Melow. Sedih. Sendu. Nyesek. Mikir. Aksi. Hidup.
Buku ini dibagi dalam beberapa chapter; yang setiap chapter-nya akan dibagi lagi menjadi cerita pendek dan puisi.
Meskipun bukunya tipis, chapter-nya ada banyak, di antaranya:
- Of Life
- Falling In Love
- Fighting For Love
- Unrequited Love
- Broken Hearts
- Losing Without a Fight
- Losing Freedom
- Thinking About the Past
- The Cycle of Love
- Second Chances
Ada beberapa cerita yang aku tandai, salah tiganya antara lain sebagai berikut:
1. Komorebi: bercerita tentang kehidupan. Rutinitas yang kita jalankan sehari-hari, terus mengalami gejolak perubahan sesuai dengan visi dan misi kita seiring perkembangan zaman. Pada akhirnya, kita tidak bisa hanya terlalu berfokus ke depan tanpa mengevaluasi apa yang telah dilakukan sebelumnya. Dari rekapan kejadian masa lalu, itulah yang kita tuai sekarang. Dari masa yang sekarang sedang kita jalani, bagaimana kita memproyeksikan masa depan agar tidak stuck menjadi masa kini (akibat proyeksi dari masa lalu)? Masa lalu akan tetap menjadi teman kita.
2. The Same Seat: bercerita tentang harapan. Dalam hidup, tentu kita mengalami getar-getir pengalaman yang menjadikan kita saat ini. Namun, sebagai manusia, kita bisa merasa bosan, sepi, sedih, dan tidak bermakna (tentu saja ada juga yang positif). Kita bisa mencoba hal-hal baru, dan bila berhasil akan memberikan sebuah pengharapan. Pengharapan untuk sebuah kebahagiaan, walaupun kecil. Akan tetapi, yang namanya harapan tidak selalu berjalan sesuai keinginan, bukan?
3. Maybe Everything: bercerita tentang pengalaman, pengandaian, dan perbaikan. Mungkin, inilah kisah paling pahit. “What would you have done differently if we were born in this world with different circumstance?”
Semua ceritanya sarat makna. Ada bagian-bagian yang tidak hanya bisa dibaca sekali atau dua kali. Ada juga cerita yang tidak bisa dipahami jika itu tidak berkolerasi dengan hidup kita. Sungguh indah.
Trigger warning: pastikan Anda dalam keadaan sehat sentosa secara mental dan fisik ketika membaca buku ini, ya. Menurutku ada banyak bagian cerita yang memerlukan pikiran jernih untuk menafsirkan maknanya. Jangan membiarkan pikiran runyam mempersulit masalah, yo.