Tepat pukul 13.01, ledakan besar terjadi di Bundaran HI. Titik pusat Ibukota yang mempertemukan tiga orang terpaut takdir. Erlangga si pemuda jenius yang ingin mengubah Indonesia, Fachrie si penulis cerita detektif yang mencoba menjadi pahlawan, dan Rania si agen rahasia dengan konflik pribadi versus negara. Mereka jatuh dalam pusaran peristiwa berbahaya. Saling silang, bertarung demi impian dan cinta.
***
“Plot yang tak biasa, para tokoh yang kompleks, dan ending yang tak terduga, membuat buku ini top list novel thriller yang harus Anda miliki.” – Agung Al Badamy, penulis novel Detective Chilock: Study in Mikrolet.
“Ceritanya cukup asyik untuk meramaikan khazanah pernovelan bernuansa kejahatan di Indonesia.” – Ayu Welirang, juara GWP generasi kedua & penulis novel 7 Divisi.
“Dituturkan dengan sangat baik dari berbagai sudut pandang. Novelini patut dinikmati oleh para pecinta kisah-kisah aksi spionase.” - Finn R, penulis novel Pendosa Suci & Subliminal Assassin.
Buku ini juga bisa dikatakan bagus dari segi ide cerita dan memiliki tokoh yang cukup banyak sampai saya harus mencatatnya agar mempermudah dalam mengorelasikan antar tokoh dan pemahaman dalam mengikuti ceritanya. Mungkin, karena ditulis oleh tiga penulis jadi tokohnya banyak. Masing-masing penulis memiliki tokohnya sendiri. Ulasan selengkapnya di IG account @afteread