Bukanya marah, Kiai Ma’ruf sama sekali tidak mempermasalahkan hal ini. Untuk menanggulangi agar tidak terjadi hal yang sama, sandal Kiai Ma’ruf akhirnya ditulis dengan nama ‘Abah’. Harapannya agar santrinya tahu bahwa sandal ini punya pengasuh, sehingga tidak dighasab lagi. Awalnya, ide ini memang membuahkan hasil. Sandal Kiai Ma’ruf tidak lagi hilang seperti sebelum-sebelumnya. Namun semua berubah saat suatu waktu sandal yang berlabel tulisan ‘Abah’ ini hilang. **** Kumpulan esai kehidupan santri di pesantren yang syarat nilai-nilai kehidupan dan disertai dengan kisah-kisah santri yang mengelitik.
Dari bilik pesantren merupakan buku pertama yang diterbitkan oleh Ahmad Khadafi. Buku ini berisi 42 esai pendek yang berisikan mengenai keislaman, cerita² pondok pesantren, tentang kyai, tentang santri dan masih banyak cerita² lain yang disajikan disini. Ada hal yang baru aku tau setelah membaca beberapa esai dari buku ini, dan ada salah satu judul yang menurutku menarik banget yaitu "Siapakah yang disebut orang Arab?" (pada halaman 125), disitu dijelaskan bahwa kita sering kali salah mengartikan siapa itu orang arab.. Dan sebenarnya masih banyak cerita² inspiratif lain yang aku dapet dari buku ini.
Semoga lebih banyak buku² yang bergenre seperti ini di Indonesia