Waktu awal-awal baca, I was like, "Lhaaa ini alurnya cepet banget?" Biasanya kan, di cerita-cerita tentang pernikahan yang berasal dari perjodohan, pasti sebagian besar alur ceritanya tentang bagaimana si pria dan wanita yang dijodohkan itu--yang awalnya nggak punya rasa apa-apa--akhirnya jatuh cinta, perlahan, setelah berbagai drama.
Novel ini beda.
Proses itu di-skip. Tetahu si Dody dan Rhe udah lompat aja ke masa enam bulan pernikahan, udah tidur bareng, udah menjalani hubungan yang baik-baik saja, nggak ada drama-drama.
Pas sampe bagian itu, jujur kening saya berkerut. "Lhoo tumben? Tapi, kok, halaman bukunya masih banyak? Terus novel ini ceritanya tentang apa?"
Mungkin itu strategi Mbak Titi Sanaria untuk membuat pembacanya terus melanjutkan membaca, ya. Dan dia berhasil.
Konfliknya ternyata memang baru di belakang, saudara-saudara! Dan yaaa, tentu saja namanya cerita model begini, tarik ulur dan bikin geregetannya tetep ada, tetep dapet. Setiap baca novel kayak gini, saya tuh bawaannya pengin teriak ke suami istri yang berkonflik, "Kenapa sih kalian nggak saling jujur aja dari awal? Kenapa sih nggak langsung nanya klarifikasi ke orangnya? Kenapa sih harus pake prasangka-prasangka? Kan kalo jujur, nanya, klarifikasi, nggak berprasangka, nggak bakal berlarut-larut masalahnya!"
Etapiii ntar ceritanya nggak jadi novel, ya. xD Emang cerita model begini pastinya tipikal yang akan bikin orang sebel sendiri bacanya, haha.
Tapi anehnya, novel ini nggak bikin sesebel itu, kok. Novel ini punya gaya penulisan dan konflik yang lumayan segar, terasa manusiawi dan realistis juga. Karakter-karakternya nggak terasa menye-menye, walaupun ada labil-labilnya si Rhe tapi masih dalam batas wajar. Saya juga suka sekali chemistry Rhe dan Dody ... bikin tersapu-sapu sendiri sepanjang membaca, astagaaah. =)) =))
Highlight novel ini, sebagaimana yang semua orang bilang, tentu saja banter-nya Becca dan Ben. :))) Gileee, ngakak banget, vulgar banget banteran mereka! Narasi atau dialog si Rhe yang sarkas aja kadang udah bikin ketawa, tapi itu nggak ada apa-apanya dibanding banteran Becca dan Ben. Lembaga Sensor nyerah kali sama mulut mereka yang nggak ada filternya sama sekali! :)))) Saya nggak pernah tahu humor vulgar bisa dibikin selucu itu. :)))
Anyway, perjalanan membaca yang menyenangkan sekali dari awal sampe akhir. Cocok banget untuk yang nyari novel drama rumah tangga yang asyik, segar, nggak terlalu menye tapi tetap intens emosinya, lumayan realistis, dan bertaburan humor sarkas/vulgar. :)))