Pembunuhan misterius terhadap para WNI yang tinggal di luar negeri terjadi hampir dalam waktu berdekatan.
Di Moskow, seorang pria tergorok lehernya. Di Barcelona, jasad wanita ditemukan dengan dua butir peluru dalam kepala.
Issa Respati, seorang petugas intelijen terlatih sudah curiga, sesuatu yang buruk dalam waktu dekat pasti akan menimpa dirinya.
Issa terjebak bersama Mawar dalam rangkaian pembunuhan berantai tersebut, dan bertekad untuk memburu balik sang pembunuh.
Mereka melacak jejak dari Roma, Barcelona, Berlin, hingga Moskow.
Apa yang ditemukan pada akhirnya adalah sebuah rencana busuk dan lebih dari sekedar masalah pelenyapan nyawa manusia semata.
Permainan panggung kekuasaan tengah dimainkan, kalau sesuatu berjalan ke arah yang salah. Ikatlah kepala seseorang untuk disalahkan.
ENDORSEMENT Finn. R kembali dengan genre yang digelutinya dan saya tidak terkejut, lewat Subliminal Assassin, penulis dengan segudang ide konspirasinya ini seolah menodong kita untuk tetap mengerutkan kening hingga selesai membacanya.
Yogie Nugraha, Penulis best seller novel thriller, Koin Terakhir.
Sebuah kisah penuh intrik dunia agen rahasia. Sepertinya penulis dibekali pengetahuan komplit akan seluk beluk dunia yang masih jarang dikupas oleh penulis Indonesia, mengingatkan pada kisah-kisah Robert Ludlum atau John Le Carre yang penuh petualangan. Selain itu penulis juga mengajak pembacanya untuk wisata ke beberapa Negara di belahan dunia lain dengan cara yang mendebarkan, ditambah dengan twist yang brilian membuat novel ini wajib dinikmati.
M. Fadli, Jurnalis dan founder komunitas Detective’s ID
Membaca novel ini membuat aku seolah menonton film action dengan genre thriller misteri dan crime. Detail yang dituliskan penulis membuat imajinasi aku ikut bermain saat membacanya. Kisahnya pun terasa seru sejak cerita dimulai hingga berakhir.
Aku pun jadi ketagihan dengan tulisan penulis dan menunggu karya berikutnya.
review lengkap akan aku tulis di blog dan link akan aku share juga di sini.
"Berhati-hatilah dengan orang-orang yang berada di dekatmu, karena bisa jadi apa yang kamu lihat baik belum tentu terlihat seperti itu." Hal 221 - Karya kedua yang kubaca dari penulis action, thriller satu ini. Membacanya seakan menyaksikan film action yang diperankan oleh Keanu Reeves. Penuh ketegangan dan intrik tentang para agen pembunuh profesional. - Dibuka dengan prolog terbunuhnya salah satu agen rahasia yang dipercaya bahwa kematiannya adalah karena bunuh diri, tetapi sebenarnya ada misi lainnya yang tidak kalah penting dan yang berimbas pada permintaan untuk melenyapkan seluruh agen rahasia. Termasuk beberapa agen yang memutuskan untuk mencari dalang utama permintaan tersebut. - Paling menarik dari buku ini adalah pembaca turut menjelajahi Benua Eropa. Mulai dari Italia, Barcelona, Paris, Rusia dan Negara lainnya sebagai bentuk pencarian petunjuk dan tempat persembunyian. Membuat latar cerita ini menjadi lebih kuat. - "Memb u n u h tanpa menjiwainya bukalah sebuah sen." Hal 69 Kutipan ini yang membentuk sang tokoh utama menjadi lebih keras. Meskipun memakai POV orang ketiga, pembaca ikut mengenal dan mengetahui isi pikiran tiap kepala para penjabat pemerintah dan agen yang beroperasi dalam sunyi. - Walaupun menemukan beberapa typo atau kosa kata yang rancu, tetap tidak mengurangi keseruan membaca, tiap halamannya page turn banget. Konfliknya cakep, terutama penyelesaiannya yang mind blowing ternyata oh, ternyata, keren. - Penulis sepertinya berminat jadi salah satu agen rahasia, karena begitu detail menggambarkan karakter tiap tokoh, apalagi soal senjata. Meskipun ada banyak tokoh baru bermunculan di pertengahan, karena selebihnya tewas, jadi amat mudah mengingatnya. Gaya berceritanya asyik. - Buat kalian pecinta film bergenre action thriller. Novel ini bisa jadi selingan nyaman sambil ngemil plus ngopi. Bacaan sekali duduk.
Awal membaca novel ini, saya langsung teringat dengan Jason Bourne baik versi film maupun versi novelnya. Pembaca sudah diajak jalan-jalan ke berbagai negara dengan beragam ketegangan dan tokoh yang berbeda-beda. Alur yang meloncat-loncat di awal cerita, memang agak membingungkan. Tapi, semua menjadi lebih jelas setelah beberapa bab berjalan.
Kisah dunia kriminal, pembunuhan dan inteligen disajikan dengan lugas oleh sang penulis. Tidak mengherankan, jika pembaca bisa menikmatinya. Terbayang sih, riset yang dilakukan oleh sang penulis pasti tidak main-main.
Konflik yang terjadi di sejumlah negara Eropa juga disajikan dan menjadi latar belakang cerita. Termasuk di dalamnya soal senjata, mata-mata, teroris, pembunuh bayaran yang sadis hingga seks. Yang terakhir ini, mungkin memang biasa ditemukan di novel-novel luar. Tetapi, masih agak baru untuk novel-novel lokal bertema crime.
Sebenernya buku ini mungkin buku ter-action yang pernah ku baca. Overall, actionnya penuh banget. Sampe kepikir wah ini kalo di-film-in pasti keren. Intrik ceritanya pun menarik banget, tentang POV agen intelijen yang diburu dan memburu.
Tiap chapter singkat banget jd sebenernya aku suka walau di awal sempet bingung karna latarnya pindah terus. Tapi apaya ada banyak plot hole yang masih belum terpecahkan bahkan sampai ending. Terus kesinambungan karakternya itu sih, bener-bener gabisa nemuin keterkaitan tokohnya. Jadi ceritanya kayak maju terus gitu tanpa ada perkembangan karakternya, all of it.
Diluar itu, sejauh ini bagus kok, alurnya cepet dan digambarkan dengan baik jd kayaknya risetnya mantap. Cuma ya itu di akhir masih ada banyak pertanyaan-pertanyaan yg belum terjawab.
Beli buku ini karena harganya lagi murah. Ekspetasi saya terlalu tinggi. :/ Yg suka baca novel action, mungkin akan suka baca buku ini. Rate 2.5 lah, karena bahasanya mudah dicerna. Namun ga ada keterikatan dengan karakternya, diskusi yg kaku dan kok ga penting. Dan seharusnya di akhir buku, semakin pengen dibaca lebih teliti, tapi disini, semakin mendekati ending, pengen cepet2 selesai karena membosankan :(( Not my cup of tea.
Ngebayangin penulisnya melakukan riset untuk novel sekeren ini. Idenya nggak main-main, dan seolah penulisnya tahu seluk-beluk 'dunia' tersebut. Sayangnya, ada bagian-bagian yang gue ngerasa lagi baca wikipedia alih-alih novel.