Jump to ratings and reviews
Rate this book

Kata: Antologi Puisi

Rate this book
Kemesraan kita adalah nama lain
Bagi laut yang menggulung ombaknya
Memanjakan sudut-sudut karang
Mungkin seperti aku membelai runcing rambutmu
Yang lengkung itu
*
20 Februari 1966
Adalah peristiwa kehilangan ribuan nyawa
Ketika PKI adalah stigma
Yang tak boleh ada di bumi Indonesia
Sebuah pembunuhan atas nama negara
Rezim yang dikonsolidasi lautan darah
*
Kata akan tetap menjadi kata
Entah ia menari dalam retorika
Atau berdiam dalam refleksi
Karena pada akhirnya kata
Membahasai segala tubuh segala roh
Sejak sebelum Adam dan sesudahnya
Kata
*
Saat aku menangis
Kau memetik air mataku
Dan menyerap gemanya
Jauh ke dalam bunga-bunga luka
Di telapak tangan dan sisi lambungmu
Lalu di hadapan salib
Aku tak kuasa memetik air matamu
Karena kau memikul rasa sakitku
Dan doa-doaku tersangkut di mahkota duri
Di kepalamu yang perih
*
Aku tak menemukan lagi jejak kakimu
Di sebuah gurun yang tak berembun
Hanya semilir angin dan sabda memulangkanku
Dari lapar kekuasaan harta dan kesenangan [sementara]
Setelah aku menukik lebih dalam
Dalam keringnya kering
Lalu kutemukan mutiara terpendam
Yang luput dari seorang pedagang
Dalam sebuah perumpamaan kerajaan surga
*
Kau dan aku adalah sepasang biji apel
Yang ditanam Tuhan untuk berbuah
Semoga tak ada ular melingkar di pohon silsilah
Agar kepalanya tak remuk dan tumitmu tak dipagut

Paperback

First published October 1, 2018

13 people want to read

About the author

Lee Risar

1 book3 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
3 (50%)
4 stars
2 (33%)
3 stars
1 (16%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
No one has reviewed this book yet.

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.