Kelly Nahm mengaku sudah move on setelah diputuskan Bobby secara sepihak. Namun, Kelly masih saja mengawasi hidup mantan kekasihnya itu lewat media sosial, sampai rela membuat akun palsu dan menjadi stalker. Bagaimana tidak, Kelly yang mendampingi laki-laki itu pada masa-masa sulit. Namun setelah sukses, Bobby malah memilih untuk menikmati kenyamanan hidup dengan perempuan lain.
Di kampus tempatnya bekerja, Kelly berurusan dengan aktor bernama Assen Hristand untuk mengurus acara pementasan seni. Kehadiran laki-laki itu membuat Kelly jengkel. Bagaimana tidak, Assen terus mengekorinya seperti stalker. Bahkan teman-temannya mendukung untuk bisa membuatnya melupakan sang mantan. Kelly berkeras kalau dia sudah move on! Please deh, dia tidak suka seorang aktor!
Menurut Kelly, move on tidak bisa diartikan ketika seseorang punya pacar baru. Sebab menyembuhkan luka patah hati tidak pernah sesederhana itu. Namun, Kelly merasakan sensasi adiktif saat Assen secara blak-blakan menyatakan keinginan untuk dekat dengan dosen muda itu. Lantas, apa yang mesti Kelly lakukan?
Pacaran sepuluh tahun terus diputusin sepihak? Alasannya? Udah nggak cocok lagi dan nggak mau maksain perasaan. Wadidaw.
Padahal ya, mantan Kelly itu dulu ngirit banget hidupnya. Kelly selalu ada dan bahkan nggak ngeluh. Kadang main ke kosan buat bikinin mi instan, pengertian karena keadaan ekonomi mantannya. Saat mantannya dapet promosi, Kelly memantaskan diri untuk kuliah S-2.
Eh tahunya... beneran diputusin.
Patah hati? Banget.
Bingung? Parah.
Kesel sama mantan? Superduper.
Tapi... Kelly tetep mantau medsos mantannya, coy. Bayangin aja, sepuluh tahun bareng orang yang udah bakal dianggap "suami-kelak", tapi si orang itu malah mutusin. Bahkan eksistensi mantannya itu udah kayak "kebiasaan" yang susah diubah. Sepuluh tahun, cuyyy...!
Setelah sekian lama, akhirnya aku bisa mengurangi salah satu buku yang ada di tbr 😂
Kelly on the Move menceritakan Kelly yang masih terjerat luka lama dan stalking mantan tanpa henti. Kemudian, seorang aktor muda yang bernama Assen mendekatinya dengan harapan bisa membantu Kelly move on.
Kira-kira begitu garis besar ceritanya. Sekarang mari kita bahas bagian-bagian(?) dari novel ini—ingat ya semuanya ini menurutku. Jadi, jangan terlalu serius.
Aku cukup suka konsepnya. Mengambil tema perkembangan orang yang terjebak masa lalu sampai akhirnya dia keluar dari tempurung kegelapannya. Hanya saja, bagiku, prosesnya terlalu cepat.
Yah, wajar saja, buku ini hanya setebal 295 halaman saja. Andai saja, Kak Lia bisa sedikit memanjangkannya, mungkin perkembangan Kelly keluar dari tempurungnya akan terkesan lebih natural dan berasa perkembangannya.
Omong-omong soal Kelly. Jujur saja, sampai akhir cerita pun, aku masih belum mendapatkan simpatik ke dia. Aku lebih sering jengkel daripada merasa kasihan._. Karena tokoh utama yang satu ini rada 'enggak jelas'. Yah, mungkin itu adalah efek samping kejebak masa lalu. Tapi, aku merasa, tokoh Kelly ini mau dibikin slay tapi jatuhnya malah ngeselin 😂 Ini menurutku yaa.
Omongannya kadang emang 'slay', tapi kadang gimana ya. Yah tahu emosi, tapi jatuhnya kurang ajar banget. Tapi yaudahlah, pasti kelitannya adalah... "Yah namanya juga emosi mana mungkin mikir pas marah-marah."
Aku hanya enggak suka pas dia ngomong ke Cris terus nyebut-nyebut "Tere dari diadopsi..." Like... Wth? Mau si Cris nya tau Tere itu anak adopsi, menyebutkan hal kayak gitu, menurutku sama sekali enggak etis.
Aku kebanyakkan komplen soal Kelly 😂
Untuk Assen, uhm, aku agak bingung juga sih. Dibilang suka, enggak. Dibilang enggak, ya enggak juga. Kayak biasa aja gitu 😂 Tipikal tokoh cowok ngejar cewek yang batunya setengah hidup. 😂
Untuk perkembangan perasaan para tokoh, sama kayak yang aku sebutkan di atas. Cepat sih. Bahkan, awalnya aku mengira bakal tipikal hate to love relationship. 😂
Klimaksnya pun... Flat gitu sih. Aslinya, aku enggak sadar kalau itu klimaksnya 😂😂
Tapi, secara keseluruhan, novel ini mayan menghibur kok. Ringan dan cocok untuk bacaan cepat.
Yah meskipun, aku masih kurang bisa berdamai sama tokoh-tokoh sama pokok permasalahannya.
Pertama kali editornya kasih bocoran di twitter tentang premis novel ini, novel ini langsung aku masukin ke dalam daftar buku yang harus kubaca tahun ini. Ditinggal setelah bertahun-tahun pacaran padahal selama ini kita yang dampingin waktu dia susah? HAHAHA AKU NGGAK LAGI CURHAT KOK PUHLEASEEEE~
BENERAN AKU NGGAK CURHAT
TAPI PAS BACA AKU BAPER
*wk disleding*
Jadi, kayak yang sudah aku bahas di atas, buku ini bercerita tentang Kelly yang diputusin setelah pacaran selama sepuluh tahun padahal selama ini dia yang ada di waktu susah mantannya itu. Tentu dong Kelly nggak bisa terima begitu aja. Dan ini membuat Kelly yang sok-sokan nggak mau ada kontak sama mantannya bikin akun medsos palsu biar bisa stalking. Hati Kelly tambah remuk pas tahu si mantan menjalin hubungan baru dan serius sama perempuan lain. Nah, disambi stalking mantan, Kelly juga lagi sibuk-sibuknya sebagai dosen dan ketuplak teater musikal di kampusnya. Di saat-saat itulah dia mengenal Assen, aktor yang jadi pelatih teater di kampus dan menaruh hati sama Kelly dan semua sikapnya yang suka bikin geleng-geleng kepala.
Apakah Kelly akhirnya berhasil move on ke Assen? Tidak semudah itu, pemirsa~
***
ASELI! Aku baca buku ini sejak sebelum magrib dan kelar beberapa belas menit yang lalu. Sepanjang baca aku sibuk ber-iiiih, aaaaah, huhuhu, hehehehe, lalu HUEEEEE wkwkw pokoknya berisik amat dan heboh sendiri di dalam kamar. Selain karena ceritanya lumayan related (hah? lumayan? lumayan? hahahahaha~) si Kelly ni emang ajaib banget ya anaknya. Etapi sebenernya nggak cuma dia, sih. Aku juga suka sama celetukan-celetukan Cris, Erni, Inez dan tentu sajaaaa Tere! Asik banget emang lingkaran pertemanannya si Kelly. Hm, aku selama ini menghindari kerjaan jadi dosen karena takut sama atmosfer kerjaannya, kalau punya teman-teman sekerja kayak Kelly, mungkin aku bisa mempertimbangkan jadi dosen............. (dasar lu banyak mau, Is) Nah, selain itu, nggak cuma di narasi, dialog-dialog dalam buku ini juga kaya akan tampolan-tampolan yang bikin nyess gitu. SUKAK BANGET LAH WOY APALAGI PAS KELLY MULAI AKTIF MENYOMBONGKAN DIRI HAHAHA mantul lah pokoknya!
Mengikuti perjalanan Kelly jadi bikin aku penasaran mau menengok lagi ke dalam diri sendiri. Sebenernya, udah move on belum, sih?
Mungkin ide cerita ini terdengar umum, tp aku menyukai bagaimana Lia menjadikannya kisah yg asik untuk dinikmati tanpa harus menganggapnya lagu lama
Suka dg karakter Kelly. Muda, penuh semangat, & rada konyol. Suka juga dg Assen yg blak-blakan, agak narsis, dewasa & pengertian. Kemistri yg dibangun oleh keduanya terbilang cukup baik walau aku me innemukan satu kesan tiba² dlm diri Kelly ke Assen & merasa apakah aku kehilangan bbrp halaman di sana
Rate: 3.5 ⭐ Yg mengurangi bintangku, aku merasa rada kehilangan feel thdp Kelly di bagian tengah buku atas sikap dia yg kunilai kurang profesional & rada kurang pas saja dilakukan di kampus sbg dosen. Lainnya, ada satu adegan bersama Maira yg kurasa tdk sesuai dg prinsipku 🌒 Menurutku, oke saja meluapkan emosi thdp seseorang yg membuat kesal, tp dg mempertimbangkan tempat, situasi, kondisi & keadaan seseorang kurasa lebih terpuji & baik. Terlebih Kelly seseorang dg potret cukup berpendidikan
Beruntung, menuju ke endingnya, aku kembali menyukai Kelly. Bahkan aku terbilang hepi setelah menamatkannya. Tambahan, aku suka para dosen kompak teman² Kelly jg sahabat terbaiknya, Tere 💕
Kelly on The Move. Nama karakter utamanya Kelly. Reminds me of Kelly Clarkson.
Saya suka premis yang diangkat. Orang biasa jadian sama artis. Ini bukan premis baru lagi. Beberapa novel serupa sudah lebih dahulu mengangkat ini seperti Celebrity Wedding atau BoyToy. Lebih tepatnya BoyToy kali ya. Sama sama kisah cinta artis versus dosen muda.
Tapi meskipun mirip, Kelly on The Move ini lebih bisa menggambarkan dunia dosennya. Saya suka dialog dialog Kelly dengan teman teman dosen mudanya. Khas dan tipikal banget. Suka persahabatan Kelly dan Tere. Atau Kelly dan Cris (Cris bahkan mengingatkan saya sama salah satu sahabat pria saya yang cablaknya sama dengan Cris ini). Jokes-nya Cris beserta Inez, Tere, Erni lumayanlah bikin nyengir. Tapi ini tergantung preferensi masing masing orang sih. Mungkin karena saya memang lebih suka yang isinya bercandaan-bercandaan kasar daripada yang mendayu dayu lemah lembut.
Lalu latarbelakang Kelly yang diputusin mantannya setelah pacaran 10 tahun beserta tetek bengeknya. Wkwk. Can relate sih. Saya agak curiga jangan jangan ini curhatan pribadi penulis.
Tapi secara pribadi, saya biasa aja dengan Kelly ataupun Assen. Biasa saja. Saya suka kemistri Kelly dan orang orang sekitarnya, but if she stands for herself, i doubt i can like her.
Dan satu lagi, kalau kalian suka cerita dengan ending yang terselesaikan rapi, tanpa unsur misterius atau gantung, mungkin boleh coba novel ini. Penulisnya menyelesaikan akhir cerita dengan detail. Each scene has its own finishing. Kolase-kolase Kelly dan Erni, Cris dan Erni, Kelly dan Cris, Inez, dan Erni, Kelly dan Boby, bahkan tentu Kelly dan Assen sendiri. Semuanya dibuatkan closure masing masing oleh penulis dengan rapi.
Overall, menghibur kok! Bisa bikin kita tertarik untuk menyelesaikan kisah cinta Kelly-Asen dalam sekali duduk.
Aku bisa memahami sih kenapa Kelly susah move on. Sepuluh tahun bersama tiba-tiba diputusin, siapa yang nggak baper deh? Cuma kadang-kadang, aku suka sebel aja sama kelakuannya Kelly ini. Kalau lagi ngomong, kedengerannya bijak banget (beberapa dialognya ada yang terasa berlebihan dan nggak perlu sebertele-tele itu IMO), tapi saat bertindak (terutama kalau lagi marah) kebijakannya seolah ketinggalan di belakang. Aku sampai cuma bisa geleng-geleng kepala ngebayanginnya. Tapi sekali lagi, manusia nggak ada yang sempurna. Mungkin itu juga yang mau ditunjukkin sama Lia dalam diri Kelly ini. Walau aku nggak bisa benar-benar suka sama karakter ini, aku tetap merasa senang ketika pada akhirnya dia bisa move on dan mendapatkan kebahagiaannya sendiri.
Overall, ceritanya enak dibaca. Ringan tapi seru. Aku suka sekali dengan lingkaran pertemanannya Kelly ini. Punya teman-teman kayak gitu di tempat kerja pasti asyik banget bikin betah di kantor. Tapi aku kurang suka dengan lingkaran saingannya (aka Rosie, Maira, dan Sarah). Tipe karakternya mirip semua, tipe yang minta dilempar sendal. Seandainya ada saingan Kelly yang kurang lebih sama 'kuat'-nya mungkin bakal lebih seru konfliknya. Si Bobby juga... *hela napas* (nggak tahu mau ngomong apa soal cowok yang satu ini jadi mending aku diem aja wkwkw).
3 bintang aku berikan buat Kelly on the Move. Terima kasih sudah memberikan buku ini untuk kureview. Semangat terus menulis, Lia!
Setelah 10 tahun berpatjaran, akhirnya putus juga. EH, KOK ada 'juga'?
Tersebutlah Kelly, dosen muda nan cerdas nan bersahaja yang diputuskan sang kekasih, Mr. B. Tak tahu mengapa Mr. B ini memutuskan Kelly, mungkin saja Mr. B ini ingin ngomong, 'lu tuh terlalu baik buat gue, Kel'. Soalnya, Kelly nggak merasa ada yang atau kurang dari dirinya. Apalagi nih, berdasarkan penjelajahan dan pengamatan Kelly---via akun palsu--- pacar si Mr. B ini seolah nggak ada apa-apanya dibanding Kelly. Dan jujur aja, kutaksuka dengan si-mbak-patjar-Mr.B ini karena dia tipe-tipe Mbak-mbak IG yang suka nulis caption ala-ala atau berkhotbah di IG, bahkan jadi polisi moral lewat IG storiesnya.
Lalu, tatkala Mbak Kelly berusaha move on---tapi stalking jalan terus--- muncul deh Mas Artis. Mas Artis ini naksirlah ke Mbak Kelly, tapi mbak Kelly menolak. Mungkin campuran antara belum move on plus rasa insyekur, like, yang b aja ninggalin gue apalagi yang itu. Mengenai kelanjutan ceritanya, silakan baca sendiri.
Kusuka tulisan kakak Seplia di sini, mengalir sekali. Mungkin ini yang paling mengalir bagiku dibanding tulisan beliau yang lain---hoho ternyata kusudah batja semua. Kusuka humornya, juga tokoh-tokohnya. Kusuka Tere, juga Chris dan teman-teman dosen Kelly. Kujuga suka Kelly yang strong, tipe perempuan cerdas, bersahaja, disiplin, berani dan setia, bertanggung jawab, dan dapat dipercaya.
Membaca kisah kelly ini mengingatkan kisah temen sekolah dulu yg berpacaran puluhan tahun berakhir ngga bersama dan memiliki ending yang sama. 😅😅 Well, gue pribadi cukup suka sama cerita nya ringan dan ga gitu bikin mikir berat-berat. Kurangnya, ada beberapa miss sama sikap si kelly ini dan gue ngerasa ada insta love nya si assen ke kelly,.dan juga beberapa typo yang bikin beberapa kalimat nya sedikit bikin ambigu.
Overall, kalau lagi nyari bacaan ringan ala ala romcom drama korea, gue rekomendasin baca buku nya kak lia baru ini. Bacaan ringan bisa dibaca sekali duduk 3-4 jam 😀😀
Sudah dua tahun sejak Kelly Nahm diputuskan sepihak oleh kekasihnya, Bobby. Selama dua tahun itu pula Kelly masih mengikuti gerak-gerik Bobby di media sosial. Kelly bahkan membuat akun palsu untuk itu. Ada perasaaan tidak rela dan ikhlas melihat Bobby yang kini sudah memiliki kekasih dan sedang mempersiapkan pernikahan. Sepuluh tahun Kelly mendampingi Bobby dalam masa sulitnya, sekarang setelah Bobby sukses dengan karirnya justru gadis lain yang dipilihnya? Apa kekurangan Kelly sampai Bobby tidak menjadikannya pendmaping hidup?
Kelly pintar dan hidup mapan. Tidak sekaipun dia menyusahkan Bobby. Di usia 28 tahun, dia sudah menjadi dosen di sebuah universitas swasta. Pekerjaannya inilah yang membantu Kelly agar dunianya tidak berfokus hanya pada patah hatinya. Di kampus, dia memiliki track record yang bagus. Tidak heran dalam pementasan teater musikal tahunan yang akan diselenggarakan oleh fakultasnya, Kelly ditunjuk sebagai ketua panitia.
Kegiatan ini membawanya berkenalan dengan Assen Hristand. Seorang bintang film yang kini lebih menekuni dunia balik layar sebagai seorang sutradara. Assen diminta oleh Prof. Rengga untuk menggantikan dirinya mengawasi latihan teater. Sebagai ketua panitia, tentunya Kelly harus sering berhadapan dengan Assen. Awalnya Kelly tidak mengenali Assen sebagai seorang public figure. Wajar saja, tontonan Kelly lebih banyak sinema Korea dibandingkan sinema Indonesia. Sikap Kelly yang menganggap Assen bukan seorang yang penting menarik perhatian Assen. Dia bertekad untuk mendekati ibu dosen itu.
Karakter Kelly ini menarik. Mandiri, sukses, dan tegas dalam dunia pekerjaan. Saya suka dengan cara Kelly berinteraksi dengan rekan kerja dan mahasiswanya.Tapi kalau urusan cinta, Kelly seperti pasir yang rapuh. Kelly sulit sekali untuk move on dari masa lalunya. Bahkan dia cenderung menyiksa diri dengan mengikuti semua perkembangan mantannya. Ketika Assen mencoba mendekatinya dengan terang-terangan Kelly menolak. Untungnya Assen tidak mudah menyerah. Kelly sempat membuat saya sebal dengan tingkahnya yang sulit move on, seakan masa depannya berakhir hanya karena putus dari pacarnya. Tapi memang kenyataannya karakter seperti ini bisa kita jumpai di dunia nyata.
Bagi beberapa orang patah hati tak sesederhana itu. (hlm 224)
Persahabatan Kelly dengan Tere (teman sekamarnya), Cris (pacar Tere sekaligus rekan kerja), Inez (rekan seruangan di kampus) dan Erni (staf administrasi di kampus) menambah kemeriahan dalam novel ini. Banyak adegan lucu yang terjadi ketika mereka berkumpul. Meski begitu, mereka nggak hanya hadir dalam suka saja, saat Kelly terpuruk berkali-kali teman-temannya ini membangkitkan semangat Kelly.
Profesi Kelly yang seorang dosen mungkin membuat saya lebih merasa 'related' dengan novel ini. Bagaimana Kelly berusaha membangun karirnya meski passion awalnya tidak mengarah ke profesi tersebut. Hanya saja, ibu dosen ini mungkin terlalu ambisius dengan rencana S3-nya yang hanya dua tahun saja. Duh...bakal membuat iri para calon doktor di dunia nyata deh.
Kelly on the Move adalah bacaan saya yang ke-150 di tahun ini, sekaligus merampungkan 2018 Goodreads Reading Challenge. Leganya bisa menyelasaikan tantangan ini.
Ini ketiga kalinya aku baca buku kak Seplia, setelah Insecure dan Three Sisters. Kedua novel tersebut aku suka banget, dua-duanya bikin nyesek.
Nah, aku lumayan berekspektasi tinggi sama novel ini, dan NOVEL INI FIX KEREN BANGET!
Berbeda dari novel sebelumnya yang lumayan serius, novel ini tuh lumayan banyak humornya, apalagi kalau Kelly dan Cris ngobrol berdua, seru banget, lucu juga, kalau ditambah Tere, Erni dan Inez, amblas humorku, serius wkwk.
Humornya dapet, sedihnya? Juga dapet! Kelly yang masih suka nangis kalau liat postingan mantannya sama perempuan lain, suka nyalahin diri sendiri juga yang bikin aku gregetan banget! Beneran deh, Kelly tuh sebenernya memang lebih baik daripada Maira yang sok suci itu, tapi aku seneng sih Kelly putus sama Bobby yang seperti kacang lupa sama kulitnya, Bobby terlalu beruntung kalau bisa dapetin Kelly. Kalau Maira-Bobby sih cocok banget, sama-sama ewh
Aku juga suka perjuangan Assen yang nggak gentar, walaupun ditolak mulu sama Kelly, Assen tetap berjuang, tetap mau menjadi seseorang yang dicintai sama Kelly. Assen juga sweet banget orangnya, meleleh liat sikap Assen😍
Selain itu, seperti yang aku bilang, pengetahuan kalian tentang Sastra dan Seni teater bakal bertambah dan bakal membuat kalian takjub, nggak usah diraguin lagi deh diksi dan narasi yang kak Seplia buat, menurutku dia selalu de best banget!
Walaupun alur ceritanya emang ketebak banget, kalian bakal dikejutkan dengan interaksi antara Kelly dan Assen itu nggak terduga banget! Sumpah aku nggak nyangka kalau Kelly beneran tega sama Assen:")
Ini buku beneran recommended banget sih menurutku, dan bukunya bakal terbit tanggal 29 Oktober, seminggu lagi yaa wkwk, masih lumayan lama.
Semoga kalian juga bisa baca buku ini dan suka sama ceritanya💕
It was just an okay read. Entah kenapa gue merasa ceritanya nanggung, kaya ada yg kurang entah apa.
Bagi gue karakter Kelly di sini agak jual mahal ke Assen. Bagian closure dengan Bobby pun kurang memuaskan. Gue berharap ada suatu karma yg terjadi pada karakter Maira yg menjengkelkan dan two-faced, tapi ternyata cuma begitu aja.
Terganggu dengan karakterisasi Maira, Rosie, dan Sarah yang terlalu dangkal dan membuat tokoh Kelly yang sudah kuat jadi terkesan holier-than-thou dan slutshaming-ish dalam menghadapi tiga nemesis ini. Iya, orang-orang sedangkal itu memang ada, tapi framing yang hanya menampilkan tokoh so-called antagonis ini lewat perspektif heroin dan gengnya membuat profil lawan lantas timpang.
Selain itu, Kelly on the Move bisa dibilang lumayan segar di bawah label Metropop. Alurnya memang masih tipikal, tapi playground tokoh yang jarang diangkat serta kehidupan less glamorous sebagai latar membuat cerita lebih relatable dengan kaum metropolis kebanyakan yang di usia 20an ya masih di level cungpret. Skinship di sini juga mild banget, ya karena emang nggak semua orang pacaran terus langsung ena-ena sih.
Mayanlah. Apalagi dapet bukunya "gratis" karena kenal sama produsernya. Ehe.
Tiga bintang, deh. Hampir 'like it'.
Ps: Masih bertanya-tanya orang macam apa yang bisa lulus PhD dalam dua tahun :p
Kadang gimana ya sama kelly, saat kelly betah dengan keras kepalanya pengen ku cubit ginjalnya, tapi aku paham sih dgn luka yg ditinggalkan Bobby. Aku setuju buat lepas dr masa lalu itu dgn ketemu lagi sama biang masalahnya trus hadapin. Krn aku pernah ngalamin sendiri. Walopun beda kasus.. Bukan masalah cinta. Tpi tetep krn menyangkut hati. Hati harus dibikin plong biar bisa jalanin hidup dgn nyaman kedepannya. Btw aku puas endingnya. 😊😊
Kelly on the Move Seplia PT Gramedia Pustaka Utama 2018 3.5/5⭐️
❝Kadang, bukan orang baru yang bisa menyembuhkan luka kita, tapi diri sendiri.❞ —Page 113
❝Memandangi seseorang yang kamu cinta tanpa bisa dimiliki itu sungguh menyakitkan.❞ —Page 36
❝Berteman dengan mantan adalah bentuk kedewasaan.❞ —Page
❝Patah hati nggak pernah sederhana. Mesti patahnya sama, hati tiap orang ngalamin bakal ngerasain efek yang berbeda. Mungkin gampang buat gue atau lo ketika putus cinta, tapi untuk beberapa belum tentu. Ada beberapa orang yang tersiksa dalam kurun waktu lama.❞ —Page 122
••
Kelly on the Move is the second book of Kak Seplia that I've been read, and I still prefer Three Sisters tho. No matter what, Three Sisters has a special place in my heart and bookshelf!
Premis cerita Kelly on the Move sendiri yaitu mengenai pasangan yang sudah berhubungan sangat lama, namun akhirnya harus putus. Premis yang cukup umum, dimana di tahun ini, aku ada baca cerita dengan premis yang sama di Wattpad, yaitu Ganjil Genap-nya Kak Almira Bastari dan Titik Balik-nya Kak Titi Sanaria. Meskipun ketiga cerita ini punya premis yang sama, namun tetap, alur cerita dan gaya kepenulisannya sangat khas penulis masing-masing.
Kelly on the Move bercerita tentang Kelly Nahm yang diputuskan oleh Bobby Ahdar secara sepihak setelah 10 tahun berpacaran. Kelly yang telah mendampingi Bobby saat masa-masa sulit, akhirnya ditinggal setelah Bobby sukses dan menikmati kenyamanannya dengan perempuan lain. Kelly yang tidak terima, berkeras bahwa ia telah move on, namun nyatanya masih mengawasi kehidupan mantannya itu dengan selalu stalking akun sosial media Bobby dengan akun palsu.
Kehidupan Kelly tak lagi tenang ketika hadir sosok Assen Hristand, aktor ternama yang terlibat dalam pementasan seni di kampus tempat Kelly bekerja. Assen yang tertarik dengan Kelly pun berusaha pantang menyerah mendekati Kelly, namun Kelly tak semudah itu untuk didekati. Apakah akhirnya Kelly berhasil move on dan menerima Assen? Mending baca sendiri ya~
Jujur, aku kurang suka dan cenderung biasa aja dengan karakter Kelly ini. Di satu sisi, dia sosok yang kuat, smart dan bijaksana, tapi seringnya bikin jengkel dengan kelakuan dan ke-insecure-annya. Yah, namanya manusia gak ada yang sempurna, kan? Sosok Assen yang gigih pun gak begitu membekas buatku. Aku lebih suka dengan intensitas Kelly bersama Cris, Erni, Inez dan Tere—lingkaran pertemanan Kelly di kampus—yang selalu penuh keseruan dan humor dalam obrolan mereka yang tak jarang bikin ketawa sendiri. Mereka pun type sahabat yang supportive.
Overall, aku kurang puas dengan bukunya yang agak tipis—±293 halaman—jadi perkembangan cerita dan karakternya terasa kurang. Namun, buku ini cukup menghibur dengan penuturan Kak Seplia yang mengalir dan ringan. Tipikal buku yang bisa dibaca cepat, sekali duduk.
Pesan di cerita ini cukup tersampaikan dgn baik Nyesek2nya juga ga tanggung2 dibuatnya, mungkin kalo ada yg punya kasus sama kaya Kelly bisa nangis darah kali saking relate nya haha Tapi sayang nih, biasanya gue bakal ikut ngerasain emosi tokohnya walaupun di dunia nyata blm pernah ngerasain masalah itu, tapi ini yg gue rasain cuma nyelekit2 dikit aja Trus sayang juga nih sama penyelesaiannya, entah kenapa berasa....aneh? Waktu Kelly akhirnya bisa ngomong lagi sama Bobby, itu aneh aja sih, kok dia ngebahas 'itu', bahasannya beda deh sama insecurity nya selama ini.
Dan lagi saat masang AC di satu ruangan itu, lah emang bisa ya segampang itu? Kok kurang masuk logika gue ya, maksudnya itu kan butuh listrik dr kampus gtu, jadi nambahin anggaran dong, bisa segampang itu emang prosesnya? Yaaa overall, gue suka 2/3 dr cerita ini dan juga bisa sangat dinikmati serta bisa diambil life lessonnya kalo yaaa pacaran lama tuh ga punya jaminan apa2. Dan juga kalian2 tolong jgn sok2an bikin tabungan bersama deh padahal masih pacaran doang -_- Lalu untuk 1/3 nya lagi maaf nih gue kecewa gtu deh :(
Cerita Kelly ini ada tulisan kedua karya @liaseplia yang aku baca setelah Three Sisters.
Aku suka Kelly saat sedang membimbing para mahasiswanya, terlihat sekali dia sebagai sosok perempuan yang mandiri, cerdas, dan bertanggung jawab. Apalagi saat dia menjelaskan hal-hal tentang drama, teater, ilmu bahasa, skripsi, dll (si B rugi banget dah ngelepasin kamu, Kelly. Ah, tapi si B kan pengennya ditatap dengan penuh kekaguman ya dari pasangannya, which is nggak akan didapatkan dari Kelly. Secara Kelly selevel lah sama si B dalam segala hal). Ya sudahlah, biarkan laki-laki ini ke laut aja 😁
Tapi saat Kelly stalking akun sang mantan dan pasangannya, haduuuuh nggak banget deh, non. Pake akun palsu pulak 😛. Melihat sikap Kelly ini aku teringat ungkapan yang pernah kubaca : secerdas dan setinggi apapun kedudukan perempuan dalam karirnya, kalau sudah berurusan dengan hati, dia bisa menjadi orang yang paling ....... Beruntung dia punya teman-teman yang selalu mensupport nya (Tere, Chris, dkk emang top, kocak 😁) . . Buatku, cerita ini cukup menghibur. Terus terang aku lebih menikmati bahasan tentang pengetahuan-pengetahuan yang ada di buku ini dari pada kisah Kelly, hehehe. Kalaupun ada yang mengganjal..mungkin bagian ending untuk si B itu. Aku pengen nya sih hidupnya blangsak gimana gitu.. ups, maapkeun 😁. Dan tentang hubungan Kelly - Assen, yaa harus gigih emang Assen kalo mau sama Kelly, secara harus bersaing dengan kenangan selama 10 tahun 😄
Oh iya, baca kisah ini membuatku teringat kepada beberapa teman yang pacaran dari SMA (bahkan dari SMP) sampai kuliah, terus kerja, and then.... Nikahnya sama orang lain 😛
aku rada familiar sama ganjil genap walaupun waktu itu belum beres baca hahaha tapi alur beda kok, samanya tuh pacaran lama kalo kelly 10 tahun dan gala 13 tahun dan mereka sempet nabung bersama. okay untuk karakter kelly cukup oke sama pendirian dia, dia belum sembuh sama masa lalunya jadi dia ngga mau menjalin apapun sama orang baru dan ketemulah sama assen, assen karakter yang blak-blakan langsung bilang kalau dia tertarik sama kelly dia pengen deket sama kelly tapi assen tau kalau kelly masih belum sembuh dia rela nunggu walaupun rada dibikin kesel sama kelly but okay, i know how it feels to break up, it feels like i can't bear it bce we've been with him for a long time, he easily left and was interested in someone new. padahal kita yang udah lama kenal sama dia, dan sintingnya disini bobby tuh yang masukin maira kerja, mereka berdua kenal karena satu kerjaan. duh bobby kelly udah baik tapi lo malah kaya "sorry kel lo terlalu baik buat gue dan gue udah ngga ada rasa sama lo" halah nyet setelah putus langsung punya pacar wkwk biar ngga keliatan banget selingkuh ya, masih sama kelly udah menggatal sama maira, and i don't like maira character who is so pious and poetic but she doesn't see her appearance which is far from good either. apalagi waktu maira foto tere dan dimasukin ke igs tapi muka tere pake emoji cuman mau ngomentarin penampilan. dan sama kelly langsung diceramahi tuh si maira agak puas, dan hukum tabur tuai itu memang ada 😉 happy end okay, kelly langsung nyamperin assen ke lokasi suting buat bilang sayang uhuyyyy mana teriak 😲
Pacaran sudah sepuluh tahun, tapi mendadak diputuskan sepihak. Itulah yang dialami oleh Kelly. Dosen muda itu susah payah mencoba berpindah hati, tetapi tidak mudah rasanya mencari pengganti. Hatinya sudah terpaku pada Bobby. Bayangkan saja, sudah sepuluh tahun, mereka berproses bersama, dari yang tadinya bukan apa-apa menjadi apa-apa, tetapi kandas di tengah jalan.
Setiap hari, perempuan itu men-stalk sosial media Bobby dengan akun palsu. Ia ingin tahu apakah pria itu semenderita dirinya atau tidak. Namun, tampaknya tidak sama sekali, karena ia sudah memiliki penggantinya. Apalagi pacar baru Bobby selalu pamer tentang hubungan mereka di sosial media. Hal itu tak pelak membuat Kelly merasa kesal.
Permasalahan tidak berhenti di sana. Wanita itu diberi tanggung jawab yang besar oleh atasannya. Sebagai dosen junior, tentu ia hanya bisa menurut. Ia ditunjuk menjadi ketua pelaksana acara seni di kampus. Pada acara itulah, ia bertemu dengan Assen Hristand, seorang aktor terkenal.
Pria itu secara terang-terangan menunjukan ketertarikan pada Kelly. Sayang, perempuan itu terus mengelak. Luka yang ditorehkan oleh Bobby terlalu dalam. Bukan hal yang mudah untuk menyembuhkannya. Lalu, apakah Assen mampu menyembuhkan luka Kelly? Buku setebal 296 halaman ini akan menguraikan kisahnya.
𝗞𝗘𝗟𝗟𝗬 𝗢𝗡 𝗧𝗛𝗘 𝗠𝗢𝗩𝗘 Penulis : @liaseplia Penerbit : PT. GPU Tebal : 296 hal. Tahun Terbit : 2018
Cerita Kelly on the move ini adalah 𝗗𝗘𝗙𝗜𝗡𝗜𝗦𝗜 𝗝𝗔𝗚𝗔𝗜𝗡 𝗝𝗢𝗗𝗢𝗛 𝗢𝗥𝗔𝗡𝗚. Lah, gimana nggak. Kelly yang sudah berpacaran dengan Bobby sejak SMA. Menemani lelaki itu di waktu susah, eh, saat usia mereka siap untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius Bobby memilih kata ‘BREAK’ karena sudah tak cinta lagi. Wooooo, dan aku langsung membeo kan. Sepuluh tahun pas putus bilang ‘GAK CINTA WOI”.
Sosok Kelly di sini kuat, mandiri, cerdas, tegas, dan rapuh. Yeah, Kelly sama kayak wanita di luaran sana yang diputusin bisa stress. Sepuluh tahun bukan waktu sebentar. Meski teman-teman Kelly bilang Bobby itu gak ganteng-ganteng amat, tapi kalau hati udah nyaman, mau gimana?
Kak Seplia—penulisnya—keren dah meski cerita ini berputar pada ‘proses move on someone’ tetap ada humor receh yang bikin ceritanya makin hidup. Dari Kelly pun kita harus belajar jadi wanita haruslah pintar. Dia ambisius ke dalam hal positif—mau lanjut S3 dulu baru nikah—wkwkwwwkk gak bisa ya, nikah dulu sambil lanjut S3? Ya, Kan Kelly itu Bu Dosen.
Terus, gimana nasib Kelly? Ketemu kok sama yang sefrekuensi, setara, dan jodohnya dia. Namun, tetap, jalan si Abang Assen pun tak mulus. Mau tahu? Ya, baca aja sendiri dong. Ada di iPusnas kok.
Kelly, dosen muda yang sudah berpacaran 10 tahun, akhirnya kandas saat Bobby minta putus dengan alasan klise, “Kamu pantas mendapatkan laki-laki yang lebih baik dari aku.”
Hatinya tidak rela, setelah sekian lama ia dicampakkan begitu saja tanpa alasan yang kuat. Kelly sangat penasaran, sebetulnya apa salah dan kurangnya dia.
Dua tahun kemudian, Bobby punya kekasih dan mereka segera menikah. Kelly yang tahu kabar itu dari stalking medsos Bobby dengan fake acountnya, sangat kecewa.
Rasa penasaran akan kelebihan kekasih Bobby membuatnya terus menerus stalking dan tidak bisa move on dengan masa lalunya. Sampai Kelly tidak menyadari kehadiran Assen yang menyukainya.
Saat Assen merasa tidak diinginkan, ia mundur dan meninggalkan Kelly, baru deh Kelly merasa kehilangan Assen.
Klise dan mudah ditebak. Namanya juga novel Metropop. Dibandingkan dengan Start Again, karya Lia Seplia sebelumnya, buku yang ini agak membosankan, kurang greget.
Ide ceritanya sepertinya relate bagi banyak orang, kalau buat saya sih kagak. Lama amat pacaran sampai 10 tahun.
WHAW. Aku baru aja menyelesaikan baca Kelly On The Move karya Kak Seplia. Dan kuberi 4 bintang untuknya.
Bercerita tentang kisah romansa Kelly Nahm yang susah move on dari Bobby, mantannya, lalu bertemu dengan Asseen Hristand. Ceritanya ringan dan asyik. Kelakuan Asseen buat mendekati Kelly ini lho yang bikin gemas. Baper-baper gimana gitu. Jadi bikin ketagihan buat menyelesaikan buku ini.
Dan, kuliah 24 SKS nya Ibu Kelly ini sangat mantul, mantap betul. Kalau Ibu Kelly ini sudah memberi kuliah atau bimbingan, yakin deh bikin pusing. Wkwkwk tapi disitu serunya. Jadi nambah pengetahuan tentang sastra😍😍
Nama tokoh yang jelas diterangkan penulis di judulnya. Kelly. Kelly on the move. Yes! Kelly is moving on from her hurting past lof. Ceritinya menasrasikan kesulitan Kelly dalam melupakan kenangannya, impian masa lalunya bersama -ehem- sang mantan, Bobby. Menurut Kelly, bagi beberapa orang patah itu tidak sesederhana yang beberapa orang lainnya rasakan. Dia tahu dan merasakan itu dengan jelas.
My comment is ceritanya bagus tapi catatan untuk novel ini, aku agak terganggu dengan kata "setan" yang terlalu banyak. E.g: dasar setan, eh setan. Sayang aja karakter Kelly yang cool agak tergeser sedikit dengan kata-kata sedikit kasar.
Sebenernya di awal cerita bagus sih. Walaupun gemas banget. Saya suka karakternya Kelly yang strong, tipe yang gak murahan dsb. Tapi, rasanya berbanding kebalik banget dengan sikapnya ke Bobby. Dia kan dosen, pinter lagi, tapi kayak lebay (?) gak bisa kontrol emosi (?). Ya namanya manusia ya, memang kadang suka begitu. Cuma gemes aja, dia tau hidup terus berjalan mau sesakit apa pun patah hatinya. Tapi gak realistis aja, jadi annoying. 2 tahun lumayan loh untuk move on, sulit memang cuma gemas aja sampe Bobby sudah nikah dan ketemu aja masih bahas masa lalu. Rasanya gak etis aja bahas masa lalu dengan mantan yang udah berkeluarga, apalagi istrinya baru keguguran. Yah balik lagi selera aja.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Lumayan sih, tapi aku tuh kayak kebingungan sama karakternya Kelly, kayak ternyata dia kan anaknya nyeni gitu ya, ada scene dimana ada yang cerita kalo Kelly ini pernah main teater dan dipuji bagus, terus dia juga bikin puisi di blog-nya, tapi karakter dia sepanjang novel tuh kayak gimana yah, susah untuk dibayangkan dia anaknya sesastra dan seseni itu. Waktu closure sama Bobby, aku berharapnya kayak ada savage-nya atau gimana, tapi ya biasa aja sih.
Cerita cewek GamOn emang bikin sensasi tersendiri di hati. Ada humor receh tapi tetap saja bisa bikin ketawa. Sakit hati yang Kelly rasakan emang terlalu berlarut-larut, but tetap bisa bikin baper. Hanya saja, Assen kurang ngena di hati. Masih kurang scene tokoh utama sih menurutku. But, semuanya tetap bagus.
Seru, gokil, bikin ngakak. Dan alurnya ngalir, bahasa yg digunakan pun bikin adem bacanya, asik. nggak sekadar fiksi, ada ilmunya juga. Sosok Kelly yg menginspirasi banget, kerjanya nggak setengah2. Lumanayan bisa nambah pengetahuan tentang sastra juga.
Dan yg paling berkesan, saat Kelly berdabat dengan Rossie; hussss ngenaaa banget.