Jadi Cinnamon Cherry tidaklah mudah. Di rumah hidupnya tak tenang. Ada Lavender Rosemary yang lebih cerdas, cantik, dan disayangi. Menangani pelanggan di bakerinya dia tidak becus. Bukannya beramah tamah, dia malah ingin menggetok calon pembeli yang bawel. Menjadi sahabat yang baik? Kenapa sepertinya susah sekali? Mencari pasangan serasi? Cherry pusing karena jatuh cinta pada seorang ayah beranak satu.
Dulu seribet apa pun hidupnya, Cherry masih bisa membaginya dengan Eva. Sayangnya sejak memiliki pacar, Eva berangsur menjauhi Cherry. Saat melihat lebam di tubuh Eva, apa Cherry masih bisa tinggal diam? Dan apa Cherry akan mengorbankan cita-cita serta masa depannya, saat Kenichi Kobayashi melamarnya?
Call her Donna or Angela, she might respond with a smile. This Indonesian writer divides her time juggling to make ends meet, writing, balancing her attention between her partner (Isman H. Suryaman) and children, managing the household, and of course, occasionally sipping earl grey tea to keep her sane. She has written twenty books so far, popular fiction, in Gramedia Pustaka Utama (GPU). Her newest book, Candrasa, is published in August 2017.
Her passion for new experiences propels her to seek new chances to meet more people. Enthused for fresh inspirations, she longs to join multicultural events, collecting data and broadening her horizon.
She claims to be unique, independent and strong. She dreams and imagines a lot. "But what is love, and what is life, if you do not let yourself live?"
Uda perna baca Resep Cinta? Nah.. Resep Cherry ini bs di blg sambungan nya.. Di buku yg ke 2 ini cerita ny di buat lebih complex. Nah! Itu yg aq cari, tpi ga aq temuin di Resep Cinta.
Di buku ke 2 ini setting nya uda agak beda. Cherry di cerita in uda pny adk cewek (Lavie) dn dia jg uda buka bakery sndiri dari modal ortu nya. Cherry pusing banget harus ngurusin adk ny ya super bawel, bakery ny, sampe ngurusin sahabat nya Eva yg mulai jauhin dy karna kena hasut pcr ny.
Belum selesai disana, Cherry harus trlibat cinta2an ma Duda 1 anak. Rumitnya hidup Cherry sekarang. :)
Novel ini aq kasi 4 bintang, 3 bintang dari penilaian cerita, plus 1 bintang buat resep2 yg sukses bikin aq ngiler. Hahaha.. :)
Love this book! Seneng karena banyak bahas soal makanan (tanpa berniat untuk memasaknya, hahaha, pengen sih sebenernya). Nggak cuman itu, buku ini juga menggelitik banget! Mengocok perut. Bikin ketawa-tawa sendiri. Terus sukses bikin aku kesel juga sama tokoh antagonisnya. Dan membawa pesan yang bagus juga, terutama untuk remaja SMA mungkin?
Aku selalu mengatakan kalau tidak pernah punya penulis favorit sebelum bertemu Fredrik Backman. Nyatanya itu sebah kebohongan (atau kekeliruan) sebab penulis favorit pertamaku mungkin Primadonna Angela. Hampir semua buku belio aku baca dan aku sukai. Khusus Resep Cherry, novelnya sampai buluk gonzalez akibat dibaca terlalu sering.
Aku juga suka pemilihan nama di novel ini, terutama Lavender Rosemary yang pernah aku pakai ke novelku sendiri. Ekhem ... sekarang sudah diubah kok, aku tahu itu pelanggaran hak cipta h3h3 ....
Bicara tentang masak memasak, saya masih sering mengeluh karenanya. Bukan hanya karena ada rasa yang kurang, baik karena bumbunya ga pas ataupun karena merasa ada yang salah dengan ukuran garamnya. Sehingga kadang semangat untuk masak jadi surut karenanya. Sering akhirnya saya merasa bosan karena harus memasak dengan resep yang itu – itu saja. Tidak heran kalau akhirnya keahlian memasak saya tidak pernah terupgrade
Namun untuk seorang Cinnamon Cherry, masalah seperti itu tak pernah dialaminya. Memasak sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari dirinya. Memasak memberikan kesenangan terdiri bagi Cherry. Cherry bisa tenggelam dalam waktu yang lama kalau sudah asyik dengan semua bahan. Apalagi kalau sedang berkreasi dengan resep baru. rasanya tak perlu di ragukan. Ayah, ibu, adiknya Lavie, termasuk semua pelanggan di Resep Cheery, toko kue mungil miliknya, mengakui bawa brownies ataupun cup cakes yang dijual di sana memang tak ada duanya. Buktinya pesanan seakan tak berhenti.
Dalam usia semuda Cherry, ia memang termasuk beruntung. Usaha bakery yang dirintisnya didukung penuh oleh ayah dan ibunya. Sehingga tak perlu repot mencari pinjaman modal awal. Walau sebenarnya tak perlu heran, karena kedua orangtuanya sendiri mengolah usaha restokafe. Bakat memasak dan bisnis mungkin sudah diturunkan dan mengalir dalam darah Cherry.
Kalau melihat ke masa lalu, rasa cinta Cherry pada memasak ini tidak dimulainya sejak kecil. Masuk ke dapur dan serius menekuni dunia masak memasak baru dimulainya dua tahun belakangan ini. itu juga karena seorang cowok bernama Basil. Ia bahkan rela ikut adu masak demi Basil. Sampai akirnya satu demi satu kedok jahat Basil terbuka. Sakit hati, tentu saja. Namun akhirnya rasa itu tergantikan dengan rasa cinta yang sangat dalam pada semua makanan yang dimasaknya.
Namun walau tidak bermasalah lagi dengan segala hal yang masalah bahan masakan, bumbu dan sejenisnya, bukan berarti semua dalam hidup Cherry, semua berjalan dengan mulus. Lihat saja masalah yang ditimbulkan adiknya Lavie yang kerap kali membuatnya pusing. sampai terkadang Cherry berharap ia dapat mengaingkan diri agar bisa jauh dari celoteh Lavie.
Ataupun masalah dengan sahabatnya, Eva, yang tiba – tiba berubah drastis sejam memutuskan untuk berpacaran dengan seorang cowok yang memberikan apapun yang diinginkannya. Yang paling parah adalah ketika Eva memutuskan untuk menjauhi Cherry hanya karena Aidan, pacar Eva, menganggapnya hanya memberi pengaruh buruk.
Terakhir yang tidak kalah membuatnya pusing adalah kehadiran pria yang juga tetangga barunya bernama Kenichi Kobayashi. Di awal pertemuan dengan pria yang memiliki seorang anak laki-laki bernama Kaza ini tidak bisa dibilang menyenangkan. Bahkan bisa dibilang, Cherry membenci sikap Kenichi yang sangat angkuh dan tidak pedulian. Walaupun dibalik amarah yang meluap – luap yang reda dalam waktu tak singkat itu, Cherry masih sempat mengakui bahwa ada sesuatu dalam diri Kenichi yang sangat memesona. Bahkan setelah insiden dengan Aidan, Cherry memastikan bahwa ia jatuh cinta dengan pria beranak satu ini. Sayangnya Cherry harus kembali menelan pil pahit ketika mengetahui bahwa Kenichi hanya menganggapnya Baby Sitter. Ahhh..
Ada sesuatu yang istimewa dengan teenlit kali ini. Bukan hanya karena rasa iri yang muncul pada sang tokoh utama, tapi lebih pada rasa lapar yang timbul setiap kali Cherry mulai mengola satu masakan. Rasanya ingin segera berlari ke dapur dan ikut memasak. Namun langsung kecewa begitu melihat bahan – bahan yang dibutuhkan tak tersedia di kulkas. Sehingga yang tersisa hanya rasa kecewa. Tapi setidaknya dengan kehadiran Cherry keinginan untuk menjadi ratu di dapur seperti wanita-wanita di luar sana kembali ke permukaan. Sambil terus berharap lidah ini tak akan lagi kelu dengan segala macam rasa.
Beberapa minggu sebelum saya membaca Resep Cherry, saya baru saja menyelesaikan dorama Bambino. Dua kisah tersebut memiliki kesamaan; bersetting dalam dunia kuliner. Dan saya memang suka menonton atau membaca kisah-kisah yang bertemakan masak-memasak. Terkadang membuat saya ingin langsung mempraktekkan resep-resep di dalamnya, walaupun (biasanya) gagal dengan sukses. Hwahahaha.... yang penting saya mencoba, kan?
Kembali pada Resep Cherry. Sebagai teenlit, buku ini memilih tema yang kurang umum, karena biasanya teenlit selalu berkisar tentang dunia cinta dan sekolah, atau si populer dan si kutubuku. Beberapa teenlit yang memilih tema tidak biasa, terkadang gagal mempertahankannya. Resep Cherry tidak begitu. Dunia kuliner melekat dan cukup berperan penting dalam setiap alur ceritanya. Sementara itu, konflik yang dihadapi si tokoh utama lebih rumit dibandingkan prekuelnya yang lebih meremaja. Wajar, sih, toh si Cherry ini sudah lebih dewasa. Dan cara berpikirnya juga sudah berkembang.
Ada satu hal yang sedikit ‘mengganggu’ – yang tidak saya sadari pada prekuelnya, mungkin karena waktu itu terlalu semangat menemukan tema kuliner – yaitu peletakan resep pada setiap akhir bab yang tidak ‘bersentuhan’ langsung dengan ceritanya itu sendiri. Hingga saya pun akhirnya mengabaikan resep-resep itu demi tidak memotong rasa semangat saya untuk menuntaskan kisahnya. Well, mengabaikan bukan kata yang tepat sebenarnya, karena saya membaca resep-resep itu, kok. Hanya saja setelah saya sampai pada akhir cerita, baru saya buka kembali Resep Cherry untuk menikmati resepnya.
Anyway, saya suka sekali dengan kovernya. Sungguh ceria, dan tampak yummy *slurp* :p
Alhamdulillah, di sini Cinnamon Cherry terlihat lebih matang dan dewasa. Tidak lagi impulsif dan tidak berpikir panjang, seperti yang terlihat di Resep Cinta. Saya juga suka dengan isu-isu yang dibawa di Resep Cherry. Semuanya menjadi proses pendewasaan yang bermakna juga bagi Cherry, termasuk bagi sahabatnya; Eva.
Hal paling menarik di buku ini adalah ketika Mbak Donna menggambarkan isu domestic violence dalam hubungan berpacaran, yang digambarkan dengan sangat realistis. Ada orang-orang yang saya kenal, yang juga mengalami isu serupa, sehingga saya membaca isu ini di Resep Cherry sambil membayangkan kejadian yang juga menimpa beberapa teman dan juga kenalan.
Baca buku ini pas lagi suntuk rasanya pas banget. Kisah Cherry yang penuh gangguan orang-orang di sekitarnya membuat rasa ngantuk ilang. Dan ditambah dengan kehadiran Kenichi. Oh, well, tiap kali membayangkan sosok Kenichi, entah kenapa malah sosok chef itu yang melintas di benak saya. Keturunan Jepang, pintar masak, diam-diam romantis, dan juga dewasa.
Paling bete dengan sosok Aidan di sini. Benar-benar tipikal cowok mesum yang sakit jiwa. Tapi ya untunglah Eva berhasil lepas dari jeratan si Aidan itu.
Oke, pokoknya saya suka banget sama sosok Kenichi. Titik. Terlepas dari kenyataan bahwa dari segi umur dia cukup dewasa dari Cherry.
Terima kasih untuk cerita 'Resep Cherry' ini karena telah menyelamatkan malam Minggu saya yang membosankan...
Kelanjutannya Resep Cinta, di novel ini menceritakan kisahnya Cinnamon Cherry. Sama dengan novel-novel Kak Donna sebelumnya, cara bercerita yang sama dengan kata-kata yang kocak dan realitis, dalam novel ini juga banyak resep-sesep masakan yang patut dicoba dan bikin ngiler. Kalau mau baca novel ini jangan pas jam mau makan siang atau malam dan orang yang lagi diet, karena pasti ngiler. Karena banyak makanan enak di kahyalan yang mengundang selera. Sampai sekarang aku belum kecewa dengan gaya penulisan kak Donna, dan aku suka semua karyanya, termasuk teenlit ini. Ceritanya ringan mudah dimengerti, dan adegannya tidak dibuat-buat.
Resep Cherry ini menjadi salah satu favorit.. Ga pernah bosen untuk membaca buku ini berulang-ulang kali. Yang pastinya sih cinta banget sama Kenichi! :D Mau dong ketemu cowok seperti itu :p Kisahnya mungkin buat sebagian orang mudah ditebak, tapi menurut gw sendiri sih, tetep aja bikin mupeeeennngg..hehehe...
Masih menunggu kelanjutan kisah Cherry dan Kenichi, juga Lavie dan Kaz *ups spoiler* ;p Ayo jadi angeliers, follow @angeliers_id buat yang penasaran dengan hal-hal berhubungan dengan karyanya teh Donna :D
Ditunggu buku-buku berikutnya ya teh ;)
This entire review has been hidden because of spoilers.
Tapi, sayangnya, memang plotnya agak ketebak. Plus ... err... saya masih rada mudeng, kan Kenichi di Jepang sono, kok bisa tahu bahwa dulu Cherry sempat adu masak sama Maya? Dan juga, Cherry kan masih remaja, jadi terkesan agak 'aneh' bahwa ia sudah punya bakery sendiri. Mungkin lebih cocok kalau ia lagi magang, kek. Wew, tapi cukup keren kok, overall ^^. Dengan pemilihan tema yang tidak umum, cerita ini tetap berhasil saya nikmati dengan baik!
Dari antara novel mbak Donna yang pernah aku baca, aku paling suka novel ini. Ada cerita tentang keluarga, percintaan, kehidupan kuliahnya juga ada (walaupun cuma sedikit). Didukung lagi dengan resep-resepnya yang keliatan yummy. Makin gak bisa berhenti deh buat ngebaca sampe abis. Aku belum pernah baca resep cinta, jadi gak bisa ngebandingin sama buku pertamanya.
Teenlit karya Mbak Donna yang paling komplit plit. Semua ada, mulai dari kisah cinta, persahabatan, sampe kekerasan dalam pacaran. Cuma kejutan yang nelen cincin di dalem makanan kok rasanya gw pernah baca di teenlit lain ya...
This entire review has been hidden because of spoilers.
Err, meski ada beberapa hal yang membuat saya gak sreg (gak tahu kenapa), tapi tetep aja, a good story. Pilihan temanya cukup unik, membuat saya langsung membacanya :). Resepnya sendiri tampaknya enak (belum sempet-sempet juga nyoba :D)
Lucuuu.. Bagusss.. lebih bgus dari resep cinta,. Mgkn karna dresep cherry ada lavie ma om kenichi :p mba donna sukses ngegambarin lavie yg looks so cute as youngest sister,kiut abisss... Kenichi jg buat gregetan. Salut buat deskripsi mba donna dresep cherry :)
Bacanya sdh lama sih. tapi baru sempet ngerating sekarang. Ceritanya menarik. Aku lebih suka ini daripada resep cinta. Resep-resepnya juga menarik :) Tapi aku ya gak hobi masak :) hobinya makan heheee Semoga sukses terus dalam menulis ya mb
Em.. waktu tau temen kakakku ada buku ini. aku langsung minta minjem. ternyata dibuku kedua ini agak sedikit kurang apa gitu. kalau di resep cinta kan konfliknya cuma sedikit. tapi yang ini terlalu banyak dan agak bertele tele tapi keseluruhannya bagus kok <3