Tak ada yang membuat Ilham bahagia, selain mendapat restu dari ibunya untuk mengikuti jejak kesuksesan Somad di tanah rantau. Mimpinya menjadi orang berhasil, membuat sang bunda bahagia sudah ada di depan mata, walau keraguan sempat menyelimuti, pasalnya izin sang bunda datang tiba-tiba, demi cita-cita besar, ia meninggalkan kampung halaman. Diiringi isak tangis para warga yang sangat menyayanginya, terlebih gadis manis, Puji, yang diam-diam mencintainya, Ilham memulai cerita baru
Sampai di rantau seolah ia terbangun dari mimpi indah yang teramat panjang. Kenyataan pahit seperti guyuran air yang menyadarkan dirinya. Semua keindahan yang pernah ia dengar justru berbanding terbalik. Pertama menginjakkan kaki di tanah rantau saja dia hampir mati dibunuh para preman. Seluruh perbekalan dirampas. Sementara Somad yang jadi panutan, tempat ia berharap besar hilang tanpa jejak. Sedikit beruntung ia bisa lepas dari jerat kematian. Walau begitu bukn berarti ia terbebas dari petaka besar yang selalu mengintai. Berdiri di tanah rantau tanpa bekal baik materi atau keahlian adalah kekonyolan besar. Ia menyesal. Tapi ini bukan saatnya. Karena yang harus dipikirkan adalah bagaimana agar dia bisa tetap hidup di tanah orang-orang yang serba asing
Hayal membuat orang melambung tinggi. Mimpi manis kerap membuat lupa, kalau dirinya akan terbangun dari tidur
"Stay true to yourself yet always be open to learn. Work hard, and never give up on your dreams, even when nobody else believe they can come true but you. These are not clickes but real tools you need no matter what you do in life to stay focused on your path" - Phillip Sweet
Itulah kutipan yang diambil oleh R. Adreas di cover buku ini.
Selimut Mimpi mengisahkan pemuda yang sangat berbakti kepada siapapun, Ilham namanya. Dia punya mimpi yang sangat mulia. Untuk mencapai mimpinya, Ilham merantau bersama Somad.
Kesabaranku benar-benar diuji ketika membaca setiap bagian Somad. Aku selalu dibuat kesal dengan sikapnya kepada keluarga Ilham. Demi apa, pengen ku cabik-cabik muka Somad. Inginku berkata kasar👊😤
Tak hanya merantau, buku ini juga menggambarkan kisah asmara Ilham. Endingnya sangat kacau! Aku ga bisa ngebayangin gimana kalau aku jadi Ilham. Buku ini berhasil bikin kesabaranku habis!😤
Covernya bagus banget, tapi ketika baca buku ini, aku tiba-tiba ingin menjadi editor, banyak banget typo dan beberapa gaya penulisan yang kurang pas dengan ceritanya 😭👍
Cukup bisa menyampaikan pesan dari penulis yakni, jangan mudah percaya kepada siapapun! Cocok untuk kalian yang ingin melatih kesabaran😭👍
This entire review has been hidden because of spoilers.
Seperti lagi nonton sinetron Indosiar. Narasi di awal hingga pertengahan, masih bisa dinikmati. Namun semakin ke akhir, ceritanya semakin biasa, terbilang absurd-menurut saya. Dan dari konflik yg dibangun sedemikian rupa, tidak ada penyelesaian. Sehingga di akhir cerita, pembaca tuh merasakan ketidakpuasan. Belum lagi banyak typo, miss spelling. Dan dialog nya terlalu kaku, kosong. Editornya, mungkin bisa lebih teliti dan mendorong alur cerita yg lebih baik. Karena di awal cerita, saya bacanya tuh enjoy banget. Eh, pas sampai pertengahan tuh kok kurang ya. 🥲
Pertama kalinya membaca karya R. Adrelas. Banyak pesan moral yang ingin disampaikan sama penulis disini secara tersirat namun tersurat . . Seperti, bolehlah memiliki mimpi, namun jangan sampai memaksakan diri untuk menggapainya. Tanpa restu pun jangan sampai nekat. Lalu, jangan percaya sama orang dengan mudah, karena belum tentu orang tersebut niatnya baik sama kita, bisa jadi dia nusuk dari belakang. Seperti yang dialami Ilham . . Kisah Ilham yang ingin merantau berbekal dia percaya dengan cerita Somad, membuat akhirnya sang Ibu merestui langkahnya. Walaupun ternyata bayangan indah itu berbeda dengan apa yang selama ini dibayangkan oleh Ilham. Apalagi Somad menghilang, membuat Ilham harus merasakan kerasnya hidup di perantauan. Sampai akhirnya dia kembali dan menemukan kenyataan tentang dirinya di kampung halamannya, membuat dia sedih seketika. Apa yang sebenarnya terjadi sama Ilham dan kehidupannya? Baca yuk, kisahnya di novel ini. Bagus banget buat kamu yang suka baca kisah tentang semangat hidup
Jujur di awal suka ceritanya, karakter²nya ngena bgt, heartwarming. Tp mulai pertengahan sampe akhir boring bgt deh, kek banyak hal yg gak penting & gak msk akal. Masa perkara JKT-Serang gak balik selama 3 thn hanya karena Ilham merasa blm sukses. Dia aja bisa ngirim uang 7 jt / 3 bln kok, gue rasa itu udh cukup bgt buat bekal balik ke kampung halamannya. Ilham digambarin sayang bgt sm ibunya, tp 3 lebaran kagak balik² nemuin ibunya, ANEH. Seenggaknya walau menurut dia blm cukup sukses, ya temuin ibunya, toh JKT-Serang naek bis 2 jam jg nyampe haha. Dia jg terlalu percaya sm Somad tanpa mengecek kebenarannya langsung, coba klo dia balik ke rmhnya, seenggaknya dia tahu dr awal klo Somad penipu.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Sad Ending! Aku sebel, kesel, dan merasa perjuangannya selama ini begitu saja.. ditambah dengan tokoh utama yang sangattttttt menyebalkan 'bodohnya' aaargghh bikin aku marah baca ini, ditambah endingnya yang bikin tambah teriak.
Kalau mau berkesal-kesal silahkan dibaca, menumbuhkan rasa trust issues sih kalau aku wkwk. Walaupun dalam hati aku berkata "jangan berharap pada manusia, Ilham" tp tetap aku yang berharap pada ending yang bahagiaaaaa argh!