Jump to ratings and reviews
Rate this book

Islamic Science: Paradigma, Fakta dan Agenda

Rate this book
Buku ini menawarkan jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan berikut ini: Apakah ada Islamic Science? Bagaimanakah kedudukan sains dalam Islam? Sejauh mana peran dan kontribusi orang Islam dalam pengembangan sains? Di manakah letak perbedaan antara sains yang Islami dan tidak Islami? Paparan dalam buku ini juga diharapkan dapat memberi pencerahan mengenai definisi, eksistensi dan kontribusi para saintis Muslim semisal Ibn al-Haytsam, sekaligus menyuguhkan pemahaman tentang aspek ontologis, epistemologis, dan aksiologis sains Islam. Syukur pula jika buku ini bisa memotivasi kaum terpelajar Muslim di kampus-kampus untuk melakukan penelitian serius terhadap sains Islam seperti yang dilakukan di berbagai belahan dunia.

204 pages, Hardcover

Published January 1, 2016

5 people are currently reading
56 people want to read

About the author

Hamid Fahmy Zarkasyi

16 books97 followers
Lahir di Gontor, 13 September 1958, Hamid Fahmy Zarkasyi adalah putra ke-9 dari KH Imam Zarkasyi, pendiri Pesantren Modern Gontor Ponorogo. Beliau juga Pemimpin Redaksi Majalah ISLAMIA dan direktur Institute for the Study of Islamic Thought and Civilization (INSISTS).

Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi menamatkan pendidikan menengahnya di Kulliyatul Mu'allimin al-Islamiyah Pondok Modern Darussalam Gontor dan S1 di Institut Studi Islam Darussalam di pondok yang sama. Pendidikan 2 (MAEd) dalam bidang pendidikan diperolehnya di The University of Punjab, Lahore, Pakistan (1986). Pendidikan S2 (M.Phil) dalam Studi Islam diselesaikan di University of Birmingham United Kingdom (1998). Sedangkan studi S3 (PhD) bidang Pemikiran Islam diselesaikan di International Institute of Islamic Thought and Civilization - International Islamic University Malaysia (ISTAC-IIUM) Malaysia pada 6 Ramadhan 1427 H/29 September 2006.

Baru-baru ini ia dipilih menjadi Pimpinan Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI). Sejak tahun 2003 ia aktif melakukan workshop pemikiran Islam yang berupaya bersikap kritis terhadap program liberalisasi pemikiran Islam. Murid langsung Prof. Dr. Syed Mohammad Naquib al-Attas ini juga pernah menjadi wakil umat Islam Indonesia dalam simposium tentang masa depan politik Islam di JIIA Tokyo (2008). Ia juga menjadi anggota delegasi RI (Kemenlu) dalam program Public Diplomacy Campaign ke Austria (2010).

Ia banyak melakukan lawatan ke berbagai negara Eropa dan Asia dalam program dakwah, seminar, studi banding, dsb. Selain aktif menulis di berbagai media massa dan beberapa jurnal, kesehariannya ia habiskan untuk mengajar dan memimpin Program Kaderisasi Ulama dan Pascasarjana Institut Studi Islam Darussalam, Gontor.

Dikutip dari Misykat: Refleksi Tentang Islam Westernisasi dan Liberalisasi

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
14 (93%)
4 stars
1 (6%)
3 stars
0 (0%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 of 1 review
Displaying 1 of 1 review

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.