What do you think?


Masalah Ada Bukan Akhir Dunia
692 pages, Paperback
Published August 1, 2015
Ratings & Reviews
Friends & Following
Create a free account to discover what your friends think of this book!
Community Reviews
Displaying 1 - 2 of 2 reviews
May 3, 2019
Masalah ada bukan akhir dunia. sebuah Tafsir panjang surah Al-Insyirah ayat 5: Innama'al usri yusra yang bermakna dibalik kesulitan itu pasti ada kemudahan. Allah tak pernah janjikan hidup tanpa adanya ujian-Ujian, tetapi Allah janjikan bersama kesulitan ada kemudahan.
konotasi dekat dengan Allah bukan dalam arti jarak tetapi hati kita yang selalu mengingat-Nya. Ibnu Athaillah Sakandari membuat Analogi yang sangat indah bahwa bila ingin tau bagaimana posisi kita dalam pandangan allah, maka amatilah bagaimana posisi Allah dalam hati kita, apakah paling utama, atau sering mengesampikannya? itulah mengapa kegundahan dan kegelisahan hati pada dasarnya karna hati kita tidak didominasi oleh Allah. tetapi lebih didominasi kepada perkara duniawi yang menjadi Illah di hatinya.
terlalu mencintai dunia memang menjadi bencana dari kotornya hati. banyak sekali masalah kegundahan batin yang berawal dari kotornya hati, tetapi tatkala hati kita selalu ditambatkan kepada Allah dalam menghadapi setiap masalah. maka masalah itu akan terasa kecil karna di sanalah hadir pertolongan Allah yang maha Besar. bukankah Allah hanya memberi ujian yang tidak melampaui kemampuan hambanya?
begitulah siklus hidup, setelah malam yang kelam, fajar pagipun datang. alam terang benderang. embun-embun bening berkilauan, angin segar membuai bunga-bunga ditaman. burung-burung bercicit riang. malam dan siang kelam dan terang, kesulitan dan kemudahan, diciptakan berpasang-pasangan.
_____________________________
karena bukunya tebal, perlu waktu satu tahun bagi saya untuk membaca keseluruhan dari buku ini meski sedikit sedikit dan tidak terburu-buru. dibaca hanya ketika waktu luang saja. awalnya jenuh pas baca diawal tetapi ketika sudah dipertengahan ada banyak ilmu baru tentang hati yang belum pernah saya ketahui sebelumnya. dan yang membuat saya berfikir untuk ngasih bintang lima adalah analogi kisah-kisahnya yang baru dan terkadang membuat haru.
Ketika kita selalu berupaya untuk selalu dekat dengan Allah dalam setiap keadaan, Allah pun pasti selalu bersiap untuk mengeluarkan kita dari kesulitan, melapangkan kita dari kesempitan, mengubah kesedihan kita menjadi kebahagiaan. Hal: 181
konotasi dekat dengan Allah bukan dalam arti jarak tetapi hati kita yang selalu mengingat-Nya. Ibnu Athaillah Sakandari membuat Analogi yang sangat indah bahwa bila ingin tau bagaimana posisi kita dalam pandangan allah, maka amatilah bagaimana posisi Allah dalam hati kita, apakah paling utama, atau sering mengesampikannya? itulah mengapa kegundahan dan kegelisahan hati pada dasarnya karna hati kita tidak didominasi oleh Allah. tetapi lebih didominasi kepada perkara duniawi yang menjadi Illah di hatinya.
Orang yang sibuk mencari dunia seperti orang yang minum air laut, semakin banyak minum, dia akan semakin haus, hingga akhirnya air laut yang dia minum itu membunuhnya. Hal: 572
terlalu mencintai dunia memang menjadi bencana dari kotornya hati. banyak sekali masalah kegundahan batin yang berawal dari kotornya hati, tetapi tatkala hati kita selalu ditambatkan kepada Allah dalam menghadapi setiap masalah. maka masalah itu akan terasa kecil karna di sanalah hadir pertolongan Allah yang maha Besar. bukankah Allah hanya memberi ujian yang tidak melampaui kemampuan hambanya?
Bersabarlah atas apa yang engkau hadapi karena demikianlah hidup berjalan, suka dan duka silih berganti, senyum dan tawa datang dan pergi. Hal: 437
begitulah siklus hidup, setelah malam yang kelam, fajar pagipun datang. alam terang benderang. embun-embun bening berkilauan, angin segar membuai bunga-bunga ditaman. burung-burung bercicit riang. malam dan siang kelam dan terang, kesulitan dan kemudahan, diciptakan berpasang-pasangan.
_____________________________
karena bukunya tebal, perlu waktu satu tahun bagi saya untuk membaca keseluruhan dari buku ini meski sedikit sedikit dan tidak terburu-buru. dibaca hanya ketika waktu luang saja. awalnya jenuh pas baca diawal tetapi ketika sudah dipertengahan ada banyak ilmu baru tentang hati yang belum pernah saya ketahui sebelumnya. dan yang membuat saya berfikir untuk ngasih bintang lima adalah analogi kisah-kisahnya yang baru dan terkadang membuat haru.
January 1, 2022
Terjemahan buku ini yang terlalu kaku dan bukan untuk saya, pikir saya diawal. Tapi semakin saya baca semakin lancar dan tak terlalu memperhatikan dengan terjemahannya. Karena isinya yang bagus.
Mirip seperti buku La Tahzan - Jangan Bersedih, buku ini tak harus dibaca urut. Sesuai dengan pilihan dan mood saat baca.
Mirip seperti buku La Tahzan - Jangan Bersedih, buku ini tak harus dibaca urut. Sesuai dengan pilihan dan mood saat baca.
Displaying 1 - 2 of 2 reviews



