Jump to ratings and reviews
Rate this book

Aku Radio bagi Mamaku

Rate this book
salah satu alasan mengapa pembaca dewasa menikmati karyanya karena mampu mengantarkan pembaca dewasa bernostalgia pada imajinasi masa kecilnya. Tidak sekadar pada pengalaman masa kecil semacam: perasaan saat membolos, menemukan perpustakaan yg sepi, bermain bersama kawan, dll., tapi juga imajinasi saat kita kecil dulu: monster tembok, pohon fiktif, menghidupkan patung, dll. . .


Dan tentu, sebagaimana pernah saya singgung, karya Naya ditulis dengan gaya tutur yg mengasyikkan dan humor yg--saya tak menemukannya dalam bahasa Indonesia--dalam bahasa Jawa disebut "nggateli" di sela-sela sejumlah cerita. Oh ya, ada keluhan lucu yang sering diulang-ulang dalam kumpulan cerpen ini ketika si tokoh kesal dg tingkah kawan-kawannya, yaitu: "Ugh, dasar anak zaman sekarang!" Apakah itu tanda kalau penulisnya memang sudah dewasa, sudah bukan "anak zaman sekarang"?
(Asef Saeful Anwar)


Setelah kumpulan puisi ‘Resep Membuat Jagat Raya’, Abinaya Ghina Jamela (biasa disapa Naya) kembali melahirkan satu karya. Kali ini kumpulan cerita pendek, yang ia beri judul ‘Aku Radio Bagi Mamaku’. Lewat 10 cerpen yang ia tulis dalam buku ini, Naya mencoba menghadirkan “kumpulan protes”, yang terutama dialamatkan kepada kita, orang-orang dewasa.

Yang menarik, Naya melayangkan semua “gugatan” itu melalui cerita yang asyik, yang khas anak-anak, yang diceritakan secara mengalir tanpa dibuat-buat.

Tak cuma berisi protes, cerita-cerita Naya dalam buku ini juga mengandung ketangkasan dan kecerdasan seorang bocah yang nakal-tapi-pembelajar. Di dalamnya, ia menunjukkan bibit kesadaran berbahasa (misalnya frasa ‘Miss Iya’ mestinya diganti dengan ‘Ibu Iya’ (hal. 31), study tour harusnya diganti dengan ‘pelajaran di luar sekolah’ (hal.3)); kritik terhadap sistem pendidikan yang selama ini tidak terlalu menganggap penting membaca dan perpustakaan; serta wawasan bacaan (bayangkan, seorang bocah kelas 3 SD sudah membaca karya-karya Sherlock Holmes, Pram, dan One Hundred Years of Solitude-nya ‘Gabo’ Marquez.
(Abul Muamar)

100 pages, Paperback

Published October 11, 2018

4 people are currently reading
64 people want to read

About the author

Abinaya Ghina Jamela

5 books11 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
20 (30%)
4 stars
35 (53%)
3 stars
9 (13%)
2 stars
1 (1%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 22 of 22 reviews
Profile Image for Wahyu Novian.
333 reviews44 followers
December 18, 2019
Cerita-cerita ini sepertinya perpaduan antara kehidupan Naya dan imajinasinya yang luar biasa. Ah, keren sekali Naya bisa menulis seperti ini. Gaya berceritanya masih sangat khas anak-anak. Lugas. Tapi layaknya orang dewasa yang sok tahu, saya jadi menebak-nebak yang terjadi di kepala Naya. Bagaimana sosok ayah yang tidak begitu penting di kehidupan keluarga di cerita ini, bagaimana Naya sedih teman-temannya tidak suka membaca seperti dia, bagaimana banyak hal yang seolah tidak memberatkan tapi tetap dipikirkan juga. Tapi tetap ditulis secara polos. Bagus.
Profile Image for Ketrin Aswaninata .
2 reviews
May 6, 2022
Ada perasaan bangga saat aku menyadari diriku meminjam beberapa koleksi buku seorang anak kecil berusia 10 tahun -- dan, mendapati salah satu dari bukunya yang kupinjam itu ditulis oleh seorang anak kecil juga saat usianya baru 9 tahun.

Ya, rasa bangga sedikit tergelitik. Sisa pemikiran kunoku mungkin tak sengaja terbersit, "ya ampun, mereka masih anak-anak". Namun, ketika aku melihat koleksi buku mereka, juga karya mereka, aku semakin meyakini tak seorang anak pun di dunia ini layak dianggap sebagai kertas kosong yang melulu harus dicekoki oleh orang dewasa.

Mereka, meski masih kecil, bisa saja memutuskan untuk melakukan hal keren yang belum tentu mau dilakukan oleh orang dewasa, seperti serius mengoleksi dan membaca buku bahkan menulis buku.

Sebenarnya, ini bukan keyakinan atau perasaanku sendiri. Mereka, anak-anak ini pun mengaku dan meyakini hal yang sama; anak-anak tak berarti kanak-kanak.

Seperti tokoh Alinka yang ditulis oleh @naya_ghinajamela dalam buku Aku Radio Bagi Mamaku ini pun menuangkan keresahan yang sama. Lewat keseharian Alinka di lingkungan rumah dan sekolah, Naya berhasil menunjukkan secara jujur sikap-sikap orang dewasa yang seringkali menyebalkan.

Satu yang paling menonjol adalah ketika orang dewasa merasa bahwa seorang anak harus selalu patuh dan tak boleh melawan. Sosok orang tua harus ditakuti dan disegani. Padahal, sering kali anak hanya bermaksud menyampaikan secara jujur perasaan dan kondisi mereka.

Tokoh Alinka yang dituliskan Naya adalah seorang anak kecil yang kritis dan berani. Tak hanya kepada guru dan kepala sekolah, di rumah pun Alinka acap kali memprotes ayah dan bundanya ketika ia merasa ada haknya yang terusik.

Orang-orang tua bisa saja merasa tertampar membaca 10 kisah Alinka di buku ini, dan menganggap tulisan Naya menyesatkan. Tapi, semua kembali kepada mata dan telinga yang mau lebih terbuka untuk kehidupan seorang anak kecil.

Sementara itu, ketika anak-anak membaca buku ini, bersiaplah untuk mengangguk-angguk sebanyak mungkin pertanda sangat setuju dan mendukung Alinka lalu menyadari betapa selama ini menjadi diam dan takut begitu menyiksa. [K]

📚 Koleksi buku teman kecil
Profile Image for The Book Club Makassar.
127 reviews8 followers
Read
December 26, 2021
Berisi kumpulan cerita pendek yang menghadirkan kumpulan "protes" Alinka, seorang anak perempuan kelas 1 SD. Alinka banyak menceritakan tentang teman-teman sekolahnya, keluarganya, hobinya, penulis dan buku-buku yang dibacanya, juga imajinasinya. Dengan gaya menggemaskan,
kesepuluh cerita pendek karya Naya, sapaan akrab Abinaya Ghina Jamela ini mengalir
dengan ringan namun sarat kritik sosial sesuai dari sudut pandang seorang anak dalam menghadapi situasi yang tidak mengenakkan. Keseharian anak-anak yang sederhana ternyata bisa disajikan dengan penh bobot.

"Aku ingin membuat jagat rayaku sendiri. Tidak peduli orang suka atau tidak. Aku tidak perlu malu pada gambarku, untuk apa malu pada gambar sendiri?

Aku Radio bagi Mamaku adalah dunia Alinka, dunia yang penuh ketidakadilan dipandang dari sisi seorang anak. Buku ini cukup menyenangkan dibaca orang dewasa untuk melihat kemurnian kacamata anak-anak, juga membuat kita dapat lebih mendengarkan suara mereka yang sering orang dewasa abaikan. Selama ini anak-anak dianggap tidak memiliki opini yang kuat untuk didengarkan. Bisa saja banyak hal yang mereka pikirkan tapa kita duga. Naya, seorang penulis cilik kelahiran 2009 ini tidak menulis cerita seperti halnya orang dewasa menulis untuk misi besar mengajarkan moralitas yang sering kita dapatkan pada buku cerita anak--yang hampir selalu disertai pesan moral di akhir cerita.

*Review by Tias
Profile Image for Tiara Sasmita.
7 reviews
June 10, 2019
Buku pertama di awal 2019.

2019ku diawali dengan buku fiksi karangan Abinaya Ghina Jamela, penulis cilik yang menurutku sangat cerdas dan brilian di usianya. Bukunya yang berjudul "Aku Radio Bagi Mamaku" adalah sebuah novel yang di setiap babnya memberikan kejutan, kelucuan bahkan juga pembelajaran bagi setiap pembacanya. Bagiku, buku ini tidak hanya sekedar bacaan bagi anak-anak, tapi juga bagi orang tua karena buku ini mengajarkan banyak hal khususnya dalam membentuk pola pikir anak untuk tidak takut dalam melakukan dan mencoba segala hal, bagaimana menghadapi konflik anak secara dewasa dan bagaimana memberikan hukuman yang edukatif terhadap anak.

Walaupun buku ini dibuat dan bersudut pandang anak kecil, tapi banyak bagian-bagian yang menurutku sangat kritis. Karakter utama dalam novel ini adalah seorang anak perempuan kelas 1 yang muak dengan pembagian kelas-kelas yang dikonstruksi oleh orang dewasa khususnya Kepala Sekolahnya. Novel ini mengajarkan anak-anak untuk tidak takut dan berani melawan segala sesuatu yang salah selagi ia benar dan mempunyai argumen yang kuat.
Profile Image for Wiwit Astari.
35 reviews1 follower
February 14, 2021
Membaca buku ini mengingatkan saya akan buku Na Willa. Bentuk protes, pemikiran juga sikap anak-anak yang spontan membuat kita sadar permasalahan yang kerap kali rumit bisa diselesaikan secara sederhana saja. Pertanyaan demi pertanyaan yang dilemparkan oleh anak-anak terkadang membuat kita berpikir keras, namun itu yang menjadikan bagaimana karakter anak akan terbentuk nantinya.
Tidak hanya cocok dibaca oleh anak-anak sebagai cerita, namun juga sebagai tamparan juga bahan ajar bagi kita yang sudah dewasa.
Buku ini bisa dikatakan buku sekali duduk, cerita yang ditampilkan tidak terlalu panjang, namun padat akan nilai.
Buku ini juga saya rekomendasikan untuk teman-teman baca, karena terkadang sudut pandang anak bisa lebih kritis dibanding dengan kita yang terkadang mengaku sudah dewasa 😄
Profile Image for tnty.
122 reviews2 followers
April 24, 2023
“Aku jadi ingat papaku. Papaku selalu merasa benar. Jika sedang bicara tidak bisa dihentikan. Dia bisa marah. Aku pikir karena dia papaku dan karena dia dewasa. Anak-anak harus mendengarkan saja semua perkataan orang dewasa.” - hal 9.

Buku yang ringan, lucu, dan menghibur. Sepuluh cerita pendeknya mampu diselesaikan dalam sekali duduk, tepatnya selama perjalanan KRL Solo-Jogja yang memakan waktu sekitar satu jam lebih sedikit. Bahasanya apik dan rapi untuk seorang penulis yang masih umur 9 tahun saat itu, penuh imajinasi kekanakan namun mampu membuat kita sebagai orang dewasa menyadari hal-hal yang dulu pernah kita pikirkan waktu kecil yang telah terlupakan.
Profile Image for Repeatasari.
65 reviews3 followers
May 21, 2023
Ini kali pertama aku baca karya Abinaya.

Aku Radio Bagi Mamaku merupakan kumpulan cerpen yang ditulis Naya tahun 2018. Ada 10 judul cerpen. Buku ini tipis kok cocok untuk dibaca anak-anak. Buat orang dewasa pun bisa jadi snack book jikalau butuh yang ringan-ringan.

Gaya cerita Naya khas anak seusianya. Setting tempatnya pun fiksi. Membuatku menebak-nebak ini kisah Naya yang difiksikan atau murni fiksi yaa. Terlepas dari itu, salut sama Naya di usia belia sudah rajin nulis dan baca buku. Btw, referensi bacaan si tokoh Aku di buku ini luas untuk anak seusianya.
Profile Image for Nurina Widiani.
Author 2 books15 followers
November 4, 2018
Semua ceritanya khas anak² tapi penuh dengan kekritisan akan lingkungan sekitar. Ini adalah dunia Alinka, dunia yang penuh ketidak adilan dipandang dari sisi seorang anak. Namun Alinka mencintai dunianya.
Profile Image for Ade Gunawan.
29 reviews
November 14, 2021
Melihat bagaimana keseharian anak kecil berangkat sekolah dan menyiapkan bekalnya sendiri dan bertemu dengan teman-teman sekolahnya. Melihat bagaimana anak-anak mencari tahu tentang dunia sendiri. Ciamik
Profile Image for Sarah Paramita.
15 reviews1 follower
March 28, 2022
This book made me think that I was't not that critical back then.
The write who in fact just a teenager depicts the world of the little ones through her lens.
It reminded me that I have to know what I am doing even in front of the kids.
2 reviews
October 20, 2019
Yang selalu aku pertanyakan adalah langkah seperti apa yang membuat naya dan tulisannya bisa mewakili perasaan tiap pembacanya.
Profile Image for Op.
374 reviews125 followers
May 26, 2020
Buku kedua Abinaya yang kubaca. Gaya tulisannya tidak berbeda dengan buku yg pernah kubaca. Tapi tidak masalah, sih.
Manis, berani, dan segar.
Profile Image for Mutiara.
118 reviews5 followers
July 20, 2025
Lucuu.. Sangat polos, lugu, so fresh. Bacaan ringan yang bisa dibaca dalam sekali duduk
Profile Image for Yuan Astika Millafanti.
314 reviews7 followers
February 25, 2024
20.11.21
Aku Radio bagi Mamaku • Abinaya Ghina Jamela • Penerbit Gorga • Cetakan ketiga, 2020 • 99 hlm.

Buku ini merupakan kumpulan cerita tentang serunya keseharian Alinka. Cerita dibuka dengan perkenalan Alinka dan kehidupan bersekolahnya sebagai murid baru di Sunopa. Di Terbaik Sunopa (TS)--begitulah nama sekolah terbaik di Sunopa, tempat Alinka belajar--tiap jenjang kelasnya memiliki nama yang unik: Untuk Pemula, Naik Tingkat, Jangan Menyerah, Dalam Perjalanan, Hampir Sampai, dan Tingkat Tertinggi. Tak jauh berbeda dengan kehidupan sekolah pada umumnya, murid-murid TS pun berinteraksi dalam geng yang masing-masing anggotanya harus patuh pada instruksi sang ketua. Di buku ini juga ada sosok anak yang senang mengejek, lo. Benar-benar serupa benar dengan potret kehidupan nyata.

Selain keseharian Alinka di sekolah--bagaimana ia bergaul dengan teman, menanggapi sikap teman yang nakal, atau menghadapi sikap warga sekolah yang memandang murid berdasarkan "kelas"-nya--buku ini juga menceritakan bagaimana ibunya sering menekankan hal baik padanya, kakaknya yang "berbeda" dengannya, atau ayahnya yang jarang di rumah.

Seperti tulisan Naya di bukunya yang lain, di buku ini pun juga terserak pesan atau kritikan Naya akan sikap orang dewasa, misalkan ketika orang dewasa menilai orang lain berdasarkan kelasnya, tetap memarahi meskipun anak sudah berusaha jujur dan mengakui kesalahan, enggan menerima masukan dari orang lain--apa lagi dari anak-anak, atau kerap menghabiskan banyak waktu dengan gim atau gawai ketimbang bermain bersama anak.

Membaca buku ini, membuatku berkaca pada kehidupanku. Betapa serupanya Alinka dan kakaknya dengan buah hatiku. Salah satunya lebih suka membaca dan irit bicara. Sedangkan yang lainnya senang sekali bercerita. Bahkan sesi makan pun diselingi celotehan sebagai jeda antarsuapannya.

Di sisi lain, aku suka dengan imajinasi Naya tentang Monster Tembok dan "sosok asing" di cerita penutupnya. Kupikir sosok misterius di cerita terakhir itu adalah Ratu Osi (tokoh dalam novel karya Naya). Benarkah itu ia? Entahlah.

==
Profile Image for summerreads ✨.
110 reviews
December 26, 2022
Rasanya hangat dan menggemaskan sekali membaca buku yang ditulis oleh anak kecil.

Buku ini bercerita tentang seorang anak perempuan kecil bernama Alinka yang duduk di kelas 1 SD di kota bernama Sunopa --yang di awal cerita disebutkan, dan katanya kota ini takkan kita temukan di peta.

Meski ini fiksi, tampaknya ada selipan beberapa cerita sehari-hari yang tampak agak nyata. Rasanya kayak baca buku harian seorang adik kecil. Ada cerita tentang sekolah, tentang perpustakaan kota, tentang kakaknya, ayah ibunya, kepala sekolah yang galak, bekal sekolah, hingga monster di tembok.

Bahasanya ya tentu saja ringan dan bisa dibaca selesai dalam sekali duduk --sebab hanya ada 10 tulisan pendek. 🌷
Profile Image for Lajeng Padma.
53 reviews
November 22, 2025
Saya suka cara penulis mengisahkan hal-hal di sekitarnya yang diawali kekritisan khas anak-anak. Cerdas!
Displaying 1 - 22 of 22 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.