Banyak orang menanti-nantikan Natal. Rumah-rumah mulai dihiasi pohon Natal, pita-pita, dan kerlap-kerlip lampu.
Namun, tidak semua siap menyambut Natal dengan tangan terbuka. Ada yang memusingkan siapa yang akan digandeng ke pesta Natal. Ada yang tidak ingin pulang dan bertemu keluarga saat Natal. Ada yang kehilangan. Ada yang mendapatkan.
Para tokoh dalam buku ini harus menghadapi berbagai rintangan sebelum Natal. Akankah Natal mereka cemerlang?
Kumpulan cerita ini ditulis oleh Stephanie Zen, Dharmawati Chen, Putu Felisia, Donna Widjajanto, Anjar Anastasia, dan Theresia Ann, yang berharap cinta dan keajaiban Natal di dalamnya akan membuat Natal kalian ceria!
Tinderella - 2.5 stars Dialog dan gaya bahasanya cukup ngalir, tapi my problem is that the guy is just a prince charming and he doesn’t really exist in this world? Call me cynical but this story is too fairytale-like and I don’t really care about it. Katanya kalau bukan Rachel yang ga sengaja dia serempet dia tetep bakal nolongin anter ke mana-mana dll? Well, I just think that it’s not real and relatable enough to our society right now. Maybe I just lost my faith in humanity. Anyway, I also don't get the spirit of Christmas in this story.
Mireya - 4 stars I love love the concept of this story so much. Of course I predicted it after a few pages, but it’s still a lovely story. One that I didn’t expect I’ll see in this kind of book. Family story is always my favorite, even more so when it’s about a mother. My only complaint is that sometimes dialog dan gaya bahasanya terasa kaku, kurang mengalir enak buat dinikmati. But it’s still a good one.
Way Back Into You - 2.5 stars My main problem with this is it feels like a sinetron (…..) And again, the main guy is almost too perfect to be true. Spoiler alert: ayah keterlaluan, masa kecil kurang bahagia, dikecewain sama ayah, ibu dibunuh, tapi berhasil melalui semua itu dan jadi evangelis? Umm… I feel like this story should be about Lia helping Chris overcame those and still believes in God instead of the other way around? Well… dan salah 1 alesan Lia pergi gitu aja juga gimana ya, dia ngira Chris hamilin Dini, padahal saat itu juga Chris tinggal bilang kalo itu bukan perbuatan dia dan selesai Lia ga perlu pergi. Adegan kayak gini yang berasa kayak sinetron, mau bilang udah keburu pergi padahal tinggal bilang. Karakterisasi Matsumoto juga membingungkan, awalnya deskripsi tentang dia kayak baik dan sabar banget, begitu ada adegan sama Chris langsung kayak gusar mendadak (…) Btw kayaknya saya miss tapi Chris nemu alamat Lia di Jepang dari mana? Kenapa mesti 7 tahun dulu baru nyariin (….)
Stella Maris - 5 stars This is what I call a real Christmas story. First off, it’s SO REAL and relatable with our society right now. Suami istri bertengkar karena masalah tekanan keluarga dan ingin mengejar karir. Sama-sama stres, berujung melakukan hal-hal bodoh. The ending is really good and I love this story so much. Spoiler alert for the ending: I thought that it will be the wife who sacrifice her study, because it’s just the way our society works, right? Wife should stay in the house and caring for children all day—but NO, husband should help too!! And wives have right to work as they please too!! And if wife is busy with their career, husband should help caring for the child too. But I’m VERY pleasantly surprised that the husband is the one who sacrifice his job and gladly do it just to be with his wife and child.
Cicil Santa - 1 star Oh boy, where do I start? I’m sorry in advance, but after a brilliant story before this, I just can’t justify this. - A LOT of telling, not showing. Siwi sangat beruntung karena bla bla. Dia senang karena bla bla bla. Dia berpikir ini tapi kan begini begitu bla bla bla. - A LOT of filler that isn’t necessarily supporting the story (this is the longest story in the book fyi). Topik debat, temen debat, ke mall cuma biar Cicil liat Sinterklas, dll. - gaya bahasanya begitu sistematis dan saklek, rasanya seperti membaca contoh-contoh kalimat di buku Bahasa Indonesia zaman SD. Seriously. Sama juga dengan pacingnya. Ini terjadi, itu terjadi, anu terjadi cuma agar ini bisa terjadi itu terjadi, yay jadi cerita deh, kayak contoh cerita di buku SD sungguh. - IT’S SO DAMN PREDICTABLE. I can see where this story is going just by reading a few pages, and I like the concept, but the author managed to stretch this to 64 dull filler pages. Poor execution.
Notal - 4 stars I love the idea of this story, and Mbah Uti is so adorable, I laughed a few times, I love cultural stuff featured here, but at the same time it’s kinda dragging? I have no other complaints than that, it’s a good and sweet family story, about a grandmother and her granddaughter, and I like it a lot, just feels dragged.
Memasuki bulan Desember, aura natal sudah mulai terasa ya, apalagi kalau ke pusat perbelanjaan. Ada begitu banyak persiapan yang dilakukan oleh orang-orang yang akan merayakan natal. Begitu juga dengan enam orang penulis ternama yang menuliskan kisah-kisah seputar persiapan natal dalam kumpulan cerpen yang diberi judul Tinderella.
1. Tinderella by Stephanie Zen Rachel masih terpukul dengan berita jadian kedua sahabatnya, Ralph dan Hailey. Seandainya Rachel tidak memendam rasa pada Ralph, tentunya berita itu akan dengan senang hati diterimanya. Sekarang Hailey mengundangnya untuk datang di acara natal, dan Rachel tidak punya pendamping untuk ke sana. Ide gila melibatkan aplikasi Tinder disampaikan oleh sahabatnya, Renata. Rachel menolak mencari pasangan lewat Tinder. Lebih baik dia berpura-pura sakit saja supaya tidak datang ke acara itu. Sayangnya, Rachel benar-benar tertimpa masalah. Dia mengalami kecelakaan sehingga kakinya harus di-gips. Bagaimana kalau pria yang menabraknya menawarkan diri menemaninya ke pesta natal?
2. Mireya - Dharmawati Chen Pohon natal itu belum juga berdiri. Biasanya Ariella akan memasang pohon natal bersama ibunya dan anaknya, Mireya. Tapi akhir-akhir ini Mire suka marah-marah dan membantah. Satu-satunya orang yang didengar oleh Mire, hanya neneknya. Ariella meminta kepada ibunya untuk berbicara pada Mire. Bagaimana Ariella bisa meninggalkan Mire jika anak itu masih marah padanya?
3. Way Back Into You - Putu Felicia Semua laki-laki memang tidak setia. Termasuk papanya dan Chris. Itulah sebabnya Lia menolak ketika Chris datang menjemput Lia untuk pulang ke Indonesia dan merayakan natal bersama keluarga. Setelah sekian tahun hidup sendirian di Kyoto, Jepang, Lia sudah bisa menata kembali hidupnya. Hanya saja memaafkan papa dan Chris yang sudah mengkhianatinya bukan perkara gampang. Apalagi ketika Chris mengatakan mau melamarnya dan menikah dengannya. Butuh 999 mawar dan perjalanan ke luar negeri baru Lia mau mempertimbangkan tawaran itu.
4. Stella Maris - Donna Widjajanto Jonathan dan Maris telah lama menikah. Sebelum menikah, keduanya sepakat jika mempunyai anak, salah satu dari mereka harus berhenti dari pekerjaannya. Tapi saat ini Jonathan dan Maris sedang berada di puncak karir, dan keinginan untuk memiliki anak tidak lagi ada dalam agenda mereka. Maris yang seorang dosen, sedang mempersiapkan diri untuk lanjut S3, sementara Jonathan akan mendapatkan promosi. Jika pilihan karir itu membuat keduanya terpisah, apakah Jonathan dan Maris masih mengingat alasan mereka untuk menikah dulu?
5. Cicil Santa - Anjar Anastasia Tahun ini Cicil ingin meminta kado natal jalan-jalan ke Raja Ampat kepada Sinterklas. Sebenarnya Cicil juga tahu siapa yang menjadi Sinterklasnya. Namun, saat natal semakin dekat, Siwi, sahabatnya tertimpa masalah. Kakak Siwi kecelakaan, dan ayahnya dipecat dari pekerjaannya. Rencana Siwi study tour ke Jawa Timur bisa batal. Siapa yang bisa menjadi sinterklas untuk Siwi?
6. Notal - Theresia Ann Mbah Uti selalu saja menyebut kata natal menjadi notal. Ella dan keluarganya sudah maklum dengan kelakuan Mbah Uti yang nyentrik. Termasuk saat Mbah Uti memaksa Ella mengundang pacarnya, James, yang tinggal di luar negeri untuk datang saat Mbah Uti dibabtis natal nanti. Ela sedih, James belum siap untuk bertemu dengan keluarganya. Tapi bukan Mbah Uti kalau dia tidak punya jalan keluarnya. Ella hanya berharap tahun ini ada keajaiban notal.. eh.. natal untuknya.
*** Melihat sampulnya, sudah pasti bisa ditebak Kumpulan cerpen ini memang hadir untuk memeriahkan natal. Awalnya saya sempat berpikir kumpulan cerpen ini diperuntukkan untuk satu kalangan umur saja. Tapi ternyata isinya lints generasi. Dari anak-anak sampai kakek-nenek. Ide ceritanya juga bervariasi yang disajikan dengan gaya bererita masing-masing penulis.
Meskipun berlatar belakang natal, bagi yang tidak merayakan natal juga dapat mengambil pelajaran dan pesan moral dari keenam kisah ini. Karena kisah-kisah di dalamnya berisi tentang kerelaan hati, memaafkan, mengampuni, dan pengharapan.
Menjelang hari raya Natal, novel-novel bertema Natal bertebaran di timeline Goodreads saya, termasuk kumpulan cerpen ini. Ditulis keroyokan oleh 6 penulis: Stephanie Zen, Dharmawati Chen, Putu Felisia, Donna Widjajanto, Anjar Anastasia, dan Theresia Ann, kumpulan cerpen ini menyajikan tema bervariasi, mulai dari dunia kerja, blog, persahabatan, keluarga, hingga tentu saja cinta. Semua disatukan oleh satu tema utama yaitu Natal.
What a stories!!! Awalnya beli dan baca asumsinya isinya romcom ternyata macam-macam cerita ada yang lucu, ada yg sedih, ada yang emosional, ada yang lumayan serius tapi semuanya dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dan pastinya nuansa kristen/katolik dan natalnya sangat terasa.
kumpulan 6 cerita pendek yg berkaitan dengan Natal dari berbagai versi cerita yg berbeda-beda dan tak jauh dari kehidupan sehari-hari, menarik & ringan untuk dibaca saat menjelang Natal.