehatan Landon. Keira hanya mampu bertahan dan mencoba mengalah. Namun, semakin lama waktu yang dihabiskan dengan Landon membuatnya enggan melepaskan, terlebih kondisi Landon semakin buruk.
*
Beautiful Pain memiliki tema yang sama dengan novel Perfect Pain - Anggun Praweswari dan Someday - Winna Efendi, sama-sama mengangkat tema kekerasan dalam hubungan, hanya saja buku ini disajikan secara singkat dan padat, tapi tidak melupakan unsur yang penting di dalamnya. Misalkan saja latar belakang yang terjadi oleh para tokohnya.
Hal ini penting untuk diceritakan karena biasanya ada pemicu di masa lalu yang membuat seseorang memiliki sikap temperamental seperti Damon, dan penulis juga menjelaskan kenapa Keira masih saja bertahan dengannya padahal kerap mendapatkan perlakuan kasar.
Pada bagian awal saya sedikit bingung dengan plotnya, bagaimana bisa seseorang mencintai dua orang sekaligus? Begitu cerita bergulir sampai pada bagian Keira diperkenalkan Milly pada temannya, saya bisa langsung menebak, dan benar saja. Buku ini memiliki plot twist yang cukup menarik.
Kekurangannya, buku ini terlalu tipis, penulis lebih memilih teknik tell daripada show, sehingga tidak banyak detail. Padahal kalau digali lebih dalam lagi akan lebih menarik. Dalam hal menyampaikan emosi para tokohnya, baik Keira, Landon dan Damon, sudah tepat sasaran, perbedaan karakter dan apa yang dirasakan cukup tergambarkan, hanya saja kalau penulis mau 'berlama-lama' akan terasa lebih nendang, emosinya lebih dapat lagi.
Bila kalian membutuhkan kejutan dan sedikit misteri di dalamnya, Beautiful Pain tidak ada salahnya untuk kalian coba.
Keira mencintai Landon dan Damon sama besar. Namun, Damon selalu menuntut agar Keora meninggalkan Landon. Sayangnya, gadis itu tidak bisa melakukannya. Kedua lelaki itu terlalu berharga untuk dirinya.
Kesan pertamaku pas baca blurbnya... “ini cewek kok serakah banget sampe pengin dua cowok sekaligus.” 😂😂
Beautiful Pain adalah novella yang mengandung unsur kekerasan. Jadi, wajar saya kalau rate umurnya 17+.
Ini adalah novel kedua karya Ci Nathalia yang aku baca, setelah dibuat nyaman sama cerita Love, Again yang terbit beberapa bulan yang lalu. Karena impresi pertama yang baik dan aku nyaman dengan gaya menulisnya, jadilah aku kepo dengan karya Ci Nathalia ini.
Sejujurnya, aku kurang puas sih sama novel ini. Selain terlalu pendek untuk cerita bertajuk penyakit itu—baca sendiri untuk tahu penyakit apa yang diderita Landon—Beautiful Pain juga terkesan buru-buru.
Kayak di-'gas' banget sampai aku nggak merasakan ketegangan, chemistry, dan tekanan akibat konfliknya.
Kalau aja twist-nya enggak seperti itu, mungkin aku bakal kasih bintang kurang daripada ini.
Twist-nya lumayan bikin kaget, kalau enggak gitu memerhatikan setiap deskripsi dan obrolan yang disajikan. Tapi meskipun aku udah nyadar ada yang salah di sini, tetap saja mengejutkan.
Mengejutkan karena dugaan asal aku benar 😂😂
Cuma aku agak enggak sreg sama penyelesaiannya itu. Seperti yang kukatakan di atas, terlalu di-'gas' sehingga kurang memancing emosi pembaca—menurutku.
Anyway, buku ini mungkin bisa jadi obat untuk para pembaca yang sedang reading slump atau butuh buku 'transisi' 😂
"Berhentilah bersikap serakah, Kei. Kamu harus memilih, aku atau Landon. Satu petunjuk untuk kamu, aku nggak suka menjadi pihak yang terbuang." [Damon] - h. 38
Yang terlintas di pikiranku saat dengar nama Damon? Pastilah TVD😁 Dan yang terlintas saat dengar nama Landon? Langsung deh ingat A Walk to Remember😍 Tapi tenang, ini nggak ada hubungannya sama semua itu kok.
So, Keira di sini adalah cewek yang mencintai Damon dan Landon dalam waktu yang bersamaan, cinta Keira pada mereka berdua juga sama besarnya. Jangan berpikiran negatif dulu. Keira punya alasan kenapa tetap bertahan di antara Damon yang suka memukulinya dan Landon yang sakit-sakitan.
Tbh waktu baca awal sampai tengah, aku mikir ini Keira 'sakit' apaan sih benernya? Bego amat! Rela banget dipukulin Damon, padahal di sisi lain Keira punya Landon yang sayang sama dia. Tapi setelah mendapat pencerahan, aku akhirnya bisa nerima sesuatu yang mulanya kuanggap bego.
Ini kali kedua aku baca tulisan Nathalia Theodora. Hampir seperti tulisannya yang kubaca sebelumnya [Love, Again]. Sumpah, ide ceritanya—bagiku—menarik. Sayang eksekusinya nggak maksimal. Beberapa premisnya juga bikin aku garuk-garuk kepala. Bukan out of logic yang ngaco banget, tapi gimana ya ... hm, kurang kuat aja alasan/dasar pemikirannya. Feel dalam buku ini bisa dibilang dapet, tapi sayangnya ya itu tadi🙆
But okay! Aku masih berencana baca tulisannya Nath yang lain kok. Karena aku suka sama gaya nulisnya. Enak dibaca meski cenderung simpel dan nggak terlalu banyak quote. Selain itu aku juga tertarik dengan ide cerita dari buku-buku Nath yang lainnya. Oh ya, aku juga suka kovernya yang cukup menggambarkan isi bukunya😍
Memilih buku ini secara acak dengan kategori metropop di gramdig dengan format epub dan turn out: WOW! Memang buku metropop terbitan lama itu jos gandos. Jos bikin ngeselinnya, gandos bikin gregetannya. Ditambah buku ini memiliki unsur plot twist yang tidak pernah ku duga sebelumnya.
Di act pertama, aku dibuat bertanya-tanya apa motivasi Keira untuk bertahan dengan Damon yang abusif padahal dia sudah punya Landon, cowok act of service pemilik restoran. Pasti akan langsung bersenandung, senangnya dalam hati bila berpacar dua~
Lalu, di act kedua, makin-makin aja. Ini cerita mau dibawa kemana, sih? Dibilang manis, ya ada manisnya, tapi lebih sesuai judul bukunya: PAIN. Alias sedih, dikasarin mulu, mana cowok yang satu lagi sakit, tapi Keira batu banget juga. Dan sampailah di akhir kedua dan MAKJRENG!
Aku tidak berekspetasi apa pun. Yang penting romance aja, tapi ternyata ku termenung saat bertemu twist-nya. Karena bacanya let if flow jadi segimana dibawa alur cerita, jadi nggak menebak ini itu. Bisa banget ini penulisnya menuliskan layer per layer yang sebenarnya ada hint(s)-nya cuma karena read just for fun, but turn out beautiful and pain.
Bukunya bagus. Dengan hanya 150 halaman saja tetapi sangat baik meng-cover the whole of plot(s). Jika suka cerita romansa yang ber-plot twist, bisa dibaca.
Kalau melihat blurb bukunya sih kayak apaan banget suka sama dua cowok sekaligus, aneh. Pas awal baca juga apaan sih, semua tokohnya orang-orang sakit, gajelas. Tapi, ternyata cerita ini lebih dari itu, isu kesehatan mental di sini dapet banget.
Bukunya tipis, gak banyak. Singkat dan padat, cocok banget dibaca kalau gak punya banyak waktu luang.
Rasanya cerita ini terlalu prematur. Semua segera diceritakan dan semua segera diakhiri, kayak gak dibangun pelan-pelan karakter tokoh-tokohnya, ibaratnya kalo makan di resto tuh, duduk-di kasih makanan-makan semuanya lalu pulang. Seperti kurang bisa menikmati, padahal kalo mau dibuat lebih pelan akan terasa sakitnya, sedihnya untuk isu kekerasan anak dan luka batin sedari kecil. Cuma, itu tadi terasa banget terburu-burunya, bahkan romansanya pun pembaca cuma dapet sekilas doang.
Serius, waktu baca blurb-nya, langsung negative thinking bawaannya. Si Keira nih maruk banget deh, suka sama dua cowok sekaligus. Big No buat saya.
Apalagi, ternyata salah satunya (Damon) suka main tangan. Herannya, si Keira masih aja kekeh nggak mau ninggalin Damon. (is she idiot or something?) Apalagi melihat betapa Landon begitu mencintai Keira dengan sepenuh hati meskipun dia lagi sakit (saya kira, penyakitnya ini akan sebangsa kanker atau apa). Tambah nggak respek deh sama Keira.
Eh, tapi... Begitu adegan Keira dan Landon nyaris kecelakaan, terus reaksi Landon begitu (dan menyebutkan kejadian masa lalu menyangkut ayahnya), saya langsung mencurigai sesuatu.
Awalnya, saya kira A. Terus, sempat berpikir kalau tebakan saya yang A itu benar. Eh, beberapa bab berikutnya, saya jadi menghubung-hubungkan dan mem-flashback halaman-halaman sebelumnya, lalh menebak B.
Ternyata, dugaan saya benar.
Di situ, saya salut sama Mbak Nath yang membuat twist kayak gitu.
Meskipun, saya nggak gitu merasakan chemistry tokoh utamanya. Malah, saya lebih suka melihat chemistry Keira dengan Milly dan Oscar.
Soal isu utama yang dibahas di novel ini, mungkin karena pengaruh halaman yang sedikit, jadi kayak penyelesainnya kecepetan. Like, that's it, after all those 'tragedy'? Mungkin, kalau lebih diperdalam, lebih dijelaskan, akan lebih dapat. Oh, sama satu lagi. Novel ini kan dikategorikan Metropop, entah mengapa, feel-nya kayak kurang metropop gitu. Nggak tahu kenapa.
Bumbu rela disakiti oleh orang tercinta telah menjadi hal lumrah dalam setiap kisah percintaan. Termasuk menyimpan rapat2 jejak kekerasan (baca: memar/luka) yg dialami. Itulah yg dilakukan Keira di saat bersamaan mencintai Landon dan Damon yg terang2an merupakan dua pribadi yg berbeda.
Awalnya kirain cerita Beautiful Pain ini sama seperti roman2 lainnya yg menyelipkan aroma perselingkuhan. Soale mencintai dua pria secara bersamaan tanpa ingin melepaskan salah satunya. Ahh, ternyata benar2 berbeda! Hal ini mulai terdeteksi (ceileeh, bahasanya 😄) saat Damon menanyakan alasan Landon yg menafikan dirinya saat kecelakaan yg menimpa ayah "mereka". Naah, dari situ nalar detektif mulai bekerja.
Secara garis besar, cerita ini menarik. Mengandung banyak twist. Memaksa pembaca ga sekadar membaca tapi turut memikirkan solusi terbaik bagi Landon dan Damon guna mengurangi (bahkan klo perlu) menghentikan siksaan fisik Keira. Selain itu juga sarat pengetahuan psikologi.
Kekurangannya terletak pada cara bertutur yg terlalu ringkas. Jadi feel chemistry ketiga tokoh kurang nendang. Jadi bisa dimaklumilah kenapa pada halaman 152, cerita ini sudah berakhir. Padahal masih pengen tau kelanjutan Landon-Keira-Damon pasca Landon-Damon berbicara satu sama lain.
Ini bukan pertama kalinya aku membaca tulisan Kak Nathalia Theodora. Semakin lama membaca, aku bisa merasakan perkembangan tulisan Kak Nath. Jika dulunya Kak Nath banyak menulis tentang kisah-kisah remaja, sekarang Kak Nath mulai mengembangkan tulisan ke dewasa dan aku suka.
Aku suka dengan ide "kekerasan dalam suatu hubungan". Bagaimana kekerasan itu bisa terjadi pada siapa saja, tidak tertutup kemungkinan terjadi pada pasangan yang masih taraf berpacaran. Ada banyak alasan kenapa seseorang menjadi seseorang yang suka kasar atau temperamental. Faktor-faktor psikologis yang bisa datang dari dirinya, keluarga atau lingkungannya sendiri.
Dipadukan dengan unsur romansa Keira, Landon dan Damon aku begitu menikmati kisah mereka. Sejak awal aku begitu penasaran bagaimana hubungan ketiganya sesungguhnya. Kenapa Keira memilih bertahan dalam hubungan yang "tidak sehat". Alasan-alasan yang akhirnya bisa kuketahui setelah aku membaca lebih jauh novel ini.
Dari segi halaman, novel ini cenderung tipis, mampu kuselesaikan dalam waktu relatif singkat, tetapi eksekusi dan konfliknya padat banget. Salut bagaimana Kak Nath bisa membuat novel yang menarik ini
Whaww hahaha gak nyangka ternyata bukunya bener-bener bikin melotot 😂 gila sihhh ini
Awalnya udah emosi kenapa Keira semaruk itu, ditambah lagi dia bisa-bisanya bertahan sama cowok setres macem Damon yang sukanya mukulin :') Sempet emosi bgt asli sih sebelum tahu penyebab aslinya.
Tapi setelah beberapa bab aku kayak menyadari emang ada hal gak beres 😂 awalnya aku mengira hal gak beres itu ada di diri Keira wkwk Tapi ternyata tebakanku yang itu salah dong 😂
Dan plot twistnya cukup mengagetkan ... Good job, Kak!
Tapi sayangnya gatau kenapa aku kurang merasakan chemistry diantara tokoh utamanya. Gatau kenapa, mungkin sebenernya telrihat romantis, tapi aku gak merasakan sepenuhnya (?) eh gimana si, gitu deh, kayak chemistry kurang nampol aja.
Dan sayangnya buku itu terlalu tipis :(( dan endingnya pun terkesan terburu-buru. Hmmm itu menurutku sih ya hehe
But, overall aku suka ide dan gaya penulisannya. Well, buku-bukunya Kak Nath tu emang bisa membangkitkan mood baca lagi ya hahaha... Soalnya konflik yang dibangun emang seru 😂
Seingatku ini pertama kalinya baca buku dengan tema ini, specifically yang tokoh utama punya penyakit kaya Landon jadi emang cukup berkesan. Biasanya cerita begini terkesan dark, gloomy dan berat gitu kan, tapi novel ini ga se-dark(?) itu kok. Ga ngebebanin pikiran sama sekali tapi tetap ngasi pengalaman membaca yang menyenangkan, terutama banyak bagian yang bikin pembaca menebak-nebak.
Sampul bukunya menarik, blurpnya bikin penasaran, pas baca review malah makin penasaran sama plottwistnya walopun banyak yang bilang biasa aja karna emang bukunya singkat dan pengembangan ceritanya masih kurang, kupikir ga akan seberkesan itu. It was like a right book in a right time sih, karna emang lagi nyari novel tipis dan buku ini perfect banget sama kriteriaku saat ini. Ceritanya juga singkat banget, bisa dibaca sekali duduk. Thanks God, pengalaman nonton drakor lebih dari satu dekade dan beberapa drakor pernah ngangkat tema ini bikin mudah mengimajinasikan ceritanya wkwkwwk, yes ceritanya agak drakor! Anyway I like this book.
Misterius, singkat dan menjebak. Dari awal sudah terasa kalau semua penuh misteri. Blurbnya beneran bikin penasaran. Tapi setelah baca, semua bayanganku tentang cerita yang akan disuguhkan berubah total. Plot twist yang ada dapet banget dan dibungkus rapi selama cerita bergulir. Dan sepanjang perjalanan cerita, tiap misteri dan pertanyaan disingkap secara perlahan, halus dan nggak terburu-buru. Sejauh ini, kayaknya baru novel ini satu-satunya metropop yang menurutku ringan dan nggak terlalu jelimet.
Sayangnya, tokoh-tokoh yang ada kurang punya kepribadian yang kuat dan menonjol. Jadi rasanya sama aja ketika baca dialog tokoh Damon atau Keira atau tokoh-tokoh lainnya. Sejauh ini, yang kepribadiannya agak menonjol cuma tokoh Milly yang kelihatan dar talk-nya.
Bukunya tipis tapi mind blown hahah. Sudah sedari bab awal itu menarik, kenapa harus 2 orang? Dan ngga kepikiran sama sekali bahwa memang seperti itu....
Serius, pas bukunya dateng agak kesel banget karena tipis (meremehkan banget, kinda like 100% judging by the cover, my bad) but worth it abisssssssss malah lebih bagus kalau ditambah lagi ceritanya. But overall, it was nice, cukup dilahap 2 jam saja.
Blurb-nya membuat saya tertarik, tapi sayangnya buku ini cukup membosankan di bagian awal. Ditambah lagi dengan bahasanya yang menurut saya agak kaku, but oh my... what an unexpected plot twist! Setelah ketemu dengan plot twist yang mengejutkan itu, saya jadi semakin penasaran untuk melanjutkan buku ini. Meski cukup intens, it is still an easy read.
Twist nya keren. Jebakan alurnya nggak kepikiran kesitu sama sekali. Rasanya mau ngakak pas kebenarannya muncul, karena aku nyaris ditipu mentah2 dan buat aku pening untuk mikir 'masalah' yg seperti apa yang terjadi pd Damon dan Landon.
Hahaha kaget 😂😂😂 Emang harusnya bacanya pelan2 nih biar kerasa dapet 'remah-remah'-nya Untuk penulisannya oke, padet dan cukup Kayanya gue ga nemu typo sama sekali deh which is great Pokoknya ngejebak deh ceritanya
Awalnya aku ngira Keira ini rakus, tapi pas tahu twist-nya yang kayak "Oooh" gitu. Mungkin karena aku jarang baca novel dengan suasana kelam, jadi pas baca ini rasanya gimanaaa gitu.