Mendengar itu Kak Onang mendekat ke Teruna, lalu memegang tangannya, “Teruna, bermimpilah. Jangan takut bermimpi. Swiss tidak punya cokelat, tapi bisa jadi tempat pabrik cokelat terbaik di dunia. Setidaknya di Sumbawa sudah banyak sapi. Susunya bisa diperah di sini.” Teruna tidak paham apa Kak Onang sedang menyemangati atau merayunya. “Omong-omong namamu lucu… Teruna, seperti teru-teru bozu.” Kali ini ucapan itu disertai dengan remasan yang lebih kencang di tangan kanannya.
Sebuah kumpulan cerpen fiksi yang sebagian besar berlatar belakang di Sumbawa Besar. Pulau yang terletak di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Beberapa cerpen yang disajikan menceritakan bagaimana Sumbawa, kota kecil bagian selatan Samudra Hindia juga terdapat tempat-tempat yang menakjubkan yang bisa dengan segera untuk dinikmati keindahannya.
Pringadi Abdi Surya. Dilahirkan di Palembang, 18 Agustus 1988. Pernah terpilih menjadi Duta Bahasa Sumatra Selatan 2009. Juga mengikuti Makassar International Writers Festival 2014 dan menjadi salah satu penulis terpilih dalam Asean-Japan Residency Program di Asean Literary Festival 2016 nanti. Sekarang, bertugas di Ditjen Perbendaharaan Negara. Hobinya jalan-jalan. Catatan pribadinya bisa dilihat di http://catatanpringadi.com