Ibnu Anggoro—seorang duda anak dua—terpaksa menikahi Marsha Amalia Adinata karena sebuah tuntutan. Perbedaan usia yang jauh membuat Ibnu pesimis kalau pernikahannya akan berlangsung lama. Namun, pemikiran awal Ibnu terpatahkan di detik pertama dia bertemu sang gadis. Ibnu jatuh cinta pada pandangan pertama.
Sementara Marsha, si pemilik kehidupan sempurna. Menawan, pintar, kaya, si bungsu kesayangan keluarga, tentu saja meragu atas keputusan papanya. Dia sadar betul, begitu papanya meminta, dia tak akan bisa menolak. Marsha yakin kehidupan barunya kali ini tak akan berjalan mulus seperti yang sudah-sudah, belum lagi dengan sikap Ibnu yang dingin kepadanya.
Seiring berjalannya waktu, di tengah kebingungan Marsha akan lingkungan baru, timbul rasa yang sulit dikenalinya. Dia yang tak biasa jatuh hati mulai panik saat perasaan itu dia yakini tertambat pada suaminya sendiri. Namun, gengsi yang membelenggu membuat Marsha berdiam diri tanpa tindakan, belum lagi kenyataan pahit yang diterima Marsha.
Akankah Marsha dan Ibnu saling mengakui perasaan masing-masing? Atau tetap berdiam diri dengan kesalahpahaman yang semakin menggerus pondasi yang sejak awal memang sudah rapuh?
Judul: Unfinished Fate. Penulis: Liarasati. Penerbit: Namina Books. Tahun Terbit: 2018. Jumlah Hal. : 322. Genre: Romance. ISBN: 9786025109386. . . Hai, gengs.. Aku ga nyantumin sinopsis karena takut ga muat ahahahaha 😈😈😈. . . Tau ga sih ini tuh novel pertama dari lia yang aku baca di WP. Dulu pas buka PO SP, aku ga ikut karena dompet sedang Gegana (Gelisah, Galau & Merana). . . Pas tau Unfinished Fate ini mau diterbitkan secara mayor... Aku exciting sekali, aku tanya terus kapan buka POnya hahahaa. Sempat 2x pilih cover kan yaa kalau ga salah. . . Ok aku mulai bahas novel ini. 1. Dari segi cetak novel ini kualitasnya bagus. Kertas isinya tebal (ga tipis kaya kertas gorengan) covernya juga bagus. Aku suka ❤. gradasi warna ungu. Jarangkan novel ambil warna ungu. Kemudian Layoutnya cantik. . . 2. Novel ini tuh termasuk jenis novel ringan. Yang paling aku suka adalah cara penulis mengeksekusi, buat aku timingnya pas. Untuk POV di awal kita disuguhkan dengan pikiran dan perasaannya Marsha (75-80%) di akhir kita ditunjukan bagaimana sosok Ibnu ini (20-25%). Alur mundur sebagai penjelas. . . 3. Kekonsistenan para tokoh. Sosok Marsha benar" digambarkan sesuai dengan latarbelakang dia yang princess daddy dengan asuhan yang tepat dan Ibnu dengan wibawa dan tegasnya as papa dan businessman. Characters Developmentnya itu pas... Ga ujug" berubah kaya bilang bimsalabim. . . 4. Di awal aku kan sudah bilang kalau novel ini ringan, namun di novel ini tuh dapat pencerahan secara implisit maupun eksplisit . Bagaimana membangun sebuah keluarga (lagi), mengenalkan anak" dengan ibu sambung. Bagaimana menjalin komunikasi dan mengendalikan ego. . . 5. Kalau kekurangan dalam novel ini adalah...... Typo yang masih bertebaran dan ada beberapa kalimat yang sebenarnya bisa di ubah menjadi kalimat yang lebih efektif. Nah semoga kekurangan ini dapat diperbaiki dicetakan kedua. . . Ok thank you. Nah kalian bisa tunggu review dari @liliyanahalim juga loh... Yang pasti ada quote nya ahahahahah . . #BOMC2018 #Igbookreview #igbookstagram #bookaddict #novelIndonesia #UnfinishedFate #Namina #Liarasari #romance #bookphotography #bookaddict
Really a good book, pertama kalinya aku baca ini ga baca sinopsis dan waktu Marsha sama anak cowoknya Ibnu pulang dari sekolah itu aku mikir mereka yang bakalan jadi 😂 sial wkwk.
Pernikahan atas dasar perjodohan, kemudian perasaan benci menjadi cinta, serta dibumbuhi pihak ketiga di tengah kisah cinta mereka. Tema dalam novel ini sangat sering diangkat. Namun, nyatanya Unfinished Fate tidak sesederhana itu. Konflik di dalamnya cukup kompleks, tidak berhenti pada kasus benci menjadi cinta dan hadirnya wanita atau pria lain dalam kehidupan Ibnu dan Marsha. Krisis kepercayaan diri antara kedunya justru menjadi penyebab utama. Saya pikir, saya akan bisa menebak dengan mudah akhir dari cerita mereka. But, see, saya dibuat menahan napas selama membaca separuh akhir novel ini sembari terus berdoa semoga takdir baik tetap berpihak pada pasangan ini. Keren!
Penulis menggambarkan karakter-karakter dalam Unfinished Fate dengan sangat kuat, membuat setiap tokoh dalam novel ini memiliki tempat yang istimewa di hati pembaca. Ibnu yang dingin tapi tegas dan penuh kasih sayang. Marsha yang manja dan cengeng tapi bisa berubah menjadi dewasa ketika harus berperan sebagai Ibu dari Arya dan Aira di usianya yang masih 20 tahun, bahkan hanya terpaut 3 tahun dengan Arya. Arya yang pendiam dan terlihat masa bodoh, tapi sebenarnya penuh perhatian. Aira yang cerewet dan manja seperti gadis remaja pada umumnya. Saya juga salut dengan Ibnu yang berhasil mendidik kedua anaknya yang meskipun belum bisa menerima Marsha sepenuhnya, tapi tetap tidak kehilangan hormat untuknya. Kenyatannya, di jaman now, susah sekali mencari anak-anak muda yang mau menghormati orang yang lebih tua. Saya pribadi paling suka dengan karakter Arya yang berkharisma. Saya berharap Mbak Liarasati akan menulis novel sendiri untuk Arya yang tampan ini. Hehe.
SAYA SUKA DENGAN CHEMISTRY IBNU DAN MARSHA. Nggak bisa bohong kalau usia 39 tahunnya Ibnu tetap kelihatan tapi kalau sedang bersama Marsha, dia bisa berubah jadi pria yang sebaya dengannya. Lagipula, fisik Ibnu juga masih tegap nggak kaya om-om. Hehe. Yang saya nggak suka dari Ibnu adalah, di usia yang sematang itu, dia nggak tegas dengan perasaannya sendiri dan terkesan tidak mau mempertahankan orang yang dia cintai. Kalau Marsha, sih, saya nggak suka sifatnya aja yang cengeng, dia bisa menangis hanya untuk hal-hal sepele dan itu justru memperburuk masalah. But, it's okay, sih, itu kembali ke karakter masing-masing dan selera pembaca.
Kekurangan dalam novel ini adalah... hmm sebenarnya ini masalah selera pembaca saja, sih. Saya nggak suka dengan Marsha yang selalu lari ke Rangga setiap ada masalah dengan suaminya. Padahal, dia masih punya Diana yang notabene sahabat lamanya. Seharusnya, dia lebih dewasa dengan memahami bahwa situasi akan semakin rumit jika dia justru menginap di apartemen Rangga. Lagipula, tidak elok istri orang menginap bersama pria lain, apa pun alasannya.
Maafin karena harus nulis review kayak gini, tapi dari semalem baca dan sampe selesai tanganku gatel banget buat nulis ini.
Tiga kata yang selalu muncul dikepala pas lagi baca novel ini: GAK MASUK AKAL. Iya gak masuk akal. Marsha digambarkan sebagai anak perempuan satu-satunya dari seorang pengusaha rokok nomor satu, yang notabene dijuluki di 'anak papi'. Okay, di bab-bab awal aku masih memaklumi 'tingkahnya' mengingat labelnya sebagai 'anak papi'. Tapi yakalee masa minta tempat tidur 'ala princess' sama suamimu?? NO! Terus jarak umurnya, kejauhan kupikir. 18 tahun. Entah kenapa menurutku si Ibnu kelewat sabar. Dan satu hal juga yg ganggu bgt pas baca adalah....masa iya si Marsha hemong ampir setahun sekali dan pake acara ngeluh? Kan bisa KB, toh?
By the way, ini buku ketiga Liarasati yang kubaca, awalnya penasaran sama buku ini karena pas baca About Him? Sucks! itu tulisannya lumayan bagus dan realistik. Tapi entah kenapa dinovel ini gak banget. Ternyata pas cari tau, novel ini adalah karya pertama beliau di Wattpad. Hm.
Thanks.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Unfinished Fate merupakan novel pertama Kak Liarasati yang kubaca. Sebenarnya dari segi ide cerita, kisah tentang pernikahan tanpa cinta, perjodohan atau pernikahan berbeda usia sudah sering kita temukan dalam novel lainnya. .
Tapi, saat membaca kisah Marsha dan Ibnu, aku tetap saja menikmatinya. Karakter keduanya yang berbeda, yang 1 masih agak labil, yang satu sudah dewasa membuat interaksi keduanya sering membuatku gemas. Gengsi dan kesalahpahaman karena kurangnya komunikasi membuatku semakin gregetan dengan pasangan ini.
Kisah seperti ini sebenarnya mudah ditebak akhirnya, inilah tantangan penulis bagaimana membuat pembaca tidak bosan saat membacanya dan Kak Liarasati cukup berhasil. Didukung dengan cover yang eye-catching dan ilustrasi yang cantik, novel ini menjadi perkenalan manis untukku.
Novel ini akan mengajarkanmu tentang pentingnya komunikasi dan keterbukaan dalam suatu pernikahan. Kalau cinta, katakan. Jangan sampai menyesal jika terlambat
Beberapa hari yg lalu waktu lg merapihkan buku, saya baru ingat punya buku ini. Tiba2 saja saya ingin membacanya. Ceritanya sederhana, tentang rumah tangga. Namun perbedaan usia dan status membuat konfliknya lebih matang. Walau ada beberapa part terasa seperti sinetron dan menye2. Tapi tak membuat novel ini menjadi buruk. Karena tokoh, karakter, latar belakang, lumayan logis. Saya pernah membaca beberapa novel tentang rumah tangga yg lbh buruk. Tidak demikian dengan novel ini. Jujur saya bsa ikut merasakan patah hati, senyum2, bahkan nangis waktu membacanya. Setelah menelaah, mungkin karena cara penulisannya, walau tidak seperti penulisan yang megah, namun saya bisa menikmati, kalimatnya sederhana tapi bagus...underated! Terkadang saya butuh bacaan2 seperti ini, ringan, menyenangkan, sekaligus dalam.
Marsha ini umurnya berapa sih waktu nikah sama Ibnu? Soalnya kayak ngadepin masalahnya bener-bener childish, iya tau dia beda jauh sama Ibnu, tapi kek?? Kayak ada masalah dikit, nangis atau nggak, kabur. Terus waktu dia hamil Arga itu, si Ibnu ngilang kemana juga gaada penjelasannya, jadi aku nih sebagai pembaca kayak mikirnya ‘anjir setega itu?’. Di awal juga ada percakapan Marsha sama Diana, Diana ngomong lo-gue, tapi beberapa halaman selanjutnya ngomong aku-kamu. Masalah yang ruangan rahasia Salma itu juga menurutku kayak belum ada closurenya. Plus agak aneh karena sepanjang cerita bagiannya Angga selaku saudara satu-satunya Marsha, dan orangtuanya Ibnu nggak pernah muncul. Kata aku mah nambahin extra part-nya juga harusnya ada moment sama keluarga besar mereka.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Awalnya baca novel ini karena sedang jenuh dengan bacaan novel lain yang berhari hari nggak kunjung selesai. Tapi baca novel ini ga sampe 2 hari pun selesai sambil curi curi waktu untuk baca.
Awal awal aku ngerasa kayak slow pace datar aja gitu dan cenderung kaku, malah mikir apaan sih nih orang orang. Yang cewe cengeng sensian baper, yang cowok "gagu" dan nurut aja apa perintah si cewe saking cintanya. Sulit banget buat si cowok ngutarain perasaan dan isi kepalanya.
Justru aku ngerasa ceritanya lebih seru setelah ada masalah muncul, dari situ mulai wah nih saatnya. Jalan cerita jadi lebih seru dan gemes sih (yaelah jujur aja sih nih kalian berdua kan kelar udah).
Dari novel ini aku belajar lagi gimana pentingnya komunikasi dalam keluarga bahkan hal hal kecil sepelepun.
Unfinished Fate menceritakan tentang kehidupan rumah tangga Marsha dan Ibnu di tengah perbedaan karakter dan usia mereka yang terpaut jauh. . Aku suka sama ide cerita penulis dan twist di dalamnya. Hanya saja bagiku narasinya terlalu bertele-tele. Beberapa konflik kecil seharusnya tidak perlu terlalu lama diselesaikan. . Aku gak nyangka bakal ada Ibnu POV di sini, but it was good. Melegakan rasanya mengetahui pemikiran Ibnu.
Baca ini ngabisin stock tissue se kotak. Menikah yang tadi nya terpaksa akhir nya malah jatuh cinta pada pandangan pertama. punya pasangan ga romantis dan peka bikin cape hati. adaptasi dengan lingkungan baru dan ternyata diam2 mulai nyaman dan jatuh cinta bikin smua jd baper.
Seruu kisah Marsha dan Ibnu saling mengakui belajar mengerti perasaan masing-masing.
Suka ide ceritanya.perjodohan,love hated pasti mnarik. awal baca,penasaran banget ma marsha dan ibnu tapi makin ketengah makin boring.terlalu gampang aja untuk ukuran pengusaha berusia 38 tahun.kaya ga tegas dalam menangani kehidupan rumah tangga ma marsha.marshanya yg anak horang kaya juga sifatnya kaya labil.meski big issues emg miskom.Cm kaya"gitu aja".
jujurly ni buku ga bangeet no offense ya tapi dari gaya penulisan trs cerita yang ga terlalu masuk akal jadi kesan nya alay gt looh aku baru baca setengah langsung drop ga baca lagi
Selalu ada hal menarik ketika membahas CINTA. Tidak lagi seklise dulu, sekarang- HARTA, TAHTA, KELUARGA & CINTA. Un-finished Fate mengemas itu semua. Dan karena itu juga, aku menyukai novel ini.
Novel ini memiliki dua sudut pandang utama. Dengan mayoritas sudut pandang Marsha dan selebihnya, Ibnu. Cukup apik dan menarik. Secara tidak langsung pembaca diajak untuk memahami dengan mendalam kedua karakter tokoh utama novel ini.
Tak dipungkiri, aku sangat menikmati keseluruhan sajian penulis di Un-finished Fate. Sadar atau tidak, secara tidak langsung juga, penulis mengajak kita semua meyakini bahwa cinta setelah menikah lebih menjanjikan kebahagiaan. Dan aku salah satu pembaca yang mengamini itu semua.
Menariknya lagi, Un-finished Fate tidak sekedar menyuguhkan kisah cinta setelah pernikahan. Tumbuh, berkembang, menghadapi polemik kehidupan rumah tangga, mengalahkan ego, mengabaikan gengsi, menyakinkan hati untuk menyatakan perasaan, hingga mendidik dan membesarkan buah hati mereka pun di bahas di novel bersampul ungu ini.
Bisa dibilang novel ini merangkum semua kisah kebersamaan Marsha dan suaminya- Ibnu Anggoro. Novel dengan bahasan terkomplit yang pernah kukhatamkan. Kamu tidak akan kecewa membuka dan menyimak lembar demi lembar kisahnya. Semua dikupas tuntas hingga akhir kisah. I love it.