But guys, kita memang harus maklum bahwa kisah hidup kadang enak, tapi kadang juga tidak. Hanya saja, seringkali bukan kisah hidup itu yang membuat kita bawaannya pengin manyun terus. Bisa jadi akibat cara berpikir kita yang pada akhirnya sering membuat bibir kita "tipis" terus dan gak "melengkung ke atas". Kita (mungkin) lupa bahwa masih mungkin memilih berpikir dari sudut pandang yang berbeda. Di sisi lain, kadang hidup juga menempatkan kita pada situasi sulit, walaupun kita tidak memilih berada di sana. Hal ini juga semakin membuat kita manyun. Nah, bagaimana cara membuat bibir kita tetap tersenyum walau kita berada dalam keadaan yang rumit? Mari kita lakukan perjalanan melalui buku ini. Semoga gak ada lagi bibir manyun terus-menerus. Secepatnya lantas tersenyum.
Ilustrasinya bagus dan lucu. Tapi, untuk isinya kurang menarik untuk aku yang sudah sering terpapar nasehat dan quotes seperti ini. Bahasanya terlalu template atau sudah sering didengar. Biasa saja dan tidak menggugah. Sebagian besar terlihat seperti curahan hati di sosial media. Overall, nasehat yang penulis sampaikan baik, tetapi terkesan seperti menggurui. Anyway, aku sebelumnya ada membaca buku karya beliau juga yang berjudul Be Happy, Be Good Be Awesome. Sebelas dua belas saja dengan buku ini. Namun, buku ini lebih parah karena tiap halaman itu seperti abstrak. Pembahasannya gonta ganti. Misal di halaman tertentu sedang membahas pertemanan, lalu halaman selanjutnya membahas impian, lalu halaman setelahnya membahas cinta, lalu di halaman berikutnya kembali membahas pertemanan. Jadi, bukunya agak membingungkan karena topiknya berubah-ubah.