Jump to ratings and reviews

Sirius Seoul

Seoul tak sekadar menawarkan drama-drama pelik penuh konflik di TV seri. Seoul juga tak sekadar tanah di mana kimchi dan kimbap paling banyak dibuat. Bagi Sofia, Kota Seoul mengundanganya datang untuk misi terselubung.
Fakta bahwa paman pernah menikah dan punya anak-atau dalam kata lain: Sofia punya sepupu, cukup mengganggu gadis itu beberapa hari terakhir. Apalagi paman paling tidak mau membahas akhir dari rumah tangganya atau mengapa tidak berkeluarga lagi. Seperti anak muda lain yang mendadak cerdas kalau sedang kepo, Sofia berhasil menemukan sang sepupu melalui sosial media.
Namanya Ninef, tinggal di Seoul bersama ibunya. Ninef tidak tahu bahwa Sofia adalah keluarganya yang terdekat. Yang Ninef tahu, Sofia adalah sahabat paling baik yang pernah dia punya. Sampai akhirnya, Sofia mengetahui rahasia tergelap Ninef yang disembunyikan dari banyak orang. Inikah alasan paman tak mau bercerita tentang anaknya? Atau justru pamanlah alasan Ninef melakukan hal-hal tersebut?

356 pages, Paperback

First published September 1, 2018

Loading...
Loading...

About the author

Sinta Yudisia

47 books93 followers
Penulis asal daerah poci Tegal ini, punya nama lengkap Sinta Yudisia Wisudanti. Penulis pernah kuliah di STAN Jakarta sampai tingkat II, mengaku aktivitas tulis menulisnya sebagai bentuk penyaluran dari hobinya berkorespondensi dan membaca. Tak heran kalau tulisan-tulisan fiksinya sangat beragam mulai melodrama, komedi, science fiction, historical fiction, sampai cerita-cerita perjuangan dengan latar dalam dan luar negeri yang kerap menghiasi berbagai media cetak, terutama majalah Annida.

Ratings & Reviews

What do you think?

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
4 (14%)
4 stars
11 (40%)
3 stars
11 (40%)
2 stars
1 (3%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 12 of 12 reviews
Profile Image for Harumichi Mizuki.
2,656 reviews76 followers
January 2, 2019
Bintang menunjukkan bahwa sebuah cahaya, sekecil apa pun, akan bisa jadi pemandu. (halaman 342)

Sering kali, orang tidak menyadari bahwa mereka menyia-nyiakan hal paling berharga dalam hidupnya. Bahkan, merasa tidak punya apa-apa, padahal memiliki banyak hal. Masih ingin ini-itu, padahal telah memiliki segalanya.

(halaman 88, renungan Sofia saat mendengar Ninef mau operasi plastik meski dia sebenarnya sudah cantik)


***

"Begitu mudah kamu berjanji pada orang lain, lalu sebelum kamu selesaikan janjimu, kamu buat janji dengan pihak lain?" (Jie Eun pada Sofia, ketegangan sebelum berangkat ke konser karena Sofia tampak lebih mementingkan Ninef daripada agenda rombongan, halaman 132)

***

Kejujuran adalah mata uang yang berlaku di mana-mana. Kejujuran penting diucapkan, meski pahit dirasakan. Kejujuran membutuhkan keberanian besar, saat kebohongan mudah dilakukan orang-orang berhati rapuh. Kejujuran, entah dengan maksud membela diri atau mendudukkan perkara di tempat yang sebenarny, kadang berbuah sesuatu di luar perkiraan. (Halaman 244)

***

Ini masih ada sambungannya, nih, kayanya. Sama kaya Polaris Fukuoka yang open ending dan ternyata langsung nyambung ke Sirius Seoul. Kenapa nggak dikasih teaser novel berikutnya aja, sih? Biar pembaca ngeh kalau ini serial dan dengan begitu nggak bingung ama endingnya. Plus bisa menunggu dan siap-siap menyambut lanjutannya.

Overall, jauh lebih luwes daripada Polaris Fukuoka, mungkin karena dasaran karakter dan situasinya udah terbangun benar di Polaris Fukuoka. Buku ini tinggal meneruskan. Pola ceritanya masih sama. Perselisihan antara Sofia dengan Pamannya, ditambah lagi dengan konflik bersama teman-temannya ketika mereka piknik nonton konser di Korea, lalu Sofia harus mencurahkan perhatiannya untuk Ninef (plus Nozomi) yang sama-sama labil, rapuh, tapi lebih rebellious ketimbang Nozomi. Alur ceritanya lebih menyatu dan fokus daripada Polaris Fukuoka karena di sini fokus Sofia kebanyakan hanya untuk Ninef. Tidak seperti Nozomi, kisah Ninef lumayan dikupas habis di sini dari banyak sisi. Mungkin juga karena keduanya punya hubungan darah yang lebih kental, sepupu.

Sofia benar-benar dilatih untuk memanajemen konflik dan emosi di sini. Dia nggak sempurna. Sangat banyak kekurangannya. Tapi justru karena itu pembaca bisa bersimpati dengan Sofia yang tampak begitu susah-payah memperbaiki diri plus menyesuaikan dengan tuntutan orang-orang di sekitarnya seperti Paman Hanif. Juga Yong Hae. Hufff...

Cuma aku masih bingung sama beberapa hal. Entah ini inkonsistensi atau akunya aja yang melewatkan sesuatu pas baca. Awal Sofia bisa berkenalan dengan Ninef nggak dijelaskan. Di Polaris Fukuoka Ninef dimunculkan di ending sebagai orang yg terus mengirim pesan pada Sofia. So Ninef tahu kalau Sofia itu keponakan ayahnya? Bagaimana bisa? Darimana? Mereka nggak pernah membicarakan soal ini. Ninef bahkan nggak pernah nanya ke Sofia seperti apa Paman Hanif. Di ending Polaris, Ninef sepertinya digadang-gadang akan membenci Sofia (karena gadis itu yang dapat perhatian ayahnya, bukan dirinya sendiri yang anak kandung). Tapi di sini dia malah lengket dan manja banget sama Sofia. How? Hanya karena temenan di medsos lalu berbagi kegemaran fangirling K-Pop? Nggak dijelaskan.

Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa banyak sekali pelajaran kehidupan berharga di sini. Kadang ditampilkan begitu menyatu dengan cerita sehingga perlu benar-benar dicermati sebelum sadar bahwa sebenarnya penulis justru sedang memasukkan nilai-nilai moral pada pembaca.

Aku nggak bisa membayangkan ada berapa banyak informasi yang dibaca dan ditelaah Mbak Sinta demi menulis buku ini. Pengetahuan umumnya masyaallaaaaah. Mulai dari budaya yami kawaii, arsitektur Ewha University, sejarah Raja The Great Seojong, dan masih banyak lagi. Benar-benar buku yang berdaging. Setelah membaca untuk yang kedua kalinya, aku rasanya ingin berlama-lama merenungi kisah Ninef dan Sofia.

Aku masih akan berusaha merapikan review buku ini. Untuk saat ini sampai di sini dulu saja.

Aku akan bersabar menunggu buku petualangan Sofia berikutnya, yang kalau dari kata penulisnya sih kemungkinan akan berseting di Maroko. Ah....
Profile Image for Felita.
1,265 reviews52 followers
September 28, 2021
Oke, aku ketinggalan dua tahun saat novel ini diterbitkan :) jadi rada lupa cerita sebelumnya seperti apa.

Menurutku mba sinta handal merajut cerita yang deskripsinya kental. Kalau di Polaris Fukuoka diperkenalkan detail budaya jepang, di cerita ini gilirannya Korea. karena diriku bukan penggemar korea, jadi ngga nyambung dengan pedetailan di sini.

Secara segi cerita, aku suka rangkaian drama dan pertumbuhan karakter di cerita ini. Mulai dari Sofia yang gampang menjanjikan sesuatu yang bikin dia kewalahan. Kemudian hubungan Sofia dan teman-temannya yang meningatkanku indahnya masa-masa kuliah. Lalu hubungan Sofia dan Paman Hanif yang naik dan turun. Satu hal yang bikin bingung : saat Sofia memutuskan untuk pindah dari apartemen paman karena dia (ceritanya) menyalahkan kepercayaan pamannya, kenapa Paman Hanif tidak mencegahnya pergi ya ? Kan Sofia ini keponakannya. Rasanya agak kejam kalau Paman Hanif mengusir Sofia seperti itu.

Satu hal lagi yang bikin aku bingung, darimana Sofia bisa mengenal Ninef ? Terus Paman Hanif ngga bertanya pada Sofia darimana dia mengenal Ninef. Kesannya Paman Hanif ini membiarkan Sofia mengurusi masalahnya sendiri. Kan kasihan.

Overall, cerita ini lumayan menghibur. sepertinya nanti ada lanjutannya.

3 bintang
Profile Image for pasha.
190 reviews
November 18, 2020
Sirius Seoul
Sinta Yudisia

3.6/5🌟

•••

“Pada saat semua teori tidak berlaku lagi, hanya orang-orang tangguh berhati tulus yang berhasil mengatasi kemelut. ”
— page 236

•••

Sequel dari Polaris Fukuoka.

Sebenernya aku suka sama gaya bahasanya, penjelasan yang mendetail dan lain-lain di dalam buku ini.

Cuma, aku feel confused. Banyak masalah tumpang tindih di cerita ini. Mau di buku pertama maupun sequelnya, masalahnya kayak menumpuk.

Endingnya aku masih mempertanyakan gimana kelanjutan Sofia dan Pamannya? Jie Eun, Rei, Umeko? Nozomi dan Ninef juga. Terlalu banyak masalah yang harus Sofia selesaikan bikin aku ikutan bingung.
Mungkin ada lanjutannya lagi? Jadi dibiarkan menggantung? Tapi bagus kok ceritanya! ✨
Profile Image for Ratih Cahaya.
425 reviews5 followers
October 14, 2020
Hmmm... setelah baca sampai akhir, aku penasaran apakah Mbak Sinta berniat bikin buku kelanjutannya atau enggak. Kalau ini sudah terakhir, berarti endingnya gantung banget, khususnya di bagian kisah Nozomi. dan aku pengennya Sofia berubah dikitlah, jangan terlalu ikut campur urusan orang dan lebih memperhatikan dirinya sendiri.
6 reviews
April 11, 2024
Buat saya pribadi, lagi-lagi saya membeli tanpa riset dan ekspektasi untuk Sirius Seoul. Untuk perawalan atau pengenalan, entah mengapa saya jadi lebih fokus kepada kata atau ungkapan dalam bahasa jepang atau korea bukan kepada alu ceritanya. Setelah menutup buku, seperti banyak yang harus dicerna, dari agama, tema suicidal, keluarga yang semuanya berhubungan namun dari tokoh yang berbeda.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Asha.
2 reviews
March 9, 2026
cukup membingungkan sih sebenernya, atau mungkin aku aja yang ngga cocok sama jenis bacaan begini, kaya alurnya tuh ga terlalu paham, biasa aja, aku kaya ga nangkep maknanya? pokoknya dari awal sampai akhir tuh biasa saja, terus endingnya cuman begitu, yah yasudahlah, yang penting happy end mah
#pecintahappyend
Profile Image for Citra NP Sayekti.
30 reviews
September 6, 2020
seru sih ini, mungkin karena pendekatannya yang kekinian banget terutama bagian fangirlnya sih. aku pengen tahu lebih lengkapnya sih sebenernya gimana sofia bisa tahu dan kenal ninef lebih detail...

eh malah nambah satu orang baru lagi yang tertarik sama sofia ;(
Profile Image for ayanapunya.
346 reviews13 followers
July 23, 2020
Duh kenapa sih endingnya harus gantung begini? Apakah akan ada kelanjutan lagi kisah Sofia selama di Jepang?
Profile Image for 🪷.
6 reviews
August 5, 2024
someone who had mental issues and need someone who can comfort her, that’s so pathetic 🥺
8 reviews
May 7, 2019
Lanjutan dari Polaris Fukuoka, masih penuh emosi.
Bikin sedih. Diksinya ringan & mengalir
Displaying 1 - 12 of 12 reviews