Buku fiqh yang berkaitan dengan bayi umumnya hanya membahas mengenai aqiqah, namun ternyata ada ulama zaman dahulu dari madzhab Hambali yang sudah menulis kitab mengenai buah hati yang lebih luas pembahasannya, beliau adalah syaikh Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullah dan nama kitabnya تحفة الودود بأحكام المولود . Kitab ini sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh beberapa penerbit, dan yang saya baca dan resensi sekarang ini adalah versi penerbit Ummul Quro yang dicetak dalam bentuk hard cover ekslusif, diperkokoh dengan kalimat "Master Piece Ibnu Qayyim Al-Jauziyah", dan ada tambahan bonus buku saku nama Islam pilihan.
Berbagai hal dan hukum fiqh yang berkaitan dengan buah hati dibahas di buku ini, mulai dari anjuran berusaha mendapat anak, larangan membenci anak perempuan, azan di telinga bayi yang baru dilahirkan, aqiqah, mencukur rambut dan sedekah seberat rambut, memberi nama bayi, khitan, hukum air seni bayi, hukum air liur bayi hingga kewajiban mendidik, mengajari, berlaku adil kepada anak, serta poin-poin penting seputar pendidikan anak.
Secara umum buku ini bagus dan lengkap dalam membahas berbagai macam hal dan hukum fiqh yang berkaitan dengan buah hati, Ibnu Qayyim memang tidak diragukan lagi kedalaman ilmu agamanya. Namun ada beberapa bagian yang debatable bahkan bertentangan jika dibandingkan dengan ilmu pengetahuan dan ilmu kedokteran modern, seperti mengenai tahnik, penjelasan mengenai air seni bayi perempuan, khitan bagi anak perempuan, dan mengenai fase kehidupan/kehamilan sejak berbentuk sperma.
Karena Syaikh Ibnu Qayyim hidup di abad 8 H / 14 M, maka sangat dimaklumi dan wajar jika ada beberapa bagian penjelasannya yang debatable atau bertentangan bila dibandingkan dengan ilmu pengetahuan dan ilmu kedokteran modern. Sebagai Muslim yang hidup di era modern sudah seharusnya dapat memilah mana yang lebih baik dan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan modern, dengan tetap menjalankan syariat sebaik mungkin (dalam hal bayi seperti tetap melaksanakan adzan pada telinga bayi, aqiqah, mencukur rambut dan bersedekah, dsj).
Semoga Allah senantiasa merahmati Ibnu Qayyim dan membalas dengan pahala yang terbaik atas ditulisnya karya beliau yang sangat bermanfaat ini. Aamiin.