Jump to ratings and reviews
Rate this book

Snow White

Rate this book
"Teruntuk Tuan Putri... kuseduh racun mematikan, dan kumasukkan ke dalam beberapa butir apel. Kuberikan padamu... berharap jiwamu pergi meninggalkan raga dan tak pernah kembali...”

"Kenapa kau sangat berhasrat ingin memiliki Tuan Putri? Sedangkan kau tahu... dia sudah mati..."

176 pages, Hardcover

First published September 1, 2018

8 people are currently reading
119 people want to read

About the author

LM Cendana

13 books204 followers
I'm half alien half human.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
32 (16%)
4 stars
94 (47%)
3 stars
64 (32%)
2 stars
7 (3%)
1 star
1 (<1%)
Displaying 1 - 30 of 68 reviews
Profile Image for Harumichi Mizuki.
2,431 reviews72 followers
October 1, 2024
There's nothing romantic about this version of Snow White. Lupakan Putri Salju yang baik hati, lembut, pintar menyanyi dan disayang seluruh hewan di hutan. Sebagaimana tagline-nya, buku ini memang really dark dark dark dark. Isinya tampaknya mengikuti versi asli kisah Snow White yang selama ini disensor oleh versi Disney (huahuahau). Endingnya ya ngikutin versi asli yang kejam itu, dan karena dipotong tepat setelah kematian sang ratu, aku jadi bergidik, di sini Snow White berubah jadi psiko, ya?

Penulis benar-benar melakukan riset dengan menambahkan elemen sihir dan makhluk-makhluk mitos Norse. Sayang sih kemunculan makhluk-makhluk itu di sini hanya terasa seperti tempelan saja karena hanya muncul sekali dalam plot, meskipun fungsinya memang memperkuat kesan kekuatan "berkat" yang dimiliki sang putri. Tapi enam tahun kemudian, setelah membacanya ulang, kurasa aku tidak terlalu keberatan dengan hal ini. Mungkin karena aku sudah tersihir dengan artwork Diwasandhi yang begitu memukau. Mungkin juga karena aku bisa menikmatinya pelan-pelan karena akhirnya punya buku ini sendiri. Jadi, elemen ceritanya lebih meresap bagiku.

Hal yang menarik dari cerita ini adalah sang putri yang diperlihatkan ikut berperang dan memang suka bermain-main dan berlatih dengan pedang kayu sejak kecil. She's a warrior princess here. Hubungannya dengan Rainer sang pemburu juga jadi nilai jual dongeng ini. Latar belakang sang pemburu pun diceritakan lebih jelas. Dia tak hanya seorang pemburu yang dibayar ratu untuk membunuh Snow White, tapi juga anggota sebuah kelompok pemberontak karena raja-raja pendahulu di Bavaria diceritakan tak peduli dengan nasib orang miskin dan anak yatim. Jadi tujuan dia menyerang Snow White tak hanya karena iming-iming bayaran, tapi juga atas misi melenyapkan ahli waris raja. Pokoknya versi dongeng yang ini benar-benar menjungkirbalikkan persepsi terhadap dongeng Putri Salju yang tertanam di benak kita selama ini.

Kekejaman ratu juga tak main-main. Dia memang seorang penyihir yang menginginkan jantung Snow White karena mendambakan kehidupan abadi. Pasalnya setiap dia melakukan sihir, daya hidupnya akan terserap dan bisa habis. Kematian ibu Snow White pun ternyata gara-gara ulahnya. Dan sebelum mendapatkan Snow White, untuk memperpanjang energi hidup dan kekuatan sihirnya, dia memakan jantung-jantung para gadis muda. GILAKS. Gore banget dah cerita ini. Tokoh-tokohnya pada bergelimpangan dengan kepala terpenggal di sana-sini. Wasem.

Sayangnya cerita yang sudah digubah sedemikian rupa ini tampaknya terlalu dipaksakan untuk bisa selesai dalam format buku yang semungil itu. Halamannya memang ada 176, tapi ukurannya mungil banget. Sedangkan elemen-elemen di dalamnya terlalu besar untuk dikompres dalam format seperti itu. Nggak cukup. Akibatnya semua elemen potensial jadi serbanggantung. Mulai dari keberadaan 7 Kurcaci yang di sini benar-benar cuma jadi tempelan (padahal nama-namanya juga udah dibuat lebih keren dengan menggunakan bahasa Jerman dari corak warna), dan chemistry antara Snow White dengan Rainer. Kekuatan gaib macam apa yang menaungi Snow White dan mengapa dia bisa diberkati dengan kekuatan sebesar itu juga nggak dijelaskan.

Yang lebih ngeri adalah Pangeran Edmund dari negeri Wurst (negeri lawan Bavaria) yang "tugasnya" adalah membangungkan sang putri dengan true love kiss. Dalam buku ini tidak dikenal konsep true love kiss sebagai suatu cara untuk mematahkan sihir sang ratu. Jadi Snow White memang benar-benar mati di sini. Dan sang pangeran tampaknya memiliki kecenderungan nekrofilia, suka dengan mayat. Dia ingin memiliki tubuh Snow White meskipun tahu sang putri sudah mati, simply hanya karena dia cantik. Gila, nggak? Gak ada romantis-romantisnya. Jadi dia mencium Snow White di sini ya atas dasar gairah saja, bukan karena true love kiss.

Dan karena hal-hal semacam sihir dan makhluk mitos Norse dicantumkan di sini, sebenarnya aku berharap ada penjelasan soal "hukum" yang menyebabkan sang putri bisa bangkit karena ciuman pangeran. Tapi sayangnya nggak ada. Jadi Snow White bisa bangun asal ada yang nyium, dong? Secara random pun nggak apa? Sayang Rainer itu "normal" jadi dia nggak kepikiran buat "menodai" mayat sang putri dengan menciumnya. Cih. Padahal, aku lebih dukung putri sama Rainer #TeamRainer

Namun, enam tahun kemudian saat membacanya ulang, aku baru menyadari soal deadly nightshade, tanaman beracun yang digerus Grisjehilda, pembantu Ratu, untuk dimasukkan ke dalam apel. Persis seperti penjelasan penulisnya setelah aku mereview buku ini untuk pertama kalinya. Di catatan kaki dibilang bahwa nightshade akan menyebabkan delirium dan halusinasi jika sampai termakan. Tidak ada keterangan bahwa tanaman ini bisa menyebabkan kematian meski namanya ada embel-embel "deadly". Jadi, Grisjehilda sengaja tidak memasukkan racun mematikan agar sang putri hanya koma? Untuk mencegah kejahatan ratu semakin parah?

Dan ada satu pertanyaan besar juga soal Rainer, kapan sang ratu sempat mengutuk dia dengan kutukan kematian? Seingatku pas baca adegan mengutuk itu nggak ada. Uah.

Snow White yang bangkit kembali ditampilkan sebagai sosok yang lebih dingin. Dia menikah dengan Edmund semata hanya agar bisa membalas dendam pada sang ratu. Mengingat kekejaman sang ratu di sepanjang cerita, sebenarnya pantas aja sih dia menerima hukuman semengerikan itu. Tapi reaksi Snow White saat menyaksikan prosesi dijalankannya hukuman beneran bikin bergidik.

Jadi sebenarnya usaha penulis untuk menampilkan dongeng ala Bavaria Klasik dengan sentuhan mitologi Norse patut diapresiasi. Tapi ya gitu... harusnya sekalian aja dibuat versi tebelnya biar semua elemen bisa terbangun maksimal.

Aih, Penerbit Haru, bikin lagi dong yang kayak gini. Yang bikin artwork-nya harus Diwasandhi dan Pola!
Profile Image for Autmn Reader.
881 reviews92 followers
July 16, 2020
Well, setelah saya berdiskusi panjang lebar dengan beberapa teman saya, mereka mengatakan mereka "sedikit" bosan dengan buku ini. Alasanya karena buku ini memang mirip dengan dongeng aslinya. Dan menurut saya?

Begini, saya memang merasa kalau semua chapter sebelum "The Prince" sama dengan dongeng aslinya, tapi dari chapter "The Prince" dan seterusnya, cerita ini mulai menunjukkan perbedaan dari cerita rakyat aslinya. Dari bagian inilah yang membuat saya merasa cerita ini "dark". Pangeranya benar-benar gila, dia seperti laki-laki penyuka mayat. Bahkan dari sinopsis pun terlihat pangeran ini terobsesi pada si Snow White ini.

Sama seperti Little Red Riding Hood, Novel ini benar-benar terasa seerti dongeng tapi dibuat untuk orang-orang dewasa. Saya mulai mengerti pemakaian "simple sentence" di seri ini.

Saya jadi penasaran bagaimana kelanjutan cerita ini. Bagaimana dengan nasib Snow White dan pangeran, bagaimana nasib The Huntsman. Walaupun di akhir buku di ceritakan bahwa Tuan Pemburu akan... Well, you know what i mean if you have read this book. Dan saya, jujur saja, #teamhunstman. Heuheu.

Dari novel ini, saya jadi berpikir bahwa, begitulah manusia, lebih sering melihat apa yang ada di kuar ketimbang bagaimana hatinya. Lebih mudah terpikat oleh wanita cantik tapi hatinya busuk daripada wanita biasa saja tapi berhati mulia. But, hey, nobody's perfect. Sebusuk-busuknya manusia mereka pasti masih punya hati nurani, ya kan?

Oh ya, gak lupa dengan ilustrasinya yang cantiiik banget. Kusuka pokoknya. Emang udah suka dari gambar-gambar yang ilustrator bikin buat lovely heist sih, heuheu.

4 of 5 stars untuk novel ini. Benar-benar direkomendasikan untuk kalian yang suka retelling dongeng.
Profile Image for Nining Sriningsih.
361 reviews38 followers
October 9, 2018
*numpang baca di Gramedia
XD

menurut q sich B aja..
malah penasaran sama kutukan di pergelangan tangan pemburu'y..
:D
Profile Image for Yusda Annie.
221 reviews32 followers
November 22, 2018
Secara keseluruhan, #novelSnowWhite ini cukup memuaskan. Karena formatnya adalah novelet, jadi meski terasa detail dan pembahasannya kurang, yg maknanya masih ada beberapa hal yg sebenarnya ingin kuketahui lebih banyak, untukku ini sudah lumayan oke

Sejak awal aku cukup menyukai Schneewittchen. Semakin kebelakang dia semakin terlihat segera belajar dari keadaan.
Karakter lainnya yg kusuka dan menonjol adalah sang pemburu, Rainer. Dari namanya saja aku sudah suka, haha… 😆✌😘
Maunya pembahasan antara dia dan si putri salju porsinya banyak biar aku susah move on hehe… *Terus aku ditendang Pangeran Edmund dr Wurt karena porsi dia sendiri sudah kalah kesan… 😬✌
.

Untuk si ibu tiri kita, sang penyihir legendaris karena apel beracunnya, L.M Cendana menggambarkannya dg cukup baik. Cukup keji dan tak berperikemanusiaan. Asal apa yg diinginkan tercapai, siapapun tiada artinya, sekalipun pengikut setianya

Untuk endingnya… aku sampai 'wah-wah bahkan seorang Snow White yg terkenal berhati seputih salju juga punya sisi dark dalam dirinya.' Lumayan tak disangka-sangka.
Hanya saja, aku bertanya-tanya darimana dia tahu persis kelemahan si ibu tiri. Apakah aku terlewat sesuatu? Tp aku sudah mencari ulang dan tetap tdk menemukannya. Kupikir memang kurang penjelasan secara khusus sehingga terasa ada plot yg berlubang

Itu saja sik catatanku selain buku ini minim aksi. Mungkin kalau 'aksi' nya lebih diperbanyak dan bukan 'tell' saja… Snow White bakalan lebih nendang dan…selain lebih tebal

Untuk ilustrasi… supercantik 🙌👏 aku juga suka banyaknya catatan kaki dari istilah yg tidak kuketahui. Menambah wawasan, tentunya
Profile Image for cindy.
1,981 reviews156 followers
June 10, 2022
Setelah membaca saudari seserinya -little red- yg amat sangat dark sekali, dongeng snow white versi ini jadi terasa kurang suram. Apalagi jika sudah tahu versi aslinya (yg kurang lebih endingnya sama) atau nonton film Huntsman (yg ceritanya sedikit bervariasi, namun juga kelam plus punya sfx lumayan oke). Ya pokoknya ini dongeng versi dewasa yang bagus, namun tidak mengejutkan. Adegan klimaksnya kurang seru dan terasa terpotong, . Satu-satunya yang bagus di sini adalah chemistry antara reiner dan snow white (sori gak apal namanya di sini syusah disebut), dan ending mereka. Tapi ini juga kayak mentah kurang digarap, apa mau dibikin sinis (putri ya kawinnya sama pangeran), atau tragis (my true love tp aku punya kewajiban pada rakyatku), atau gimana gituuu, gak lempeng aja langsung pergi trus (dikesankan) meninggoy... Nanggung aja rasanya.
Profile Image for Sulhan Habibi.
806 reviews62 followers
November 15, 2018
Review agak bias.

Kalau dari segi cerita sih tidak ada sesuatu yang baru dan juga tidak segelap yang aku bayangkan.
Namun, karena aku suka sekali dengan ilustrasi dan layout bukunya, aku beri tambahan 1 bintang lagi.
Profile Image for Stefanny Natalia.
286 reviews33 followers
April 25, 2022
3,8 / 5
Agak kurang sesuai ekspetasiku. Karna awalnya aku baca yg series retelling dark ini yg Little Red Riding Hood dan sangat mindblowing dan dark banget. Aku pikir buku ini juga sama darknya. Ternyata aku harus kecewa..
Keseluruhan ceritanya memang ada perubahan yg beda dengan cerita versi aslinya. Tapi rasanya lumayan mirip dengan movie adaptasinya yg Snow White & The Huntsman yg diperanin Kristen Stewart. Snow whitenya tangguh dan yah dia dan huntsman ada affair.
Sisanya sepanjang cerita ini lebih ke sadis dan gore karna banyak darah2nya gt.
Aku kasih bintang 4 karna salut illustrasinya yg cantik dan jujur untuk ceritanya cuma 3 bintang buat aku
Profile Image for Biondy.
Author 9 books234 followers
November 27, 2018
Masih perlukah saya menuliskan sinopsis kisah Snow White ini? Sesungguhnya penceritaan kembali di buku ini sangat dekat dengan versi Snow White yang kita kenal. Seorang putri cantik yang mengundang kecemburuan seorang ibu tiri/ratu penyihir, cermin sihir, apel beracun, tujuh kurcaci, ciuman sang pangeran, blablabla, pernikahan, dan akhir bahagia (ataukah....).

Saya suka banget dengan ilustrasi-ilustrasi di novel ini. Ilustrasinya jempolan. Ekspresi karakter-karakternya sesuai dengan adegan yang digambarkan. Nuansa gelap untuk adegan seram/sedih dan nuansa terang untuk adegan indah/bahagia-nya juga pas. Ornamen-ornamen di setiap halaman indah dan terasa mewah. Isinya yang penuh warna juga membuat saya paham kenapa harga buku tipis ini tergolong mahal.

"Spieglin, Spieglin an der Wand, wer ist die Schönste im ganzen Land?"
"Cermin, Cermin di dinding siapa yang paling cantik di dunia?" (hal. 29)


Ceritanya tidak ada perubahan yang terlalu besar. Kisahnya familiar dengan sedikit unsur yang mungkin bisa dibilang gelap, walau tidak segelap A Tale Dark and Grimm misalnya. Ceritanya jujur tidak terasa 'wah'. Ada bagian-bagian yang rasanya bisa lebih dikembangkan lagi. Misalnya fungsi ketujuh kurcaci di dalam cerita atau hubungan antara Snow White (atau Schneewittchen) dengan Rainer si pemburu. Kalau ini novel yang lebih panjang, pasti bakal ada kisah cinta antara Snow White dengan Rainer.

Secara keseluruhan, novel Snow White ini belum begitu terasa spesial buat saya. Ceritanya masih biasa saja. Ilustrasinya yang saya acungi dua jempol.
Profile Image for aprinda..
161 reviews4 followers
December 1, 2022
usut punya usut, dongeng snow white yg kita tonton semasa kecil itu sudah dipermak beberapa bagiannya sehingga jd lebih manusiawi & bisa dikonsumsi anak-anak.

versi aslinya yg ditulis oleh grimm bersaudara ternyata terlalu kelam, tidak jauh beda dgn buku ini. jadi, bisa dibilang buku ini adalah dongengnya orang dewasa.

✅️ apasih yg disuka?
▪︎ snow white versi buku ini lbh berisi ketimbang dongeng anak. rasanya seperti menemukan potongan puzzle yg hilang.

▪︎ snow white eksis sbg dongeng anak yg mungkin cukup membosankan dibaca oleh orang dewasa. untungnya, penulis mampu memilih diksi yg tepat sasaran dgn gaya penulisan yg apik.

▪︎ ilustrasinya kece parah & menurutku lebih bervariasi ketimbang little red riding hood yg sdh kubaca sebelumnya.

▪︎ kental bgt dgn mystical creature-nya jerman, jd keaslian asal novel tetap terjaga.

▪︎ penokohan yg realistis dan jd cerminan sikap manusia, terutama ratu katharina yg menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kekuasaan & memenuhi keinginan.

juga pengorbanan schneewittchen untuk menikah dgn pangeran karena statusnya sbg calon ratu. padahal, dia cintanya sm si huntsman. btw aku tim #huntsman 💔

☑️ terus, apa minusnya?
▪︎masih ada plot hole di beberapa bagian; snow white yg tiba-tiba bangun dr kematian & adanya cermin di tengah perang yg penyampaian alurnya kurang "halus".

▪︎ada repetisi kata & pemotongan kata yg kurang tepat. agak struggle memang menata letak teks dgn ilustrasi di satu halaman yg sama.

✨️ kalau endingnya bagaimana?
banyak yg bilang, endingnya tidak se-dark si little red riding hood dan hampir sama dgn film 'snow white and the huntsman'.

kalau menurutku cukup memuaskan karena bagian "dark"-nya nggak cuma dilihat dari endingnya aja, tp dari perubahan sikap si schneewittchen setelah bangun dr kematian, kekejian ratu katharina, sisi gelap raja terdahulu, & pengeran edmund yg suka sm mayat😰
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for rahyani.
191 reviews7 followers
December 23, 2018
Kok mirip cerita Snow White and The Huntsman 🤭
Profile Image for DEE.
254 reviews3 followers
March 8, 2022
Ilustrasinya cantik. Tapi jujur, ceritanya enggak se-dark yang kubayangkan bakal terjadi. Agak struggle juga menyelesaikannya.

4 / 5
Profile Image for Ren Puspita.
1,477 reviews1,016 followers
March 12, 2023
3 bintang

Not that fairest of them all afterall. Less dark, less disturbing. Dibilang dark juga..nanggung 🍎.

Memang jika dibandingkan dengan Little Red Riding Hood karya Ruwi Meita (dengan Pola sebagai Illustrator), Snow White ini ga bisa dibilang sesuai dengan tagline di depan bukunya "It Has Never Been This Dark." Dengan mengambil asal folklore Snow White atau Schneewitchen (astaga susah amat nulisnya, bestie) yang katanya terinspirasi dari kejadian nyata yg menimpa Margarete von Waldeck dan Maria Sophia von Erthal, Lovita Cendana tampak ingin membuat retelling Snow White versinya sendiri. Masalahnya...ceritanya terlalu mengingatkan dengan film Snow White and the Huntsman. Beberapa diantaranya yaitu adegan perang di bagian terakhir dan perasaan tak bersambut antara Schneewitchen dan Rainer, si Pemburu. Seandainya gue dulu ga nonton filmnya duluan, mungkin ga berasa. Tapi karena ini vibesnya mirip bener, jadi kayak, haduh kok beginih.

Dengan latar kerajaan di Jerman entah abad berapa (sorry, Ren lagi males ngegoogling juga), maka nama - nama tokohnya didominasi nama Jerman. Pun nama para kurcaci adalah nama warna dalam bahasa Jerman. Bahkan ada nursery rhyme versi Jerman yang mbuh apa ga diartiin juga, gue males nyarinya ya bestie 🥱. Dari segi tulisan cukup enak dibaca walau tulisan Cendana kurang luwes seperti tulisan Ruwi Meita di Red Riding Hood. Pun penggunaan kata "ekspresi monoton" dari beberapa tokoh yang ditulis berulang-ulang, kayak gak ada pilihan kata lain aja kah 🤷‍♀️? Banyaknya tokoh di buku ini juga membuat perkembangan karakter jadi kurang signifikan atau terkesan numpang lewat yang mungkin karena keterbatasan halaman. Pun perubahan sikap Schneewitchen setelah bangun dari diracun (kagak spoiler yak, kita semua juga tahu ceritanya Snow White pigimana 😅) yang jadi cunning plus ambisius sampe mau2 aja nikah sama pangeran Edmund yang sayangnya sangat bland personalitinya itu cukup bikin ber-huh moment 🤨. Okay, si pangeran emang ada kecenderungan necrophilia, tersirat dari kalimat yang tertera di halaman belakang buku ini, tapi ya udah gitu aja. Tidak ada eksplorasi, terkesan hanya, sekali lagi, sebagai tempelan. Adegan perang cukup dipersingkat mungkin karena terlalu detail di awal - awal cerita. Padahal sebenarnya akan menarik kalau dijabarkan dengan cukup detail.

Endingnya pun, jika tahu versi asli Snow White ya tidak akan kaget, jadi shocking factor di buku ini nyaris ga ada kecuali kalau adegan memenggal kepala itu bisa dibilang shocking (did I become dull to said beheading scene as "biasa aja"?). Mungkin yang bikin buku ini menarik karena ilustrasi Diwasandhi yang bagus banget. Sama bagusnya dengan ilustrasi Pola untuk buku Little Red Riding Hood. Selebihnya, ya ceritanya mirip2 YA/NA/Adult fantasy dark dengan bumbu romansa etc yg banyak beredar jaman sekarang. Minimal buku ini bisa jadi pioneer pada jamannya, atau kalau ga ada keterbatasan halaman mungkin bisa lebih dieksplor.

Dua bintang untuk ceritanya ditambah 1 bintang untuk ilustrasinya yang kece.

TW/CW:
Profile Image for Syalinna.
78 reviews5 followers
June 25, 2025
Alurnya lumayan lompat-lompat dan terkesan kikuk, karena banyak sekali bagian yang kurang dieksplorasi dan sekedar lewat saja. Tapi berhubung ini adalah retelling dengan format seperti dongeng, aku masih bisa terima alurnya yang seperti ini.

Yang aku gak bisa terima itu dari segi tokohnya apalagi sang tokoh utama, Schneewittchen, karena sifat dia yang selalu berubah menyesuaikan plot saat itu dan digambarkan sebagai sosok yg sangat sempurna. Dia diceritakan sebagai anak yang cantik, ceria, lembut, suka menolong, santun, pemberani, petualang, jenaka, dicintai semua orang, pokoknya semua sifat baik lah ada semua di diri dia. Truly the epitome of a basic Mary Sue. Belum lagi kemampuan yang dia punya out of nowhere kayak pengetahuan tanaman herbal, cara ngobatin luka, dan gong nya tiba-tiba bisa pakai senjata busur & panah??? Despite never mentioning it even once in the story??? Girl pick a struggle.

Sebenarnya banyak plot hole yg aku notice di sepanjang cerita dan banyak juga adegan yg terlalu dipaksain buat terjadi, banyak juga tokoh yang sekedar lewat terutama para kurcaci yang barely got any screen time. Tapi tidak dipungkiri, aku suka gaya penulisan dari buku ini dan eksplorasi dari dunianya. Aku juga suka endingnya yang 'dingin' and the not-very-happy ending. Mungkin kalau bukunya dibuat lebih panjang bisa lebih teratasi problem-problem tadi dan jadi lebih dalam juga ceritanya.

Tapi yang sangat perlu diapresiasi adalah ilustrasi di buku ini yang gila bagus banget and very breathtaking! Setiap ada satu halaman yg full ilustrasi itu aku bisa ngelihatinnya lama banget, karena beneran seindah itu dan aku bisa lihat how much they gave attention to details of the drawings. Jujur aku bisa ngasih rating segini juga ketolong sama ilustrasinya sih, otherwise mungkin aku bisa ngasih lower (yes author you should be grateful for that). I hope the illustrator will get more projects in the future because I really love their drawings and I want to see more of their art.
Profile Image for Yuan Astika Millafanti.
314 reviews7 followers
January 19, 2022
Snow White: It Has Never Been This Dark • L.M Cendana • Diwasandhi (Ilustrasi) • Haru • 2018 • 176 hlm.

"𝘚𝘱𝘪𝘦𝘨𝘭𝘦𝘪𝘯, 𝘚𝘱𝘪𝘦𝘨𝘭𝘦𝘪𝘯 𝘢𝘯 𝘥𝘦𝘳 𝘞𝘢𝘯𝘥, 𝘸𝘦𝘳 𝘪𝘴𝘵 𝘥𝘪𝘦 𝘚𝘤𝘩ö𝘯𝘴𝘵𝘦 𝘐'𝘮 𝘨𝘢𝘯𝘻𝘦𝘯 𝘓𝘢𝘯𝘥?"
"Cermin, cermin di dinding, siapa yang paling cantik di dunia?" - Hlm. 29

Jujur saja, aku lupa detail cerita Snow White yang sering didongengkan pada anak-anak gadis sebagai pengantar tidur. Memoriku merangkum soal putri cantik nan baik hati, cermin ajaib, ibu tiri yang jahat, tujuh kurcaci, apel beracun, dan ciuman pangeran.

Membaca buku ini seolah aku mendapatkan gambaran utuh tentang kehidupan sebenarnya yang dialami Schneewittchen (Putri Salju). Kita akan mendapat paparan upaya apa saja yang didayakan oleh ibu tirinya untuk meraih kekuasaan dan keabadian. Sesuai dengan label di sampul buku, "It has never been this dark," buku ini memang suram. Beberapa adegannya memang berdarah dan tidak layak dikonsumsi anak-anak.

Lewat buku ini juga aku tahu (atau "baru ingat"?) tentang cerita cinta "lain" si Putri Salju. Di dalam hati kecilku, aku menolak keputusan Putri Salju yang rela dipersunting Pangeran. Hm, mungkin ini hanya karena preferensiku pribadi ya. Di sisi lain, sikap sang ibu tiri membuatku berkaca. Bukankah tak jauh berbeda dengan kenyataan dunia saat ini: mencoba segala cara untuk meraih kekuatan, kekuasaan, dan (mungkin juga) keabadian (tidak hanya keabadian fisik diri)?

"Untuk urusan hati, aku tak pernah menyesal dan mengharapkan balas budi." - Hlm. 167

Kalau kamu sedang belajar atau bahkan fasih berbahasa Jerman, mungkin kamu akan menyukai buku ini. Karena nama tokoh dan beberapa poin penting lain dalam cerita menggunakan bahasa Jerman--sesuai karya asli Grimm Brothers. Tentu saja bagiku ini merepotkan. Lidahku tak terbiasa melafalkan kosa kata bahasa Jerman yang sering kali huruf konsonannya berderet. Namun, cantiknya ilustrasi buku ini mampu membuatku jatuh hati dan melupakan kesulitanku melafalkan nama si tokoh utama.

Seberapa banyak kisah si Putri Salju yang diceritakan kembali oleh penulis melalui buku ini? Seberapa banyak ceritanya yang mampu dikembangkan oleh penulis? Silakan temukan sendiri jawabannya dengan membaca buku ini.

"Semua perempuan akan berlomba-lomba menjadi yang tercantik dan melakukan apa pun untuk mendapatkannya!" - Hlm. 167

--
Profile Image for Rei.
3 reviews
January 12, 2022
"𝐃𝐢𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐭𝐞𝐫𝐜𝐚𝐧𝐭𝐢𝐤 𝐝𝐢 𝐝𝐮𝐧𝐢𝐚. 𝐃𝐢𝐚 𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐦𝐞𝐧𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐩𝐞𝐧𝐠𝐮𝐚𝐬𝐚 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐩𝐚𝐥𝐢𝐧𝐠 𝐝𝐢𝐜𝐢𝐧𝐭𝐚𝐢 𝐫𝐚𝐤𝐲𝐚𝐭𝐧𝐲𝐚 𝐝𝐚𝐧 𝐩𝐞𝐧𝐲𝐞𝐛𝐚𝐛 𝐤𝐞𝐦𝐚𝐭𝐢𝐚𝐧𝐦𝐮."

Judul: Snow White: It Has Never Been This Dark
Penulis: L.M Cendana
Penyunting: Adel Aime
Penyelaras Aksara: Herliana Isdianti
Desainer Sampul: Diwa
Penata Sampul dan Isi: Iman Dayasya
Penerbit: Penerbit Haru
Jumlah Halaman: 176 halaman
Tahun Terbit: 2018

Seperti kisah Snow White yang umum dikenal, awalnya novel ini menceritakan seorang putri yang memiliki kulit sebersih salju, rambut segelap malam, dah bibir semerah darah. Ia hidup dengan penuh bahagia di istana bersama ayahnya, dengan kasih sayang yang didapatkannya dari banyak orang. Namun, semuanya tak lagi sama ketika ayahnya menikahi wanita lain yang kemudian menjadi ibu tirinya.

Ini tentang dongeng klasik Snow White yang diceritakan kembali dengan cerita yang mulai berbeda seiring membuka lembaran baru. Nuansa di dalamnya ikut berubah, dari yang cerah menjadi kelam, dengan ilustrasi di dalam buku yang sangat mendukung. Meskipun begitu, garis besarnya tetap sama, yang mana sang putri akan keracunan apel yang dimakannya.

Hal yang tidak kusangka, ternyata yang dimaksud di blurb buku adalah 'orang itu', sosok yang bisa mendatangkan mimpi buruk untuk anak-anak jika mereka mengetahui makna kehadiran dirinya yang sering dianggap sebagai happy ending dari kisah Snow White.

Menakjubkan, satu kata yang menggambarkan perasaanku begitu selesai membacanya. Betapa gelapnya makna di novel ini membuatku sempat merinding. Penulis dengan bahasanya yang indah, dengan perpindahan alur yang tidak mendadak membuatku semakin menyukainya. Tentunya juga karena ilustrasi yang memanjakan mata dengan keindahannya di tengah cerita yang gelap.

Hanya saja, menurutku ada beberapa hal yang kurang digali lebih dalam. Seperti tentang kekuatan gaib tuan Putri, dan beberapa hal lain yang seperti dipaksakan. Aku juga menyayangkan para kurcaci yang buatku kurang mendapatkan peran di sini, namun aku cukup puas dengan novel ini, dan sangat merekomendasikannya, terutama yang menyukai berbagai fairy tales karya Grimm's Brother.
Profile Image for tïmmyrèvuo.
203 reviews2 followers
July 25, 2024
After dealing with the chaos of everyday life, I tried to get back into my reading groove with this graphic novel, a retelling of Snow White which boldly claims, "It Has Never Been This Dark."

First off, there's nothing romantic about this version of Snow White. Forget the kind, gentle, singing princess loved by all the animals in the forest. In this story, the princess has been practicing with wooden swords since she was a child. She's a warrior princess here. The queen's cruelty is also no joke. She is indeed a witch who craves Snow White's heart for eternal life. Each time she performs magic, her life force is drained. To prolong her energy and power, she devours the hearts of young girls.

Unfortunately, the story seems too forced to fit into such a small book format. There are 176 pages, but the size is really small. The elements within are too grand to be compressed into such a format. My expectations were sky-high, but the book didn't deliver the "dark" and "thrilling" experience I imagined. It was a bit boring, and I found myself just trying to finish the story, waiting until the end, and getting nothing.

I already tried to savor the darkest moments in the book, like when the queen ate the hearts of young girls or when the prince sought to rescue Snow White, who was already dead, or when Snow White awoke and tortured her stepmother. Yet, I still felt so flat. The forced ending failed to give me goosebumps.

Plus, so many things are left unanswered. How did Snow White know her stepmother's weakness? How did Prince Edmund know that kissing Snow White would bring her back to life? (For this, I can imagine that the prince is simply a necrophiliac, kissing Snow White out of lust, which is gross.)

Despite the mesmerizing artwork, I have no reason to give it more stars.
Profile Image for Nana.
61 reviews2 followers
January 28, 2022
3,8⭐

"Teruntuk tuan putri. Kuseduh racun mematikan. Dan kumasukkan ke dalam beberapa butir apel. Kuberikan kepadamu.Berharap jiwamu pergi meninggalkan raga dan tak pernah kembali"

Buku ini menceritakan kembali cerita dongeng terkenal Snow White. Namun, nama tokoh Snow White di buku ini diganti dengan bahasa Jerman menjadi Schneewittchen. Dalam buku ini Schneewittchen seorang putri yang memiliki kecantikan paripurna ingin dibunuh oleh ibu tirinya yang ternyata seorang penyihir. Sang ratu merasa tersaingi kecantikannya. Dia menginginkan hanya dirinya satu-satunya wanita tercantik di dunia. Ratu berniat mengahabisi nyawa putri dan menguasai kerajaan. Schneewittchen yang berusaha menyelamatkan diri memasuki hutan dan diselamatkan oleh 7 kurcaci. Sang ratu menyamar menjadi nenek tua dan memberikan Schneewittchen sebuah apel beracun dengan niat membunuhnya.

Ketika membaca cerita ini saya kembali mengenang cerita Snow White versi disney yang saya tonton semasa kecil. Dan juga film The Hunstman yang pernah diperankan oleh Kristen Stewart. Tanpa disadari, saya berusaha mencari kemiripan detail cerita ketiganya. Namun, ada banyak sekali perbedaan terlebih dengan versi disney.Tidak ada putri yang lemah lembut yang terbangun oleh ciuman sang pangeran dan jatuh cinta. Snow White di sini sedikit mirip dengan film The Hunstman.

Untuk buku dongeng cerita ini sangat kelam dan tidak cocok untuk dibaca oleh anak-anak. Banyak sisi sadis dan kejam dalam karakter tokohnya. Saya merasa ngeri dengan alur yang begitu gelap, tetapi tetap merasa penasaran.

Karakter tokoh Schneewitthcen disini juga memberi kejutan yang tak pelak menghancurkan kenangan putri Snow White yang selama ini saya simpan dalam memori masa kecil saya.
Profile Image for Intan Safitri.
5 reviews
March 14, 2023
"untuk urusan hati, aku tak pernah menyesal dan mengharapkan balas budi"

Sepertinya ekpektasiku yang terlalu tinggi mengenai kengerian dari novlet ini. Endingnya terlalu dipaksakan untuk bisa muat dalam 176 halaman. Sebenarnya aku sudah berharap bahwa schneewittchen akan berakhir dengan Rainer. Tapi ternyata dia justru memilih pangeran yang cenderung terobsesi dengan tubuh schneewittchen.

Lupakan jika kalian berharap akan ada true love kiss. Justru yang terjadi adalah hal yang sangat menjijikkan menurutku. Ciuman pangeran tidak benar² simbolis true love kiss, tapi lebih kepada obsesi pada mayat cantik 🙃 gila, atau bangunnya tuan putri hanyalah ketidaksengajaan akibat ciuman pangeran?

Kemudian aku lebih penasaran atas sumpah ibu tiri diakhir. Apakah schneewittchen akan berubah menjadi seperti sang ibu tiri? Aku butuh kejelasan mengenai ini dan bagaimana hidup Rainer selanjutnya?

Alur cerita sangat apik di awal tapi flop di ending. Aku kira hal yang sangat dark seperti schneewittchen yang akan memenggal kepala ibu tiri atau semacamnya. Ternyata tidak.

Ilustrasinya sangat keren dan bagus. Aku rasa ratenya akan 3/5 untuk cerita dan 5/5 untuk ilustrasinya. Sangat disayangkan.
Profile Image for Nanda Supriani.
39 reviews3 followers
September 23, 2023
"Semua perempuan akan berlomba-lomba menjadi yang tercantik dan melakukan apa pun untuk mendapatkannya!" - hal. 167

Membaca Snow White, dongeng yang mungkin biasa kita dengar saat kita masih kecil. Film garapan Disney juga rasanya pasti sering kita tonton.

Sebenarnya enggak ada ekspektasi apa-apa baca ini, toh sudah tahu jalan ceritanya akan seperti apa. Tapi nyatanya sempat terbawa emosi juga pada beberapa hal.

Snow White digambarkan sebagai putri yang enggak banyak pertimbangan tapi hidupnya selalu beruntung karena diberkati semesta. Mungkin ini juga yang bikin saya jadi sedikit kesal dengan keputusan-keputusannya.

Saya merasa Snow White bukanlah seorang putri yang bijak. Demi memenuhi rasa penasarannya, beberapa kali tindakannya membahayakan dirinya sendiri dan kerajaan. Kesal gitu, bisa enggak sih dipikir dulu dampaknya apa buat kerajaan?

Lalu saya juga merasa sedikit patah hati saat Snow White memilih Prince Edmund. Di sini jadi realistis, karena mau bagaimana lagi? Snow White butuh banyak pasukan dan kekuatan politik untuk mengalahkan Ratu Katharina. Meskipun hatiku patah untuk The Huntsman, Reiner.

Reiner berkata, "Untuk urusan hati, aku tak pernah menyesal dan mengharapkan balas budi." - hal. 167

Ya ampun Reiner, hidupmu pedih banget.
Profile Image for Rin.
Author 1 book17 followers
May 11, 2022
Aku tidak terlalu ingat dengan cerita Snow White versi masa kecilku, juga belum pernah membaca versi aslinya, sehingga aku tak akan membandingkan.

Secara keseluruhan, aku suka buku ini. Sangat, malah. Salah satu buku yang tidak menyesal kubeli meskipun ada damage yang terlewat oleh penerbit (untung saja tidak parah, hanya sekitar tiga halaman masih menyatu di sisi bawah sehingga aku harus memotongnya sendiri).

Narasinya bagus, cukup detail daripada versi anak-anak yang pasti lebih singkat. Ceritanya juga oke, cukup menegangkan (terutama di bagian akhir) dan sedikit membuatku bergidik. Dan yang terpenting adalah ilustrasinya─demi apa pun, cantik banget. Berwarna dengan indah, mana jumlahnya cukup banyak. Sangat memanjakan mata. 👏

Well, ini bukan buku untuk healing. Banyak unsur sadis dan lumayan angst, seperti tanda pada cover: dark. Tapi cukup seru untuk dibaca, menghibur waktu luangku.
Profile Image for sasandhe.
23 reviews
September 2, 2022
Kita mungkin tidak asing dengan cerita snow white versi Disney yang kita tahu selama ini. Namun, kita juga tahu bahwa cerita romantis yang dihadirkan Disney diangkat dari kisah teragis.
Di novel ini kita akan diajak untuk menelaah dan memikirkan kembali bahwa, hal yang selama ini kita sebut romantis itu menyimpan sebuah kisah kelam.

Aku suka dengan pekisah yang disampaikan penulis. Menurutku, cerita Snow White versi L.M. Cendana lebih dekat dengan realita. Dimana seorang putri kerajaan juga punya tanggung jawab pada rakyatnya, dan ia rela mengorbankan cintanya demi kerajaan yang ia cintai.

kekurangannya klw menurut aku pribadi kyk menghancurkan kisah snow white yang amat sangat epik dn romantis dalam dongeng masa kecilku. Dan sedikit merasa bosan di awal cerita, karena memiliki alur yang mirip dongeng aslinya.

Secara garis besar, aku suka dengan penyampaian penulis dalam karya ini. Ilustrasi yang dihadirkan juga bagus banget.
Profile Image for Greenshe.
78 reviews2 followers
November 29, 2018
Spieglein, Spieglein an der Wand, wer ist die Schönste im ganzen Land?

Buku ini menceritakan kembali kisah Snow White (Schneewittchen) dan Evil Queen (Katharina) dengan lebih banyak drama dan aksi.

Sebagai penggemar Snow White versi Disney, cerita di buku ini lebih kompleks dan it has never been this dark!

Schneewittchen digambarkan ngga melulu sebagai putri lemah, dia juga kuat, dan layaknya manusia biasa dia bisa marah dan berbuat tidak baik. .

Penceritaan mengenai karakter lain seperti tentang sang ratu, dan hidup si pemburu membuat buku ini lebih menarik. Dan yayaya cerita ini lebih nge-drama, ku tak tahu kalau Rainer bisa se-so sweet itu :").

Selain itu, ilustrasinya super sekali! Terimakasih sudah membuat Rainer semakin mempesona :").

Yah, walaupun ada beberapa plot hole dan sepertinya ada kesalahan pengetikan apa gimana, tapi buku ini mantap juga.
Profile Image for Ghina Syakila.
17 reviews
January 2, 2022
Saya senang ketika akhirnya bisa membaca dongeng lagi, ditambah dengan ilustrasi mengesankan dan tidak terkesan mengganjal. Kisah snow white di buku ini ternyata tidak se-dark yang saya kira, karena memang pada awalnya saya punya ekspektasi lain saat sebelum membacanya. Namun, Kak Cendana, tidak dapat dipungkiri, telah menulis kisahnya dengan sangat apik.

Menurut saya, kisah ini terlalu menggantung--atau memang mungkin dibiarkan menggantung seperti itu--untuk ukuran buku 176 halaman dan disajikan di buku 12,5 cm x 16 cm. Ada elemen-elemen lain yang mungkin akan memperkaya cerita ini apabila dieksplor lebih dalam agar kisahnya tidak 'dipaksa' tiba-tiba harus begini dan begitu.

Namun, saya berterima kasih dengan penulis yang telah membuat dongeng ini menjadi 'unik' meskipun telah saya konsumsi berulang kali dengan versi yang berbeda.
Profile Image for Inirakha.
23 reviews2 followers
October 2, 2018
Here's coming an unpopular opinion *sigh*

Pertama saya mau bilang saya suka banget sama ilustrasinya. Indah banget. Gak bakal bosen liat ilustrasinya meskipun berkali-kali dilihat.

Lanjut soal cerita, menurut saya ide cerita bagus tapi sayang kurang didukung oleh pembawaan cerita. Mungkin karena ini hanya cerita pendek, alur cerita berubah sangat cepat dan terkadang langsung berpindah ke cerita lain. Banyak detail-detail kecil yang luput dari penceritaan.

Penggunaan kata seperti 'saban hari', 'berjubel', 'wejangan', 'berkongsi' juga saya rasa kurang pas dengan setting cerita fairy tale.

Maaf kesannya jadi ngerant... tapi saya memang sedikit berharap sama buku ini. Mungkin buku ini memang bukan untuk saya.
Profile Image for Ella Oktaverina.
290 reviews1 follower
May 12, 2024
Rasanya nggak perlu diceritakan ulang bagaimana kisah Putri Salju alias Snow White alias Sneewittchen, penggemar dongeng juga sudah khatam betul hubungan putri salju, ibu tiri, cermin ajaib, apel beracun, tujuh kurcaci, dan ciuman pangeran. Pada sampul buku ini ada stempel 'Dark', sayang seribu sayang kukira buku ini akan memunculkan sisi kelam dari sang Putri, namun justru bukan itu yang ku dapat dapat sisi kelamnya sedikit aja pas akhir cerita. Entah ini unpopular opinion atau bukan, tapi chemistry Putri Salju dengan si Pemburu malah lebih dapet daripada sama Pangeran Edmund lol, sayang banget kandas ya.

Sebenarnya mau kasih 3 bintang aja, tapi berhubung ilustrasinya cakep banget, tambahin 1 bintang lagi deh.
Profile Image for Zelviaaa Aris.
60 reviews6 followers
March 29, 2022
I wasn't a single fan of Snow White's fairy tales, but this one...

If you think this is just a simple story about Snow White, no dear, believe me. This book tells me about the other side of Snow White, the dark one, of course. But her dark side actually makes it look more reasonable. 
 
One thing I didn't like about this book was the illustrations. They are not capable of describing a handsome prince, an ugly lady, or a creepy lady. I can't see any difference between Snow White and the Witch Queen except in their hair.

Overall, I love how this book tells me the other side of Snow White.

Ps : Look at the second slide. I mean, look at her. She uses a bow...💥💥💅🏻💅🏻
Profile Image for Syafa Asyhar.
6 reviews
April 13, 2022
3⭐ Menurutku ceritanya ga terlalu dark mungkin lebih sadis aja dari cerita aslinya. Cerita snow white dan penggambaran semua karakter yang ada di cerita ini lebih masuk akal daripada cerita aslinya.
(-) Alurnya membosankan, mungkin karena emang retelling cerita aslinya jadi ngasih kesan 'bosan'.
(-) Cerita mau menuju ending seharusnya bisa lebih dramatis atau detail, tapi sayangnya terkesan 'cuma gitu aja'.
(-) Spasi antar baris kalimat terlalu rapat, entah ini aku aja atau gimana... Tapi spasinya itu terkesan rapat banget dan bikin ga nyaman bacanya.
(+) Illustrasinya bagus, jadi bisa ngasih gambaran buat ceritanya dan pembaca ikut masuk ke ceritanya.
Profile Image for Laven.
347 reviews14 followers
October 12, 2021
Berbeda dengan little red riding hood, buku yang satu itu tidak se-dark itu. Buku ini juga memberikan pengambaran yang lebih banyak, tak lupa detail-detailnya yang menyertai. Apa yang diceritakan dari buku ini tidak jauh berbeda dengan cerita snow white yang aku ingat. Nilai tambahnya adalah ilustrasi yang menyertai cerita ini sejak awal, sangaat cantik.

Ketika melihat Schneewittchen bertemu kembali dengan Rainer, pada halaman 102 aku tidak ingin beranjak lebih jauh. Ah rasanya aku ingin mereka berdua mengakhiri cerita ini berdua, tanpa ada pangeran yang muncul entah dari mana.
Profile Image for a.
39 reviews1 follower
April 11, 2022
Cerita singkat tentang obsesi seorang 'ibu tiri' akan kecantikan ditambah ilustrasi yang cantik banget! Untuk cerita masih sama seperti versi originalnya tapi ini lebih dark dan enggak terus-terusan mengisahkan hal indah. Gue berharap kisahnya berakhir di Rainer tapi sayangnya pupus, tapi aneh deh di sini enggak dijelasin si putri salju kenapa tiba-tiba bangkit dari kematian? Karna setahu gue Pangeran Edmund enggak cium dia.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Displaying 1 - 30 of 68 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.