Jump to ratings and reviews
Rate this book

Chicken Soup For The Soul: Rumahku Istanaku

Rate this book
Tempat kediaman kita—gubuk sederhana, rumah megah, apartemen, kondominium—adalah istana kita, tempat kita pulang, tempat kita berbagi kebahagiaan dan kedamaian bersama orang-orang yang kita cintai. Di tempat itulah kita merasa bebas dan terlindungi, serta menjadi tempat kita menuangkan kasih sayang, perhatian, hasil kreasi, dan bahkan kekesalan kita.

Kisah-kisah di dalam buku ini akan membuat kita nyaman dan terhibur dengan cara para penulisnya membeli, menjual, merawat, menata dan mendekorasi rumah. Ada juga yang menjaga dan menghidupi kenangan keluarga melalui rumah mereka. Ada juga kisah lucu seputar memperbaiki sendiri rumah mereka. Semua kebahagiaan hakiki yang sebenarnya ternyata berasal dari tempat kediaman kita.

448 pages, Paperback

First published May 27, 2014

10 people are currently reading
105 people want to read

About the author

Jack Canfield

1,286 books1,749 followers
Jack Canfield is an American motivational speaker and author. He is best known as the co-creator of the "Chicken Soup for the Soul" book series, which currently has over 124 titles and 100 million copies in print in over 47 languages. According to USA Today, Canfield and his writing partner, Mark Victor Hansen, were the top-selling authors in the United States in 1997.

Canfield received a BA in Chinese History from Harvard University and a Masters from University of Massachusetts. He has worked as a teacher, a workshop facilitator, and a psychotherapist.

Canfield is the founder of "Self Esteem Seminars" in Santa Barbara, and "The Foundation for Self Esteem" in Culver City, California. The stated mission of Self Esteem Seminars is to train entrepreneurs, educators, corporate leaders and employees to achieve their personal and professional goals. The focus of The Foundation for Self Esteem is to train social workers, welfare recipients and human resource professionals.

In 1990,he shared with author Mark Victor Hansen his idea for the Chicken Soup for the Soul series. After three years, the two had compiled sixty-eight stories.

Canfield has appeared on numerous television shows, including Good Morning America, 20/20, Eye to Eye, CNN's Talk Back Live, PBS, The Oprah Winfrey Show, The Montel Williams Show, Larry King Live and the BBC.

Canfield's most recent book, The Success Principles (2005), shares 64 principles that he claims can make people more successful. In 2006, he appeared in the DVD, "The Secret," and shared his insights on the Law of Attraction and tips for achieving success in personal and professional life.

Jack Canfield was born on August 19, 1944, in Fort Worth, TX. He is the son of Elmer and Ellen (a homemaker; maiden name, Taylor). He attended high school at Linsly Military Institute, Wheeling, WV, 1962. He went to college at Harvard University, B.A., 1966; University of Massachusetts at Amherst, M.Ed., 1973. Canfield married Judith Ohlbaum in 1971 (divorced, November 1976); he married Georgia Lee Noble on September 9, 1978 (divorced, December 1999); he married Inga Marie Mahoney on July 4, 2001; children: (first marriage) Oran, David, Kyle, Dania; (second marriage) Christopher Noble. He is a Democrat and a Christian, and his hobbies include tennis, travel, skiing, running, billiards, reading, and guitar.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
20 (38%)
4 stars
10 (19%)
3 stars
20 (38%)
2 stars
1 (1%)
1 star
1 (1%)
Displaying 1 - 13 of 13 reviews
Profile Image for Fahri Rasihan.
478 reviews123 followers
November 25, 2018
Rumah adalah tempat di mana kita merasa aman, nyaman, dan damai. Sebagian besar dari kita juga pasti setuju jika rumah adalah tempat untuk berbagi suka, duka, dan cinta. Karena memang pada dasarnya rumah merupakan pondasi lingkungan yang paling kuat dalam membentuk karakter seseorang. Rumah memiliki kenangan dan cerita tersendiri bagi setiap orang, mulai dari mereka lahir hingga dewasa. Sebuah rumah menjadi saksi bisu akan tumbuh kembang seorang anak hingga perjalanan hidup sebuah keluarga. Maka dari itu sangat penting bagi kita untuk selalu mensyukuri dan menghargai berbagai hal yang kita miliki dari sebuah rumah, baik berupa materi ataupun kenangan. Melalui sebuah rumah kita dapat belajar akan arti kehangatan, toleransi, dan rasa syukur.

Dan kali ini Chicken Soup for the Soul mengangkat tema Rumahku Istanaku melalui 101 kisah dari para penyumbang naskah yang berbeda-beda. Melalui 101 kisah yang ada kita diajak melihat bagaimana sebuah rumah bisa berperan penting dalam kehidupan seseorang. Kenangan yang dibentuk oleh sebuah rumah bisa sangat membekas dalam hati dan pikiran kita, baik melalui kumpul keluarga, membeli dan menjual rumah, merenovasi, hingga benda-benda yang ada dalam rumah. 101 kisah tentang tempat tinggal ini disusun dan diseleksi oleh Jack Confield, Mark Victor Hansen, dan Amy Newmark. Ketiga orang tersebut memang sudah tidam diragukan lagi dalam menyusun kisah-kisah inspiratif dalam Chicken Soup for the Soul.

Buku ini terbagi dalam 10 bab yang berbeda. Setiap bab memiliki pesan dan makna yang menginspirasi dan memghangatkan. Chicken Soup for the Soul: Rumahku Istanaku memberikan pesan akan kerja keras, rasa syukur, dan kebahagiaan. Kita bisa melihat kerja keras para penyumbang naskah, mulai dari membeli rumah hingga merenovasinya. Lalu ada juga rasa syukur yang diperlihatkan melalui rumah yang kita miliki. Terakhir kita juga bisa ikut merasakan kebahagiaan yang diceritakan melalui kenangan akan kehangatan sebuah keluarga dan tempat tinggal mereka. Semuanya terangkum dengan rapi dan indah dalam 101 kisah yang inspiratif.

Berikut adalah cerita favorit saya dari setiap bab yang terdapat dalam buku ini.
1. Pindahan - (Air Mata Bahagia karya Kim Stokely).

"Aku selalu mengatakan, 'Kalau aku tidak menangis ketika pindah, berarti aku telah menyia-nyiakan waktuku.' Aku tidak tahu bagaimana dengan kau, tapi hidup ini terlalu singkat untuk disia-siakan, ya kan? " (hal. 9)

2. Membeli dan Menjual - (Hadiah dari Masa Lalu karya Garret Bauman).

"Aku dan istriku ingin membangun perkawinan lebih baik daripada yang sebelumnya, dan aku senang memiliki rumah itu sebagai tempat untuk merealisasikan hal tersebut." (hal. 88)

3. Mimpi Dapat Menjadi Kenyataan - (Membangun Mimpi karya Betsy S. Franz).

"Bukan rumah yang telah kami bangun bersama yang membuat hidupku begitu menyenangkan dan memuaskan; pada akhirnya menemukan orang yang tepat yang kuinginkan untuk membangun rumah itu bersama-sama." (hal. 109)

4. Merenovasi, Mendekorasi, Memperbaiki - (Alat Terbaik dalam Kotak Perkakas karya Gloria Hander Lyons).

"Dalam hal perbaikan rumah ini sepertinya internet merupakan alat terbaik dalam kotak perkakas----tidak berantakan, tidak menyusahkan." (hal. 168)

5. Dari Generasi ke Generasi - (Kehidupan Loft karya Laura Smetak).

"Kisah kami sangat berbeda---kisahnya berlatar belakang pasca-Perang Dunia II, dan kisahku berlatarkan abad 21 yang bertempo cepat---tetapi masing-masing kenangan terjadi di tempat yang sama... yaitu di rumahku." (hal. 185)

6. Kita Bisa Pulang Kembali - (Menjadi Rumah Kembali karya Crescent LoMonaco).

"Rumah bukan berarti ruang fisik atau lokasi melainkan apa yang ada di dalamnya. Orang-orangnya, keceriaannya, kebahagiaannya, dan terutama cinta di dalamnya." (hal. 244)

7. Tamu Tak Diundang - (Itsy Bitsy Spider karya Mitchell Kyd).

"Ia berjanji untuk tidak muncul lagi dan aku berjanji untuk tidak mencari. Dan kami sepakat berbagi tempat dan keduanya menyebut lokasi yang sama sebagai rumahku istanaku. " (hal. 278)

8. Bencana Pekerjaan yang Dilakukan Sendiri - (Nomor Dua karya Carrie M. Leach).

"Sampai sekarang, itu bukan cuma pengalaman miskomunikasi kami paling lucu tetapi juga cerita favorit kami tentang renovasi rumah." (hal. 314)

9. Pengurangan dan Pensiun - (Pemandangan Besar karya Tsgoyna Tanzman).

"Rumah itu bukan barangnya, tapi di mana hatimu berada." (hal. 336)

10. Menjadikan Rumah - (Bangku Beludru karya Joyce Stark).

"Aku tak pernah ingin pindah dari rumah ini, seakan-akan aku dan Matthew adalah bagian darinya dan rumah ini adalah bagian dari kami! " (hal. 382-383)

Secara keseluruhan Chicken Soup for the Soul: Rumahku Istanaku berhasil memberikan kehangatan dan kegembiraan melalui 101 kisah yang menginspirasi. Banyak sekali pesan dan makna yang bisa diambil dari sebuah rumah. Bagi saya pribadi rumah bukan merupakan tempat yang hangat dan damai, tapi melalui buku ini saya ikut merasakan kebahagiaan para penyumbang naskah, melalui kerja keras dan rasa syukur. Jadi bagi kalian yang memiliki keterikatan dengan tempat tinggal kalian mungkin akan sangat cocok untuk membaca buku ini.

Selengkapnya : https://www.facebook.com/notes/fahri-...
274 reviews19 followers
February 25, 2017
Almost tedious. Very repetitive, unlike many of the other Chicken Soup books. It took effort to finish it, but I kept on hoping that it would get better. I can identify with some of the stories in the book, but they did not seem to be written in an engaging way.
127 reviews1 follower
November 2, 2017
I very much enjoyed reading these short stories and I am grateful to each and everyone of the authors whose thoughts on house and home are rich, colourful, soulful and filled with love. Every one is so poignant and so memorable, it really has proved balm for my soul.
Profile Image for Anneka.
597 reviews16 followers
February 14, 2022
Some of the stories were good, but some were mediocre at best.
Profile Image for Anindya Gitta.
365 reviews1 follower
September 10, 2022
Berbagai kisah keluarga tentang kenangan rumah mereka. Semua mengarah pada satu hal yaitu rumah adalah hal terpenting dalam keluarga.
Profile Image for Kitty Wibisono.
211 reviews5 followers
December 27, 2018
Tempat kediaman kita --gubuk sederhana, rumah megah, apartemen, kondominium-- adalah istana bagi kita, tempat kita pulang, tempat kita berbagi kebahagiaan dan kedamaian bersama orang-orang yang kita cintai. Di tempat itulah kita merasa bebas dan terlindungi, serta menjadi tempat kita menuangkan kasih sayang, perhatian, hasil kreasi dan bahkan kekesalan kita.

Jodoh dan impian ternyata tidak hanya berlaku bagi pasangan hidup saja loh! Kisah Linda O'Connell telah membuktikan bahwa akhirnya ia dan keluarganya berhasil mewujudkan impian dengan memiliki rumah yang selama 25 tahun telah diimpikannya. Tidak hanya sampai disitu saja, mereka bahkan telah tinggal di sana sampai memiliki 9 cucu! Wow!

Ada lagi kisah sepasang suami istri yang memutukan tinggal di atas rumah perahu! Unik ya? Kebayang dong gimana kaget dan sedihnya perasaan mereka ketika tiba-tiba saja rumah mereka mendadak nyaris tenggelam karena kebocoran? Tak ketinggalan juga kisah-kisah perjuangan para penulis dalam menjual-membeli tempat tinggal, merenovasi, bahkan membangun dari awal, sampai keseruan mendekorasi rumah impian serta mempertahankan dan merawat rumah yang diturunkan dari generasi ke generasi.

"Sesungguhnya yang penting bukan rumah itu sendiri tetapi kenangan yang telah kita buat di dalamnya." [hal. 92]


Buku ini berisi mengenai cerita-cerita singkat yang dikisahkan langsung oleh mereka yang telah mengalami segala hal manis, konyol, sedih bahkan pahit yang berkenaan dengan tempat tinggal masing-masing. Meskipun tiap individu mengisahkan cerita yang berbeda, mereka semua memiliki satu persamaan tak terbantahkan: Semua kebahagiaan hakiki sebenarnya berasal dari tempat kediaman kita!

"Di mana kasih kita berada, itulah rumah. Rumah yang mungkin kaki kita tinggalkan, namun hati kita tetap ada di sana."--Oliver Wendell Holmes, Sr. [hal. 362]
Profile Image for Ratnani El Ratna Mida).
Author 11 books14 followers
January 15, 2019
“Manusia paling bahagia, raja ataupun petani, adalah yang menemukan kedamaian di dalam rumahnya.” (hal 98).



Adakah tempat yang paling menyenangkan dan nyaman selain rumah? Rasanya tidak ada. Karena “rumahku adalah surgaku” itulah tagline yang sering kita dengar. Sejelek apa pun rumah kita, atau bagaimana bentuknya, kita akan selalu merindukan suasananya. Ketika kita pergi sejenak rasanya kita sudah merindukan suasana di rumah. Karena di sanalah segala memori suka duka terbangun di sana. Dan di sanalah, ketanangan bisa kita dapatkan. Rumah adalah tempat pulang, rumah adalah tempat mencari ketenangan dan rumah adalah muara kasih sayang yang tidak pernah habis.



Mengusung tema keluarga—khususnya tentang masalah rumah—buku ini cukup menarik untuk kita baca dan nikmati. Melalui cerita yang dipaparkan oleh para kontributor, kita akan dikenalkan dengan berbagai kejadian yang menarik, menginspirasi dan memotivasi. Kita jadi semakin paham tentang betapa berharganya rumah dan hal-hal yang termaktub di dalamnya. Membaca kisah-kisah inspiratif yang berhubungan dengan tempat tinggal, kerja keras dan kebahagiaan, pastinya akan membuka cakrawala kita. Banyak pelajaran hidup yang bisa kita petik dan kita renungkan untuk memperbaiki diri.

lebih lengkapnya silahkan kunjungi blog ini https://ratnanilatifah.blogspot.com/2...
357 reviews3 followers
July 14, 2014
It’s been said home is where the heart is and this edition of Chicken Soup for the Soul: Home Sweet Home touches on the importance of the home and the centerpiece in all of our lives that it is. Chicken Soup for the Soul has always been such a healing read for me. It always brings me to tears and makes me feel happy, sad, hope and inspired.

I have lived many places in my life but only a few that I called home. These stories reminded me of all of them from my first home in New Hampshire to the first home that my husband and I bought together and had our children in. There are different sections including “Dreams Can Come True,” “You CAN go Home Again” and “Unwanted Guests.”

All are funny, witty, happy and a little sad. My favorite section was “You CAN Go Home Again.” I was born in New Hampshire and always think of this as my home. Nowhere else in the world has the same feeling for me and I love reading other peoples versions of what their true home is.

I love how short and sweet the stories are. If I need a pick me up and just have fifteen minutes while I’m feeding my baby, I’ll read several stories and my soul is once again restored. Chicken Soup for the Soul: Home Sweet Home is an extra sweet edition that will make you remember why nothing else is like home sweet home.
Profile Image for Robin Morgan.
Author 5 books287 followers
October 30, 2014
I received this book as a prize from one of the FM radio stations my OH and I listen during one of their appearances at a local business.

“Home Sweet Home” is a heart-warming, like the homemade chicken soup my mother used to make, collection of 101 short stories from contributors coming from all walks of life. Each story is a true account of these individual’s personal life, the good times and the bad. These stories tell of the long-lasting decisions families had to make; they tell of the making of a mere house into their homes.

We can all share our own experience with those of these in the stories they’ve written; from the physical, do-it-yourself disasters affecting our homes to the arrival of unwanted guests [family].

“Home Sweet Home” is definitely not the type of book you can read in a single reading; you need to take each story one at a time before moving on to the next one. You need allow yourself an opportunity to experience it and reflect how each one pertains to your own life, you could find out you’re not alone.

I feel it heart-warming that I’m able to give 5 STARS.

Robin Leigh Morgan is the author of “I Kissed a Ghost,” a MG/YA Paranormal romance novel.
741 reviews14 followers
July 12, 2014
Like all the books I have read in these series, this is a heart-warming compilation of stories about one's home written by contributors at various stages of their lives. Some were funny like the piece "On a Clear day" where the author's children reported that mommy broke the window on purpose or the poignant contribution titled: Bloom where you are planted. "57 steps to paradise" spoke about a modern arrangement between spouses which works beautifully while "the world's worst house" refers to the hardwork, stamina, patience, and satisfaction required for restorations. I enjoyed them all; I wonder what memories my own boys would be taking as they leave home now.
Profile Image for Elinor  Loredan.
663 reviews29 followers
September 1, 2014
Very enjoyable, well-written stories. There is not a single one I disliked or that did not strike me in some way. All of the different perspectives were fascinating to read about.
Profile Image for Jurnal Si Bugot.
225 reviews7 followers
September 19, 2018
"Rumah itu bukan barangnya, tapi di mana hatimu berada", ~ (hal.336)
.
Dari tahun ke tahun harga properti terus melonjak. Nilai KPR juga semakin gila-gilaan. Jika kita pesimis, memiliki rumah hampir mustahil rasanya. Makanya saya ikut terharu ketika Jan Bono merayakan hari saat ia berhasil menyelesaikan KPR-nya lebih awal dalam "Pesta Pelunasan" 😊.
.
Kisah-kisah di buku ini akan memotivasi kita untuk tak pernah menyerah memiliki rumah sendiri. Cerita-cerita soal pindahan atau merenovasi rumah berhasil bikim saya senyum-seny sendiri 😀. Namun, saat membaca cerita Chynthia Lynn dalam "Rumah", mata saya juga turut berkaca-kaca. Sebagai anak yang dibesarkan "sistem", Chyntia harus berpindah-pindah dari satu rumah penampungan ke rumah penampunhan lain. Sampai akhirnya sebuah keluarga mengadopsi Chyintia dan menawarkan "rumah", benar-benar rumah untuk pulang. Dan tiba-tiba saya juga merasa dada saya ikut menghangat.
.
Saat menjalani perkawinan, kita telah berkomitmen untuk saling berbagi segalanya dengan pasangan kita. Tentu banyak perbedaan yang harus diharmoniskan. Misalnya saja tentang selera masing-masing dalam mendekorasi rumah 😀. Beberapa pasangan muda menuliskan kisah jenaka mereka dalam mendekorasi rumah baru mereka.
.
Home sweet home---Rumahku istanaku, tempat hati selalu pulang. Kisah-kisah dalam buku ini benar-benar membuatku nyaman dan merasa terhibur. Mungkin 101 kisah dalam buku ini hanya "secuil" kenangan tentang rumah. Tapi tiap cerita dari orang-orang ini berhasil membuat perasanku bertukar-tukar dari haru, geli, rindu dan akhirnya lega. Sebuah sensasi yang selalu kurapati setelah membaca series Chicken Soup. Terima kasih @bukugpu karena terus menerbitkan buku-buku yang sarat hikmah ini.
---
Displaying 1 - 13 of 13 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.