Ellina Riri berharap bisa mengubah masa lalu. Ada hal-hal yang ingin ia ubah sehingga akan lebih baik di masa sekarang. Siapa sangka, keinginannya itu terucap saat ada bintang jatuh. Ketika bangun dari tidurnya, Ellina mendapati dirinya seperti ketika ia SMP. Lalu, lewat surel, ia berkabar dengan dirinya yang lain, sekaligus mencoba mengubah keadaan, termasuk cinta, persahabatan, juga hidup seseorang.
When you can turn back the time, but it will change your future. when you want to not make a mistake, but you make yourself more miserable....
it's good enough to read when you feel regret for not or doing something that you want. and make you realize that your life is beautiful enough. pain, love and discover something new is part of life. and you can't avoid it.
Karakter disini lumayan dan alur bukunya maju mundur. Isi buku kebanyakan email, narasi juga gak terlalu banyak banget. Jadi harus baca tiap e-mail biar gak bingung sama ceritanya. Dari segi feels kurang, plotnya ngalir gitu aja walau secara ide yang diambil antimainstream. Buatku feelnya kurang dapet entah karena emang terlalu pendek atau konfliknya enggak aku temuin.
Kurang kerasa feel nya di aku. MC nya terlalu fokus buat mengubah lukanya. Tapi literally, bacaannya ringan, cocok dibaca ketika santai. But yaaa aku ga dapat feel pas ngebacanya
Oke. Akhirnya beres juga baca buku ini dalam waktu 2 jam. Jujur isinya tidak sesuai dengan ekspetasi saya. Padahal udah bagus idenya tentang masa depan dan masa lalu. Kayak drama signal atau tunnel gitulah. Tapi ko rasa gantung. Kematian Ellina di masa depannya tidak di paparkan. Hanya penjelasan dari Arin kalau "kematian yang menginspirasi" jadi bertanya-tanya. Tapi tak apa apalah. Aku lebih tertarik dengan tokoh Dyon 💜