Tsujimura is an award-winning novelist, she is best known for her mystery and children novels. She studied at Chiba University and won the Naoki Prize in 2012 for Kagi no nai Yume wo Miru (I Saw a Dream Without a Key), and in 2018 she won the Japan Booksellers' Award for her novel Kagami no Kojo (Lonely Castle in the Mirror).
Now that they are down to five students, this third volume is focusing on Rika and Keiko’s stories. Glimpses of their lives were given in the previous books, especially for Rika, but their characters get fleshed out thoroughly here. Problems like subconscious codependency and feeling like you have to act a certain way are described really well, and there are also hints of romance neatly woven in while never taking the focus away from the main issues. Probably not a wise idea to hope for a happy conclusion for any of the romance though.
The eerie atmosphere remains strong. If anything, it gets even creepier because there’s a chase scene and it’s also a bit more gory than the second volume. Towards the end it’s starting to be a bit clearer how the world and the “deaths” work, and I kind of figured out where Sakaki is because the writing gets a bit heavy-handed with the hints. Still looking forward to the conclusion of this story though.
🇮🇩 For the Indonesian version: Kali ini ada masalah konsistensi. Istilah yang tadinya ditulis dalam bahasa Indonesia, tiba-tiba diubah ke bahasa Jepang, bahkan mendadak berubah ke bahasa Inggris padahal masih membahas hal yang sama. Nama panggilan karakter juga ada yang berubah dibanding volume sebelumnya. Volume ketiga ini juga punya typo paling banyak, tapi ga turun rating karena suka sama ceritanya.
A School Frozen in Time seri ketiga berkisah tentang kelima siswa yang masih terjebak di sekolah secara misterius. Hal mengeringkan yang merenggut ketiga temannya kemungkinan besar akan menimpa mereka juga.
Untuk menyelamatkan diri mereka punya dua pilihan: tidur semua atau terjaga semua. Akhirnya mereka memutuskan untuk tidur, asalkan bisa melewati pukul 05.53, mereka harusnya baik-baik saja.
Tapi semuanya tidak sesuai yang diharapkan. Sosok misterius muncul mengikuti mereka satu persatu, berbisik menggoda menawarkan mereka untuk keluar dari sekolah dan pulang dengan aman atau naik ke lantai atas dan mengetahui kebenaran dari misteri terjebaknya mereka di sekolah dan siapa sebenarnya yang bunuh diri.
Apakah yang akan mereka pilih? Apakah ucapan sosok misterius itu dapat dipercaya?
____________________ Wah gila sihhhhh!!! Novel ketiga ini yang paling aku suka. Cerita salah satu tokohnya beneran menyedihkan banget, hidupnya seberat itu padahal di awal gak keliatan dia bakal jadi sosok yang bisa mengalami hal kaya gitu. 😭😭
Aku bacanya tuh pas malem, baca seri ini selalu dibikin merinding, tapi kali ini tuh nyampe jadi mimpi buruk segala.
Terus di sini ada romance-nya dikit bangeeeeet, jadi lumayan menyegarkan lah walaupun jangan ngarep kisah romance yang happy.
Well, aku udah mulai nebak siapa sebenarnya yang mati dan kenapa. Tapi jawabannya baru bisa aku temukan di novel keempatnya. 🥲
Serius deh kalian harus baca seri ini! Ceritanya menarik, covernya juga cantik! Apa lagi yang kalian tunggu? 🔥
Semakin gelap......... Aku sampai harus break waktu baca di salah satu adegan. Parah sih ini buku. Situasi semakin menegangkan karena menghilangnya dua orang tepat pada pukul 05.53. Rasa frustasi Mizuki, dkk semakin meningkat sebab tak tahu harus apa lagi selain mengingat sosok yang meninggal bunuh diri.
Jadi, tiap ada yang menghilang akan ada kisah dari masing-masing orang itu. Kebetulan di buku ketiga a School Frozen in Time ini kisahnya cukup menguras mental. Ditambah sosok "Tuan Rumah" terkesan semakin jahat terhadap Mizuki, dkk. Tuan Rumah seperti hantu yang menuntut balas dendam atas kematiannya.
Kenaþa aku tetap tidak mati?! Padahal aku ... aku sudah nerasakan semua kesakitan ini....
Kampreetttt! Aku pikir ini buku terakhir ! Masih ada buku ke-4 dan belum terbitt argghhh!!
Masih sama mendebarkannya seperti buku ke-2 , dan tentu saja POV masing-masing tokoh masih berlanjut soalnya ada 8 tokoh coyy. 2 kali ketiduran karena merasa perasaan tokoh ini udah di bahas POV nya kenapa ada lagi ?? Tapi emang bikin pembaca jadi menjurus ke banyak tokoh gara2 ada POV2 ini.
Tapi buku 3 ini terlalu panjang sih, semoga buku 4 cepet terbit dan endingnya memuaskan. Skrg berusaha menahan diri gak baca komiknya !
Saya memang masih geregetan terhadap pemecahan misteri dalam serial ini, tapi saya juga setuju kalau ada yang bilang penulisan serial ini bertele-tele. Karakter-karakter berulang-ulang mengobrolkan hal yang sama, sampai ingatan saya sudah kabur: bukannya si X dan Y sudah pernah membicarakan ini? Atau waktu itu si A dan B? Gunanya buat kita pembaca apa ya, kok diulang-ulang terus.
Pokoknya berharap buku terakhirnya cepat keluar deh, biar nggak penasaran lagi (dan nggak merinding terus juga, karena sungguh, berada sendirian di lorong sekolah yang kosong adalah salah satu pengalaman paling menggelisahkan!).