Seharusnya Valda senang setelah dianugerahi sebagai employee of the year dan mendapat bonus dari pimpinannya. Tapi di hari itu, Valda malah menemukan seorang pria yang terluka. Valda membawanya ke rumah sakit. Ia berharap kejadian itu tak akan mengusiknya lagi.
Tapi tidak.
Valda dibuat terkejut kala mengetahui si pria terluka adalah bos barunya di Xaviera, toko sepatu tempat Valda bekerja. Bukannya berterima kasih, Sena, si bos baru malah memaksanya untuk menerima uang dan mengancamnya agar tutup mulut atas kejadian itu.
Di tengah ingar-bingar managerial Xaviera, masa lalu Sena, juga kerumitan hubungan Valda dan Sena, sebuah kisah terjalin.
AUTHOR OF ONLINE NOVELS: - Rose's Queen Anne (on going at Storial.co) - Here and Where You Are (on going at Storial.co) - (Un)Broken Wings (on going at Storial.co)
AUTHOR OF PUBLISHED NOVELS: - Friends with Bittersweet-Love (2020) - El Verano (2020) - Placebo (2019) - Little Secrets (E-Book) (2019) - Camera's Eye (Memento Series) (2018) - Afterword (2018) - Pendulum (2018) - Play with Fire (2018) - Never Too Far (2018) - Kohesi (2017) - The Whole Nine Yards (2017) - Pinocchio Husband (2017) - Roma (2016) - Dark Memories (2015) - Kata dalam Kotak Kaca (2015) - The Wedding Plan (2015) - Two Lost Souls (2015) - Weh (2014) - Deep Down Inside (2014) - Carrying Your Heart (2014) - Love Lock (2014) - Beautiful Sorrow (2014)
AUTHOR OF NOVELLA: - Violet's Heart (E-Book) (2016)
CONTRIBUTOR OF ANTHOLOGIES AND NOVELS: - My Beautiful World - Heartsick (Novel) - Senja yang Mendadak Bisu - Januari: Titik Balik (Novel) - Gadis 360 Hari yang Lalu - Curhatku untuk Semesta - Curhat LDR - True Love Stories
BLOG TOUR & GIVEAWAY novel PLAY WITH FIRE di blogku. Berhadiah 1 buah novel PWF untuk 1 pemenang yang beruntung. Deadline: 07 Oktober 2018. Kunjungi link ini untuk join giveaway-nya... https://murniaya.wordpress.com/2018/1...
Sebagai SPG yang sangat rajin bekerja bahkan sering lembur hingga hampir tengah malam, Valda sangat layak mendapatkan predikat employee of the year dan mengantongi bonus uang sebesar 15 juta rupiah. Saat berjalan pulang ke kontrakannya sambil menghitung-hitung akan dipakai untuk apa saja uang bonusnya itu, tiba-tiba seorang lelaki tak dikenal yang bersimbah darah menimpa tubuh Valda dan meminta supaya diantar ke rumah sakit terdekat. Pihak rumah sakit bersikeras meminta nomor telepon Valda – mungkin nantinya akan diminta sebagai saksi atas kejadian ini – tapi sebenarnya Valda sudah tidak ingin berurusan dengan orang itu karena ia tidak kenal sama sekali, apalagi menemui darah adalah hal menjijikan dan sebuah trauma baginya. Valda tidak berani dan tidak akan menceritakan hal mengerikan yang ia alami malam itu ke siapa pun, termasuk ke sahabat dekatnya. Ia hanya ingin melupakannya segera.
Sementara itu, di Xaviera santer kabar soal pergantian kepemimpinan cabang karena bos sebelumnya sedang terkena kasus. Xiaviera Ysolt – cabang tempat Valda bekerja – inilah yang akan kedatangan bos baru. Ada 2 orang calon bos yang masih terhitung keluarga dengan Pak Kenny, si pimpinan perusahaan. 2 orang itu adalah Biantara Pradhika (anak angkat Pak Kenny) dan Wirasena Jatiadi (keponakan Pak Kenny). Meski masih dalam satu keluarga, ternyata 2 lelaki ini adalah rival. Sena adalah lelaki yang jadi korban penusukan yang ditolong Valda. Bahkan Sena mencurigai Bian-lah dalang dibalik kasus penusukan terhadap dirinya, namun ia tak punya bukti. Mereka itu saling membenci. Awal mulanya adalah perihal Bian yang batal menikah dengan Inggit karena Inggit tidak hadir dan menghilang tepat di hari pernikahannya itu. Bian mencurigai bahwa di balik itu semua ada campur tangan dari Sena yang telah mengacaukan semuanya dan membuat keluarganya malu di depan tamu undangan.
Ternyata Sena yang terpilih sebagai bos baru di Xaviera-Ysolt. Sena kembali bertemu dengan Valda karena ia masih ingat wajahnya meski saat itu ia setengah sadar akibat habis ditusuk orang. Sena dan Josep, orang kepercayaan Sena, memaksa supaya Valda mau menerima uang imbalan dan menyuruh Valda tutup mulut soal kasus penusukan yang dialami Sena agar tidak sampai tercium media. Semakin Valda menolak, semakin gencar Sena memaksanya.
Tidak hanya terlibat urusan rahasia dengan Sena, Valda justru makin dicurigai oleh Bian karena belakangan ini sering kepergok berdua dengan Sena. Bahkan teman-teman Valda seperti Abby, Ita, Imelda, dan Indra pun sudah mulai mendengar kabar-kabar tentang kedekatan dirinya dan si bos yang bisa disalahartikan. Semakin Bian ingin mencari tahu, Bian justru balik dicurigai oleh Sena karena telah mendekati Valda. Sena tak ingin Valda sampai membocorkan rahasia mereka, apalagi kepada Bian.
Di saat Valda terjebak dalam situasi rumit itu, tanpa ia sangka tiba-tiba Dio Anggara, cinta pertamanya sejak SMP, hadir kembali dan membangunkan semua kenangan mereka dulu sebagai sepasang kekasih. Mengapa Dio kembali? Bahkan Valda tak tahu apa alasan Dio dulu meninggalkannya tanpa kejelasan sama sekali.
Siapa dalang di balik penusukan Sena? Apa alasannya ia hampir dibunuh? Bagaimana kelanjutan rivalitas Sena dan Bian sebagai atasan di Xaviera? Dan… siapakah lelaki yang akan dipilih Valda sebagai tambatan hatinya? Akankah Valda kembali pada Dio?
***
Ternyata novel ini tidak seperti yang saya bayangkan. Saya mengira ceritanya hanya full romance tentang sepasang sejoli dengan kerumitan perasaan mereka sendiri. Rupanya kusalah. Novel ini lebih menarik daripada itu. Ketimbang mengulik kisah asmara lebih dalam, justru kita disuguhkan kasus yang mengajak kita menebak dan menganalisa siapa pelaku penusukan terhadap Sena.
Saat membaca ini, memasuki setengah dari buku pun saya masih tidak tahu ceritanya mau dibawa ke mana. Maksudku, tadinya kan saya mengira ini soal romansa tokoh utamanya, tapi ternyata penulis tetap mengajak kita fokus pada pendekatan dan perincian fakta (masa lalu) beberapa tokohnya. Ini membuat cerita makin menarik, pun menambah antusiasku menyelesaikan buku ini segera agar terungkap siapa pelakunya.
Plot novel ini berjalan maju, diselingi flashback – sepenggal kisah masa lalu tokohnya. Ini sangat membantu agar pembaca mudah memahami apa yang sebenarnya terjadi dan awal mula masalahnya apa. Dapat kusimpulkan bahwa konflik utama dan akar masalah di novel ini merupakan dendam masa lalu yang disusun secara rapi demi bisa membalaskannya. Jika pembaca bisa teliti dan berpikir logis, sebenarnya tidaklah sulit menebak siapa pelaku atau dalangnya karena konflik di sini tidak serumit seperti novel thriller biasanya. Menilik siapa saja tokohnya dan peran mereka masing-masing, saya pun langsung bisa membaca siapakah orang yang dimaksud.
Sekarang saya akan jelaskan karakter dari masing-masing tokoh di novel ini: – Valda merupakan gadis yang rajin dan totalitas, tidak suka mencampuri ursan orang lain dan sebaliknya, tetapi ia bisa jadi lemah jika itu soal cinta pertamanya yang telah lama hilang. – Sena (ini menurut penuturan para karyawan Xaviera) merupakan lelaki yang hot as hell as a boss, sikapnya dingin dan tidak pernah senyum, kurang bisa beramah tamah pada orang lain, dan punya emosi yang agak tinggi. – Bian itu sekilas mungkin pada mengira dia itu licik, tapi di balik itu ternyata dia sosok lelaki yang peduli terhadap orang lain meski sifat luarnya tidak jauh beda dengan Sena yang dingin dan tidak ramah pada orang lain terutama bawahannya. – Josep sebagai orang kepercayaan Sena sangat kompeten menjalankan tugasnya, dia bisa sekaligus jadi bodyguard karena jago taekwondo, juga bisa jadi detektif karena jika disuruh untuk mengumpulkan data apa pun dapat dilaksanakannya. – Abby adalah teman baik Valda yang selalu antusias mencari informasi dan gosip terhangat di seputaran Xaviera. Kalau ada info yang tergolong off the record, Valda bisa mendapatkan itu dari Abby. Terkadang dengan sifatnya itu Abby bisa terlalu kepo terhadap urusan orang lain. – Indra juga salah satu teman sekaligus karyawan di Xaviera. Sayangnya, sepertinya Valda tidak menyadari bahwa sikap baik Indra ini dikarenakan lelaki itu menaruh rasa cinta padanya. – Dio? Lelaki manis tetapi penuh misteri setelah ia menghilang dan meninggalkan Valda tanpa pamit dan penjelasan.
Oh iya, ada 1 tokoh yang kupertanyakam dan kusayangkan kehadirannya, yaitu Inggit. Dia sempat muncul kembali setelah diceritakan lama menghilang. Namun, saya tidak paham apa alasannya muncul lagi? Di novel ini tidak dijelaskan. Kemudian setelah ia muncul kedua kali, setelah itu dia hilang begitu saja tidak disebut-sebut lagi. Padahal jika menilik ke belakang, Inggit ini salah satu orang ‘penting’ di cerita ini. Mantan calon istrinya Bian lho…
Kalau dari premis cerita, meski menurutku agak riweuh karena lumayan banyak nama-nama yang dihadirkan dan sosoknya tak langsung hadir di cerita, tapi saya tetap suka secara keseluruhan. Chemistry antartokohnya itu saya malah lebih suka Bian-Valda daripada Sena-Valda, ini mungkin karena saya termakan oleh sikap perhatian-tapi-sok-cuek dari Bian haha.
Setelah semua terungkap, saya tak bisa menahan logikaku untuk tidak memunculkan berbagai pertanyaan. Namun, sayangnya saya tidak bisa ungkapkan semua pertanyaan itu di sini karena nanti jadinya spoiler huhuhu~ jadi ya sudahlah, mungkin lebih baik saya telan sendiri saja tanpa memperbanyak daftar pertanyaan.
Ada banyak rahasia yang akhirnya terungkap. Ada kejadian memilukan yang sebenarnya sangat beralasan. Ada kepingan masa lalu yang mestinya dilupakan tapi tidak bisa. Dan ada perasaan yang hadir tanpa diduga dan tak mampu menolaknya. Kurasa hanya itu kesimpulan akhir yang bisa kugambarkan untuk novel ini. Bagi kamu yang suka cerita di mana romance-nya tidak terlalu kental dan kamu juga suka cerita berunsur thriller, novel ini bisa jadi santapan lezat buat kamu.
Valda menolong seorang pria dengan luka tusuk di dekat kontrakannya. Dia tidak menyangka bahwa Sena, pria yang ditolongnya adalah calon atasannya di tempat kerja. Sena mengirimkan sejumlah uang tutup mulut untuk Valda, karena tidak ingin semua orang tahu tentang upaya pembunuhan yang dialaminya.
Sena dan Bian adalah rival sebagai calon pemimpin Xaviera. Selain itu, Sena pernah menggagalkan pernikahan Bian sehingga membuat Bian membencinya. Ketika Bian mendekati Valda, Sena curiga Bian akan mengorek keterangan dari Valda.
Sejujurnya, saya agak bingung dengan konflik dalam novel ini. Secara garis besar memang balas dendam, tapi bagaimana satu sama lain terkoneksi terlalu kebetulan. Alur cerita lambat, tapi perpindahan dari satu fase ke fase lain seperti melompat-lompat. Misalnya, tiba-tiba saja Valda dan Sena bisa berpacaran hanya dengan satu ciuman, sementara interaksi antara mereka sebelumnya hanya singkat, itupun dipakai mengingatkan Valda akan upaya tutup mulutnya. Kalau Valda dan Bian sih mungkin iya.. tapi nggak kejadian.
Secara tema, novel Play with Fire--memiliki tema yang umum, dimana sang atasan jatuh hati dengan bawahan. Tapi disini yang berbeda adalah bagaimana pengemasan konflik antara Valda, Sena, dan Bian. Konflik tersebut tidak berhenti sampai disitu, dibalik pertengkaran Sena dan Bian, ada orang ketiga yang memilih memanfaatkan pertengkaran kedua pria itu untuk menjatuhkan nama perusahaan Xaveria demi sebuah pembalasan dendam.
Sangat disayangkan bagian penyelesaian masalah, tidak ditutup secara cantik. Penulis tidak memberikan cuplikan perbincangan ataupun komentar Valda terhadap rahasia yang disembunyikan Sena sekian lama. Penulis hanya menggambarkan secara umum, tidak mendalam (menunjukkan perasaan Valda ketika kenyataan itu terungkap).
Meskipun ada kekurangan, novel ini masih mantab untuk di baca. Bisa diselesaikan secara cepat, mungkin 1-3x duduk saja selesai. Dan cocok buat yang menyukai romance antara atasan dan bawahan, ini rekomendasi banget.
3,5 buletin ke atas. Hmm awal-awal novel ini aku suka sih.. terasa lancar aja mulus gitu. Tapi ada beberapa hal yang aku bingungin dari novel ini. Pertama, alurnya ok menurutku, ga lambat bgt ga cepet bgt, tapi perpindahan adegan ke adegan lain tuh ky lompat-lompat? Kerasa buru-buru dan ada yang kurang gt lho. Sena dan valda tbtb udah jadian aja? Dengan sekali ciuman dan ga banyak interaksi yg menunjukan bahwa mrk saling interest? Paling cmn si sena aja yg suka manggil valda perihal utang-piutang-nya itu. Lebih dapet chemistry nya bian-valda kalo aku. Buat ending jg bingung bgt aku. Kayak buru-buru juga. Ga ada suatu yang mendetail gitu lho. Inggit jg buat apa masuk trus gaada kejelasan lagi? Overall oke buat selingan baca, cukup ringan. 👍🏻🙏🏻
Konflik buku ini sebenernya terbilang banyak, persaingan Sena sama Bian di dunia kerja, masalah Inggit, terus konfliknya Josep, hubungannya Vilda sama Sena Bian, terus si Dio juga. Cuma entah kenapa konflik-konflik yang banyak itu tuh nggak bener-bener dikulik dan dibahas detail, jadi kayak cuma diceritain selewat di satu bagian aja. Terus alurnya juga cenderung cepet banget menurutku. Dann yang paling bikin bingung tuh waktu menjelang akhir ada adegan Sena sama Inggit ciuman, terus Vilda sama Dio ciuman, tapi kemudian Sena sama Vilda ciuman, dan jadian??? Nggak make sense banget, maaf. Mana ciuman-ciuman itu terbalas, jadi kayak aneh aja. Terus puncak konfliknya juga biasa aja, nggak yang bikin deg2an atau gimana-gimana, endingnya juga kurang bikin puas.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Haha aku suka sama karakter Valda. Walaupun kadang kasian juga, kenapa harus begitu hidupnya. Tapi aku suka sama karakternya yang batu wkwk. Suka sama ceritanya. Tapi ku tak suka endingnya :(