Jump to ratings and reviews
Rate this book

Sketsa-sketsa Kembangmanggis

Jangan Sisakan Nasi dalam Piring

Rate this book
Sketsa-sketsa-4 Kembangmanggis
“Jangan Sisakan Nasi dalam Piring” berisi 23 kisah ringan tentang Ubud, Bali.

Disentuh seperti tarikan cepat garis-garis sketsa melukiskan kehidupan Ubud biru langitnya, burung-burung kokokannya, keindahan alamnya, petani-petaninya, bebek-bebeknya, bentangan sawahnya, jajanan balinya, kehangatan dan kebaikan hati orang-orangnya, dan penggalan-penggalan peristiwa kesehariannya.

Dari “Petani Tua dan Bebeknya” hingga ke “Selamat Natal!” dapat dibaca sambil tertawa dinikmati dengan secangkir kopi mengisi waktu santai atau sambil menunggu.

Lezat dibaca dan perlu.

*Kembangmanggis adalah penulis era 80-an yang kembali meluncur dengan seri sketsa-sketsanya

224 pages, Paperback

First published December 3, 2018

1 person is currently reading
35 people want to read

About the author

Kembangmanggis

16 books17 followers
Nama asli: Baby Ahnan

Nama Kembang Manggis sekarang ini barangkali tidak banyak yang mengenal. Namun, pada kisaran tahun 80-an, nama itu lumayan beken sebagai penulis novel.

Mungkin Anda yang gemar membaca fiksi atau berlangganan majalah Hai, ingat sebuah cerita bersambung di majalah remaja itu yang berjudul TIA. Oleh Gramedia Pustaka Utama, cerbung tersebut kemudian diterbitkan dalam bentuk novel. Nah, pengarangnya adalah Kembang Manggis.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
17 (30%)
4 stars
31 (55%)
3 stars
8 (14%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 16 of 16 reviews
Profile Image for Alvina.
732 reviews119 followers
December 16, 2018
Ini cerita tentang Bali, terutama Ubud. Tentang orang orangnya, alamnya, kesahajaannya, dan banyak hal lain yang membuat daya srbagai pembaca kadang terharu kadang cengengesan sendiri waktu baca ceritanya. :')
Profile Image for Iyas Utomo.
566 reviews10 followers
August 12, 2020
Ditulis dengan sederhana dengan dialog-dialog yang akrab dengan keseharian kita. Meski saya kurang bisa mengikuti karena kurang sesuai dengan selera baca saya, namun, melalui buku ini Kembangmanggis berhasil mengajak pembaca untuk menikmati keindahan Ubud dari kacamata yang berbeda, begitu alami, sederhana, dan bersahaja.
Profile Image for boo.
38 reviews
October 31, 2024
4,5/5🌟

disini lebih banyak tawanya, apalagi kalau udah part pak jumu😂
Profile Image for Rievinska RF.
174 reviews3 followers
January 2, 2022
Memiliki studio di Ubud adalah life goals saya selanjutnya. Asyik sekali menjadi entrepreneur perempuan yang bisa bolak-balik Bogor-Ubud seperti Bu Kembangmanggis.

Cerita-ceritanya juga heartwarming. Cocok untuk menyambut tahun baru. Hehe.

PS: Kangen Bali...
Profile Image for Astri.
1 review
February 15, 2020
Buku ini cocok dimiliki bagi orang-orang yang tidak punya waktu banyak untuk membaca. Bahasanya ringan relate dengan kehidupan sehari-hari, budaya yang diangkat dijelaskan secara sederhana sehingga pembaca seperti saya memahami arti demi arti kata di setiap lembar buku ini.

Kisah ini diangkat berdasarkan kondisi dan situasi yang terjadi di sekitar kita sehingga pembaca bisa mudah memahami dan memaknai moral of story di dalam buku ini.

Kalimat yang bagus yang menohok di buku ini "Jangan menyisakan nasi dalam piring. Sebutir sekalipun. Banyak keringat tercucur di balik sebutir nasi."
Profile Image for Soraya Nur Aina.
162 reviews1 follower
January 1, 2024
Kembangmanggis adalah nama pena penulis. Buku ini menceritakan kehidupan sehari-hari penulis ketika pindah dan memutuskan bangun studio di Ubud.

Cerita-cerita Pak Jumu si peternak bebek, Bu Klengis si penjual klengis, sate pusut di pasar ubud, babi guling murah meriah dan sumber air yang kurang bikin aku pengen ke Ubud sebulan aja huhu🥹🥹
Profile Image for Oni 媛馨.
190 reviews24 followers
February 3, 2020
4/5
sempat tertunda beberapa lama, akhirnya kelar baca buku ini, ini pertama kalinya baca bukunya kembangmanggis dan pasti bukan yang terakhir,

bukunya ringan berisi kehidupan sehari hari si penulis dengan 2 anaknya di ubud bali. abis baca ini aku rasanya pingin tinggal di bali.
Profile Image for nur'aini  tri wahyuni.
897 reviews30 followers
April 25, 2020
suka banget sama cerita cerita pendek Kembang Manggis ini, penuh kesederhanaan, even mungkin kalau mereka ketemu dengan orangorang yg ga menyenangkan ga diceritakan, tapi kisahkisahnya beneran menenangkan, bikin pengen jalanjalan ke Ubud juga.
Profile Image for novi a. puspita.
150 reviews15 followers
June 15, 2021
Aah.. ringan & menyegarkan sehabis baca buku ini. Mengisi pikiran selain oleh keruwetan yg bikin sumpek, bacaan karya Bu Baby Ahnan ini serasa membawa diri liburan ke Ubud sana. Segar.. Terima kasih, Bu!
Profile Image for Ara Kucing.
32 reviews
May 20, 2022
heartwarming dan jenaka seperti biasanya. saya baca JSNDP di gramedia digital sebagaimana buku-buku bu kembangmanggis yang lainnya, tapi suatu saat ingin sekali mengoleksi semua judul dalam bentuk fisiknyaaaa!
Profile Image for Susetyo Priyojati.
78 reviews13 followers
Read
September 19, 2019
I read this book a week before going to Bali. Strangely the description of jajanan Bali in the book was more appetising (for me) than the real-life sight. The author should write restaurant reviews.
Profile Image for Retno Dama.
36 reviews
March 28, 2024
Membaca buku ini membuat hati menjadi hangat, jadi merasakan bagaimana ramahnya warga Ubud.
Profile Image for Renov Rainbow.
278 reviews2 followers
May 12, 2021
Saat membaca buku ini, ingatan saya melayang kenangan saat tinggal di Bali dan saat tahun lalu menghabiskan liburan di Ubud. Buat saya, Bali adalah rumah diantara perasaan rumah lainnya.

Buku pertama yang saya baca dari penulis ini memang mengisahkan cerita kehidupan penulis di studio yang dibangun di atas tanah sewaan seluas 5 are di Ubud. Hobinya yang blusukan membawa banyak cerita. Selain itu juga bagaimana hubungan penulis dengan penduduk asli di sekitar, tidak lupa juga dengan Ikoh, si anjing hitam yang berubah ketika mengenal keluarga penulis. Beruntungnya penulis karena banyak dipertemukan dengan orang-orang baik. Bahkan kontraktor studionya saja luar biasa baik. Mungkin karena menemukan sesuatu yang berkarakter, dan berbeda dengan projek minimalis yang sering ditanganinya.

Yang saya suka, ceritanya yang mengalir, sampai perasaan saya pun ikut serta dibawanya. Tanpa terasa, saya sudah sampai di halaman terakhir. Mungkin juga karena bukunya mirip buku cerita jaman dulu yang tulisannya tidak rapat-rapat. Selain itu diberi juga tambahan ilustrasi, sehingga kita bisa membayangkan.

Mungkin juga saya menyukai ini karena pernah tinggal di Bali, dan sedikit banyak mengenal keramahan dan kebaikan orang-orangnya.

Pelajaran yang terpenting setelah membaca buku ini adalah sekeliling kita bisa jadi sesuatu yang sangat menarik jika kita flow dan "present at the moment".

Favorite quote:
"Tapi bagi mereka, memberi adalah memberi. Bukan sekedar basa-basi" (Halaman 61)

18/2021
Displaying 1 - 16 of 16 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.