What do you think?
Rate this book


288 pages, Paperback
First published August 6, 2018
"Kamu ini ya, emang kalau udah mau sesuatu ngototnya minta ampun," ucap Mama sambil menyenggol lembut kepalaku. —hlm. 86.
"Sekarang mendingan lo pikirin gimana caranya ngajak Mr. Ice lo itu." —hlm. 32.
"Karena itu, sejak sore, kuputuskan untuk mengungsi ke apartemen Gun..... Aku sedang menyaksikan tayangan infotaiment ketika bunyi detektor pintu terdengar. Gun muncul dari balik pintu...." (hlm. 100)
"Bel apartemenku berbunyi. Aku mengusap titik air di wajahku dan berjalan menuju pintu masuk." (hlm. 118)
Jika ia tidak bisa bersikap manis padaku di dunia nyata, seharusnya ia membiarkan versi dirinya dalam mimpiku berada lebih lama. (hlm. 5)
"Hey, lo berdua jangan jadiin gue kambing congek. Ngapain sih pake bisik-bisik?" (hlm. 95)