Buku ini merekam interaksi seorang bapak dengan anak laki-lakinya. Banyak kisah jenaka, ada juga kisah yang mengaduk perasaan. Dari situ kita tahu, dalam relasi bapak-anak, bukan hanya anak yang belajar dari bapak, juga sebaliknya
Aku nggak berekspektasi banyak sama buku ini. Aku beli buku ini semata karena waktu itu Warung Sastra lagi bikin promo bundling, yang salah satunya berisi buku ini.
Ternyata buku ini mengagetkan. Kira-kira ada 100an kisah pendek yang menggambarkan interaksi Mas Puthut dan putranya yang bernama Kali. Kisah-kisah itu sederhana, kocak, ditulis dengan jujur; sukses bikin dada jadi hangat dan sesak sama perasaan haru.
Buku setebal 218 halaman ini adalah bacaan ringan yang aku selesaikan dalam waktu kurang dari sehari (itu pun diselingi kumbah-kumbah, nonton anime, nonton drakor), tapi tetep bikin aku mikir banyak tentang bagaimana rumit sekaligus membahagiakannya perjalanan menjadi orang tua.
Oiya, aku juga suka banget sama bagian pengantar buku ini yang ditulis oleh Roem Topatimasang. Ketika baca buku, aku selalu baca bagian pengantarnya, dan menurutku ini pengantar terbaik dari semua yang pernah aku baca.
Ini salah satu buku yang menghibur saya di tahun 2022. Sebelumnya saya pernah membaca buku ini tapi ngga sampe tamat. Kali ini saya menyelesaikannya dalam waktu dua hari. Lumayan cepet. Soalnya bukunya ringan, sih. Abis itu selagi membacanya saya suka tersenyum dengan tingkah laku Kali dan bapaknya. Enjoy banget deh pas baca buku ini :D
Salah satu pengingat yang saya tulis dari buku Dunia Kali ini adalah “Kalau kamu bisa, kamu boleh kehilangan apapun itu, kesempatan, karier atau uang. Namun, jangan sampai kamu kehilangan waktu untuk anakmu paling tidak sampai dia berumur 5 tahun. Begitu amu kehilangan waktu bersama dia di rentang usia itu, kamu akan makin banyak kehilangan. Segalanya berlalu makin cepat.” -hlm:43.
Layak masuk rekomendasi menurut saya, untuk yang sedang mencari bacaan ringan dan menyegarkan. Dari sudut pandang pak Puthut EA sebagai seorang ayah, kita bisa melihat bagaimana seorang anak--dalam hal ini, anaknya, Kali--bertumbuh dan berkembang. Barangkali bisa jadi ilmu bagi kita untuk memahami anak-anak.
Suka sekali dengan Dunia Kali yang menyuguhkan cerita-cerita jenaka juga mengandung pembelajaran. Dari buku Kali ini saya bisa melihat hubungan kedekatan antara kali dengan bapaknya dan melihat bagaimana orang tua sangat menyayangi anaknya. Buku ini cukup mengiringi memori saya kembali pada masa kanak-kanak dulu. Kalo boleh minta saya jadi pengen kembali menjadi anak-anak lagi wkwk.
menceritakan tentang seoarang bocah yang punya dunia imaji dalam pertanyaannya. sehingga pembaca akan tertawa atau akan berpikir tentang pertanyaan tersebut.
Dunia Kali adalah buku pertama yang saya baca dalam sekali duduk. Selain isi perhalamannya yang tidak penuh, kisah-kisahnya mengajak untuk terus berlarian mengejar halaman selanjutnya. Seru, haru, bahagia, sedih, lucu, dan jengkel berpadu jadi satu. Saya ingin tahu, bagaimana raut wajah Kali yang menggemaskan saat membaca buku ini.
Berkisah sedikit. Saya memperoleh buku Dunia Kali ini dari sale di marketplace Mojok. Buku Dunia Kali meluncur ke tangan saya bersama dua buku terbitan Mojok lainnya. Sebelum membeli buku ini, saya tidak memilihnya secara sengaja dengan membaca blurb atau review-nya terlebih dahulu. Hanya ingin saja. Ndilalah buku ini yang hingga dua tahun terakhir terus melekat, justru saya bawa ke pondok. Saya pinjamkan ke banyak teman dan adik kelas. Sesuai dugaan saya, mereka akan menyukai kisah-kisah Kali. Hingga sama-sama menanti Semesta Kali.
Dunia Kali yang memahamkan saya tentang parenting. Lewat kisah tumbuh kembang anak yang ditulis oleh sang bapak. Memang, ilmu mendidik anak yang ampuh adalah didikan yang telah direalisasikan. Sehingga tampak lebih dan kurangnya. Rasanya kurang tepat saya yang belum memiliki anak bahkan belum berkeluarga ini membahas tentang parenting.
Pada pembuka buku, saya dikenalkan siapa itu Puthut Ea, sang bapak Kali. Diperkenalkan pula dengan keluarga Puthut Ea, istri, orang tua, dan sang tokoh utama, Bisma Kalijaga. Sedikit demi sedikit Puthut Ea juga menceritakan kisahnya kebelakang serta lingkungan hidup Yogyakarta dan Rembang. Cerita-cerita yang sangat saya sukai. Tentang alam, pedesaan, dunia kerja, dan harapan.
Satu kisah yang paling mengharukan adalah kisah perjuangan orang tua Kali menghadirkan Kali di dunia. Semua terlewati dengan sikap-sikap orang tua Kali yang penuh ketangguhan. Di mana ujian hadir silih berganti tanpa permisi. Orang tua hebat inilah yang membersamai anak hebat seperti Kali. Jadilah terus istimewa Kali.
Membaca buku ini seolah membuat kita kembali ke dunia anak-anak. Dunia yang penuh kepolosan dan keluguan, yang setelah dewasa kita menjadi asing kepadanya. Banyak hal yang menarik dalam buku mas Puthut yang satu ini. Terutama tentang bagaimana interaksi seorang ayah dengan anaknya dan bagaimana sang ayah merespons berbagai pertanyaan anaknya yang kadang tak terduga, tajam dan sering kali membuat sang ayah mengernyitkan dahi.
Sebuah buku yang termasuk sekali duduk dan selesai dibaca. Tidak terlalu tipis namun akan banyak hal yang mungkin bisa kita ambil hikmahnya. Jika tidak percaya, silakan baca saja :)
Buku ini berisi kumpulan kisah sehari hari nya mas puthut bersama anak yg bernama kali. Mungkin buku ini adalah kesan pertama nya mas puthut sebagai seorang ayah. Cukup banyak sii cerita2 jenakanya, bisa di baca sekali duduk, jga ceritanya nggk panjang2 banget.🙂