Setelah diasingkan karena dianggap mencoreng nama baik keluarga, cewek itu kembali sebagai mahasiswi tomboi yang disegani para mahasiswa. Semua orang yang mengenalnya tidak percaya dengan penampilan Fal yang berubah 180 derajat. Mereka tambah gempar karena Fal mengaku hilang ingatan.
Apa iya Fal hilang ingatan karena insiden beberapa tahun lalu? Sayangnya, itu hanya rumor yang cewek itu ciptakan sendiri. Mana mungkin dia amnesia setelah dihunjam dengan pengkhianatan dan rasa sakit hati yang begitu mendalam? Fal kembali untuk membuat perhitungan dengan mereka yang sudah membuat hidupnya hancur. Rumor itu Fal sebar agar dia bisa menjalankan rencana balas dendam yang sudah dia siapkan matang-matang.
Dalam menjalankan rencana itu, Fal bertemu dengan Rani dan Awi, dua sosok polos yang mengajarkannya berbagai kebaikan. Dia juga mesti berhadapan dengan Aji---cinta masa lalu---yang sudah mengkhianatinya.
Setelah rencana dijalankan dengan begitu rapi, haruskah dia mundur setelah tahu bahwa masih ada ketulusan dan rasa penyesalan dari orang-orang itu? Lantas, bagaimana jika sesungguhnya Fal masih mengharapkan cinta tulus dari Aji?
INI BUKU APAAN SIH?! IYA AKU NGGAK SANTAI BANGET! Please ini ceritanya nusuk banget😭😭
Aku ceritain dikit deh, jadi Fallega Dinata ini kembali ke Indonesia setelah diasingkan ke Australia sama orangtuanya. Kenapa diasingkan? Karena pernah punya skandal sama mantan pacarnya saat itu, Aji. Karena dia adalah keluarga terpandang, jadilah makanan publik saat itu.
Itu terjadi tahun 2005, dan pada tahun 2008 Fallega kembali ke Jakarta dengan MISI BALAS DENDAM ke mantan pacarnya dan teman-temannya.
Satu satu temannya dapet balasan dari apa yang mereka lakukan dulu. Dan aku salut banget sama Fallega! Rapi banget perencanaannya, aku aja sampe nggak nyangka🙈
Aku suka sama alur, narasi, diksi, penggambaran tokoh.
Dan itu Awi jarang muncul kenapa loveable banget?! Sumpah aku paling suka dia dibuku ini, abis itu Fallega malah hahahaha.
*cogan detected*
DAN ITU ENDING APA APAAN? 😭😭
Udahlah ku tak bisa berkata-kata lagi. Wajib baca banget!
Mixed feeling. Akhir-akhir ini aku kayaknya sering dapat kesan ini pas baca novel-novel remaja buatan penulis lokal yang diterbitin GPU: Nanggung dan setengah-setengah.
Sering banget novel-novel itu keren banget dari awal sampai pertengahan. Lalu setelah itu kualitas plotnya menurun drastis. Seringnya rasanya semua dipercepat gitu aja. Seolah baik penulis dan editornya udah nggak tahan lagi nanganin buku itu, pengin nyerah dan akhirnya cuma ingin cerita itu segera dituntaskan dan diterbitkan. Meskipun kualitasnya nggak maksimal.
Novel ini salah satunya. Padalah ceritanya potensial banget. Beneran page-turning. Tapi begitu menginjak halaman 200an tiba-tiba plotnya dipercepat, dialog, narasi, dan karakter-karakternya kehilangan kedalamannya. Semua twist dibeber gitu aja tanpa ada foreshadowing sama sekali dari awal. Duh... Eman.
Apa aja semua blank spaces yang terkesan dibiarkan kosong demi kelancaran plot dan kejanggalan dalam novel ini? Ntar aku jabarin di lain waktu kalau udah bisa konsen nulis review lengkap, ya. Tapi kalau mau tahu cek aja reading progress-ku.
Padahal, kalau aja penulis dan editornya mau sabar moles cerita ini sampai ke halaman terakhir, pesan moralnya soal sakitnya dendam, hidayah dan pelajaran dari Tuhan kadang datang dengan cara yang menyakitkan, pentingnya rasa tahu diri dan terima kasih, dan lain-lain bisa jadi terasa lebih tajam dan berkesan.
Ditunggu karya berikutnya, Dana Fazaira. Moga di novel berikutnya kamu dan editormu bisa lebih sabar memoles ceritanya sampai benar-benar tuntas dengan memuaskan.
Awalnya, kukira novel ini bakalan kayak novel Forever Monday, atau novel yang bales dendam sampe akhirnya malah kecentok sendiri gitu. Ternyata nggak banget! Bener-bener beda. Novel ini banyak banget moral yang bisa diambil. Baik untuk kehidupan sehar-hari atau kebaikan mental kita. Meskipun menurut pengarangnya, novel ini tuh udah mengendap sepuluh tahun di laptopnya dia sebelum akhirnya dipinang sama Gramedia.
Aku suka ide ceritanya dan walau beberapa hal kaya "aduh berlebihan deh" tp ku ingat 1 hal, uang bisa melakukan apa pun. Apa pun yg ga mungkin bisa jadi mungkin.
Novel ini menawarkan "penderitaan" tetapi aku kurang bisa merasakan aura itu. Ada adegan yg bisa jd kunci biar pembaca nangis tp malah jd biasa aja.
Tp, terlepas dari itu semua. Aku suka amanat dari novel ini. Bagus sekali
Randomly I chose this book cause its cover. Feminin tapi ga lembek begindang. Maafkan bahasa aku yang emang aneh, tapi itulah adanya.
Pas baca sinopsisnya, kujuga kepo.
Lalu aku pun mulai membaca, jadi ternyata novel ini memang berkisah tentang BALAS DENDAM...!!! TAPI WAGELASEH gokil bet karakter utamanya SETRONG!!! Gak menye-menye. Terus unik, soalnya jarang kan kaya semacam penjahat gitu karakter utamanya. Tapi aku sukhaaa bets!
Rasanya aku mo peluk Fallega erat. Peluk dia dan bilang klo dia gak sendirian di dunia ini. Bukunya juga page turner banget kalo kata orang mah, buat kepo. Abis ini apa, abis itu si Fallega ngapain.
DAN ENDINGNYA...
!I(@^*^&AS%^!@(^AS*!@%&!@
Tapi kisah Fallega ini deserve buat dibaca.
By the way, AJI BUAT GUE YA!!! THANKS. Salam buat author Dana, moga nerbitin buku lagi yang serunya gak kalah sama Fallega.
waktu Fallega sedang menjalankan aksi balas dendamnya, aku kayak... "habis itu ngapain? udah puaskah?" Dan ternyata benar-benar terjawab sama buku ini dong!! Huww hampir semua karakter nggak ada yang sempurna. Dari novel ini juga banyak pelajaran tentang sehari-hari yang bisa kita ambil. Salah satu contohnya dampak dari balas dendam itu sendiri. So, buat kalian yang berkeinginan balas dendam, urungkan niatnya deh!
Di tahun 2005 Fallega Dinata diasingkan oleh orangtuanya ke Sydney. Fallega dianggap sudah mencoreng nama baik keluarga besar Dinata. Bukan tanpa sebab ia diasingkan. Fallega dikhianati, ditolak dan dicemooh habis - habisan oleh orang - orang terdekatnya. Sejak video bermesraannya dengan pacarnya Aji tersebar luas, tidak ada yang mau berteman dengannya lagi. Tidak Aji, tidak juga gengnya yang terdiri dari Indah, Dhini dan Icha.
"Lo semua sahabat gue. Kenapa saat gue butuh pelindung lo semua nggak ada?" "Friendship is nothing. Yang gue sama Dhini butuhin itu adalah hubungan yang saling menguntungkan. Dan lo udah nggak bisa nguntungin kami lagi. Lo cuma sampah."
Di tahun 2008, Fallega kembali ke Jakarta untuk membalas dendam pada semua orang yang sudah menyakiti dan mempermalukannya. Tidak tanggung - tanggung, semua sudah direncanakannya secara matang. Fallega tidak lagi feminim seperti dulu. Kini ia tomboy, dingin, dan penuh dendam.
Untuk mempermudah misi balas dendamnya, Fallega memperalat Rani, gadis biasa yang cantik dan polos untuk menjadi temannya. Dengan kekayaan dan kekuasaan yang dimiliki keluarganya, tak ada yang tak bisa dilakukan Fallega. Terlebih ketika benci dan dendam sudah merasuki pikiran dan hatinya, tak ada lagi ruang untuk berdamai, tidak untuk orang lain, tidak juga untuk dirinya sendiri.
Honestly, kubingung akan berkata apa. Cerita ini memang tentang Fallega, skandal, balas dendam, dan terjadi tahun 2008. Rumit, pelik, tapi masih mengalir waktu dibaca. Kujuga suka pesannya kalau balas dendam nggak akan buat kita bahagia. Semoga Fallega tenang di alam sana dan sukses untuk kakak penulisnya 🐳🐳
Novel ini menceritakan tentang Fallega atau Fal, gadis kaya raya, pewaris perusahaan ternama. Ia baru kembali dari Australia setelah diasingkan karena berhasil mencoreng nama baik keluarganya. Fal awalnya adalah gadis polos dan baik. Namun ia berubah menjadi sosok tomboy dan pemberani. Ia berniat membalas dendam terhadap mantan sahabat dan pacar yang sudah membuatnya diasingkan selama ini. Rencananya berjalan lancar dan mereka semua menerima akibat dari ulah mereka. Namun ternyata balas dendam nggak membuat Fal lega. Akhirnya ia sadar kalau tindakannya salah dan ia mencoba memperbaiki semuanya. Novel ini sungguh menguras emosi aku. Aku sempat merasa karakter Fal disini benar-benar jahat. Namun akhirnya ia berubah menjadi tokoh baik. Novel ini mengajarkan kita untuk tidak membalas dendam, dan memaafkan orang yang bersalah dengan kita. Karena pasti mereka memiliki alasan melakukan hal itu.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Menurutku penulisnya keren, bisa bawain karakter-karakter yang benar-benar "hitam" dan benar-benar "putih" dalam satu frame/cerita, sekaligus bikin penasaran si Fallega ini mau ngapain lagi sih?
Karakter hitam: Fallega dan teman-temannya yang telah berkhianat. Mereka sekumpulan anak-anak dari lingkungan glamor, yang taunya cuma dunia gelap semacam clubbing hingga yang lebih dark lagi.
Karakter putih: Rani yang dari lingkungan keluarga enggak mampu. Hidup pas-pasan dan merasa rendah diri. Punya ibu yang jualan di warung, juga rajin beribadah. Dan pokoknya terkesan anak baik-baik kebangetan.
Meski sebenarnya pertemuan karakter hitam dan putih ini kurang "rapi" dan juga terkesan banyak tokoh tempelan (saking banyaknya tokoh yang muncul), tapi ini udah cukup baik untuk novel-novel young adult lokal. Singkatnya, idenya beda banget. Aku sampai nyariin kata pengantar penulisnya, buat tau apa ini dari kisah nyata atau enggak, ya tapi nggak nemu sih.
Feel di novel ini dominan dingin: Fallega mau balas dendam karena masa depan dia hancur. Gimana cara Fallega balas dendam? Bagian itu yang bikin kagum sama novel ini. Si Fallega asli dingin banget. Kusampe takuut.
Bagian akhir ceritanya terkesan buru-buru. Soalnya di twist tentang kehidupan Fallega di Sydney penulis udah ngasih clue. Namun di twist tentang "rahasia Fallega yang cuma diketahui Anjar", aku rasa ya semacam "cilukba". Gak ada clue apa-apa, eh taunya.... Kurang sih emang.
Kutaktau mau benci atau suka sama karakter-karakter di dalam novel ini. Cuma Fallega yang berkesan karena karakternya "wah" banget. Untuk karakter-karakter lain, meski nggak meninggalkan kesan mendalam, tapi namanya gampang diingat. Btw, Rani keliatan terlalu baik nggak sih? Kok aku malah kesal dengan perubahan kehidupan dia yang gampang banget.
Fallega. Judul yang unik, dan ternyata adalah nama tokoh utamanya. I like it, enak diucapinnya dan punya efek nempel di otak saya.
Saya suka novel ini! Meskipun awalnya bingung karena nggak ada embel-embel label di novel ini, mungkin kategorinya masuk young adult kali ya? Mengingat bahwa para tokohnya masih kuliah dan konfliknya cukup berat.
Awalnya, saya lagi baca sebuah novel metropop. Tapi karena bosan, saya beralih ke Fallega. Yang ternyata jadi keterusan saking serunya dan langsung beres dalam 4 jam perjalanan Jakarta-Bandung. Konfliknya seru, bikin saya nggak sabar membuka halaman selanjutnya. Dan tokoh Fallega sendiri tampak punya kharisma. Saya suka dengan Fal yang sengak dan nyebelin, karakterisasinya kuat banget.
jika ada kritik yang saya berikan, paling hanya penulisannya yang kebanyakan show, tapi minim tell. Satu-satunya tokoh yang tervisualisasi dengan baik hanyalah Fal, sementara yang lainnya samar-samar. Apalagi dengan nama tokoh yang cukup mirip, misalnya Aji dan Awi, serta Indah dan Icha. Kemudian tentang penyakit yang diderita Fal, tampak kurang akurat dan digali cukup. Ini buat saya aja sih, mungkin pembaca lain nggak terganggu. Dan kayaknya bakalan lebih seru kalau ada sedikit clue tentang penyakit Fal di awal dan tengah cerita.
Pace novel ini cukup untuk saya, alurnya yang cepat cocok dengan ceritanya yang memang seru. Terus, penyelesaiannya juga cukup memuaskan dan sarat makna. So, 3,5 stars from me.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Jujur, gua udh tau cerita ini dari lama. Cuma menurut gua covernya girly, pink-pink gitu. Tentu saja itu hanya dari penilaian sekilas gua.
Dan akhirnya temen gua merekomendasikan gua -atau lebih tepatnya ngeracunin gua- buat baca Fallega. Kata dia "gua nggak tau sih lu bakal nangis apa enggak kalo baca bukunya," hmm... sebenarnya sih nggak bisa dibilang nangis, cuma apa ya? Ya gitu deh, gua tetep merasa biasa aja hampir diseluruh scene, cuma ya tetep kayak ada sakit-sakitnya gitu. Ada adegan dimana seharusnya itu membuat pembaca nangis, tapi gua ya biasa aja. Satu sih yang paling kentara, "penderitaan" dan keinginan untuk balas dendamnya Fallega itu kuat banget.
Dan Fallega ngasih gua banyak banget pelajaran : 1. Jangan ngelihat masa lalu, atau lebih tepatnya jadikan masa lalu sebagai pelajaran untuk kedepannya. 2. Jangan menyimpan dendam, karena dendam hanya akan semakin membuat diri sendiri semakin sakit. 3. Memaafkan orang lain. Dengan memaafkan orang lain justru kita akan merasakan ketentraman di hati kita bukan?
Kalo diibaratkan drakor, ini tuh kayak Moon Lovers yang di awal aja konfliknya udah terbangun. Terus selama jalan cerita sampai akhir, ada aja yang terjadi sampai berasa susah napas.
Dari blurb-nya siapa pun mengira kalo isinya pasti seputaran balas dendam. Emang iya! Tapi tak sesederhana itu, Ferguso! Intinya memang balas dendam, tapi apa iya semua itu bisa berjalan lancar kalo hati nurani masih hidup?
Dan endingnya...? Kampret gilak! Di awal-awal aku terhanyut dengan dendamnya Fal, eh ujung-ujungnya aku dibikin mewek.
Weits, bukan berarti buku ini nggak ada kelemahannya. Adegan yang sepotong-potong alias perpindahan yang cepat membuat aku nggak nyaman. Itu juga yang bikin aku baru bisa memahami satu per satu karakter tokohnya waktu pas udah sampai pertengahan.
Saya memberi bintang tiga sebenarnya terbagi atas:
1) Dua bintang untuk ulasan lengkap buku, dan 2) Satu bintang sebagai bonus karena buku ini dapat saya tamatkan selama 6 jam saja (dibaca karena memang sedang sulit tidur).
Nah, dari pembagian bintang di atas, maka saya akan coba mengulas secara singkat mengenai plus dan minus dari novel berjudul Fallega ini.
Ikhtisar: Fallega bercerita tentang kisah balas dendam seorang cewek bernama Fallega Dinata. Ia diasingkan karena suatu kasus yang membuat keluarganya malu sebagai keluarga terpandang. Setelah ia diasingkan ke luar negeri, Fallega pun kembali ke tanah air untuk melancarkan aksi balas dendamnya.
*PS: yang saya bingung, kenapa kalau orang kaya buanget itu kalau diasingkan harus ke luar negeri? kenapa nggak ke pulau lain? atau ke pulau privat dia aja?)
Nah, tanpa banyak basa-basi, saya mau jabarkan beberapa hal yang menarik sekaligus tidak menarik dari novel ini.
Nilai minus dari novel Fallega: - Tokoh Fallega ini memang digambarkan sangat kuat dan tidak rapuh sama sekali, kadang saya sampai kesal karena dia ini terlalu "pemaksa". Namun, ada orang yang bilang (saya lupa siapa), kalau kita sampai kesal dengan tokohnya, berarti penulis berhasil membuat tokoh yang memorable. - Universe yang ditawarkan terlalu out of reach sih buat saya. Saya nggak tahu apakah karena saya memang tidak pernah nongkrong di tongkrongan kelas atas atau bagaimana, tapi saya sulit membayangkan kalau kejadian ini terjadi di Jakarta. Mungkin hanya sekitar lingkaran terkecil kaum elit saja yang akan relate dengan apa yang terjadi di dalam novel. - Terlalu banyak tokoh dan detail yang sebenarnya tidak berpengaruh pada perubahan diri Fallega. Menurut saya, semua jadi kayak bumbu aja. Contoh: geng XVZ yang diketuai oleh Gilang (eh, Gilang kan ya? saya sampai lupa namanya), juga side story dari tokoh lain yang kayaknya terlalu singkat atau bahkan memaksa. Sampai-sampai, kenapa pula si Fallega harus turun tangan untuk mengelabui teman-temannya itu dengan mengacak-acak hidup teman-temannya? - Kemarahan Fallega kadang membuat saya berpikir bahwa kemarahan tersebut tidak berdasar, tapi ya sudahlah. Saya kurang tahu, kemarahan seperti apa lagi yang bisa terjadi sebagai orang kaya nan elit. - Masih berhubungan dengan poin di atas. Jika memang keluarga Fallega ini adalah orang terkaya ketiga, mengapa tidak melakukan penetrasi media? Kalau kejadian tersebut membuat nama baik Dinata Corp tercoreng, bukankah menyusup dan membayar media bisa membuat hal itu berangsur hilang? - Ini semacam dramaception, entah apakah bisa disebut begitu, tapi memang ini semacam drama di dalam drama. Apakah ada seseorang yang bisa mengalami hal tersebut bertubi-tubi? - Adanya tokoh Awi yang kadang saya kurang paham juga, sebenarnya selain berfungsi sebagai cem-ceman tokoh temannya Fallega, dia ini berfungsi sebagai apa sih?
Nilai plus novel Fallega: - Saya mendapatkan ini entah dari siapa. Tidak membeli, pun tidak meminta. Namun, suatu hari ada kiriman paket buku, berisi satu buku ini tanpa nama pengirim. Saya bingung. Siapa yang mengirimkan buku ini dan siapa pula yang tahu alamat saya? Curiga deh... Tapi, terima kasih buat pengirim (siapa tahu membaca ulasan ini). - Alurnya cukup cepat dan perubahan plot yang dipotong cukup rapi membuat saya betah membacanya berlama-lama, dalam sekali tidur-tiduran (red: sekali duduk). Padahal, novel ini tergolong tebal, tapi bisa saya selesaikan dalam waktu enam jam (dari jam 00.00 - 06.00). - Adanya tokoh Rani yang saya sukai, yang jarang sekali ada di dunia ini. Walau dia kekurangan, lalu mendapat kemudahan, Rani tidak mudah tergoda oleh gemerlap dunia orang elit. - Gambaran kejahatan yang dilakukan orang karena keterpaksaan, tergambar apik di sini. Sayang, motifnya hanya "iseng" anak muda belaka. ISENG doang, saudara-saudara! Coba kalau motif kejahatan mereka pada Fallega lebih besar / luas lagi: seperti konspirasi penggulingan kekuasaan Dinata Corp misalnya, atau konspirasi untuk membuat keluarga Dinata bangkrut, atau supaya bisa diakuisisi perusahaan lain milik temannya Fallega (misal si siapa lah gitu), hal ini akan jadi lebih cantik lagi. Jatuhnya mungkin bukan drama tapi sudah masuk ranah fiksi kriminal. Haha!
Akhir kata, mungkin itulah sedikit unek-unek yang bisa saya sampaikan melalui kotak ulasan Goodreads ini. Semoga ke depannya Dana Fazaira terus menerbitkan karya yang lebih baik lagi, dan selamat atas penantian panjang yang akhirnya purna ini!
Fallega punya banyak potensi untuk bisa jadi YA yang lebih thrilling dan menggigit, sayangnya daya tariknya meredup karena plotnya yang seru dan beralur cepat dimainkan oleh karakter yang datar dan kurang tergali.
Beberapa poin yang saya tangkap saat dan sesudah membacanya:
• Ide ceritanya sangat menarik. Nama Fallega memang ikonik untuk dijadikan judul. Desain kovernya simpel tapi masuk banget ke cerita.
• Alurnya cepat dan banyak twist and turn. Banyak rahasia yang terkuak, dari yang biasa saja sampai yang heboh dan mengancam banyak kelangsungan hidup tokohnya!
• Percakapan Fallega dengan Rani menggambarkan kontras yang pas di antara mereka. Hubungan mereka pun menurut saya yang paling well-developed.
• Saya ingin melihat cerita ini dari sudut pandang yang lebih dekat. Tampaknya karena lebih dominan telling, ada beberapa adegan yang pengiiin banyak saya bisa masuk dan merasakan ketegangan di sana, tapi ternyata berlalu sangat cepat. Misalnya saat Fallega menghadapi geng XVZ dengan pasukannya sendiri, atau saat Fallega merasakan percik dengan Aji lagi.
• Pertanyaan-pertanyaan lanjutan seperti: juga muncul saat dan setelah membacanya.
• Saya suka format epilognya yang singkat-padat-jelas.
• Tokoh-tokohnya... barangkali inilah yang menghalangi saya menikmati cerita ini sepenuhnya meski premis dan alurnya yang berkelit tampak menggoda. Selain kurang dekat dan hanya ditampilkan sepermukaan (bahkan untuk deskripsi fisik hanya Fallega dan Rani yang detail digambarkan), tindak-tanduk mereka juga, bagaimana ya, katakanlah mereka tidak akan terjerumus pada kesalahan yang mereka perbuat sendiri andaikan lebih berhati-hati. Geng-gengan untuk ukuran mahasiswa pun terasa agak ganjil meski dapat dimaklumi, karena biasanya lingkaran pertemanan yang sudah satu sekolah di satu institusi yang sama bisa lebih dekat. Namun kalau ada nama gengnya segala, jadi lebih teringat SMA daripada anak kuliahan.
• Pertobatan tokoh-tokoh penggerak alurnya (Black Butterflies terutama) digambarkan perlahan, dan menjadi salah satu hal yang cukup realistis di sini.
Jujur, premis menyegarkan seperti ini baik untuk meramaikan tema novel YA lokal. Jika kamu sedang mencari bacaan yang cepat, bertema balas dendam, dan punya banyak kejutan, barangkali bisa cocok dan novel ini. Bagi saya, sebetulnya saya mengharap lebih. Lebih dekat dengan kalut, takut, marah, kecewa, dan sedihnya Fallega. Lebih mendapat penjelasan tentang detail yang tersebar. Juga, lebih perlahan sedikit agar bernapas sejenak. Nonetheless, Fallega, you'll always be remembered.
4,5 ⭐️ untuk Fallega. Sebenernya mau kasih 5 aja sekalian, tapi ada beberapa hal yang masih kurang. Contohnya kayak gatau kenapa gue tu kayak ngerasa tokoh-tokoh selain Fal, Rani, Awi itu kayak gimana ya, nggak terlalu ada bedanya. Di awal sempet bingung sama Dhini & Indah 😂 tapi sisanya sukakkk dongg
Dari dulu pengen bgt baca Fallega, tertarik karena cover & blurbnya. Tapi baru baca kemarin karena baru ngerasa pengen nyelesaiin.
Gak akan panjang lebar, mending kalian baca sendiri biar ngerasain sensasinya hahaha. Intinya ini tentang Fal yang balik ke Jakarta buat balas dendam ke orang-orang yang pernah bikin hidupnya hancur dan ngebuang dia kayak sampah. Yap, dia bales dendam ke mantan pacar & sahabatnya.
Jujur aja ni, setelah sekian lama gak baca novel. Pas mutusin baca Fallega rasanya seneng bgt karena kayak menemukan udara setelah kekurung di goa 😂 Dari awal sampe akhir ga bisa berenti baca, karena seseru dan sebikin penasaran itu ceritanya.
Emmm ini gak tau kenapa gue kayak ngedukung apa yang dilakuin Fal masa. Paham, aksi balas dendam dia bisa dibilang gak bener, tapi gue kayak gak bisa sepenuhnya nyalahin Fal 😂 Namanya manusia ye kan, gimana gak dendam kalo hidupnya udah diancurin sama orang, terus pelakunya masih bisa haha hihi
Konflik-konflik yang diangkat penulis di buku ini emang relate bgt sih sama pergaulan di zaman sekarang. Jadi, gue gak kaget sih pas tau skandal Fal dan teman-temannya itu. Emang kita harus pinter cari temen, walaupun lagi-lagi sebenernya semua manusia itu punya sisi baik
Gokil sih apa yang dilakuin Fal, aksi balas dendamnya bener-bener direncanain serapi itu. TAPI SUMPAH PLOT TWISTNYA 😭 Berapa kali ya dibikin melongo sama kejutannya wkwk. DAN ENDINGNYA itu log asgdjdkdlakdj
Tapi dari kisah Fal ini, gue belajar banyak sih. Nabung dendam emang gak ada faedahnya :') dan bener banget apa yang kita lakuin pasti akan ada balesannya sendiri. Makanya kita sebisa mungkin harus jaga sikap supaya nggak merugikan diri sendiri dan orang lain juga.
Bener nih kalimatnya,
".... beginilah kalau membenci seseorang. Yang sakit bukan orang yang dibenci, melainkan diri kita sendiri." - hal. 223
Ih pokoknya lov u bgt buat penulisnya 😭 lope sekarung buat Kak Dana Fazaira ❤💙💚💛💜💓💕💖💗💝💞💟
Allahuakbar Alhamdulillah akhirnya beres juga gue baca ini 😭😭😭 Jujur, dr baca blurb gue merasa dijanjikan hal bagus dr novel ini Makanya gue beli loh buku fisiknyaaaaa Trus baru skrg baca, cuma bacanya di iPusnas si hhehehe, biar ga repot gt tadinya Taunya pas baca...er.... Ide ceritanya gue akuin bagus kok serius Cuma tuh ya duh, penulisannya ituloooh 😭😭😭😭 Plotnya tumpang tindih, banyak adegan kentang dan out of nowhere gtu Iya gue paham kalo authornya mau nyeritain semua masalah tokoh2nya yang mayan banyak itu Cuma tuh yaaaa, ini penulisannya bikin gue gagal fokus, lagi di adegan ini, tiba2 pindah ke adegan lain, sumpeh ya ga mulus banget perpindahannya, sampe gue bener2 tahan2in aja baca sampe selesai 😭😭😭 Trus ini anak2 kuliahannya sumpah ya nakal2nya tuh norak semua wkwk Anak kuliahan angkatan 2008 masih pake geng2an gtu ya? Mana identitasnya pake jaket lagi, itu himpro? Ya pokoknya sayang banget lah sama pengaturan adegannya Keknya bakal gue jual sih ini buku fisik yg gue punya, so sorryyyy
Jujur, saya kemakan blurb-nya. Blurb-nya tuh menjanjikan bgttt saya paling suka kl ada yang balas dendam. Revenge is sweet, baby. Tapiii diksinya kaku bgt... jadi gagal menikmati dan saya berujung skimming. Sayang bgt, pdhl ada beberapa hal yang lumayan bikin page-turning. Eksekusinya bikin gregetan krn entah kenapa terasa kurang maksimal. Trs kaya ada yang ditahan gitu, mungkin penulis merasa topiknya tabu? IDK.
Teruuusss buset dah ini berlapis-lapis bgt ya masalahnya, sampe kadang terasa diada-adain biar semuanya terbalaskan. Dan makin ketengah, alurnya makin ngebut kaya lagi balapan. Sayang sekali:(
Sebenernya mau kasih rating 3.5 tapi kan gak bisa hehe. Menurut aku cerita komplek banget tetapi penulis sangat lihai dalam menyusun alur ceritanya. Penggambaran para karakternya cukup kuat sehingga pembaca dapat merasakan emosi yang sama saat membacanya. Secara keseluruhan, cerita yang dihadirkan memang terkesan bak sinetron tapi dapat disajikan secara apik, dari bulrb sudah berhasil membuat pembaca penasaran dan tidak mengecewakan saat mengetahui keseluruhan cerita, keren! satu lagi, aku menyukai perpaduan warna pada covel novel yang satu ini :)
mm kurang suka, karena dia alurnya kayak cepet banget dan fokus masalahnya juga banyak. trus endingnya tuh kayak emm, kok kesannya sedikit memaksakan. trus di akhir itu katanya dhina dijodohin sama aji, tp paragraf selanjutnya trnyata si alan.