Kenapa saya berubah? Dan kenapa sekarang? ... atau dalam bentuk lain yang lebih lugas tanpa tedeng aling-aling: Kok, gitu banget berubahnya? Gak nyangka loe kayak gini. What happened to you? Siapa yang nyuruh? Are you okay? Really?
Belakangan, saya dan Muna sering menerima pertanyaan dan pernyataan sepert iitu, utamanya setelah kami ... berhijrah. Sebagian memang benar-benaring intahu, mungkin penasaran. Sebagian lagi cenderung meragukan, atau bahkan khawatir dan curiga.
Buku ini sekadar catatan dari orang yang ingin selalu berubah menjadi lebih baik. Bukan untuk memamerkan diri. Saya justru ingin agar mereka yang membaca buku ini tidak masuk dalam kegelapan yang pernah saya masuki. Saya berdoa agar siapa pun yang tergerak membaca tulisan ini akan menjemput hidayahnya masing-masing.
Seru!! buku ini lugas banget, setiap kata di buku ini mencerminkan seseorang yang masih struggling untuk hijrah, masih berproses, masih terus belajar, sama sekali tidak ada kesan menggurui pembaca. jadi relate banget ke pembaca.
jumlah halaman cerita mas Rene mungkin 75% dari isi buku ini, lalu sisanya cerita dari sudut pandang mba Muna.
banyak hal yang bisa diambil dari buku ini, mulai dari alasan mas Rene hijrah (yang sama sekali tidak saya bayangkan sebelumnya), penjelasan pandangan hidup mas Rene yang juga berubah 180 derajat, tapi mas Rene bisa menjelaskan dengan baik alasan kenapa dia bisa seekstrim itu. menurut saya, ada beberapa halaman yang sangat emosional dan menampar, sampai menangis saat membacanya.
cerita dari sudut pandang mba Muna sangat keren. walaupun sedikit, tapi gaya penyampaiannya bagus, alurnya maju mundur. dia menceritakan kejadian dimana dia sedang ada di waktu itu, tapi mba Muna juga mengaitkan dengan kejadian-kejadian di masa lampau.
dari segi desain dan layout juga sangat memanjakan mata pembaca. sangat cocok untuk dibaca dalam sekali waktu, namun ada beberapa tulisan dengan warna yg tidak kontras dengan kertas, jadi agak sulit dibaca.
Penulis adalah sepasang suami istri. Buku ini menceritakan kisah hijrah mereka. Walaupun dari segi jumlah halaman, cerita dari point of view Rene lebih banyak, sekitar 2/3.
Sebelumnya saya pernah membaca buku Rene yang ‘Your Job is not Your Career’ dan cara penulisan serta layout buku pun terasa sangat mirip bagi saya. Memang ciri khas beliau sepertinya.
Membaca cerita Rene dalam berhijrah seperti sedang mendengarkan cerita kawan seperjuangan. Kita ini sudah dipastikan adalah pendosa, tapi apakah kita mau terus menerus berada di kubangan ini atau bangkit keluar untuk membersihkan diri?
Mungkin ada sebagian dari kita yang saat ini sedang ‘struggle’ mempertahankan hijrahnya, mungkin membaca buku ini Allah memberikan taufik untuk kembali membuat kita semangat memperbaiki diri dan meninggalkan dosa-dosa lama kita.
Pertama kali saya membaca buku ini gara-gara tertarik dengan caption instagramnya rene cc yang menohok di banyak bagian. Bukunya sendiri ternyata juga memiliki dampak yang sama. Emosi saya diaduk-aduk karena penuturan Rene dan istrinya yang jujur menjelaskan perjalanan hijrahnya.
Walaupun banyak caption instagram yang dicantuman pula di buku ini, buat saya tak menjadi masalah. Pesan hijrah dan berubah ke arah lebih baiknya tetap tersampaikan. Saya jadi berpikir lama tentang banyak hal setelah membaca buku ini.
A very recommended book. Bacalah buku ini ketika iman sedang turun. InsyaAllah menguatkan :))
Laaaffff the raw-telling of the author’s personal life. A great book for couples who encountered rocky marriage life. Also a good inspiration for people who wants to go hijrah (Islamic term for religious journey becoming a better person). The publisher needs to do an English-translated version, I bet muslim readers from Singapore, Malaysia, etc would’ve like to have easy-reading like this one.
Selalu suka baca kisah hijrah seseorang, melihat mereka menemukan cara masing-masing menjalani hidup dengan damai. Tapi gak banyak hal yang baru di buku ini. Tulisan Mas Rene dan Mba Muna ya hampir sama aja seperti berbagai takarir mereka di Instagram.