Jump to ratings and reviews
Rate this book

Write Me His Story

Rate this book
Wynter Mahardika tidak pernah menulis buku harian. Untuk apa? Enam belas tahun hidupnya berantakan. Mum, Dad, dan ibu tiri, hanya singgah sesaat lalu membiarkannya tumbuh seperti semak liar. Selain mata biru dan darah British-nya, tidak ada yang menarik untuk dicatat. Kejailannya pada cewek-cewek? Ah, itu cuma pelampiasan kebencian pada makhluk satu itu.

Kemudian muncul Wynn, cowok adik kelas yang serba kebalikan dari Wynter. Wynn meminta Wynter menjadi penggantinya sebagai sahabat untuk Hyacintha dan menulis buku harian bersama cewek itu.

Cewek? Menulis harian pula? Kurang kerjaan banget. Lagian, Wynn mau ke mana?

Setelah Wynn berjanji membantunya meraih kembali keluarga tercinta, Wynter pun menyanggupi. Ternyata tugas itu tidak mudah. Wynter lebih berfokus pada Wynn yang ia sayangi kayak adik sendiri, dan kebenciannya pada cewek susah hilang.

Demi Wynn, Wynter berusaha menjadi sahabat yang baik, tapi masalah baru datang: ia jatuh cinta dengan Hya. Bagaimana ia bisa menjaga amanat Wynn?

452 pages, Paperback

First published September 4, 2018

5 people are currently reading
78 people want to read

About the author

Ary Nilandari

63 books145 followers
Ary Nilandari was currently honored as IKAPI Writer of the Year 2022, and her Garuda Gaganeswara won the IBBY Honour List of 2022 for its high quality in writing. She is the author of over 70 books, in which she celebrates diversity and universal values and promotes Indonesian cultural heritage. Some of her works won national and international awards. She was once a freelance translator and editor for a decade before focusing mainly on children/teen content. She is one of the advisors of Forum Penulis Bacaan Anak, the biggest online community of Indonesian children’s book creators. She has worked with national institutions, such as Komisi Pemberantasan Korupsi, Indonesian Commission of Corruption Eradication, to develop a series of children’s books on integrity and anti-corruption values; also with IKAPI, the association of Indonesian Publishers, as a speaker/trainer on editing and writing craft. Her passion and goal are to see Indonesian children have fun reading more quality books written primarily about them and for them.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
78 (63%)
4 stars
32 (26%)
3 stars
10 (8%)
2 stars
2 (1%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 30 of 48 reviews
Profile Image for Yusda Annie.
221 reviews32 followers
October 25, 2018
Ini pertama kalinya aku membaca karya Mbak Ary 🙌
Dan aku suka dg ide ceritanya. Menurutku unik krn aku belum pernah mendengar ada seseorang berbagi buku harian krn jelas buku diary bersifat pribadi. Hal itu menunjukkan bahwa aroma persahabatan yg ada dalam buku ini sangat kental. Dan mmg kental krn masing² saling memahami satu sama lain

Hanya saja aku kurang menikmati buku ini 😬✌
Selain krn pemakaian 2 suku kata 'enggak' dan 'tidak yg menurutku tidak konsisten, dan jika harus memilih maka aku akan memilih kata 'tidak', aku jg merasa buku ini terlalu detail dalam menggambarkan sesuatu sehingga terkesan bertele-tele & menurunkan mood bacaku. Walau demikian, aku memutuskan tidak dnf meski sempat kepikiran juga. Untung rasa penasaran berhasil membuatku menamatkannya 🙌
.
.
Rate 3 ⭐⭐⭐
Mungkin buku ini lebih terasa beda kesannya jika aku membacanya ketika SMP- SMA 🌻
Next. Aku suka dg cover bukunya 😍
Profile Image for Harumichi Mizuki.
2,456 reviews73 followers
January 2, 2021
Sering kita baru menyadari nilai suatu momen kalau sudah lewat dan tinggal kenangan (Hya, halaman 261).

"Momen itu saat sesuatu yang kita anggap istimewa terjadi, dan berlalu dengan cepat. Momen itu bukan ditunggu, tapi harus diciptakan dan dinikmati. Kalau sudah lewat, enggak bisa diputar ulang, kecuali kenangannya. (Wynn)"

Premis buku ini terus menghantuiku hingga kini: What will you do if death is coming to pick up your beloved ones?" Berjuang agar itu tidak terjadi? Berusaha menerima dengan ikhlas? Marah-marah pada Tuhan? Merancang momen-momen terakhir terindah untuk dilalui bersamanya? Tapi bukankah momen-momen indah itu hanyalah ilusi sebelum hal yang menyakitkan mewujud?

Bersama Wynter, Wynn, Hya, serta para karakter lainnya di buku ini, aku menjelajahi labirin mencekam yang bisa dirasakan manusia ketika menghadapi kenyataan pahit: kematian itu sudah pasti.

***

It was a crazy emotional ride! Sejak pertama kali aku baca novel ini mood-ku langsung nge-swing enggak karuan. Aku jarang menangis. Gengsi lebih tepatnya. Jadi perlu ada trigger yang sangat kuat untuk benar-benar membuatku rela mengalirkan air mata. Adegan-adegan novel ini adalah salah satu trigger yang sangat efektif bagiku. Begitu sampai adegan humor atau komikal ya... kena semua. Enggak ada yang miss. Nangis-ketawa-nangis-ketawa terus pas baca novel ini di Wattpad.

Adegan Wynter yang menjelaskan keterasingannya di bab 4: Perempuan Pertamaku dengan nada narasi yang berkesan datar dan gaya nyantai "semau gue" justru bikin perasaanku teraduk-aduk enggak karuan. Wynter adalah tokoh yang menjadi perwakilan pesan bahwa anak-anak yang dicap bermasalah tidak langsung menjadi bermasalah tanpa sebab sama sekali. Belitan benang takdir yang rumit meringkus perkembangan pribadi Wynter hingga ia tumbuh menjadi remaja bak rumput liar.

Berasal dari keluarga broken home, lalu 'dibuang' dari London ke Indonesia. Pertama kali wujud fisik dan aksennya saja sudah menimbulkan stigma. Gagap bahasa dan budaya membuatnya tak bisa menikmati sekolah, bosan, dan akhirnya menyalurkan kelebihan tenaganya dalam berbagai bentuk kejailan. Targetnya? Kebanyakan perempuan. Karena ia merasa bermasalah dengan 6 perempuan dalam keluarganya, ia pikir semua perempuan sama saja.

"Aku telah membenci karena tahu, merindu itu lebih menyakitkan. Tapi dengan membenci, ternyata kerinduan juga tidak hilang, cuma tenggelam di dasar hati. Wynn telah mengaduk-aduk ke permukaan. (Wynter, hal. 148)."

Meskipun terlihat tak peduli dan cenderung menolak siapa saja, sebenarnya Wynter terus menunggu hingga belasan tahun lamanya. Menunggu seseorang yang bisa cukup sabar untuk membuka hatinya. Sampai akhirnya Wynn datang sambil menyodorkan setumpuk teka-teki dan ikut menyeret Hya untuk mengusik hari-hari Wynter.

***

Wynter sebagai tokoh bad boy yang digambarkan sebagai master jail banyak menyimpan lubang di hatinya. Dari luar dia terlihat sedingin es, namun begitu disentuh sedikit saja dia akan langsung retak dan luruh. Meski garang, begitu kena badai emosi dia akan langsung muntah-muntah.

"Kupandangi tanganku karena teringat sensasi memegang air. Sesaat sejuk, kemudian hampa waktu air mengalir jatuh. Satu detik merasakan punya teman. Detik berikutnya, hilang. Aku jengkel sendiri karena kurang cepat menggenggamnya. Ah, aku mulai ngaco! Bagaimana mungkin aku kehilangan sesuatu yang enggak pernah kumiliki? (Wynter, halaman 45)"

Dalam novel ini ia digambarkan sebagai remaja jangkung yang duduk di kelas X SMA. Namun, imagenya di kepalaku sering berganti menjelma sosok anak kecil berusia setingkat SD. Cara Wynter melampiaskan tantrum, melakukan kejailan, menahan perasaan karena gengsi, diam-diam berharap, tertawa, menangis, kebingungan dengan debaran hatinya, terlihat begitu anak-anak dan murni. Oh... sungguh tepat kata-kata Wynn untuk menggambarkan Wynter secara singkat: He was the loneliest boy in earth.

***

Kemudian ada Wynn Maharesi alias Wynn sang guardian angel. Jika Wynter digambarkan penuh sisi gelap, Wynn adalah sisi terang. Namun, Wynn ternyata menyimpan sisi "demonic" yang tak kalah sangarnya begitu diaktifkan.

Jujur perlu waktu lama untuk bisa beradaptasi dengan karakter Wynn. Terlalu dewasa untuk ukuran anak SMP. Pada banyak bagian dia bahkan bersikap seperti kakak yang usianya jauh lebih tua bagi Wynter. Nama "Maharesi" seolah dijadikan alat untuk melegalkan kebijaksanaannya yang sering bikin geleng kepala. Waktu aku masih sekolah di MTS dulu, teman-temanku lebih fokus pada anime, komik, sepak bola, main band, atau bahkan bergelayut dan meluncur turun di pohon palem dari lantai 2 sambil membawa pistol mainan. Bagiku sosok Wynn sungguh asing.

"Seperti memasuki tornado. Kamu terlempar dan terempas, babak belur, waktu baru bersentuhan dengan puting beliung. Tapi, setelah terserap hingga ke titik pusatnya, di daerah mata badai, semuanya tenang. Kukira, aku ada di dalan kondisi itu. Masih jatuh bangun sesekali. Terutama kalau ingat Mama, Papa, kedua abangku, dan Hya. (Wynn to Wynter, halaman 94)

Ada sedikit kilas balik bahwa dulu karakter Wynn tak seperti itu. Tentu akan sangat menarik untuk mengamati bagaimana Wynn bisa mencapai kebijakannya yang sekarang. Sayangnya novel ini lebih fokus kepada Wynter. Untungnya ada banyak adegan yang menunjukkan Wynn bisa jadi lebih kekanakan dan jail daripada Wynter. Apalagi kalau nyangkut hubungan antara blasteran bule itu dengan Hya, teman masa kecilnya. Saat seperti itu Wynn terlihat lebih alami dan manusiawi.

***

Anggota terakhir Trio WMHS adalah Hyacintha Sheridani alias Hya. Nama panggilannya mengingatkan pada teriakan kaget tokoh-tokoh anime. Dalam cerita ini Hya memang digambarkan sering meledak-ledak dan emosi. Ia bisa dengan tanpa bersalah melampiaskan kejengkelannya pada Wynter. Meski begitu Hya punya banyak stok kata-kata tepat untuk mengetuk atau bahkan menggedor kesadaran Wynter dan kita.

"Dia pergi meninggalkan lubang besar buat kita. Tapi, sepertinya kita berada di lubang yang berbeda. Kamu enggak bisa bantu mengeluarkan aku, gitu juga sebaliknya. Salah satu harus memanjat keluar dulu dari lubangnya, bari bisa bantu yang lain. (Hya to Wynter, Hal. 330)

Nama Hyacintha langsung menarik perhatianku. Itu diambil dari nama bunga Hyacinth. Dan karena sebelum baca cerita ini di Wattpad aku baru saja selesai membaca buku The Trials of Apollo-nya Rick Riordan, aku jadi tahu bahwa sebelum menjadi bunga, "Hyacinth"memiliki wujud manusia, Hyacinthus, atlet lempar cakram tampan kekasih Dewa Apollo. Selain Apollo, Dewa Angin Zephyros pun jatuh hati padanya. Karena iri, ketika Hyacinthus bermain lempar cakram dengan Apollo, Zephyros meniupkan angin kencang sehingga cakram yang akan ditangkap Hyacinthus menghantam kepala sang atlet hingga tewas. Untuk mengenang kekasihnya, Apollo mengubah Hyachintus menjadi bunga cantik bernama Hyacinth. Agak aneh rasanya ketika nama kekasih lelaki dewa Apollo diadaptasi jadi nama seorang gadis. Mungkin nama ini diambil karena bisa jadi varian yang unik untuk nama "Cintha/Cinta".

Bunga Hyacinth sendiri bermakna keteguhan atau kesetiaan, bunga Hyacinth Biru bermakna "ketulusan". Tiga kualitas yang memang dimiliki Hya sebagai seorang sahabat. Seperti Wynn, terkadang Hya juga tampaknya lebih dewasa daripada umurnya.

Awalnya Hya yang paling keras menentang ketika Wynter akan masuk trio WMHS.

"Berteman dengan Wynter? Entahlah. Kamu benar, dia kayak alien. Seperti jatuh dari Planet Kaboom Alakazam. Semua aturan di Bumi ini enggak berlaku buat dia. Mungkin, di tempat asalnya, enggak ada yang namanya senyum dan sapa, sendirian pun sangat terhormat. (Hya to Wynn, halaman 104)"

***

Kalau di dua novel Mbak Ary lainnya yang juga terbit tahun ini seperti Pelik, aku bisa langsung menyebut Ardi sebagai karakter favorit. Di The Visual Art of Love aku akan menyebut Gemi sebagai karakter yang ingin kujadikan role model. Sementara IgGy ikut masuk dalam jajaran yha... karena dia bikin Gemi jadi doki-doki.

Tapi enggak ada karakter WMHS yang kupuja secara khusus. Tidak Wynn sang Golden Boy, tidak juga Wynter si Bad Boy tengil. Interaksi antarkarakterlah yang membuatku berkali-kali jatuh cinta. Begitu mereka berinteraksi dan menunjukkan reaksi dalam adegan-adegan yang disajikan penulis, aku langsung jatuh hati pada mereka semua secara keseluruhan, bukan person per person. Senang rasanya bisa terus bersimpati dan berempati pada karakter-karakter novel tanpa peduli seberapa bagus tampang dan tampilan fisik mereka.

Para karakter sampingannya pun digambarkan cukup hidup. Karakter mereka digambarkan cukup berlapis meski hanya tampil sekilas. Barangkali itu karena Wynter sebagai narator utama selalu punya cara kreatif atau bahkan gila untuk mendeskripsikan keberadaan mereka. Misalnya saat ia menggambarkan Bang Enver yang kuliah kedokteran dan sedang berkonsentrasi belajar sebisu kotak P3K yang bertemu pasangannya, yaitu ensiklopedia medis setebal bantal. Atau menggambarkan Neru, penderita OCD yang sering bergerak-gerak tak karuan kalau gelisah seperti gambar GIF. Penggambaran mereka semua menyisakan banyak ruang untuk eksplorasi. Sampai-sampai aku pingin setiap dari karakter sampingan ini dibikinkan novel sendiri #HayoLohMbakAry

Ngomongin soal interaksi para karakter, awal-awal aku dibikin merinding dan nyaris mabok dengan intensitas adegan bromance Wynter dan Wynn. MY GOD! Mesranya bikin mimisan. Dan ternyata di Wattpad, Mbak Ary menuliskan bahwa salah satu alasan ia menggambarkan kedekatan Wynter dan Wynn karena fenomena Boy's Love atau cerita gay yang sedang merebak di kalangan remaja cewek. Di Wattpad pun banyak bertebaran cerita serupa. Mbak Ary ingin menepis anggapan bahwa dua sahabat lelaki yang begitu akrab pasti "ada apa-apa"nya.

***

Tema novel ini termasuk sicklit atau cerita yang mengisahkan tentang orang-orang yang menghadapi penyakit (biasanya parah dan berisiko menyebabkan kematian). Karena sepertinya aku orang yang berhati dingin, mau si tokoh menggelepar-gelepar di adegan pun aku biasanya tetap bergeming. Tapi novel ini berbeda. Dia banyak menceritakan kesedihan tanpa terjebak menjadi cengeng. Karena sepertinya adegan-adegan sedih yang ada bukan dibuat hanya untuk memancing air mata, melainkan lebih dari itu: demi menyentuh hati para pembacanya. Seringkali para tokohnya berusaha bersikap tegar dan menahan tangis meski hatinya hancur. Sebagai pembaca, air mataku sering spontan mengalir mewakili isak tangis maupun raungan hati mereka.

"Tapi, semakin dicoba dihentikan, semakin rasa takut itu menajam. Terlihat di mata Hya. Terdeteksi dalam suara. Bang Enver. Menyelinap ke dalam tawa Wynn. Diam-diam, aku tertular pula. Susah payah aku melindungi keyakinanku dari bisikan rasa takut." (Wynter, hal. 289)

Namun, sehabis adegan-adegan yang menguras emosi ditampilkan, masyaallahnya dengan lihai penulis menyisipkan adegan-adegan menggemaskan yang sungguh mengocok perut atau setidaknya bikin pipi menggembung, hidung mendengkus, gigi terpampang, dan bibir tertarik sampai beberapa senti. Setiap itu terjadi aku sampai lupa kalau di bab sebelumnya udah dibikin baper sampai pingin mengubur diri ke dalam kasur.

Kebetulan sebelum baca Write Me His Story di Wattpad saat novel ini masih dalam proses terbit, aku baru saja menyelesaikan novel The Fault in Our Stars yang juga mengusung penyakit kanker sebagai antagonis utama. Ada sedikit bahasan soal kanker otak di sana. Pengidapnya digambarkan bisa berubah dari karakter yang dasarnya sweet jadi seperti setan. Jadi waktu hal ini terjadi pada salah satu karakter di novel ini, aku udah enggak seberapa kaget lagi.

Meski begitu, Mbak Ary terkesan masih ngerem atau cari aman dalam menggambarkan pergolakan karakter tersebut. Pada The Fault in Our Stars dan beberapa novel sicklit barat lainnya, sisi gelap para karakter bisa digambarkan begitu mencabik-cabik sampai bikin enggak enak hati pasca baca. Segala sumpah serapah, pemikiran aneh, kesinisan dalam memandang hidup, dan caci maki pada Tuhan tumpah semua. Rasanya memang lebih realis, tapi bikin aku gelisah. Terutama karena prinsip-prinsip dasar yang dianut para tokoh dalam karakter itu enggak sesuai dengan prinsip yang kupercaya.

Jadi... entah apakah tindakan Mbak Ary melakukan penyensoran itu bisa dibilang sebagai kelemahan atau justru kelebihan novel ini. Karena dalam beberapa novel Mbak Ary, elemen pengendalian emosi dalam situasi yang paling tidak mengenakkan sekalipun adalah salah satu unsur yang sering dikedepankan.

Yah. Mungkin memang Mbak Ary sengaja ngerem dan nyensor demi keamanan batin para pembacanya di Wattpad. Banyak dari mereka yang usianya masih terhitung unyu.

***

Persahabatan Wynter, Wynn, dan Hya membuatku merindukan banyak hal. Ikatan tulus dengan orang lain jelas enggak terbangun selama sehari dan itu yang sekarang kucoba perjuangkan. Kembali merengkuh orang-orang di sekitarku dan berusaha benar-benar menjaga mereka sebisaku. Setelah setahun lalu mengalami begitu banyak pengkhianatan... well...

Kesepian itu akibat diskoneksi dengan sekelilingmu. Reach out, buat tambatan, itu saja obatnya. Tapi, buat apa teman banyak kalau tidak menganggapmu ada? Cukup satu atau dua yang mensyukuri kehadiranmu. (Tulisan Wynn di WMHS 291 tentang Pak Hilman, hal. 440)

"Hidup itu perjalanan, Tujuan kita mungkin jelas. Tapi kita enggak tahu bakal bertemu siapa saja di sepanjang jalan, dengan siapa kita duduk di kendaraan, bagaimana interaksi kita dengannya, dan bagaimana orang itu bakal memengaruhi kita. (Renungan Wynter di kereta, hal. 430)"


Ini novel tentang keluarga, tentang persahabatan, dan juga cinta yang bersemi lugu. Banyak hal menakutkan yang bisa saja terjadi di dunia ini. Tapi sebagai makhluk sosial kita tak perlu sok kuat dengan menghadapi semuanya sendiri. Tapi seberapa jauh kamu rela mengalokasikan waktu dan energimu bagi sahabatmu?

Kesedihan, ketakutan, dan kehilangan itu harus diterima secara perlahan. Bukan dilawan.

"Momen paling bahagia itu saat kamu bisa lepasin hal yang enggak bisa kamu ubah. Let it go. (Wynn, hal. 255)

Play the moments. Record the happiness. Pause the fear. Stop the pain. Rewind the memories (Hya, hal. 256)


***

Novel ini juga mengangkat isu mental health awareness, bahwa penderitanya bisa pulih dengan dukungan keluarga dan sahabat di sekitarnya. Namun, semua itu butuh waktu. Dan dalam prosesnya bisa jadi ia melakukan hal yang tak diinginkan seperti menyakiti orang-orang yang berharga baginya. Prasangka bisa memperparah itu semua.

Mbak Ary juga memperkenalkan musik sebagai salah satu metode terapi bagi Wynn dan juga Wynter.

Tidak menunggu waktu yang ditentukan Wynn, guru musik itu menemuiku beberapa hari setelah Wynn tiada. Melecutku untuk mulai latihan. Bukan cuma untuk memainkan Joy of Life, tapi juga untuk bermain musik secara umum. Sebagai bagian dari terapi, kata Master Chen. Kuncinya adalah dengan tidak mengingkari rasa kehilangan dan kemarahan. Tapi merunutnya, mengakrabinya, hingga menjadi bekas luka yang kuterima sebagai bagian dari diriku. Dan musik, bisa membantu. (Halaman 335)

Sayangnya, karena sangat banyak hal yang disorot dalam cerita ini, adegan ini tak terlalu dieksplor secara teknis. Semoga saja di masa depan novel ini bisa diadaptasi ke dalam format webtoon. Dengan begitu akan ada lebih banyak ruang untuk mengembangkan dengan lebih terperinci adegan-adegan yang tak terjelaskan dalam novelnya.

Dan jika itu terjadi... please make Rui Kurokai/Rui Kaiser/Mbak Linda sebagai artis webtoonnya! Buat kamu yang hanya memiliki novel ini dalam versi cetak, draft versi wattpadnya wajib dicek juga! Karena artwork buatan ilustrator bernama Rui Kaiser adalah salah satu elemen pemanja mata di sini. Hal yang sama berlaku juga untuk naskah Pelik, The Visual Art of Love, dan Hexotic Cafe. Sayang keindahan ilustrasi gaya manga Rui Kaiser tak diangkut hingga ke versi cetak. Versi novel WMHS diilustrasi oleh ilustrator lain. Sebenarnya enggak jelek sama sekali, sih. Malah pada beberapa bagian, ilustrasi Muhammad Kumara Dandi bisa menerjemahkan adegan per adegan yang ada dengan begitu emosional. Still, bring us back Rui Kaiser!

Tapi penggemar Rui Kaiser enggak perlu khawatir. Karena Mbak Ary dan Mbak Betty sudah menyiapkan collectible cards dan bookmarks yang menampilkan kumpulan ilustrasi dari Rui. Kamu bisa mendapatkannya pada link yang kucantumkan di bagian paling bawah review, ya.

Versi Wattpad juga memuat banyak bab creative writing dengan teknik yang cukup detail dan unik.

***

Overall, this is my impression for this novel:

- Deeper version of "Bad Boy Trope"

- Breaking the rule of "Son of CEO Trope"

"Jangan berharap ada perlakuan istimewa untuk anak CEO. Ehem... berharap perlakuan istimewa? Yang benar saja! Apa aku ada tampang Ferrari, baju branded, dan kartu kredit tanpa batas? (Wynter, hal. 107)"

- Sometimes breaking the 4th wall too

Wynter sudah melintasi batasannya sebagai karakter fiksi. Tengok saja campur tangannya sampai ke bagian "biodata author".

- Getting my mood keeps swinging. At least this time it swings to the right sides

- Been a long time since I cried due to reading fictional lives of fictional characters

- BROMANCE SCENES EVERYWHERE!
Novel ini sungguh disarankan bagi para fujoshi yang baru ingin bertobat tapi masih ingin mendapatkan "asupan yang aman".

- Not being preachy about spiritual finding, but the main character did have that conflict in serious tones. *terdengar paduan suara gereja).

- Spark my (almost lost) will to re-develop my own stories and original characters. I wanna write a deep-story like this one

Novel ini bikin aku gemes untuk mengintip tumpukan naskahku yang berdebu serta mengembangkan ulang para karakterku dengan lebih terperinci. Tuhan, aku beneran harus nyusul Mbak Ary di masa depan!

***

Menariknya lagi, banyak tokoh sampingan yang ditarik dari novel-novel karya Mbak Ary yang lebih dahulu terbit. Misalnya tokoh Ceejay dan Toby dari serial Keo-Noaki dan Trick. Yang sudah mengikuti karya-karya Mbak Ary sejak dulu pasti bakal girang banget dengan hadiah fan service seperti ini. Penempatan mereka sangat pas dengan karakterisasi pada buku original. Enggak terkesan maksa. Kalau dalam dunia komik, kita mengenal Clamp yang suka membuat cross over besar-besaran antarkarya-karyanya, dalam dunia novel, mari kita sambut Nilandari Universe!

Tapi jangan khawatir, yang belum baca karya-karya Mbak Ary yang terdahulu enggak akan merasa lost dengan kehadiran para karakter cross over. Buku-buku Mbak Ary yang saling nyambung ini tetap bisa dinikmati secara terpisah. Cuma ya bakal bikin penasaran aja gitu. Kalau ingin mendapatkan novel-novel Mbak Ary untuk tahu dari mana saja para karakter sampingan itu berasal, cek:

- https://web.facebook.com/mami.veve
- https://www.tokopedia.com/keonoaki?nr...
- https://www.instagram.com/goodbookbes...
- https://www.instagram.com/keonoakishop/

Oh ya. Dan buat yang masih enggak rela ditinggal sama Wynter, dia bakal muncul sebagai cameo di novel Pelik yang diterbitkan oleh Bentang Pustaka. Baca juga, ya!
Profile Image for Mahfudz D..
Author 1 book21 followers
October 19, 2018
Rating: 4.2/5

Write Me His Story (WMHS) bercerita tentang Wynn yang punya masalah genting sehingga harus meninggalkan Hya, sahabat baiknya. Tapi sebelum pergi, dia ingin mencarikan pengganti dirinya untuk Hya, seseorang yang memiliki inisial nama yang sama dengan dirinya, yaitu WM. Pilihan Wynn akhirnya jatuh pada Wynter Mahardika, bad boy blasteran yang membenci cewek karena masalah masalah keluarga. Apakah Wynter mau dijadikan pengganti sosok Wynn? Dan, apakah Hya mau sosok Wynn digantikan orang asing?

Oke, sebelum aku lanjutin review ini, aku mau kasih sedikit disclaimer dulu. Jadi, review ini murni pendapat pribadi. Plus-minus ini aku tentuin dari suka-nggaknya aku sama poin-poin itu. Siapa pun boleh nggak setuju sama apa yang aku tulis. Ibaratnya, orang-orang bilang kalau cumi itu enak banget, tapi aku nggak suka. Kurang lebih kayak gitulah perumpamaannya.

Nggak setuju, bebas aja. Oke?

Sekarang, mari kita mulai bahas novel yang jumlah halamannya sempat bikin keder ini. Aku selalu ragu kalau baca novel remaja yang jumlah halamannya lebih dari 350 halaman. Aku selalu curiga bakal banyak hal nggak perlu yang dimasukin. Apakah novel WMHS ini juga kayak gitu? Yuk, buktiin.

Poin Plus (hal-hal yang aku suka dari WMHS)
1. Ide
Ide tentang menulis jurnal harian bersama ini unik. Kayaknya baru kali ini aku nemu ide kayak gini, baik di novel mau pun di kehidupan nyata. Biasanya buku harian/jurnal itu agenda pribadi yang sifatnya rahasia. Ide ini bikin WMHS jadi bacaan yang cukup segar.
(Edit: menurut kesaksian beberapa orang, ternyata hal kayak gini jamak dilakukan oleh remaja zaman dulu).

2. Plot (secara umum)
Dilihat dari profil penulisnya di goodreads (yang ternyata udah nulis lebih dari 50 buku), nyusun plot kayaknya bukan lagi masalah buat penulis. Terbukti, plot WMHS ini terlihat rapi. Adegan demi adegan tertata dan sebagian besar memiliki hubungan sebab akibat yang jelas.

3. Interaksi antartokoh
Hubungan antartokoh di WMHS benar-benar terasa hidup. Hubungan Wynter-Wynn ini terasa manis. Perubahan sikap dalam interaksi mereka juga cukup realistis. Hubungan Wynn dan Hya juga benar-benar terasa seperti sahabat menuju saudara. Cuma, aku agak kurang suka dengan interaksi Wynter-Hya. Tarik ulur hubungan mereka terlalu memakan waktu. Tapi, tetap, di luar interaksi Wynter-Hya ini, hubungan antartokoh lainnya aku suka.

4. Konflik
WHMS ini nggak cuma nonjolin konflik persahabatan Wynter-Wynn-Hya, tapi juga konflik keluarga. Terutama konflik keluarga Wynter, yang jadi latar belakang dia jadi sosok bad boy pujaan umat. Aku suka penyelesaiian konflik keluarga Wynter ini. Nggak berlebihan. Konflik percintaan di sini tipis banget. Bahkan nggak ngaruh-ngaruh amat kalau pun nggak ada.

5. Ilustrasi dan quote
Adanya ilustrasi di novel ini cukup memberi kejutan yang nyenengin. Juga, perkara quote. Aku bukan pembaca yang sering ngumpulin quote novel. Tapi, di WMHS ada banyak quote yang bisa dikoleksi, kalau mau.

Zona abu-abu (poin yang separuhnya aku suka, tapi separuh lagi nggak aku suka)
Karakterisasi. Harus diakui, karakterisasi WMHS ini konsisten. Sifat-sifat dan tindakan para tokohnya masuk akal. Meski, aku kurang suka dengan karakter Wynn yang baiknya kelewatan. Dia kayak nggak ada sifat jeleknya sama sekali. Selain itu, penulis kayak bikin zonasi karakter protagonis dan antagonis di sini. Zonasi ini terasa terlalu hitam putih. Tokoh-tokoh dari sisi Wynn digambarin semuanya baik hati layaknya Wynn. Sementara tokoh-tokoh dari sisi Wynter dibuat jahat, walau kalau dilihat mereka sebenarnya nggak jahat-jahat amat.

Minus (hal-hal yang kurang aku suka)
1. Cover
Biasanya aku suka dengan cover berupa ilustrasi kayak gini, tapi untuk WMHS ini entah kenapa aku ngerasa kurang sreg. Ekspresi Wynter di cover kerasa aneh.

2. Penggunaan enggak dan tidak yang campur baur di narasi
Aku memang kurang suka novel yang narasinya pakai bahasa ‘gaul’. Tapi, aku bakal lebih maklum kalau penggunaan ragam cakap di narasi ini konsisten. Maksudnya, kalau pakai enggak ya enggak terus. Sayangnya, di WMHS ini nyampurin enggak dan tidak di narasi. Ini cukup bikin penilaianku sama buku ini turun.

3. Umpatan Wynter
Banyak orang bilang umpatan-umpatan Wynter itu kreatif, buatku nyebelin dan aneh. Lagi-lagi masalah preferensi. Awal-awal baca, kupikir umpatan-umpatan Wynter itu buat lucu-lucuan. Tapi, syukurlah kalau bukan buat lucu-lucuan, karena emang nggak lucu. Dan, perihal ini sudah dipastikan oleh penulisnya di instastory beberapa waktu lalu.
Ada satu buku yang pake umpatan kreatif kayak gini yang aku suka banget. Misteri Patung Garam karya Ruwi Meita. Di sana penulis cuma pakai satu umpatan 'Kampret Rebus' pada satu karakter. Konsisten itu. Ini bikin umpatan itu ikonik. Dan melekat di benak pembaca.

4. Umur para tokoh utama
Entah kenapa aku ngerasa tokoh-tokoh utama di sini terlalu muda. FYI, Wynn dan Hya ini masih SMP, sementara Wynter ini baru kelas X. Rasanya pembawaan mereka yang terasa ‘dewasa’ agak kurang pas dengan umur mereka. Hal semacam ini sering aku rasakan ketika baca buku-buku YA terjemahan, terutama yang model-model dystopia gitu. Di novel-novel YA macam Legend Series itu tokoh ceweknya juga umur 15 tahun. Tapi, kemudian aku maklum karena di univers Legend Series itu dunia sudah hancur, tidak lagi seperti sekarang, yang membuat mereka harus dewasa lebih cepat. Di sini, beberapa kondisi mungkin bisa jadi alasan, tapi tidak terlalu meyakinkan.

5. Jumlah halaman dan sebagian konflik yang diulur-ulur
Terakhir, inilah jawaban dari kekhawatiranku tadi. Dan, kekhawatiran awalku terbukti. Novel ini terlalu tebal untuk novel remaja, sehingga ada konflik yang rasanya terlalu diulur-ulur. Salah duanya adalah konflik hubungan Hya-Wynter dan konflik Wynter-ayahnya. Kedua konflik itu rasanya bisa dibuat lebih ringkas tanpa kehilangan esensi. Selain itu, beberapa bagian kadang terlalu detail. Sempat bosan di pertengahan. Untungnya aku masih punya semangat buat lanjut.

Rasanya ulasan ini udah panjang. Jadi, kuakhiri di sini saja. Secara keseluruhan, aku suka novel ini. Ini bacaan remaja yang ringan tapi tebal bukunya nggak ringan.

Saya rekomendasikan buat kalian yang ingin baca novel remaja yang konflik utamanya bukan percintaan.
Profile Image for Jeon Dani.
132 reviews64 followers
February 8, 2020
Lagi-lagi karena dapet rekomendasi cerita ini dari Harukaze Mizuki-Senpai, (sungkem dulu) terutama sama autornya yang udah bikin ini cerita *sungkem juga*. Haha. Duh kok baru sekarang gue baca nih buku? Dapet dari rekomendasi lagi.

Gue udah mau baca di Wattpad, tapi beberapa bab udah gak ada karena udah diterbitkan, alhasil gue nyari-nyari, mulai nanya temen tapi kagak ada yang punya, akhirnya gue beli ebook-nya di Google Play

Dan cerita WMHS ini sukses bikin gue gak karuan, ada sedihnya, ada bapernya, ada keselnya, ada gemesnya, ada ketawanya. Apalagi dengan sudut pandang orang pertama dengan Wynter sebagai naratornya, gaya bahasa yang ringan bikin enak buat dibaca.

400 halaman lebih tuh kayaknya udah tebel banget ya untuk ukuran teenlit, tapi menurut gue enggak juga. Malah kurang rasanya, gue kayak menyatu sama kehidupan Wynter yang gak bisa dilingan seneng itu.

Awalnya gue gak suka sama karakter Wynn Maharesi yang kesannya maksa dan sotoy banget gitu. Gue suka sama karakter Wynter yang menurut gue agak badass itu. Well, kalo kata gue sih, Wynter tuh bukan badboy, dia tipikal cowok jail yang ansos, yang mungkin bisa kita temuin di kehidupan sehari-hari (jadi semacam karakter yang mendekati realistis gitu).

Apalagi waktu Wynter yang mendeklarasikan kalo dia benci banget sama makhluk yang berjenis kelamin cewek dengan segala alasan-alasan yang menurut gue logis itu, kalo gue jadi Wynter pun gue bakal benci sama perempuan.

Waktu baca Bab 3 (kalo gak salah) dengan judul Perempuan Pertama, gue baper dan hampir aja nangis, untung gue bisa tahan.

Dan serius gue dibikin dengki sama orang-orang disekitar Wynter, mulai dari Dad bahkan sampek Collin pun sering gue maki-maki. Dan gue juga dibikin gemes sama karakter Hya—gemesnya kearah jengkel, bukan seneng—gue selalu setuju kalo Wynter ngata-ngatain Hya.

Dan Wynn Maharesi, diawal gue yang sebel sama dia mendadak jatuh hati. Walau kadang gue agak kayak ... gimana yah, karakter Wynn tuh terkesan terlalu dewasa gitu buat anak seusianya, jadi kayak gak realistis gitu. Tapi gak masalah, mungkin disitulah keunggulannya. Dia kan The Golden Boy dan Guardian Angel-nya si Wynter.

Gue suka baca cerita Wynn yang nyeritain tentang gimana dia bisa tau dan tertarik sama Wynter, yang berjudul The loneliest boy in earth gue seneng gitu bacanya.

Gue seneng sama interaksi keduanya—antara Wynn dan Wynter—yang bromance sekali itu, bikin gue gemes sampek jiwa fujoshi gue keluar tanpa bisa dicegah! Anjay lah. (Coba kalo ini cerita BoyXBoy *Templang kepala*)

Dan gue menangis tersedu-sedu waktu Wynn harus mati. Ugh! Kenapa Wynn harus dimatiin sih? Kenapa gak dibiarin hidup aja? Ini yang bikin gue agak gak suka, walau mungkin emang seperti itulah alurnya, walau gue suka banget sama cerita sad gitu. Tapi tetep aja. Kenapa salah satu karakter harus dimatiin? Si Wynn lagi. (Oke, gue udah kayak Hya, spoiler banget.)

Agak sebel sama Wynter yang mudah dan gampang banget maafin keluarganya yang menurut gue kesalahan mereka tuh cukup fatal, apalagi Dad-nya. But it's okey. Itu gak jadi sebuah masalah atau kecacatan.

Ada banyak banget quotes yang bisa diambil disini tapi entah kenapa gue mahal tertariknya sama yang ini, walau terdengar agak mainstream:

Kesepian itu akibat diskoneksi dengam sekelilingmu. Reach out, buat tambatan, itu saja obatnya. Tapi, buat apa temen banyak kalau tidak menganggapmu ada? Cukup satu atau dua yang mensyukuri kehadiranmu.
Hal 440
Profile Image for Autmn Reader.
883 reviews93 followers
April 27, 2021
Ini buku bikin aku patah hati yaampun. Yah, intinya aku suka banget buku ini. Karena suka banget, jafi susah kalau harus review yang pke pros cons, kwkw.

Suka semua sama yang ada di buku ini. Pertemanannya tuh udah kek lebih dari teman gtu lho. Bonding-nya kuat banget. Wynn sama Wynter itu emang saling melengkapi bnget. Suka banget sama temen rasa sodaranya. Terus Wynter-nya juga lucu parah, bikin ngakak. Hahahahahaha

Terus ini buku sedih bangeeet. Dari awal aku udah dibikin simpati ke Wynter karena nasibnya yang ngenes, terus ketemu Wynn yang ternyata sesuatu, malah makin sedih.

Ada cewek juga namanya Hya, aku juga suka interaksi sama Hya nya. Teruuus semua tokoh tuh ya berguna di sini, enggak ada yg useless pokoknya.

Dan aku masih blom rela pisah sama Wynter yaampuuuun, kwkwkw.
Profile Image for Dinur A..
258 reviews97 followers
October 30, 2019
Siaaaalllll hati saya cideraaa...
Ini salah satu buku yg bikin saya bersyukur dgn eksistensi Goodreads beserta para penghuninya, karena bisa dipastikan saya ga bakal begitu aja beli buku ini di toko buku mengingat cover dan blurb-nya yg seperti itu, apalagi dgn embel2 Wattpad yg selalu sukses bikin saya muter mata duluan. So thank you, Goodreaders~ :')

Btw ini bintang 5-nya bukan karena buku ini perfect yak, tapi ya... gitu. Harus 5 bintang aja, karena efeknya amazing. Pengen review panjang tp takut mewek lagi wkwkwk... Yang jelas novel middle-grade/teenlit semacam inilah yang harus dibanyakin di pasaran.
Profile Image for Yuu  Re .
4 reviews1 follower
September 22, 2018
Buku Wattpad? Apaan sih? Jutaan pembaca? Kok bisa?
Biasanya gue sinis gitu. Sinis beralasan. Gue beberapa kali kuciwa wa wa wa (sampe bergaung) baca buku-buku dari platform online yang bukan cuma Wattpad. Ada yg dari platform ciptaan penerbit juga. Saking kuciwa wa wa wa, gue ogah bikin review. Enggak tega kasih bintang kecil, karena menulis itu nggak mudah.
Dan karena yang sedih pasti penulisnya. Padahal bikin buku bukan cuma penulis kan, ada editor, ada penerbit yang tanggung jawab, dll.

Nah, baca novel satu ini bikin gue sadar. Ini beda. Enggak ada ciri Wattpad samsek. Plot rapi. Karakter kuat. Dialog cerdas. Wynter ngingetin gue sama Haddock. Favorit gue di komik Tintin. Makian Wynter memudarkan kesan bahasa kasar dunia remaja yg banyak dipake di teenlit.
Wynter nunjukin kepiawaiannya mainin kata. Makian aja pake rima, aliterasi, dan unik.
Banyak hal tidak terduga dalam ceritanya, dan nggak ada yang sia-sia.
In short, gue jatuh cinta pada buku ini.
Profile Image for Mami Veve.
91 reviews3 followers
August 30, 2018
Mematahkan semua pola teenfict tentang Badboy yang ada di wattpad.
Enggak ada adegan telat, enggak ada adegan ditabrak, enggak ada adegan dibully ala-ala sinetron.
Di tangan Bunda, Wynter, seorang badboy menjadi karakter lain. Badboy versi Bunda Ary Nilandari.

Proses jatuh cinta saya dengan Wynter enggak mudah. Kadang putus kadang nyambung hahaha..
Tapi begitu jatuh cinta, enggak bakalan bisa bangun deh,, kecuali bangun di samping Wynter...//eh..

Cerita diawali dengan Wynter, si Badboy bertemu/ditemukan oleh Wynn, Golden Boy Darmawangsa.
Wynn meminta Wynter, si Anticewek menulis diary bersama Hya. Sahabat sedari kecil Wynn.
Badboy menulis diary bersama cewek dan jatuh cinta?
Cinta setigitiga?
Ho..ho..jauuuuh banget dari premis kebanyakan gitu.

Write Me His Story punya kedalaman kisah lebih dari teenlit kebanyakan.
Semua dijalin dari awal, emosi dibangun sejak perkenalan Wynter dengan Wynn.
Bagaimana kesepiannya Wynter, bagaimana perasaannya begitu berkenalan dengan Wynn. Pergumulan batin Wynter tentang jati diri, perjalanan spiritualnya, konfliknya tentang Mum dan Dad. Hubungannya dengan Wynn, bahkan perubahan arah perasaan Wynter terhadap Hya.

Bunda dengan brilian membuat pembaca teraduk-aduk emosinya. Dari ngakak, nangis, deg-degan, pengen peluk Wynter, denial sampai geregetan. Komplit.

Karakter ketiga tokoh utama melekat begitu kuat. Wynter bule British dengan mata biru, rambut pirang butek dengan umpatan khas yang enggak ada di badboy manapun! Wynn dengan keikhlasan dan hati malaikatnya. Hya dengan kebiasaan spoiling dan anxietynya. Bahkan tokoh sampingan seperti Neru yang punya segambreng paman susah untuk dilupakan.

Belum lagi pemilihan diksi yang enggak biasa. Kalimat dalam quotable khas Bunda. Juga scene-scene implisit yang bikin nangis dan jleb banget buat jadi pelajaran hidup.

Saya suka banget bagaimana Bunda menceritakan tentang perjalanan spiritual Wynter. Enggak ada di sepanjang cerita dialog model ceramah agama. Semuanya diceritakan dengan scene-scene yang mencerahkan. Bikin tersentuh. Bagian ini yang paling saya suka. Show it don't just Tell.

Lainnya, seperti biasanya, saya ini lemah hati kalau sudah ada scene sibling love. Padahal cuma seuprit, satu paragraf aja udah bikin saya mancep deh ke Wynter.

Kesimpulan akhir. Bunda Ary saya masukkan dalam daftar author jahat sedunia. Bikin bookhangovernya lama banget. Pokoknya kalau sudah baca tulisan Bunda. Tulisan penulis lainnya seperti ada kurangnya.
Profile Image for Abigail Leandra.
7 reviews
September 22, 2018
Putri saya pembaca segala. Tapi saya selektif banget kalau dia sudah minta dibeliin novel. Saya harus baca dulu barulah dia saya perbolehkan. Untuk remaja, tidak banyak novel lokal yang sreg di hati saya. Hampir ga ada malahan. Saya lebih suka membelikannya novel terjemahan.
Jadi ketika dia menyodorkan buku ini, saya terus terang tidak langsung setuju. Apalagi ada tulisan wattpad di sampulnya. Saya sempat melihat lihat cerita wattpad. Dan langsung tidak suka dengan cerita yang kebetulan saya baca.

Jadi, saya tidak langsung membawanya ke kasir meski putri saya bilang kalau penulisnya adalah penulis yg berpengalaman. Saya googling dulu dan stalk medsosnya. Rupanya beliau memang penulis senior yang kenyang pengalaman.
Jadi saya agak tenang membelinya dengan perjanjian kalau buku ini harus saya baca dulu sebelum putri saya membaca.

Di bab-bab pertama, saya berkesan dengan bagaimana penulis bisa bercerita dari sudut pandang Wynter. Remaja umur segitu memang penuh dengan prasangka. Selanjutnya cerita mengalir dengan apik.
Sempat berhenti sebentar membaca. Lalu saya habiskan dalam semalam.

Baru kali ini saya membaca novel remaja lokal yang sangat "bersih". Tidak ada kata-kata kasar. Penulis dengan cerdik membuat umpatan Wynter dengan kata kata yang tidak biasa.
Selain itu, pesannya disampaikan dengan sangat baik. Bagian perjalanan spiritual Wynter dan bagaimana Wynn berdamai dengan takdirnya sangat menyentuh.
Belum pernah saya membaca pesan religius yang disampaikan secara implisit dengan sangat halus tapi tetap mengena.
Romans remaja yang ada juga merupakan poin utama yang saya cermati. Saya suka penulis tidak membuat kisah cinta wynter-hya "diresmikan". Saya termasuk ortu yang tidak suka dengan istilah pacaran. Rasa tertarik antar lawan jenis memang wajar di usia segitu. Tapi tidak harus dijadikan sebagai ikatan bukan?
Di cerita juga tidak ada sentuh-sentuhan yang tidak perlu. Ini penting.

Penulis pintar mengaduk-aduk emosi. 400 lebih halaman tidak terasa karena kedalaman emosi wynter digali dengan sangat baik.
Saya dengan perasaan lega membolehkan putri saya membacanya.

Buku ini sarat dengan pelajaran hidup. Rekomendasi dibaca untuk para remaja. Keluarga, sahabat, hubungan pribadi dengan pencipta, juga manisnya cinta remaja.
Good Job.
Profile Image for K. Hardy.
2 reviews
September 23, 2018
Jujur saja, aku bikin akun Goodreads karena buku ini. Sengaja. Terlalu sering baca komen buruk tentang Wattpad. Baca beberapa buku jebolan sana dan kupikir masuk akal kalau rating jelek karena platform semacam itu memang lebih jadi ajang belajar. Kalau buru-buru diterbitkan tanpa editing yang bener, cuma ngandalin statistik dibaca jutaan orang, ya jelas industri yang salah. Pembaca yang jadi korban. Beli, baca, dan kecewa. Miris.

Tapi buku ini bisa ngilangin alergi watppad deh. Trust me. Minimal ngakui, enggak semua yang berasal dari sana buruk.

Aku lihat di wattpad, pembacanya emang cuma sekitar 200K, underrated. Entah kenapa. Untungnya diterbitkan, oleh penerbit mayor pula. Setelah aku baca, aku bisa menduga, mungkin karena ceritanya yang justru enggak tipikal wattpad, jadi susah diterima di wattpad.

Terus apa karena ada stempel wattpad nantinya bakal sulit survive di lingkungan pembaca buku biasa?

Kan kasihan kalau gitu. Ini buku layak diorbitkan. Layak difilmkan. Layak dirate tinggi.

Karena penulisnya bilang, punya tujuan kasih bacaan alternatif ke pembaca wattpad, aku salut.
Semoga tercapai.

Balik lagi soal Write Me His Story.

Kelebihan buku ini, buat yang masih ragu baca:
1. karakter kuat
2. plot rapi kayak anyaman semua nyambung dan tersimpul baik.
3. cara bercerita dengan POV 1 yang menyuarakan si karakter (Wynter), bukan penulisnya.
4. bromance yang bikin baper
5. pencarian jati diri dan spiritualitas yang enggak dipaksakan.
6. bahasanya ngalir, enggak terasa tahu-tahu 452 halaman selesai.

Daftarnya masih panjang. Mending baca saja deh. Sangat layak ditukar uang buat beli, dan waktu beberapa jam untuk baca buku ini.
Profile Image for Vhiipi_.
6 reviews1 follower
December 10, 2018
Kisah si bad boy Wynter mahardika dan si penuh rahasia Wynn maharesi dan tak lupa si gadis cantik Hyacinta. Kisah ini sangat menggugah untuk dibaca. Karena rata-rata orang punya perspektif yang sama tentang anak nakal, broken home dan sebagainya. Disini aku menemukan hal berbeda dari Wynter, membuatku ikut terenyuh dan merasakan apa yang dirasakannya, dari cara mendeskripsikan lingkungannya serta penggunaan POV orang pertama yang sangat ekspresif tapi tetap efektif. Pertama kali baca, aku sedikit geli tentang persahabatan Wynter dan Wynn, terlalu lekat menurutku. Namun, setelah membacanya hingga tuntas, barulah aku berubah pikiran, persahabatan laki-laki ada yang seperti itu, aku saja yang terlalu berlebihan dalam memandang mereka.

Intinya kisah Wynter dan wynn emang baperable deh. Makasih bunda sudah mengubah perspektifku yang selalu 50:50 soal persahabatan cowok yang sering ku pertanyakan😁😊
Profile Image for Jia Legawa.
2 reviews
September 22, 2018
apa pun dari Kak Ary, aku baca.
Ya, aku diehard fans.
Tapi Wynter ini beda dengan karakter di buku-bukunya yang lain. Aku awalnya bingung, kenapa Kak Ary nulis tentang bad boy. Di Wattpad pula. Kok kebawa-bawa trend Wattpad sih. Tapi harusnya aku gak meragukannya.
Wynter bikin definisi baru "bad boy", dan plotnya sama sekali gak klise.
Sugoi.
Maafkan aku ya Kak, sudah sempat bersyuudzon. Aku mau kasih lebih dari 5 bintang sebetulnya.
Profile Image for Sandra Bianca.
128 reviews4 followers
January 21, 2019
Full review: https://biancatwinbee.blogspot.com/20...

Aku beli buku ini karena dapat GA Pelik, jadi pengin incip tulisannya Kak Ary yang lain dulu. Lalu pas baca blurb-nya aku tertarik karena topik yang diangkat unik. Sepasang sahabat (Wynn dan Hya) yang sharing buku harian. Hm, meski di dunia nyata kayaknya nggak mungkin ya😅 Paling banter cuma surat-suratan di kelas.

Untuk ukuran novel teenlit, ini tergolong tebal (448 halaman). Alurnya pun cukup lambat. Aku sempat ngerasa agak bosan, tapi karena penasaran dengan apa yang terjadi pada Wynter-Hya-Wynn mau nggak mau aku lanjut. Cuma di sisi lain alur lambat ini terasa wajar karena konfliknya benar-benar butuh digali—terutama tentang Mum-nya Wynter serta rencana-rencana Wynn.
Profile Image for IFA.
4 reviews
September 22, 2018
Aku sukaaaa Wynter.
Kalau Wynn kayak malaikat. Enggak berani deh.
Hya, aku cemburu padamu.
Profile Image for Dhani.
257 reviews17 followers
September 22, 2018
No complain apa pun.Semua bagiannya bikin baper maksimal.Bintang 5 pertama dalam sejarah GR saya sepertinya.
Profile Image for Ida Bagus.
2 reviews
September 22, 2018
Aku pembaca Go, Keo! No, Noaki!
Begitu tahu kak Ary menulis di wattpad. Aku sempat heran. Ngapain kak Ary nulis di situ. Wattpad itu kan lekat dengan cerita yang .... gitulah.
Aku sempat membaca beberapa bab WMHS tapi trus berhenti karena ga tahan baca lewat hape. Begitu tahu terbit, buru-buru ikutan PO dan tak sabar menunggu.
Buku setebal ini aku habiskan dalam waktu 3 jam. Lupa mandi, berhenti buat makan aja.
Hasilnya? Huhuhu....betapa kisah Wynn Wynter dan Hya bikin jungkir balik.
Aku yang awalnya sebel banget sama wynter, pelan-pelan berubah jadi sayang. Jangan tanya deh soal Wynn...rasanya nyesek ga abis-abis.
Romancenya ga cheesy. Bukan masuk kategori romans juga menurutku. Karena cinta remaja di buku ini digambarkan begitu natural. Minim skinship yang diumbar teenlit sekarang.
Aku juga suka kak Ary ga ikut-ikutan pakai lo-gue.
Kenapa coba teenlit itu harus pakai lo-gue.
Nih, buktinya. Tanpa lo-gue aja ceritanya renyah.
Belum lagi betapa pesan tentang Agama begitu menohok.
Jangan dikira ceramah agama di buku ini. Perjalanan mencari Tuhan yang dialami Wynter begitu menyentuh. Diceritakan dengan sangat cerdas dengan begitu halus tapi tetap jleb.
Aaah ..aku suka. Buku ini recomended buat remaja. Pantas saja, ada sekolah yang menjadikannya sebagai buku pegangan pelajaran Bahasa Indonesia dan Pendidikan karakter.
Sepuluh jempol.
3 reviews
September 22, 2018
Wynter, Wynn, Hya mengajarkan arti sahabat sejati.
Buat remaja seperti aku. Buku ini penuh pesan yang bagus. Ga menggurui dan sedikit cinta-cintaannya.
Profile Image for Sara.
3 reviews1 follower
September 22, 2018
Dari segi karakter, Wynter sebagai narator, voice-nya kuat. Aku bisa konek banget. Larut dalam ceritanya. Lewat sentilan sambil lalu aja, Wynter ceritain banyak secara implisit ttg hubungannya dengan Mum, Dad, Mama Olive, adik-adik tirinya, dan terutama sama Nana, neneknya.

Wynter bikin aku kebawa dalam prasangkanya, dan ikut sebel sama orang-orang yang melukai hatinya.

Tapi kala semuanya terkuak, aku gak terlalu terkejut sih, karena sebetulnya penulis sudah kasih clues sejak awal. Aku aja yang cuekin karena lebih percaya sama Wynter. // keplak. Aku langsung bilang, ooo iya juga. Ah, Wynter sensi atau keburu berprasangka. Tipikal ABG. Hehehe. Eh, aku juga ABG.

Dari segi plot... baru kali ini aku nemuin cerita remaja dengan banyak cabang kek sungai besar dengan anak-anak sungainya, yang akhirnya semua bermuara dengan cantik di ending. Semua masalah di buku ini selesai dgn logis.

Wynter bukan cuma bercerita soal Wynn dan Hya, tapi semua orang yg terlibat dalam hidupnya. Kesannya banyak hal gak penting, gak jelas, disebutkan, tapi ternyata semua beralasan kenapa itu ada dan bikin buku ini tebal.
Aku baca 452 halaman dalam 4,5 jam nonstop. Menghabiskan setengah kotak tisu, dan bikin orang-orang serumah heran karena sebentar aku tertawa sebentar aku sesenggukan.

Kayak diputus pacar kali ya.

Nyaris. Wynter memainkan perasanku tanpa jeda.

Kalau harus nyebut kekurangan buku ini, cuma tentang Hya, rasanya kurang deskripsi. Di satu sisi Wynn serba baik, Hya serba menyebalkan.

Tapi sekali lagi, karena ini sudut pandang Wynter yang memuja Wynn dan benci cewek, wajar saja subyektif. Dan Wynter kena batunya.

Oh I love him so much, dengan segala makian jutek dan sinisnya.
Profile Image for R-Qie R-Qie.
Author 4 books9 followers
September 25, 2018
Saya tipe orang yang tidak mudah tersentuh ketika membaca kisah sedih. Terakhir kali saya menangis gara-gara novel awal Juli lalu, saat membaca seri terakhir Bartimaeus. Dan novel ini menjadi satu dari segelintir bacaan yang membuat saya baper. Penulis begitu piawai mengaduk-aduk perasaan saya. Satu waktu saya dibuat tersenyum, ngakak, detik berikutnya mata saya berkaca-kaca lalu mati-matian menahan buliran bening agar tidak tumpah (ini perjuangan berat meski berkali-kali berhenti sejenak dan beralih ke jendela browser lain agar tidak semakin larut). Bahkan bisa membuat saya tertawa dan menangis bersamaan!

Meski penulis melampirkan foto yang menggambarkan tampang para tokohnya, saya memiliki bayangan tersendiri ketika mengikuti kisah mereka. Saya jatuh cinta dengan karakter Wynter sejak awal (karakter ya bukan tampang :-D) seperti pada Bartimaeus (yang ini tidak jelas tampangnya seperti apa. Namanya juga jin). Karakter mereka mirip. Saya merasa Wynter benar-benar ada di dunia nyata. Menuliskan kisahnya bersama Hya, Wynn, dan lainnya.

Hingga review ini selesai ditulis, kepala saya masih sakit akibat menahan tangis. Sangat tidak lucu kalau orang rumah melihat saya sesenggukan di depan komputer atau melihat mata saya bengkak jika tangis itu dilepas (sempat jebol juga sih sampai saya harus beberapa kali buang ingus dan cuci muka).

Semoga jika jadi difilmkan, hasilnya akan sekeren novelnya.

Profile Image for Khoirul Muttaqin.
17 reviews2 followers
November 13, 2018
Tentang persahabatan pemuda pemuda yang lumayan nakal dan suka bolos sekolah. Haha
Profile Image for Rossa Imaniar.
221 reviews5 followers
October 29, 2020
“Aku percaya, setiap orang menulis kisahnya masing-masing. Tapi, setiap kali kita mengira sudah tahu akhirnya bakal seperti apa—ternyata salah. Untuk menebak ending dengan benar, mungkin perlu gabungan perencanaan, peluang, dan penerimaan bahwa kita tidak tahu segalanya. Hidup itu lucu. Kalau kamu lepaskan kemudi, bisa jadi kamu malah sampai di tempat yang kamu inginkan.”


“Hidup itu perjalanan. Tujuan kita mungkin jelas. Tapi, kita enggak tahu bakal ketemu siapa saja di sepanjang jalan, dengan siapa kita duduk di kendaraan, bagaimana interaksi kita dengannya, dan bagaimana orang itu bakal mempengaruhi kita.”


Yeeah... Akhirnya selesai juga baca ‘WMHS’ karya Bunda Ary. Ini pertama kalinya aku baca karya beliau. Cukup suka. Walau di awal-awal agak gimana ya.. Jujur aja nech, entah akhir-akhir ini aku agak males tiap kali baca novel teenlit. Kayak ngerasa udah nggak cocok aja gitu.

Atau mungkin juga, hal ini dipicu karena rasa kecewa akibat dari beberapa kali baca novel teenlit jebolan wattpad yang isinya tuh tidak memuaskan. Iya, beberapa kali aku merasa kek gitu. Dan alhasil, tiap kali mau baca teenlit.. Kayak ogah-ogahan gitu.

Nah, kenapa akhirnya aku memutuskan untuk baca ‘WMHS’ ini.. Karena, novel ini tuh dapet dikasih pinjem sama temenku. Jadi, pas baca tuh lebih ke untuk menghargai temenku yang udah repot-repot minjemin novel ini ke aku.

Pas pertama baca tuh, rasanya berat banget.. Pingin berhenti. Tapi aku paksa terus baca dan masuk dalam cerita. Eh, nggak taunya.. novel ini malah sukses bikin aku nangiss doong.

Ya.. walau di awal, udah ketebak gambaran jalan ceritanya bakal kayak gimana. Dan.. Walau juga ada beberapa poin yang membuatku kurang sreg, contohnya umpatan-umpatan Wynter.

Entah lah.. Menurutku nggak ngefek aja gitu, kalo umpatan-umpatan itu dicantumkan dengan tujuan untuk membuat novel ini terlihat lebih menarik lagi. Karena dibilang unik pun, menurutku B aja. Dibilang lucu, juga gak terkesan lucu.

Tapi, meskipun begitu.. Aku cukup bisa menikmati novel ini. Buktinya aku sampai dibikin menangis... 😁. Bunda Ary sangat pandai meramu cerita sehingga bikin pembacanya baper.

Aku suka bagaimana Bunda Ary menggambarkan persahabatan mereka—Wynn Maharesi, Hyacintha Sheridani, dan juga Wynter Mahardika—yang terkesan unik dan juga dalem. Aku suka bagaimana dengan perjuangan mereka untuk saling membantu dan saling mengisi satu sama lain.

Dan menurutku, hal tersebutlah yang menjadi poin + dari novel ‘WMHS’ ini. Yang bikin pembaca benar-benar larut dalam kisah mereka bertiga. Nah, buat kalian yang penasaran dengan kisah mereka bertiga. Kok sampai bisa bikin aku nangiiss... Kuy lah, baca sendiri kisah mereka dalam novel ‘WMHS’ karya Bunda Ary ini.

Oke, cukup segini dulu review suka-suka dari aku. Kurang lebihnya aku minta maaf barangkali ada yang tidak sependapat dengan reviewku. Karena ini adalah pendapatku pribadi tentang apa yang kurasa saat baca novel ‘WMHS’ ini.

Terakhir... Aku mau rekomenin novel ini buat kalian yang masih ABeGeh. Karena menurutku, novel ini lebih ngena kalo yang baca kalian para remaja SMP/SMA. Sentuhan romance-nya pun aman untuk kalian konsumsi. Tapiiii... Buat kalian yang udah nggak ABeGeh lagiii—kayak aku.. 😁
Jangan khawatir, kalian juga boleh baca dooong tentunya...

Jadi, tunggu apa lagi.. Segera baca dan nikmati kisah mereka..
Happy reading.. 🤗
*Jangan lupa siapin tissue saat baca novel ini.. 😁
Profile Image for Desita Itsmystyle.
64 reviews5 followers
September 24, 2018
Write Me His Story, karya pertama Kak Ary Nilandari yang kubaca. Berkisah seorang bocah lelaki korban broken home yang menyerah untuk dicintai kembali. Prasangka membuatnya apatis memandang segala hal terlebih jika itu berkaitan dengan sosok perempuan. Mengenyahkan sesuatu yang sebenarnya dia inginkan. Dia butuhkan.

Aku telah membenci karena tahu, merindu itu lebih menyakitkan. Tapi dengan membenci, ternyata kerinduan juga tidak hilang,
[Halaman 148]

Kehadiran Wynn perlahan mengubahnya. Mencairkan hatinya yang pernah membeku. Akan tetapi waktu mereka terbatas dan masih banyak hal yang harus diselesaikan. Menulis buku harian bersama Hya, sahabat Wynn sejak kecil adalah salah satunya. Mengisi buku yang mereka sebut sebagai WMHS ini jadi rumit ketika perasaan lain diam-diam menjerat Wynter. Ia terancam tak bisa lagi berperan sebagaimana rencana semula.

Kehidupan memang enggak sempurna, tapi punya momen-momen sempurna.
[Halaman 256]

Secara keseluruhan, buku ini sangat kurekomendasikan buat para remaja ataupun yang telah berhasil melewati fase itu, karena masih banyak hal yang bisa kamu pelajari dari sana. Terakhir, tips untuk calon pembaca, lebih baik kalian membaca novel ini di tempat yang tenang, jadi kalian tak akan terlalu malu jika nantinya menyadari diri kalian telah larut terbahak-bahak atau justru menangis sesenggukan.

Play the moments. Record the happiness. Pause the fear. Stop the pain. Rewind the memories.
[Halaman 255-256]

For Wynterians, go hug your parents now, and tell them, “I love you”.
[Halaman 5]

Review lengkap cek http://x4bidden.blogspot.com/2018/09/...
2 reviews1 follower
November 24, 2018
Write Me His Story, cerita yang bener-bener menyentuh pembaca. Wynn-Wyn memainkan emosi pembaca, kadang kita dibawa sangat bahagia, kadang berpikir dan puncaknya sedih. Wynn orang yang pertama bikin aku nyesek dan nangis dari novel. Wynter orang yang pertama bikin aku kesel, tapi ngangenin. Hya, orang yang pertama kali bikin aku greget. Tiap tokoh bener-bener kuat dan susah buat aku lupa. Jujur aku udah baca berulang-ulang, enggak ngebosenin sama sekali. Sebaliknya, aku malah nemu hal baru.

Pokoknya buku ini recommended banget buat yang ingin baper
Profile Image for Lovelybookdiary.
19 reviews
November 28, 2018
Assalamualaikum Diary😄

Wynter Mahardika!! Keju bulukan! Cogan Indo - British tapi kucelnya minta ampun. Bad boy tapi buat sayang. Anti banget sama yang namanya cewek, padahal aku cewek juga, mau nggak dekat sama aku😂 Word master yang mengenalkan ku pada umpatan kreatif. Kalo kalian sudah baca WMHS pasti naksir juga sama umpatan ala Wynter. SHIITake jamuran! Seterah Wynter aja lagi😂😂 "Winter, mata birumu sedingin es, tapi melelehkan bentengku. Senyummu beku, menembus ke dalam diriku. Untukmu, aku buka hatiku. I like you..." halaman 15. Kalo kalian Wynterian pasti tau kalo nama Wynter itu pakai 'y' bukan 'i' jadi para Wynterian jangan sampai salah ya😉
.
.

Wynn Maharesi Darmawangsa. Suka musik dan main piano. Adik kelas Wynter dengan tingkat kepedean yang tinggi. Punya rahasia kecil dalam hidupnya. Karakter Wynn berkebalikan sama Wynter, tanpa perlu aku tulis pasti paham kan😉 Wynter dengan semua sifat bad boy😁 .
.

Hyacintha Sheridani. "Spoiler akut, dekat dengan mama Wynn, suka makanan pedas, takut jarum suntik dan dokter gigi, sebangku dengan anak yang berisik dan suka menyontek, tapi terus berusaha mencari sisi positifnya (pasti kebawa Wynn), suka membaca, menggambar, musik, dan warna biru." Halaman 37, dikutip dari perkataan word master kita😅 Kalo menurutku, Hya itu gadis yang baik, kalem dan gadis pertama yang memecahkan rekor skala radius dekat sama Wynter😃
.
.

"Wynter, aku kira akar masalahmu adalah kamu tidak punya sahabat. Kalau ada satu saja, mungkin bisa meredam keliaranmu. Walau, ada kemungkinan dia yang terpengaruh kamu." Halaman 47
.
. "Pada akhirnya, semua kembali ke tempat asalnya. Mungkin, perlu untuk menyembuhkan luka. Tapi, harus dicegah agar tidak membuat luka baru." Halaman 58
.
. "Aku tahu, Wynn tidak jadi menangis. Dengan masalah seberat itu, hanya berarti satu hal : sadar bahwa air mata sudah tidak ada gunanya. Artinya, dia sudah melalui fase banyak menangis dan fase menahan tangis. Aku tahu karena sudah sering mengalami fase-fase itu, lalu sampai pada tahapan : buat apa menangis? Yang ditangisi bahkan tidak pernah tahu." Halaman 70
.
. "Tolong, doakan Wynn, sahabatku, dia ada di dalam. Tolong, doakan agar dia sembuh seperti sediakala. Tolong, mintakan kepada Tuhan agar Wynn kuat, agar Tuhan tidak buru-buru mengambilnya... Tolong ..." halaman 120
.
.

"Momen itu bukan ditunggu, tapi harus diciptakan dan dinikmati. Kalau sudah lewat, enggak bisa diputar ulang, kecuali kenangannya." Halaman 254
.
.

Aku penasaran, apa mendekati doi juga harus kita ciptakan..? Bagaimana memulainya..? Pengandaian yang timbul di kepalaku saat ini, "Apa yang harus dilakukan..? Aku sudah berdiri di garis start tapi nggak tahu harus melakukan apa selanjutnya." Sorry, kok jadi sesi curhat sih😂😂
.
. "Akan ada momen saat kamu begitu rindu seseorang, sampai kamu pengin tarik dia keluar dari mimpi untuk kamu peluk." Halaman 262
.
.

Seperti aku merindukan Wyn-Wynn, pengen banget tarik Wynter sama Wynn dari dalam buku supaya aku nggak sendirian di malam minggu. Malam ini sendiri lagi, huuuh😥
.
. "Aku percaya, setiap orang menulis kisahnya masing-masing. Tapi, setiap kali kita mengira sudah tahu akhirnya bakal seperti apa-ternyata salah. Untuk menebak ending dengan benar, mungkin perlu gabungan perencanaan, peluang, dan penerimaan bahwa kita tidak tahu segalanya. Hidup itu jadi lucu. Kalau kamu lepaskan kemudi, bisa jadi kamu malah sampai di tempat yang kamu inginkan." - Litte Black Book. Halaman 332 dari buku WMHS
.
.

Mungkin, qoute di halaman 332 ini bisa menjadi jawaban dari kegalauan yang ku alami sekarang. Sepertinya, aku harus merelakan si doi dan menerima saja apapun yang akan terjadi nanti. Jalani saja dulu. Selama masih ada waktu. Jangan terburu-buru😉
.
.

Aku kenal Wynter lewat novel bunda Ary yang lain yaitu Pelik😙 Awalnya kesan ku dengan Wynter di Pelik masih abu-abu tapi, setelah membaca Write Me His Story semuanya jadi jelas. Karena sesungguhnya memang Write Me His Story dulu yang dibaca sebelum Pelik. Aku menyalahi aturan😅
.
.

Aku pikir cerita ini akan berakhir dengan kisah cinta segitiga yang mainstream seperti novel-novel teenlit yang sering kubaca tapi ternyata aku salah. WMHS menghancurkan semua perkiraanku dan menyajikan sesuatu yang lebih dari yang aku harapkan. Aku terpukau bagaimana bunda membuatku jatuh cinta akan genre bromance, akan kisah Wyn-Wynn yang menyentuh hati.
.
.

Sifat bad boy Wynter yang berbeda dari yang lain serta umpatan kreatifnya membuat pemikiran bahwa bad boy seharusnya bersifat begini bersifat begitu berubah.
Profile Image for dedel.
4 reviews
October 20, 2018
WMHS adalah novel remaja yang mengisahkan tentang cowok broken home yang benci abis sama cewek. Lalu ia bertemu Wynn, cowok yang jelas bertentangan kepribadian dengannya, dan tahu-tahu Wynn memintanya menulis diary bareng Hya: cewek; sahabat Wynn dari kecil; cewek; hobi spoiler; cewek. Tapi, tiap sesuatu tentu saja ada konsekuensinya. Wynter punya caranya sendiri dalam mengajak pembaca menyelami kisahnya yang inspiratif.

Untuk ukuran teenlit, novel ini kebablasan kerennya. Mari kita bahas satu persatu:

- Karakter
Wynter bukan cuma sekedar tokoh fiksi yang disuruh menjejaki outline sang penulis, melainkan sosok yang benar-benar hidup dan punya kemauan sendiri dalam menjalani kehidupannya. Wynter punya sudut pandang dan kebebasan dalam melangkah kemanapun, yang bahkan aku rasa Bunda Ary pun enggak sanggup menahannya. Karakterisasi Wynter begitu kuat dan terasa sangat hidup, sosoknya pun terlihat nyata dalam kepala saya. Saya sangat menyukai cara penulisan Bunda Ary soal karakterisasi. Anti-mainstream. Relatable. Begitu HIDUP!

- Page-turner dan cliffhanger
Dari awal membaca, saya selalu merasa disugesti untuk terus membalikkan halaman. Tapi begitu menjelang bab-bab terakhir, saya sedih karena sadar bahwa setiap kisah selalu punya akhir. Dan saya enggak ingin berpisah dengan Wynter, dan Hya, dan ... Wynn.

- Plot
Bunda Ary memang selalu bisa mengemas sesuatu yang mainstream menjadi ide luar biasa dan fresh. Wynter bukan sekedar bad boy!

- POV
Sudut pandang rapi dan konsisten. Terasa begitu dekat. Apapun dilihat dari sudut pandang Wynter. Apapun dirasakan dari sudut pandang Wynter. Wynter benar-benar punya ciri khas yang benar-benar susah dilupakan.

- Dll
Intinya, cerita ini benar-benar keren dan memberikan pengayaan batin dan mengaduk-ngaduk emosi dan menginspirasi dan mengaktifkan pikiran dan—ok. Segala unsur "ciri-ciri cerita bagus" sudah saya tuliskan. Apalagi? Ah, jangan tanya kebahasaannya. Sederhana, kaya kosa kata, enggak bikin boring.

ok, im speechless. sekian.
2 reviews
October 28, 2018
Paling suka sama novel-novelnya Tante Ary. Dari sejak novel Keo & Noaki sampai sekarang. Sejauh ini saya paling suka Write Me His Story. Feelnya dapet, bikin baper, udah baca sejak di Wattpad masih aja bikin baper. Ngefans berat sama Wynn. Selalu berpikiran positif, membawa pengaruh baik, netral.
Saya paling suka dengan kutipan ini, yang diambil dari WMHS.

"Katakan perasaanmu pada orang-orang yang kamu anggap penting di dunia ini Sebelum terjadi hal-hal yang menghambatmu melakukan itu. Sebelum mereka meninggalkanmu."
Profile Image for Hanna Cassiopeia.
3 reviews
November 29, 2018
Buku yang bikin hangover ga abis-abis. Abaikan tulisan wattpad di covernya. Ini bukan novel bad boy ala-ala wattpad. Wynter bukan badboy seperti itu. Karakternya dalem banget. Aku kira ini adalah cerita cinta segitiga remaja yang gitu deh...roll eyes.
Tapiiiiiiii.... Write Me His Story jauuuuuuh banget dari yang seperti itu. Kak Ary pinter banget nulisnya, sampai kerasa kalau beneran ini Wynter yang lagi curhat.
Perasaan, prasangka, rasa sayangnya ke Wynn, perasaannya ke Hya. Gimana Wynter yang frustasi, kebimbangannya tentang Mum, prasangkanya kepada Dad, bahkan juga so cutee "ribut" Hya-Wynter.
Ah, sukaaaa.....
Aku suka karena novel ini bukan hanya menggali sisi remaja dari sisi cinta-cintaan, buku ini memberikan bukti kalau masalah dan dunia remaja punya warna lebih dari sekedar soal gebetan.
Buku yang recommended untuk dibaca. Bukan hanya untuk remaja, tapi juga untuk guru dan orangtua.
Profile Image for Fadila setsuji hirazawa.
350 reviews4 followers
October 3, 2020
"...setiap kali kita mengira sudah tahu akhirnya bakal seperti apa-ternyata salah. Untuk menebak ending dengan benar, mungkin perlu gabungan perencanaan, peluang, dan penerimaan bahwa kita tidak tau segalanya. Hidup itu jadi lucu. Kalau kamu lepaskan kemudi, bisa jadi kamu malah sampai di tempat yang kamu inginkan." (Hal.332)
.
Jangan menekan kerinduan sampai terlalu menyakitkan saat mengurainya. (Hal.380)
.
.
.
Novel keren yang menceritakan tentang sosok Wynter dengan kisah hidup yang berantakan,lalu bertemu dengan Wynn yang menjanjikan kembalinya cinta dari keluarga kepada Wynter dengan syarat bersedia membantu 'tugas' yang melibatkannya dengan sahabat Wynn, seorang gadis bernama Hya...yang membuatnya jatuh cinta.
(Blurb lengkap,sila untuk menggeser slide)
.
.
.
📘 Mengisahkan kehidupan remaja, sekolah, dan masalah yang membayangi masing-masing tokoh. Formula yang dibaluti candaan a la Wynter lewat kata-kata umpatan kreatif nan lucu walau tidak cocok ditiru, dan adegan yang berkali-kali membuat saya nyaris menangis.

📘Novel WMHS ini membuat saya nyaris menangis padahal bagian yang memicu berada pada halaman-halaman awal, terutama pada saat tokoh Wynter menyinggung kata 'haram' yang alih-alih lucu justru nyaris sesenggukan karenanya.

📘 Meski tidak dibahas lebih mendalam, saya dibuat senang saat depresi, beberapa gejala, dan faktor pemicunya juga ada di novel ini dan saya merasa bagian ini begitu menarik dan semoga di lain waktu ada bahasan bunda Ary terkait ini atau mungkin bunda terpikir untuk menggarap kisah yang berlandaskan sudut pandang seseorang yang mengalami depresi? :)

📘Membaca novel ini membuat saya berangan-angan memiliki kisah persahabatan dan menjalankan 'tugas' bersama yang sepertinya anti mainstream dengan zaman canggih seperti sekarang? Yah mungkin itu hanya akan jadi mimpi mengingat sampai sekarang saya nda punya sahabat😅

📘Selain karena bagian yang menggambarkan bahwa kita dapat menjadi 'obat' untuk proses menjadi lebih baik bagi orang lain, fungsi orang lain yang membantu kita 'melihat' sekitar dengan lebih baik, juga ada bagian yang menyiratkan kebahagiaan ketika ada yang menginginkan kita untuk menjadi diri sendiri. Juga lewat novel ini saya lebih dapat belajar bahwa dalam kehidupan ini akan selalu hadir sosok baik walaupun ujudnya yang tidak membuat kita berpikir bahwa orang tersebut baik.

📘 Salah satu hiburan dalam novel WMHS ini adalah umpatan yang sulit terpikirkan otak saya, yang kerap digagas kepala si remaja blasteran dalam novel ini xD

📘 Mohon maaf, karena saya belum cukup menyukai kover novel ini. Tapi jatuh cinta dengan ilustrasi dalam novelnya. Penyuka fiksi remaja dengan bumbu kebaperan yang terasa masuk akal,sila tuk baca novel WMHS.
Displaying 1 - 30 of 48 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.