Sebuah buku yang kusambar sebagai bacaan ringan di tengah-tengah kegiatan di tempat yang kusinggahi. Lumayan sebagai pengisi waktu. Namun rasanya asing sekali bila dibandingkan dengan budaya di sini, di Indonesia, budaya manusia laut/pantai. Mana ada orang tua membiarkan enam anaknya berlayar tanpa orang dewasa sampai satu bulan lamanya ke perairan yang jauh dari rumah. Rasanya juga bakalan jarang sekali kakak-beradik yang cukup bersabar dengan misalnya, tingkah adik bungsu umur empat tahun yang memutuskan berlayar sendiri dengan rakit buatan tangan anak-anak di tengah kabut, tanpa memarahi dan menyalahkannya atas kesembronoan dan ketidakpeduliannya membalas panggilan kakak-kakaknya yang dia dengar waktu ia memutuskan menghilang di laut. Yeah, well, mereka hanya keluarga impian, sih, gitu toh? Oho, ya.