Jump to ratings and reviews
Rate this book

The Perfect Catch

Rate this book
BIARKAN LUKA MEMPERTEMUKAN KITA DENGAN CINTA

Mungkin kamu memang perlu mengalami jatuh cinta pada orang yang salah. Karena biasanya, ketika mengetahui pilihanmu keliru pun, masih saja kamu mencoba menyangkal, membuat alasan, dan akhirnya benar-benar menjauh dari kebenaran. Kamu juga tega membohongi diri sendiri sehingga lupa, cepat atau lambat, cinta yang salah akan membuatmu merasa lebih kesepian daripada sebelumnya.

Meskipun begitu, cinta yang salah juga membuatmu menyadari apa yang sebenarnya kamu cari selama ini. Kekecewaan mendorongmu menemukannya lebih cepat. Patah hati membuatmu lebih menghargai orang yang balas mencintaimu sama besarnya.
Siapa pun dia, suatu saat akan membuatmu mendongakkan kepala, lalu balas tersenyum ke arahnya.
"Ini dia," katamu dengan suara bangga. "Ini dia yang membuatku berhenti mencari."

224 pages, Paperback

Published October 5, 2018

7 people want to read

About the author

Chocola

3 books1 follower

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
2 (11%)
4 stars
8 (47%)
3 stars
7 (41%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 13 of 13 reviews
Profile Image for Kirana Nath.
49 reviews4 followers
October 30, 2018
Teenlit yang ringan, manis, dan punya kisah persahabatan yang bisa diambil nilainya.
Review lengkap akan aku tulis lagi di sini beserta link blog yang akan aku share juga di sini.
Profile Image for Seffi Soffi.
490 reviews145 followers
November 11, 2018
Pertandingan basket sedang berlangsung, teman-teman Dinda heboh untuk segera menonton. Masalahnya yang lagi maen ini adalah cowok populer, anak basket dan yang pasti banyak banget fansnya. Ya cowok itu Arga, cowok yang udah Dinda taksir diam-diam. Dan Dinda pun nggak mau kalah mau nonton mereka.

Sayangnya, mood buruk menimpa dia. Gilang sahabatnya Arga ini penyebabnya. Gilang dan Arga itu beda banget, kalau Arga kayak yang dikatakan di atas. Berbalik sama Gilang, menurut Dinda. Gilang bukan masuk tipe cowok yang bakalan Dinda taksir karena sifat urakannya. Apalagi sifat sewot Gilang, pengennya nendang Gilang ke Kutub utara.

Tapi pandangan Dinda ke Gilang berubah, semenjak insiden begal malam hari itu. Dinda melihat sisi lain Gilang. Ya ternyata Gilang nggak seburuk yang Dinda pikir selama ini. Dan inilah yang membuat Dinda dilema. Antara Arga dan Gilang, mana yang disukai? Wow... Kalau aku sih udah #TeamGilang.

Review selengkapnya : https://seffisoffi.blogspot.com/2018/...
Profile Image for Dety  Mutiara.
132 reviews6 followers
November 2, 2018
❝Manusia memang layaknya bawang. Punya berlapis sisi tersembunyi yang akan terlihat jika telaten mengupas lapis demi lapis.❞ — hal. 74

Buku yang kental dengan persahabatan dan romansa remaja ini bener-bener menghibur buatku. Kisah Dinda yang menyukai kakak kelas paling populer di sekolah, hingga karena sebuah perasaan cinta pada seorang perempuan yang sama menimbulkan gelombang dalam persahabatan Arga dan Gilang.

The Perfect Catch! Novel teenfiction yang berhasil bikin aku senyum-senyum setiap lembarnya. Manis banget! Aku suka sama covernya, cantik banget warna merahnya. Simple dan tetep ketjeh.

Novel ini berhasil menarik perhatianku sejak halaman awal. Sejujurnya selama baca ini aku beneran nggak mau berenti, rasanya aku pengin selesein secepatnya hahaha, tapi gamau pisah juga sama tokoh kesayangan aku hahaha

Gaya penulisan Kak Citra bener-bener santai dan mengalir. Aku suka karena mudah dipahami dan gak berbelit-belit. Ditambah banyak banget adegan sederhana tapi sangat manis dan berhasil bikin aku senyum.

Yap, pokoknya aku suka, apalagi persahabatan di novel ini bener-bener bikin iri :') suka banget sama kisah persahabatannya 💞 Cuma mau bilang sih, jangan sia-siain sahabat kalian dengan cara apa pun 💃 Bersyukurlah kalau punya sahabat yang "bener-bener sahabat" 💃

Dan dari novel ini pun, aku semakin belajar untuk nggak menilai orang lain dari satu sisi, nggak menilai seseorang hanya dari tampilan luarnya aja. Karena kita sendiri nggak tahu gimana orang itu sebenernya :)

Buat yang suka novel genre remaja dan bikin baper, cobain deh baca ini. Ku jamin bikin senyum-senyum gila sendiri wkwkwk Karena ini novel teenlit yang bener-bener manis tapi gak over 💞
Profile Image for Pradnya Paramitha.
Author 20 books469 followers
June 20, 2021
2,7 stars.

Dua kata untuk novel ini: remaja banget!

Ya iyalah, kan emang ini novel remaja dan pemenang kompetisi novel remaja juga. 😂😂
Profile Image for Aya Murning.
162 reviews22 followers
November 11, 2018
BLOG TOUR & GIVEAWAY novel THE PERFECT CATCH by Chocola di blogku. Deadline: 16 Nopember 2018. Berhadiah 1 novel TPC persembahan penerbit. Kunjungi link ini untuk join...
https://murniaya.wordpress.com/2018/1...

Dinda, Fitri, Vina, dan Rena merupakan sekelompok sahabat yang tergabung dalam satu kelas. Kini mereka duduk di kelas XI. Hampir seluruh cewek di SMA Pelita mengidolakan Arga, tak terkecuali 4 cewek ini. Arga itu cowok tampan yang jago banget main basket. Arga punya banyak fans, sehingga tiap kali Arga akan main basket pastinya sudah ditunggu dan sampai-sampai lapangan basket sudah penuh dikerumuni oleh siswa lainnya yang mau menonton aksinya.

"Tentu saja kebanyakan gadis lain akan memilih lelaki sempurna seperti Arga, kan? Yang punya segudang prestasi di bidang akademik, mantan ketua OSIS, punya sopan santun dan pembawaan yang ramah." — (hlm.125)

Bukan hanya Arga yang jadi bintang lapangan. Ada pun Gilang yang merupakan sahabat baik Arga belakangan ini. Mereka ini tidak hanya teman sekelas di kelas XII, tapi juga sebagai sparing basket. Kebolehan Gilang mengolah bola basket tidak kalah jago dengan Arga. Bedanya, Arga banyak fans karena reputasinya sangat baik di sekolah. Sedangkan Gilang adalah salah satu siswa yang paling suka bolos.

Suatu kali saat Arga dan Gilang sedang tanding basket dan ditonton seluruh siswa, kaki Arga cedera sehingga Dinda yang anggota PMR langsung sigap membantu menangani cedera itu. Sebagai salah satu pengagum berat Arga, Dinda sangat senang karena dari peristiwa itu Arga mengenal dirinya secara langsung dan berterima kasih atas bantuan dirinya.

Sejak perkenalan Arga dan Dinda di situ, Arga malah semakin gencar mendekati Dinda. Bahkan menawarkan mau mengantar Dinda pulang sekolah yang ternyata dibawa ke rumah Arga dulu dan dikenalkan pada mama Arga. Bagai rezeki nomplok bagi Dinda karena Arga sepertinya suka padanya, ditambah mama Arga sangat welcome dan terus memuji dirinya. Apakah ini jadi jalan mulus bagi Dinda untuk jadi pacar Arga?

Namun, suatu kali Dinda mendapat dua surat. Surat pertama berisi ajakan nonton film dari Arga, sedangkan satunya lagi adalah surat ancaman yang menyuruh Dinda menjauh dari Arga. Tanpa terlalu memikirkan ancaman itu, Dinda tetap pergi ke bioskop namun Arga sama tak muncul dan tak bisa dihubungi. Dinda pun pulang hampir tengah malam dengan motor dan diikuti oleh motor lain yang tampak mencurigakan. Satu-satunya yang terpikir olehnya saat itu untuk dihubungi dan membantunya keluar dari situasi mencekam ini adalah… Gilang.

Sejak kehadiran dan bantuan Gilang pada malam itu malah memberi pandangan dan perasaan lain pada diri Dinda. Apakah itu hanya perasaan utang budi, atau jangan-jangan perasaan suka? Tapi, bukankah Dinda sukanya pada Arga? Benarkah ia jatuh cinta pada Gilang? Pada siapakah akhirnya Dinda memilih menambatkan hatinya?

***

Awalnya saya mengira bahwa dunia basket akan mengambil alih banyak porsi di novel ini. Bahkan tadinya saya memprediksikan bahwa di sini akan ada banyak pertandingan basket semisal turnamen antar sekolah dan semacamnya. Tapi, dugaanku salah besar dikarenakan telah terkecoh oleh kavernya yang ‘anak basket’ banget hehehe. Novel remaja yang satu ini masih mengusung genre romance dan persahabatan meski tetap ada unsur basketnya yang tidak begitu dominan.

Khasnya remaja dan anak muda, gaya bahasa yang dipilih oleh penulis di novel ini dengan sapaan “lo-gue” dan diksi yang mudah dipahami. Meski saya menemukan ketidak konsistenan pada tokoh Dinda yang kadang menyebut dirinya dengan kata “aku” tapi kadang juga menyebut “Dinda” untuk menyebutkan dirinya sendiri.

Untuk penokohan, deskripsi Dinda sebagai cewek yang ceria dan berani sudah cukup tersampaikan dengan baik. Saya salut pada karakter Dinda yang tidak menyimpan rasa dendam dengan siapa pun yang sudah berusaha menyakitinya. Dinda juga sangat sayang pada sahabat-sahabatnya. Kalau tokoh Arga, dia itu dibuat hampir sempurna. Agak sulit mencari kekurangannya apa, bahkan saya sendiri tidak menemukannya. Ganteng, baik, pinter, perhatian, jago basket, mantan ketua Osis, ramah, berwibawa, bijaksana, anak dokter, bagian dari keluarga yang bahagia, hmmm apa lagi ya? Is he too good to be true? Sedangkan untuk Gilang karakternya tuh dingin, misterius, jahil, cuek, tapi punya jiwa menolong yang sangat tinggi. Gilang rela lalukan apa saja demi melindungi orang lain, apalagi orang yang ia sayangi.

Namun, rasanya masih ada yang kurang dari para tokohnya, seperti masih ‘abu-abu’ buatku. Misalnya, apa hanya Arga yang jadi teman Gilang di sekolah? Sebabnya saya tak mendapati Gilang berinteraksi dengan cowok lain selain Arga. Benar tidak sih Gilang rajin bolos dan berpenampilan urakan? Kapan sih Arga bersikap ramah pada yang lain? Adakah momen di mana Arga bersikap bijaksana? Karena saya tidak merasakan itu selama membaca novel ini. Beberapa poin dari penokohan karakternya itu hanya dari ‘telling’, bukan ‘showing’.

"Manusia memang layaknya bawang. Punya berlapis sisi tersembunyi yang akan terlihat jika telaten mengupas lapis demi lapis." — (hlm.74)

Konfliknya sudah bagus. Bukan hanya cinta segitiga dari tokoh-tokoh utamamya, namun disajikan juga masalah di keluarga Gilang dan persahabatan Dinda dkk. Kalau saya pribadi justru lebih tertarik dengan masalah di keluarganya Gilang yang melatarbelakangi karakter Gilang seperti sekarang. Hal itu yang membuatku paling penasaran karena penulis menyimpannya rapat-rapat sebelum semua terungkap dengan sendirinya menjelang akhir cerita.

Ada bagian yang kuduga bahwa penulis ingin membuat plot twist yang berkaitan dengan konflik persahabatan Dinda dkk. Entah itu memang ditujukan sebagai plot twist atau bukan. Kalau memang iya, sayangnya itu sudah mudah tertebak sejak halaman awal dikarenakan diksinya sangat ‘transparan’ dan gampang disimpulkan. Dan kalau pun tidak dimaksudkan sebagai plot twist, ya sayang juga karena di titik itu bisa menjadi kejutan besar jika saja bisa di-disguise lebih mulus.

Secara keseluruhan, saya tetap suka cerita cinta segitiga ini. Konfliknya itu dibilang ringan nggak juga, berat pun tidak. Sedang-sedang saja. saya yakin pembaca remaja pasti pada suka dan gregetan karena akan dibuat galau selayaknya Dinda dalam memilih Arga atau Gilang. Ada Arga yang serba sempurna dan membalas perasaan, tapi di sisi seberang ada Gilang yang misterius tapi perhatiannya minta ampun. Cewek abege mana yang nggak bingung, kan? :p

Baca review selengkapnya di sini...
https://murniaya.wordpress.com/2018/1...
Profile Image for Lelita P..
638 reviews59 followers
August 15, 2020
Udah lama pengin baca ini karena pernah baca excerpt-nya zaman dahulu kala. Alhamdulillah akhirnya kesampaian bisa punya bukunya berkat momen diskon 8.8 kemarin ehehe.

Sebetulnya waktu baca excerpt-nya, udah kebayang banget cerita novel ini bakal gimana, dan si tokoh utama cewek bakal berakhir sama cowok yang mana. Tentu saja tebakan benar semua. Novel ini manis, simpel, tanpa plot yang ribet ataupun twist yang tak terduga. Baca The Perfect Catch sangat cepat, rasanya menyenangkan karena ringan dan walaupun secara umum ide ceritanya bukan sesuatu yang baru, eksekusinya lumayan bagus. Ada elemen-elemen cerita yang nggak realistis di novel ini, tapi di sisi lain, banyak juga yang realistis, termasuk deskripsi tempat dan kejadian.

Cerita cinta segitiga umumnya selalu bikin saya memutar bola mata, apalagi 1 cewek 2 cowok. Geuleuh aja rasanya lihat cewek diperebutkan dua cowok haha apalagi kalau cowoknya bersahabat. Untungnya di novel ini cinta segitiganya nggak drama-drama banget--si cowok-cowok yang sahabatan ini berantemnya nggak parah dan tetap bisa mempertahankan persahabatannya meski akhirnya salah satu dari mereka harus melepaskan si cewek buat sahabatnya.

Saya suka chemistry antara Dinda sama si cowok yang akhirnya jadi sama dia. Dari awal saya juga udah yakin banget Dinda jadinya bakal sama cowok itu. Interaksi mereka manis dan gemas, meskipun rada tarik ulur tapi nggak terlalu bikin geregetan. Justru saya senang, mending blak-blakan to the point daripada narik ngulur kayak layangan gagal terbang.

Karakter Dinda yang polos, naif dan nggak peka agak ngeselin sebenernya. Tapi dia baik hati, dari keluarga baik-baik yang nggak bermasalah pula, jadi lumayan believable lah ada gadis SMA kayak dia di Indonesia. Karakter Arga agak too good to be true, sementara karakter Gilang menurut saya paling oke chara development-nya. Saya paling suka sama dia, apalagi latar belakang keluarganya seperti itu dan cara dia bertahan bikin simpati.

"Cinta buat gue kayak kebutuhan tersier, terlalu mewah." (Gilang, hlm 129)


Mana mungkin saya nggak suka sama karakter yang mengatakan quote sebagus itu. :)))))

***

TPC ini teenlit yang segar, cocok banget buat pilihan bacaan ringan yang nggak pakai mikir. Ceritanya bikin senyam-senyum karena manis dalam kadar yang pas, penulisannya juga enak dibaca--apalagi karena keseluruhan ceritanya nggak terlalu drama/nggak banyak nangis-nangis cengeng. Mayan banget buat bacaan ketika suntuk atau dalam perjalanan panjang.

1 review
December 19, 2018
Kayaknya cuma aku yang bacanya diawet-awet. 😂 Terhitung (sekitar) seminggu aku tamatin buku ini karena beneran aku awet-awet. Tiap satu atau dua bab aku berhentiin baca karena gak mau cepetan tamat. 😂

Sebenernya aku merasa bab-bab awal terasa mainstream kayak bacaan-bacaan romance teenlit pada umumnya. Entah karena aku mantengin Blog Tour-nya jadi sedikitnya dapet banyak bocoran adegan-adegan di novel ini, jadi kurang greget. 😂 Baru terasa sangat penasaran begitu memasuki bab 4. Adegan Gilang-Dinda ini manis sekali. 😂 Awalnya aku netral, tapi begitu mencapai bab ini aku putusin jadi #TimGilang. Arga terlalu wow buatku. 😂

Terus juga pada adegan Arga menang basket dan nembak Dinda, tapi Dinda malah nyatain perasaannya ke Gilang ... itu dapet banget. Aku terasa banget diburu-burunya dan perasaan gak keruan lainnya saat yang lain bersorak buat terima Arga, sedang hati ada di Gilang. 😂

Juga bab terakhir di buku ini adalah adegan lain dengan rasa manis yang berlebihan. 😂 Aku suka sekali bab terakhirnya meski kata 'TAMAT' bikin nyelekit. 😂

Sejauh yang aku baca, chemistry antartokohnya dapet banget, dan kekonsistenan karakter juga sampai akhir. Walau aku penasaran nasib Shopia gimana~ kkkk~

Yas! (review macam apa ini?)
Semangat menulis terus ya, kak Chocola! Kutunggu karya selanjutnya~ ^^
Profile Image for Fitra Aulianty.
154 reviews4 followers
November 4, 2018
Bercerita tentang Dinda yang masuk golongan fans Arga--mantan ketua OSIS SMA Pelita. Dinda mendapat kesempatan untuk berdekatan dengan idolanya, bahkan menjadi pacar Arga. Di sisi lain ada Gilang, sahabat Arga, yang menyukai Dinda.

Aku suka adegannya lucu-lucu, terus ada quote bawang itu bikin gemes sendiri. Novel ala sekolahannya terasa banget dan konflik-konfliknya juga berhubungan dengan sekolahan. Terus juga tokoh yang punya karakter kayak second lead malah jadi tokoh utamanya di novel ini.

Cuman ada beberapa plot hole.

Overall novel ini cocok banget dibaca yang suka cerita remaja seputar anak sekolahan yang penuh lika liku.

Aku menantikan novel selanjutnya ^^


https://mydreamlandstories.blogspot.c...
Profile Image for VaaRida.
133 reviews6 followers
January 20, 2019
membaca cerita ini seperti flash back ke masa SMA. ...entah kenapa ketua osis itu mempesona yaaa..
awal masuk kesengsem sama kakak kelas, kakak kelas lulus gantian kesengsem sama adik kelas...ha ha ha ha ...
dapat banget suasana SMA nya, konfliknnya tidak hanya tentang cinta saja, ada tentang persahabatan keluarga dan lulus mau ambil jurusan apa.
Profile Image for A.A. Muizz.
224 reviews21 followers
November 6, 2018
Novel ini menarik bagi saya sejak chapter pertama. Pas diberi kesempatan membaca exclusive first chapter sebelum buku ini terbit, saya sudah nggak sabar pengin baca kelanjutannya. Di first chapter aja, penulis sudah menyuguhi satu konflik yang menyayat hati.

Dan... benar saja, kelanjutannya juga menarik, dan berhasil membuat saya menyelesaikan novel ini dalam semalam. Ini rekor buat saya yang pembaca tipe kura-kura ini.

Tenang... novel ini nggak menyajikan hal yang menyayat hati doang kok. Banyak adegan manis, lucu, dan juga receh yang bikin senyum-senyum sendiri saat membacanya.

Novel ini nggak cuma menyajikan cinta-cintaan remaja aja kok. Konflik keluarganya juga kental banget meskipun itu bukan konflik utamanya. Konflik persahabatannya juga oke banget, baik persahabatan Arga-Gilang maupun Dinda dengan ketiga sahabatnya. Hal ini juga yang membuat novel ini menghangatkan hati.

Karakterisasi tokoh-tokoh utamanya juga kuat. Bahkan, karakter ketiga sahabat Dinda yang jadi tokoh pendukung pun terasa kuat. Saya dapat membedakan satu sama lain.

Pokoknya... buat kamu yang suka baca novel remaja yang ringan, lucu, pesan moral tersampaikan dengan baik, dan ada nyesek-nyeseknya, novel ini recommended.

Rating saya: 3,5⭐. Kenapa nggak 4? Karena saya mau lebih. Perjumpaan dengan Dinda dkk terasa singkat banget.

Salah satu kutipan favorit saya: "Kak, perasaan itu bukan permainan. Cinta itu gak bisa didikte harus diarahin ke mana. Cinta itu kayak air, dia pasti mengalir ke tempat seharusnya dia mengalir." (Hlm. 168)
Profile Image for Naza N.
359 reviews11 followers
December 18, 2019
Aku suka gaya nulisnya. Lancar, mengalir, dan enak dibaca. Tokoh-tokohnya pun nggak terlalu banyak, tapi masing-masing punya peranan yang penting dalam cerita.

Tapi bagian terburuk dari buku ini adalah...

Cepet banget abisnya :(
Profile Image for Rika Oktaviani.
45 reviews
April 6, 2020
Udah beres baca buku ini dari tahun lalu? Atau tahun lalunya lagi ya🤭 lupa, tapi baru bisa review skrg pas baca ulang ceritanya. Masih suka buku ini sama persis pas pertama kali baca❤️
Profile Image for Asya Azalea.
Author 7 books14 followers
August 7, 2025
Agak telat ya, tapi lucu khas remaja. Beberapa adegan dan dialognya juga kayak "kok kepikiran aja"
Displaying 1 - 13 of 13 reviews