WILLIAM HILTON adalah bajingan yang bisa menaklukkan hampir seluruh wanita di kota Las Vegas. Kesukaannya adalah wanita yang memiliki tubuh seksi dan hobinya adalah meniduri wanita yang berbeda setiap minggu. Suatu malam, dia bertemu dengan seorang wanita. NANCY MAXWELL.
Tanpa berpikir panjang dia begitu ingin membawanya ke kamar hotel. Tapi sialnya, wanita itu penuh misteri dan sedikit menyukai hal gila yang bahkan setara pria bajingan yang penuh pengalaman seperti dia saja tidak habis pikir dengan apa yang diinginkan wanita itu. Akankah William bisa menghadapi wanita itu? Dan membuatnya bertekuk lutut seperti wanita lainnya?
Aku ingat ketika semasa kecilku dipenuhi dengan bermain boneka seperti boneka barbie dan boneka kertas. Kala itu, aku merasa sedang menciptakan sebuah skenario dalam hidup seseorang. Kurasa menulis pun tidak jauh berbeda dengan bermain boneka. Karena aku merasakan hal yang sama, bisa membangun duniaku sendiri. Memulai dan mengakhirinya.
Akan tetapi setelah kembali terpikirkan ternyata rasanya berbeda. Faktanya bukan seperti itu. Menulis lebih terasa seperti Christopher Columbus yang menyeberangi Samudra Atlantik, seperti Marco Polo yang menyusuri jalan sutera, seperti Ernest Henry Shackleton yang menjelajahi Antartika, juga seperti Ibnu Batutah yang berkelana di abad pertengahan.
Ya, menulis itu terasa sedang mengunjungi dunia-dunia yang belum pernah dikunjungi. Membutuhkan banyak usaha supaya diperkenankan masuk ke dalam dunia tersebut. Rasanya aku harus tinggal untuk mengenal, menelaah, dan menyelidikinya pada jangka waktu tertentu. Di waktunya habis, aku terpaksa pergi. Tak jarang merasa terjebak di dalamnya sehingga kesulitan untuk pergi.
Kemudian aku memulai kembali perjalanan menjelajahi dunia berikutnya. Dunia yang asing, yang dipenuhi suasana baru. Dan aku mesti menyesuaikan diri.
Mungkin orang-orang berpendapat bahwa penulis memiliki kebebasan murni. Bisa menjadi siapa saja. Bisa melakukan apa saja. Bisa memilih keputusan mana saja. Bahkan bisa mengganti tawa dengan air mata atau menggantikan air mata dengan tawa.
Sungguh kenyataannya tidak benar-benar seperti itu. Karena setelah aku, kau, atau mereka menulis kalimat pertama, saat itulah kita terikat dengan cerita tersebut.
Karena setelah karakter utama muncul, bukan kita yang mengarahkannya melainkan karakter itu yang mengarahkan kita. Mengikuti alurnya, konfliknya, dan dunianya.
Karena setelah ceritanya selesai, mau tidak mau, kita harus pergi. Tak lagi bebas berlalu-lalang di dunianya. Akhir kalimat cerita tak boleh mengacaukan semua kalimat yang dituliskan sebelumnya. Kita tak boleh mengacaukannya.
Namun karena itulah, menulis tetap menjadi hal terbaik yang pernah kulakukan.
Satu kata buat william tuh bajingan ,,paling koplak diantara semua thr wkwkwkwk aku paling suka buku ini sampe baca ulang 5x diwp Buku ini isi nya tuh bukan drama menye2 yang kek buku or cerita biasa nya Bagi ku tuh ini masterpiice nya puput ah pokok nya paling q suka diantara semua thr series 😍😍😍😍😍
Kita sebagai pembaca gk akan pernah menyesal sudah membaca novel ini, karena banyak pembelajaran hidup yg bisa kita ambil dari setiap karya kak puput... Pokoknya kita harus baca semua karya2 dari kak puput. Salah satunya ya novel ini 👍🏻👍🏻😍😍