Jump to ratings and reviews
Rate this book

Yahudi, Tuhan, dan Sejarah

Rate this book
Untuk menceritakan kelangsungan hidup bangsa Yahudi selama 4.000 tahun di empat benua dan di enam peradaban besar, buku ini menggunakan metode baru. Buku ini menyajikan sejarah umum masing-masing peradaban, lalu menganalisis peristiwa Yahudi dalam kerangka budaya lain, kemudian menguji gagasan-gagasan unik yang memungkinkan mereka mampu bertahan sebagai kelompok bangsa dan memberi mereka vitalitas untuk melanjutkan eksistensi mereka sebagai sebuah kaum penghasil budaya.

Dengan demikian, sejarah Yahudi menjadi bagian dari sejarah dunia, dan pembaca akan dapat menghubungkan peristiwa-peristiwa yang terjadi pada orang-orang Yahudi dengan peristiwa-peristiwa kontemporer.

Buku ini menggambarkan sejarah panjang Yahudi yang membentang luas, kehebatan, serta sekaligus komedi kemanusiaan mereka. Dimulai dari sejarah Yahudi pada tahun 2000 SM ketika Ibrahim meninggalkan kota Ur. Kemudian permulaan persinggahan kaum Yahudi dan penawanan mereka di Mesir dari tahun 1600 M sampai 1200 SM, awal kedatangan mereka di Kanaan setelah tahun 1200 SM, dan seterusnya.

612 pages, Hardcover

First published March 4, 2003

6 people are currently reading
43 people want to read

About the author

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
5 (41%)
4 stars
5 (41%)
3 stars
1 (8%)
2 stars
1 (8%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 3 of 3 reviews
Profile Image for Ichi Kudo.
72 reviews1 follower
January 7, 2021
Mendapati bagian-bagian akhir di buku ini yang memuat informasi atau peristiwa yang terjadi jauh setelah tahun penerbitan buku, membuatku sedikit gamang. Sayangnya, enggak ada keterangan penerbit mengenai itu. Apakah ada catatan tambahan, edisi revisi atau semacamnya. Btw, ada catatan menarik yang dibuat penerjemahnya, yang mengupayakan menerjemahkan sesuai dengan versi asli, walaupun ada beberapa frasa, katanya, yang mungkin bisa melukai pembaca muslim di Indonesia, terkait persinggungan sejarah Yahudi dengan agama Islam. Penerjemah berharap itu jadi sebuah tantangan. Pun begitu, penyunting memutuskan untuk "melunakkan" frasa-frasa tsb. Menurutku itu sangat menggelikan untuk ukuran buku yang berlabel sejarah, serta indikasi menyedihkan mengenai mental pembaca.

Upaya Dimont untuk menyajikan sejarah bangsa Yahudi patut dinilai istimewa secara objektif karena buku ini menurutku mampu mengemas narasinya agar enggak kering sebagai buku sejarah secara umum, dan lepas dari "tuntutan" entertaining sebagai karya. Belum lagi soal betapa penulisnya mengupayakan penyelidikannya dibawakan dengan bahasa yang santai walaupun menggunakan kerangka berpikir atau sudut pandang bermacam-macam yang sejatinya menuntut pemahaman mendalam pembaca untuk bisa terus melanjutkan sampai selesai.
Profile Image for ukuklele.
464 reviews20 followers
March 19, 2021
Saya mengetahui adanya buku ini dari review ini, dan seketika tertarik untuk membacanya. Topik Wahyudi, eh, Yahudi, kadang-kadang menyelip di obrolan dengan teman chat. Sering pula saya membaca buku menarik yang penulisnya Yahudi. Dengan begitu, Yahudi sepertinya telah memberikan banyak pengaruh terhadap pemikiran dan wawasan saya. Belum lagi, bangsa yang disebut juga sebagai Bani Israil ini merupakan bahan pelajaran dalam Alquran sejak surah awal--Al Baqarah.

Ternyata buku ini cukup berat dan sulit buat saya yang sekiranya karena beberapa alasan berikut.

- Tebalnya yang sampai 600-an halaman, sehingga saya memerlukan satu bulan lebih beberapa hari untuk menuntaskannya dengan waktu baca 30-60 menit/hari, tidak termasuk akhir pekan dan mungkin pula ada hari off karena satu dan lain hal.
- Kelemahan saya dalam mengingat begitu banyak pelaku dan peristiwa sebagaimana selazimnya tulisan sejarah.
- Topik yang sesungguhnya tidak begitu saya minati.
- Kurang referensi.

Meski begitu, sesekali ada juga bagian yang masuk dan menarik, bisa saya tangkap dan kaitkan dengan sedikit pengetahuan yang sudah saya miliki, baik yang menyangkut ajaran agama saya sendiri (Islam) maupun yang umum. Khususnya mengenai keadaan-keadaan yang mengakibatkan runtuhnya kekaisaran Romawi (Bab 12. Gereja yang Berjaya), bermulanya ekonomi riba (Bab 21. Kapitalis Ghetto), serta dampak Revolusi Industri (Bab 24. Repetisi bagi Rasisme) terasa relevan dengan fenomena-fenomena kiwari. Inikah maksudnya sejarah itu berulang?

Menyembah satu tuhan yang tidak tampak adalah kemenangan atas indra, spiritual atas material. (Bab 2. Nabi yang Setengah Hati)


Perbudakan telah menurunkan semangat kelas-kelas menengah dan kerja menjadi hal yang tidak dihargai. Moral seksual yang bebas meruntuhkan lembaga keluarga. .... Monastikisme dan pentingnya keperawanan membawa kepada lemahnya sistem perkawinan dan menuntun ke arah depopulasi. Amat pentingnya alam baka dan konsentrasi pada teologi membimbing ke arah pengabaian terhadap ilmu pengetahuan dan tugas-tugas patriotisme sebagai warga negara. (Bab 12. Gereja yang Berjaya)


Yang menentukan moralitas adalah pasar, bukan lagi gereja. (Bab 18. Perang Salib, Renaissance, dan Reformasi)


Ia yang mengambil riba akan masuk neraka, dan ia yang tidak melakukannya akan masuk ke panti miskin. (Bab 21. Kapitalis Ghetto)


Yang bisa diteladani dari Yahudi adalah sikap mereka yang mementingkan pendidikan dan keterampilan, sehingga mampu menyesuaikan diri dan bertahan selama ribuan tahun, memiliki kegunaan dan sumbangsih dalam membangun peradaban satu ke peradaban berikutnya. Mereka juga mempertahankan nilai-nilai moral mendasar sehingga jarang terjadi kasus-kasus sadisme dalam komunitas mereka (setidaknya begitulah menurut buku ini). Di sisi lain, mungkin dalam rangka menyesuaikan diri dan bertahan itu, mereka menjadi pragmatis sehingga mengubah bahkan meninggalkan sebagian demi sebagian perintah Tuhan.

Sayangnya, buku ini (setidaknya edisi yang saya baca di Ipusnas) tidak dilengkapi dengan daftar istilah Yahudi yang kerap muncul seperti gentile, ghetto, pogrom, dan shthel sehingga saya mesti googling sendiri.

Profil penulis di akhir buku pun rupanya sekadar terjemahan dari halaman Wikipedia beliau, yang memang seringkas itu. Di samping belajar sendiri bahasa Inggris dengan membaca karya-karya Shakespeare, Alkitab, dan drama-drama Amerika, menjadi inteligen Amerika Serikat di Perang Dunia 2, serta bekerja sebagai PR dan HR di Edison Brothers Stores yang merupakan toko retail, tahu-tahu saja pada 1962 penulis mengeluarkan buku ini yang "mendapat pujian kritis dan telah terjual lebih dari 1,5 juta eksemplar" dan setelah itu melakukan perjalanan dan memberi kuliah di berbagai negara. Maksudnya, sebagai "penulis dan ahli sejarah", apa memang riwayatnya begitu doang? Saya mengharapkan keterangan yang lengkap dan mendetail tentang bagaimana beliau mengembangkan karier kepenulisan dan keahlisejarahannya, apalagi dalam Bibliografi dikatakan bahwa pembacaan referensinya sampai 20 tahun.
Profile Image for Aulia Darmawan.
41 reviews
December 25, 2024
Buku ini seru banget buat kamu yang penasaran tentang sejarah bangsa Yahudi. Max Dimont mencoba menjelaskan kenapa bangsa Yahudi bisa bertahan selama ribuan tahun, meskipun sering banget menghadapi masalah besar, seperti pengasingan, perang, dan penindasan. Dia nggak cuma ngomongin soal sejarah bangsa Yahudi aja, tapi juga menghubungkannya sama peradaban lain, seperti Mesir, Romawi, dan Eropa.

Ceritanya dimulai dari zaman Abraham, sekitar tahun 2000 SM, lalu membahas kisah-kisah besar seperti penawanan di Mesir, perjalanan ke Kanaan, hingga peran bangsa Yahudi di dunia modern. Yang bikin menarik, buku ini nggak berat, jadi gampang dipahami walaupun topiknya cukup serius.

Kalau kamu suka belajar tentang sejarah dunia atau pengen tahu lebih banyak tentang bangsa Yahudi dan pengaruhnya di dunia, buku ini bakal jadi bacaan yang asyik. Cocok banget buat yang pengen belajar sejarah dari sudut pandang yang beda!
Displaying 1 - 3 of 3 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.