Gaya berceritanya khas banget dan enak dibaca, dengan latar Sumatra. Tidak hanya Melayu dan Minangkabau, tetapi ada Aceh, Bengkulu, dan Lampung dengan adat khasnya di buku kini. Seolah kita diajak menjelajah pulau Sumatra menuruti Bukit Barisan, mulai dari ujung Aceh hingga pesisir Lampung. Keren banget bisa membeda bedakan gaya bercerita di daerah yg berbeda meskipun masih satu pulau. Terasa sekali bahwa Sumatra itu juga luas, beragam, serta punya adat yang layak dipelihara. Tema tentang menjaga alam, sejarah, tradisi serta perubahan mewarnai isinya. Ada kisah sejarah orang Jerman pertama yang masuk ke Batak, kisah kain adat yg benar-benar dijaga keteguhannya serta kisah jenaka namun suram dari seorang lelaki yang "menelan" kuali lalu tak ada lain yg keluar dari mulutnya selain peribahasa dan ungkapan bijak khas melayu.