Jump to ratings and reviews
Rate this book

Nagra & Aru

Rate this book
Gue jadi saksi pertama Aru nembak Nagra. Temen gue itu emang cewek nggak tahu malu. Udah ditolak Nagra, masih maju terus.”
Fera, teman pertama Aru di SMA Grafika.

Ngeliat Nagra kayak alergi tiap ada Aru tuh hal biasa. Sampai Nagra akhirnya kebal tiap kali Aru ngegombalin dia!
Leon, salah satu Gerombolan Boros yang suka kongkow bareng Nagra.

Aru seneng banget bisa sekelas dengan Nagra, cowok jangkung yang mencuri hatinya sejak MOS. Serangan gencar Aru ke Nagra sudah dengan berbagai cara: drama Korea, Webtoon, dan rayuan alay. Sayangnya, Nagra tetap cuek. Cowok itu hanya menganggap Aru teman sekelas, bahkan kadang merasa terganggu dengan kehadiran cewek boncel itu.

Tapi, biasanya kan dua kutub yang bertolak belakang bakal tarik-menarik. Nagra dan Aru mungkin nggak ya kayak begitu?

* * *

Sumpah, receh banget nih novel, tapi dibacanya asyiiik banget! Dari semua novel TeenLit yang pernah saya baca, novel ini yang tokoh ceweknya paling nggak tahu malu tapi sekaligus paling gigih.”
—Esti Kinasih, penulis Jingga Series, Fairish, dan CEWEK!!!

Karya duet yang manis, mengisahkan kehidupan remaja dalam nuansa komedi romantis dengan bahasa yang santai dan segar. Sangat ringan untuk dibaca. Alurnya mengesankan, tentang perjalanan hidup cewek norak dan cowok playboy menjadi orang-orang yang lebih dewasa dan percaya diri.”
—Lexie Xu, penulis Dark Series, Johan Series, Omen Series

Aku suka banget gaya nulisnya yang lincah penuh semangat dan lucu. Gaya bercerita favoritku kalau milih buku untuk dibaca atau ditulis! Semangat Aru buat menggapai “cita-cita”-nya memang luar biasa! Baca deh, daripada bengong kena PHP, mendingan cekikikan baca buku ini. Good job, Inggrid dan Jenny!
—Mia Arsjad, penulis Satria November, Luluergic, JUNI!!!, dan Imajinatta

360 pages, Paperback

First published January 1, 2019

15 people are currently reading
259 people want to read

About the author

Inggrid Sonya

8 books129 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
83 (20%)
4 stars
195 (48%)
3 stars
103 (25%)
2 stars
13 (3%)
1 star
5 (1%)
Displaying 1 - 30 of 129 reviews
Profile Image for Daniel.
1,179 reviews852 followers
February 2, 2019
Inggrid Sonya & Jenny Thalia
Nagra & Aru
Gramedia Pustaka Utama
360 pages
5.9

Relying on high school nostalgia, the collaboration between Inggrid Sonya & Jenny Thalia in Nagra & Aru manages to create an exhilarating story about the bittersweetness of juvenile relationship that feels overstretched.

Saya sudah tua. Fakta ini sebetulnya sesuatu yang sudah lama saya sadari ketika melihat istilah slang yang berseliweran di Twitter dan saya mulai enggan untuk mencari tahu apa artinya karena saya merasa saya sudah tidak bisa mengikuti semua ini. Saya juga merasa tidak nyambung dengan kultur pascamilenial yang diikuti para remaja zaman sekarang. Dari sisi musikalitas, playlist Top Hits Indonesia barangkali salah satu playlist yang paling jarang saya klik. Kalau beberapa tahun yang lalu, setiap minggu saya akan membaca Billboard dengan religius untuk mencari tahu Top 10 hits sekarang, akhir-akhir ini saya seakan tidak peduli. Misalnya, saya baru pertama kali mendengar "Without Me" dari Halsey beberapa minggu lalu waktu lagu ini memuncaki Billboard Hot 100. Kebetulan, di saat yang bersamaan dengan ketika saya memutar "Without Me" berkali-kali, saya juga membaca karya kolaborasi antara Inggrid Sonya dan Jenny Thalia, dua penulis kawakan, dalam Nagra & Aru. Ada semacam atmosfer melankolis yang timbul ketika saya mendengar "Without Me"--saya baik-baik saja, terima kasih--dan membaca Nagra & Aru, sesuatu yang mengaitkan keduanya.

Orang-orang bilang masa-masa SMA adalah masa-masa yang paling indah--saya sendiri mengamininya--dan itu pula yang Sonya dan Thalia berusaha bangun dalam Nagra & Aru. Kepongahan remaja, seolah-olah mereka tahu masa depan di depan mereka akan terbentang cerah, digambarkan dengan baik di sini, kesintingan dan kegemblungan mereka, keluguan mereka, semuanya tergambar dengan baik. Sonya dan Thalia berusaha mendeskripsikan pengalaman SMA yang universal dan itu sebabnya meski buku ini berlatar sekarang, perasaan nostalgia yang timbul bisa dinikmati semua orang. Sonya dan Thalia berusaha menjaga autentisitas cerita remaja dengan menyelipkan slang-slang kekinian (see, I'm not that old, I know how to use kekinian properly) dan dialog remaja yang galir, lengkap dengan kalimat capslock untuk menggambarkan emosi mereka yang meledak-ledak. Entah bagaimana, Nagra & Aru mengingatkan saya akan teenlit era pertengahan 2000-an, seperti Dan Hujan Pun Berhenti . Dalam Departemen Pembangunan Nostalgia Masa SMA, Sonya dan Thalia bisa dibilang berhasil. Cara bertutur mereka lancar, autentik, dan berhasil membangun sudut pandang cowok dengan baik.

Namun, salah satu kesulitan dalam karya kolaborasi adalah menjaga cerita agar tetap di dalam koridor. After all, ada dua kepala yang memiliki ide segar yang berbeda-beda. Itu masalah yang ada dalam Nagra & Aru. Untuk buku dengan target pembaca remaja, yang konon katanya memiliki attention span yang semakin pendek setiap tahunnya, 360 halaman terasa sangat tebal. Buku ini bertaburan dengan adegan kilas balik serta subplot yang tidak tuntas (atau dipaksa dituntaskan) di tengah-tengah, seperti misalnya , sehingga membuat beberapa pesan yang Sonya dan Thalia sampaikan hanyalah sekadar plot device yang tidak dieksekusi dengan baik. Dengan adanya begitu banyak subplot dan panjangnya timeline, buku ini terasa mengenyangkan dan overstretched. Walau cerita berakhir bahagia, saya sejujurnya menghendaki akhir cerita yang lebih pahit untuk menjaga ekspektasi para remaja bahwa masa depan terkadang tidak berjalan seperti yang kita rancang. Maaf, mungkin ini karena efek dari "Without Me"?
Profile Image for Nidos.
300 reviews78 followers
January 31, 2019
Dikasih buku ini langsung sama editornya dengan komentar, "Kayaknya bukan selera lo deh."

Damn boy were you wrong alias ini gemes amaaaat~ And gemes in a good way!

First and foremost, judul, blurb, bahkan halaman acknowledgement-nya sungguh sangat menipu dengan segala embel-embel receh dan emphasizement di Aru mengejar Nagra, padahal isinya jauh lebih dalam dari itu. Dan nggak sereceh itu juga. Lucunya beneran lucu cablak gitu.

Terus ya ini SMA-nya berasa banget. Contek-contekan PR, ditatar senior, cabut ke kantin, lompat tembok kalo dateng telat, jam kosong main kuda tomprok, dan kenakalan remaja lainnya yang kebayang banget gimana bentukannya. Bahkan selama baca yang gua bayangin jadi Aru, Nagra, Igo, dan teman-temannya ya teman-teman SMA gua. Aru tuh Oli, Nagra tuh Maul, Igo tuh Stu. Ahahah.

Kurangnya apa ya? Mungkin karakter pendukungnya ga kerasa bedanya ya. Sampe tamat gua gabisa bedain mana Roji mana Waluyo, mana Fera mana Rini; cuma kayak suara-suara backing vocals aja semuanya. Sama timeline-nya kepanjangan gak sih? Tapi tamatnya pas sih. Oh, sama apa ya, suka geli aja bayangin anak SMA jauh amat mikir nikah segala, banyakan juga kuliah beda kampus udah langsung sutup wkwk.

Jujur gak nyangka sih bakal semenyenangkan ini bacanya. Jauh melampaui ekspektasi. Pindah-pindah POV-nya juga smooth. Suka nih gua kalo GPU makin kuratif gini.

Empat bintang, dan berminat baca karya solo masing-masing penulisnya!
Profile Image for Sulhan Habibi.
806 reviews62 followers
February 1, 2019
Awal ketertarikanku membaca buku ini sebenarnya adalah karena beberapa teman bookstagram mengatakan buku ini lucu, receh, dan penuh rasa khas anak sekolah.
Akhirnya, setelah memantapkan niat, aku langsung membaca via GD.

Buku "Nagra & Aru" ini tentu saja bercerita mengenai kisah Nagra dan Aru yang menjadi tokoh utamanya. Penceritaan tiap bab pun dibagi berdasarkan sudut pandang mereka.

Aru, si cewek yang ceria, banyak omong, blak-blakan, langsung menandai Nagra sejak pertama kali bertemu awal SMA menjadi calon imam masa depannya. Awalnya cewek ini menyebalkan. Aku mengakui itu.

Nagra, si cowok yang ditaksir Aru, tidak mau terlalu ambil pusing akan tingkah Aru. Yah, biarkan saja, nanti dia juga lelah sendiri. Lagipula, hak setiap orang menyukai siapa saja. begitu katanya.

Setelah itu tentu saja kisah mereka berdua selama masa-masa SMA mewarnai hampir keseluruhan buku ini. Namun, seperti halnya kisah remaja anak sekolah, tidak selalu kisah yang ada hanya di antara mereka berdua. Ada Igo, premannya sekolah, yang menjadi salah satu pusat cerita di buku ini.

Singkat ulasana, buku ini tidak selucu yang aku bayangkan.
Namun, jangan salah, beberapa bagian memang lucu. Buktinya adalah aku mampu tertawa spontan (dan dua adegan ngakak) dengan tingkah polah Aru )lebih tepatnya) dan beberapa memang receh.
Tema yang diusung sebenarnya tidak jauh beda dengan kisah remaja lainnya, namun ada beberapa kisah para tokoh yang mampu meberi warna lebih dalam buku ini.

Kisah para remaja, apalagi dilabeli 'teen-lit' dengan jumlah halaman 354 menurutku cukup tebal. Apalagi jika kisahnya hanya seputar cerita anak remaja. Mulai awal sampai (sekitar) sepertiga bagian buku ini, sudah bisa ditebak arah kisahnya. Oleh karena itu, mulai pertengahan cerita, aku sudah merasa bahwa cerita Nagra dan Aru ini cukup melelahkan dibaca karena terlalu banyak menceritakan kisah hubungan mereka. Walaupun ditambah dengan kisah Igo, bagiku beberapa bagian bisa dipangkas (katakanlah jumlah halaman menjadi 300) akan terasa lebih gereget tanpa menimbulkan perasaan lelah atau bosan sewaktu membacanya.
Apalagi kisah Nagra dan Aru diceritakan dalam dua sudut pandang, sehingga beberapa dialog malah diulang ketika sudut pandang berubah dari Nagra-Aru-Nagra-Aru dan seterusnya.

Awal membaca, aku merasa cara bercerita dari sudut pandang Nagra dan Aru cukup mirip, namun semakin lama semakin terbiasa dan bisa merasakan beda cara bercerita dari sisi Nagra maupun Aru.

Timeline kisah Nagra dan Aru ternyata cukup panjang. Aku tidak menduganya. Bukannya hal ini kurang bagus, namun, rentang waktu yang cukup lama (tidak disebutkan secara pasti tahunnya) terasa kurang menggigit yang disebabkan karena rentang 10 tahun itu tidak terasa bedanya. Katakanlah pemilihan atis atau lagu yang menjadi referensi para tokoh. Lagu lama memang biasanya lebih melekat, namun ketika melantunkan lagu di pesta pernikahan, biasanya pilihan lagu dan artis lebih 'up-to-date'.

Gaya penulisan dan cara bercerita Inggrid dan Jenny cukup bagus walaupun tidak ada yang spesial. Namun, jujur, aku mengakui bahwa dua bab terakhir itu sweet banget. Banyak dengan kisah mirip seperti ini, namun buatku, eksekusi dan cara bercerita yang enak membuatku sedikit terenyuh dan tersenyum.
Profile Image for Boo Boo.
361 reviews12 followers
March 1, 2022
3.8⭐

Aku nemu teenlit ini gak sengaja. Kebetulan lagi haus banget sama teenlit. Karena udah lama gak baca. Kangen. Tapi berkali-kali nyari yang cocok sama selera, masih belum nemu. Pada akhirnya ketemu, eh awalnya pesimis dong. Sempet ketipu sama sinopsis beberapa buku membuatku merasa terkhianati. Sksksksksksk. 

Nagra&Aru ini kocak banget. Sangklek! Absurd! Humor recehnya bikin aku ketawa banget. Yah namanya juga teenlit lingkup konfliknya paling awalnya emang dari baper-baperan dulu kan. Tinggal ngeksekusinya aja nih. Bisa bikin puas gak ya? Niatku memang pengen nyari bacaan ringan aja sih. Yang gak berat-berat konfliknya. Yang bisa bikin ngakak sehat. Jodohnya sama Nagra&Aru. Dan aku gak kecewa.

Baru tahu ternyata kedua author yg colab nulis buku ini udah kayak bikin akun Nagra&Aru di IG. Telat banget aing. Kepo tengak-tengok dikit. Hahahaha. Tapi kalau gak salah ingat, kayaknya sempet bersliweran temen-temen yang baca buku ini. Akunya yang belum tertarik pada waktu itu :') Jodohnya sekarang dong.

Protagonisnya gak lebay ah. Like! Naisu! Suka perubahan karakternya. Masuk akal. Gak aneh. Ada gitu yang tiba-tiba banget bisa suka, padahal kemarenannya itu kayak najis banget :( Kalau Nagra selow ae. Aru alay. Duh cocok udah kalian berdua.

Cuma ada 2 hal sih ini. Igo. Igo itu banyak banget, padat pula munculnya. Karakternya gak sekedar lewat atau menjadi penengah. Sksksksk. Kenapa gak diikutin di cover? Hahahahaha
Profile Image for Liliyana Halim.
310 reviews242 followers
May 14, 2019
Aku nggak suka endingnya

#TeamIgo 💪🏼💪🏼💪🏼
Profile Image for Afy Zia.
Author 1 book116 followers
May 12, 2019
4,5 bintang.


[ULASAN FINAL] ❝Kita cuma perlu cari cara buat tetap bisa bertahan sesering apa pun kita disakitin.❞ ―Nagra & Aru, Inggrid Sonya dan Jenny Thalia
.
.
Nagra & Aru bercerita tentang Aru yang menyukai Nagra sejak MOS SMA. Berawal dari situ, cewek berambut pendek ini gencar banget melakukan berbagai jurus PDKT kepada Nagra. Sayangnya, Nagra selalu menolak.
.
Waktu baca awal-awal, cerita ini emang receh banget. TAPI pastikan dulu ya humor kalian emang receh, soalnya beberapa orang menganggap lawakan di Nagra & Aru nggak sereceh itu (bahkan cenderung garing). Yah, tapi kalo bagi saya pribadi... N&A sungguh receh luar dalem. 😂
.
Namun, saya tertipu dengan semua kerecehan Nagra & Aru di awal cerita. Memasuki pertengahan, konflik mulai terlihat. Igo juga sering muncul di sini. Cerita yang saya kira cuma seputar Aru ngejar-ngejar Nagra, kini nggak lagi sesederhana itu. Di bagian akhir, ceritanya makin nyesek dan sedih. Senyesek itu sampai saya sempet nggak mau lanjutin dan DM-an sama Kak Nui (soalnya waktu itu emang Kak Nui yang udah kelar baca Nagra & Aru), wkwk.
.
Gaya penulisan duo penulis ini benar-benar ringan, tapi tetep nancep di hati. Ditulis dari 2 POV: Nagra dan Aru. Meskipun jujur aja, saya kadang suka bingung karena tiap ganti POV, ada pengulangan peristiwa yang sering kali nggak saya sadari pas awal-awal (misal, peristiwa A udah dibahas di POV Nagra, terus di POV Aru diulang lagi meskipun lewat sudut pandang dia). Mungkin hal ini juga yang membuat novelnya membengkak hingga 354 halaman.
.
Semua karakternya kuat dan unik. Di sini, saya paling suka Aru! Meskipun malu-maluin, dia masih tau diri. Kalo Nagra... saya sempet kesel luar biasa sama dia. Namun setelah liat perjuangan dia, saya nggak jadi kesel. Bahkan akhirnya saya ngeship Nagra-Aru. Tapi yang paling greget itu tetep Nagra-Igo sih!
.
Intinya, Nagra & Aru oke banget untuk bacaan ringan. Cerita ini nggak hanya berbicara cinta, tapi juga persahabatan dan cita-cita. Baca Nagra & Aru bikin saya nostalgia dan kangen masa-masa SMA.
Profile Image for Reina Tan.
291 reviews143 followers
January 20, 2019
⚠ subjective opinion
° ° °

Sebelumnya, terima kasih kepada pihak GPU yang telah memilih aku menjadi salah satu pemenang sayembara sehingga aku bisa menjadi salah satu pembaca pertama kisah Nagra & Aru. Nah, kalau gitu, mari kita mulai review-nya.

Nagra & Aru adalah satu judul dari sekian banyak cerita yang menggunakan dua nama tokoh utamanya kemudian disambungkan dengan kata 'dan'. Singkatnya, orang pasti mikir; "nanti juga mereka jadi 'dan' sesungguhnya."

Paham gak maksudku?😂

Kalau enggak, yaudah gapapa😂

Ini kali pertama aku baca tulisannya Inggrid Sonya dan kali keduanya baca tulisan Jenny Thalia. Pas itu, aku kurang sreg sama tulisannya. Tapi untuk di buku ini...

Parah. Aku suka banget.

Gaya tulisannya—mau itu POV-nya Aru atau Nagra—sama-sama ringan, mengalir, dan lugas. Santai banget berasa nyata. Kalau ditanya lebih suka POV siapa, aku lebih enjoy ke Nagra sih. Karena dia jauh lebih santai dan jauh lebih menyakitkan(?)

HAHAHA.

Hal lain yang aku suka dari novel ini adalah alurnya. Topiknya sih biasa-biasa aja, menurutku. Banyak novel yang bertopik/tema sama.

Nah, terus apa yang membuat ini beda?

Alasan pribadi aku bilang buku ini terasa beda padahal topiknya umum adalah pembawaannya. Di atas aku udah bilang, pembawaan POV-nya itu santai banget. Selain santai, novel ini mengandung kerecehan yang cukup membuatku geli sendiri. Apalagi kalau sedang baca POV Aru...

Aku sampai ngakak😂

Novel ini fast-paced, alias beralur cepat. Senangnya, kecepatan alur novel ini bisa dibilang konstan bagiku. Meskipun pas udah mau menuju akhir, kedua penulis seperti tiba-tiba menginjak pedal gas sampai akhirnya speedometer menujukkan 100km/jam(?). But, that's okay. Aku juga udah puas kok menderitanya kayak Nagra 😂😂😂

Perihal konflik.
Aku sangat menikmati konfliknya. Sakitnya berasa banget, terus pas anti-klimaks-nya juga benar-benar bikin 'plong'. Kayak hidung tersumbat dikasih minyak angin gitu(?)

*padahal pas aku pilek, minyak angin juga enggakbisa tembus dinding lendir yang ada*

Oke, mulai ngawur.

Intinya, klimaks dan anti-klimaksnya itu tereksekusi dengan baik. Suka sama novel dengan konflik yang enggak coma menyiksa tokohnya, tapi juga pembacanya 😂

Terus, karakternya gimana?

Kalau ditanya, yang paling kuat karakternya itu Aru, menurutku. Nagra sebenarnya lumayan, cuma entah kenapa kayak ada yang kurang gitu. Biasa, Reina rewel gitu kalau ada POV cowok(?)

Kalau Igo... Aku suka sama dia, tapi juga biasa aja(?) Sukanya di saat tertentu, terus biasa aja. Tipikal cowok yang ada untuk menyadarkan tokoh utama gitu. Jadi, yah, aku biasa aja(?)

Terus ada satu tokoh lagi nih. Tapi aku enggak mau kasih tau secara terperinci(?) Biar kalian temukan, dan rasakan sendiri sensasinya pas orang ini nongol.

Tapi yang aku mau bilang soal tokoh ini adalah...

Aku agak enggak paham sama perannya 😂 Soalnya, dia muncul tiba-tiba terus hilangnya juga enggak kalah tiba-tibanya. Yah, sempat sih nongol beberapa kali pas lagi sesi 'sakit-sakitnya', cuma nongolnya kayak cilukba. Abis ciluk, terus ba, terus bye-bye(?)

Tapi ini menurutku, yaa.

Terus, aku merasa latar belakang Nagra-Igo nya kurang berasa. Jadi, kadang aku suka loading kalau Nagra tiba-tiba jotos Igo demi kebaikan Igo. Sebenarnya, diceritakan, cuma kurang mendalam aja sih kalau kataku.

Untuk perpindahan POV antara Nagra dan Aru, sebenarnya enggak masalah banget. Aku juga sering baca novel pakai POV hero-heroine-nya tuker-tukeran. Hanya saja kadang aku suka merasa lelah baca scene yang sama tapi POV yang beda. Sebenarnya, bagus sih kita jadi bisa tau perasaan kedua tokoh manis ini. Hanya saja, dua-duanya kayak menceritakan scene yang sama terus. Jadi, rasanya kayak baca ulang..

Tapi, beneran deh. Novel ini asik banget.Seluruh emosi turun tangan menghiasi novel ini. Hawa SMA-nya berasa! Untuk yang suka webtoon/drakor, pasti bakal geli kalau lagi baca POV Aru atau pas Aru riweuh soal dua hal tersebut ke Nagra 😂😂
Profile Image for Lala.
128 reviews46 followers
February 4, 2019
Nagra & Aru, kisah anak SMA dengan segala kebandelan dan ketidakjelasan mereka, tapi bagi mereka sendiri itu seru. Mulai dari cinta-cintaan remaja, sikut-sikutan antar junior-senior cowok, sampai masalah serius yang belum tentu orang dewasa bisa hadapi ada di sini. Banyak referensi yang menunjukkan kalau penulis update soal apa yang terjadi belakangan ini; mulai dari Awkarin sampai Lambe Turah.
.
Kupikir ini cuma jadi teenlit biasa tentang masa-masa SMA yang seru, dan sebenarnya aku bingung kalau cara "jualan" buku ini adalah cuma pakai kata "receh". Menurutku ini lebih dari itu. Jokes-nya sejujurnya beberapa nggak nyampe di aku (sempet bikin aku males nerusin baca), tapi nggak sedikit juga benaran lucu & absurd, terutama yang keluar dari mulut Aru (karena tokoh Aru itu "ajaib"), serta dari interaksi Aru dengan orang-orang sekitarnya. Aku pernah punya teman cewek agresif model Aru dan memang lucu banget orang kayak gitu.
.
Aku bisa bilang salah satu tokoh favoritku adalah Aru dengan segala kekonyolannya. Sementara Nagra? Aku nggak begitu dapat feel pergaulan laki-lakinya, tapi bolehlah risetnya. Selain Aru, aku suka banget hubungan antara Igo dan Nagra yang harus kalian rasakan sendiri. Bromance.
.
Ngomong-ngomong mau tahu apa yang spesial dari Nagra & Aru? Alur cepat. Jalan ceritanya yang nggak aku sangka bisa sampai ke arah sana. Di pikiranku akhir cerita ini adalah seperti teenlit-teenlit kebanyakan, tetapi? Jalan ceritanya bikin hati hangat. Kita bisa tahu bahwa hidup adalah perubahan, nggak ada yang tahu jalan hidup kita gimana, nggak selamanya stagnan jika kita terus bergerak. Hidup itu misteri! Perasaan juga bukan suatu hal yang tetap, bisa hilang dan pergi sama dengan kehadiran orang di sekeliling kita.
.
Pokoknya, aku suka bagaimana cerita ini ditutup meski sebelumnya aku sempat kesal karena merasa ceritanya terlalu panjang dan tokoh-tokohnya labil. Aku memberikan 3,8 🌟 untuk Nagra & Aru serta masa-masa SMA mereka yang bikin kangen!
Profile Image for Jessica Ravenski.
360 reviews5 followers
July 9, 2019
Suka. Suka. Suka banget plis ini bisa gue kasih skor 9,5 dari 10 tolong gimana Goodreads ini caranya. Sampe baca ulang (padahal bacanya baru minggu lalu huehehehe) + beli buku fisiknya (sebelumnya gue cuma baca di iPusnas (antri 3 minggu loh w baru kebagian)).

Gue tuh ga nyangka banget bakal suka sebenernya. Soalnya gue ga pernah suka tema cewek ngejer cowok duluan. (Yha, makanya Playful Kiss, A Love So Beautiful tuh ga akan pernah nangkring di jajaran drama favorit gue, bihihihik). Alesannya sih sepele sumpah, sepele banget, karena di dunia nyata aja gue kebanyakan suka duluan sama cowok, ya keleus baca novel pun berasa gue juga yang ngejer-ngejer si cowok. #capektshaayyyy

Lanjut!

Dari sinopsis gue tebak ceritanya bakal ga jauh beda dari Playful Kiss, cewek ceroboh bodoh ngejer-ngejer cowok populer diidolain se-antero sekolah. Udah tuh gue bacanya tanpa ekspektasi. 50 halaman awal gue baca dengan biasa aja dan bisa ditebak gue gak suka Nagra.

Tapiii cerita makin menarik ketika Igo ini masuk di antara Nagra & Aru. (emang ye tema cinta segitiga tuh paling cihuy dah dari jaman Meteor Garden (cita-citaku menjadi Shancai)). Pas Igo muncul tuh gue udah yakin seyakin-yakinnya banget gue adalah #TeamIgo banget. Soalnya second lead biasanya lebih tersiksa cuyyy, ngeliat cewek yang dia suka eh malah ngejer-ngejer cowok lain... YANG TAU INI CEWEK NAPAS AJA KAGA. Gitu. Jadi, beratlah jadi second lead... #mbakamujangancurhatmba

Muncul deh masalah-masalah Igo. Dan berkembang jadi cerita persahabatan antara Nagra & Igo. Sampe kemudian.... NAGRA YANG NAKSIR ARU, sedangkan ARU DAH MOVE ON KE IGO.

Gue tuh kepengen banget, kepengen kepengen banget ngatain "MAMPUUUUYYYY LO NAGRA." TAPI TERNYATA GAK BISA.

Diem-diem nih Nagra berhasil bikin gue simpati sama dia. Simpati sama Nagra yang rela ngeliat Aru bahagia sama Igo, sahabatnya sendiri #ANJISSSSS. Jadi Nagra care sama Aru tapi yang ga terlihat gitu. YaAllah, gue sampe sedih sendiri gitu, apalagi pas Nagra udah nge-fly diajak jalan sama Aru eh ternyata Aru cuman minta ditolongin pilihin kado buat Igo #SAADDDDDDD

...Yaaaa ga bisa nyalahin siapa-siapa juga sih, sapa suruh cinta datang terlambat (mba Maudy Ayunda, waktu dan tempat dipersilahkan).



Aseli ini novel cocok banget dibikin film model-model Our Times / You Are the Apple of My Eye. Vibe-nya dapet banget. Keliatannya receh tapi tuh bikin hati ambyaaaaaar. Bahwa cinta bisa ngubah kita jadi lebih baik. #WADAAAWWW #BERATTSHAYYYY

POIN MINUSNYA

Oke, walaupun gue suka suka suka banget sama Nagra & Aru ini, gue masih menemukan poin-poin minus yang emang secuil sih tapi tetep aja berasa, tapi emang pas udah dibaca ya lupa sih, tapi tetep berasa pokoknya (TRUS MAU LU APAA NYETTT).

Pertama, temen-temennya Aru, Igo, Nagra ini kan banyak ya, saking banyaknya tuh jadi berasa ga ada bedanya gitu, ga ada ciri khas.... dan terlupakan.

Kedua, ini kan ada dua sudut pandang gitu ya, Nagra sama Aru. Tiap bab ganti-gantian gitu. Jadi ada cerita yang ngulanglah, tapi dari dua sudut pandang yang beda. Gue sebenernya ga masalah banget, aseli, tapi menurut gue ngulangnya agak kejauhan gitu gak sih, sampe kadang gue bingung kenapa kejadian A udah kejadian di bab Aru, tapi di bab Nagra ga ada, loh loh heh heh ternyata bab Nagra masih nyeritain kejadian 2 hari lalu toh. (Nih contoh realnya aja deh langsung gue kasih: pas Nagra balikin flashdisk Aru di rumah Honai, terus pas ganti bab (ke sudut pandangnya Nagra), Nagra bilang dia bingung gimana cara balikin flashdisknya Aru. Gue sampe bolak-balik loh hah loh hah gue kira ini buku salah cetak halaman kali ya kebalik gitu, gataunya emang gue yang dodol juga sih wekekekekek). Teknik ganti sudut pandang (paan dah, ya pokoknya gitu dah) yang gue suka itu kayak Spring in London-nya Ilana Tan. Menurut gue cara motongnya pas.

Ketiga, ini kan cerita 10 taun kemudian. Tapi di 10 taun kemudian, ada lagu-lagu di masa sekarang yang masih dibahas di sana seakan lagu itu masih ngetop di 10 taun kemudian, yang sebenernya gue yakini tuh lagu akan pasti terlupakan oleh kita di 10 taun kemudian. Jadi agak bolong di masalah per-waktu-an aja sih.

Sebenernya ada minus 1 lagi tapi gue lupa, jadi udahlah ya. Di luar minus-minusnya sih, menurut gue Nagra & Aru ini teenlit yang BAGUSSSSS banget. Remajanya dapet, receh nyablaknya dapet, kekiniannya dapet, pesan moralnya (((((PESAN MORAL))))) dapet.

Bonus:
Foto Nagra pas udah jadi tentara versi gue:
description
(kalo Nagra-nya kayak gini, gue mengajukan diri sih jadi Aru-nya)
Profile Image for Nining Sriningsih.
361 reviews38 followers
May 15, 2019
*baca di Gramedia Digital
=)

"jangan kayak orang kebanyakan, Ra, terlalu sering berprasangka sampai hidup dengan prasangka itu sendiri." Hal 70

"buat apa aku menyukai seseorang yg dengan tegas menyuruhku berhenti menyukainya." Hal 158

"rasa kasihan itu termasuk emosi, Go. Emang kenapa kalo gue kasihan sama lo? Kasihan itu bukan berarti meremehkan, tapi peduli! Emang dosa dikasihani orang? Hal 205

emang receh abis banget sich Aru, Nagra dan Igo..
apalagi pas Nagra panggil Igo "Sayang", itu bikin ketawa ngakak..
XD

q suka ending'y..
:D

maka'y kl diperhatiin sama orang lain, jangan cuek..
nanti pas dia udah nggak perhatian lagi, nyesal loch..
:p
Profile Image for April Cahaya.
Author 2 books11 followers
February 1, 2019
Ngakak gak berhenti baca kisah Nagra dan Aru. Apalagi sama tingkah Aru kan ya ya... Aduh nih anak gemesin yak. 😆

Temanya sih udah biasa tapi pengemasannya yg gak biasa. Gaya bercerita kak Inggrid dan Kak Jenny uhhh seger banget kayak minum es kelapa muda. 😍

Tokoh2nya pun melekat di hati, aih aku suka Igo apalagi sama Nagra .... 😘

Cerit ini sukses bikin susah move on. Karena ini aku bacanya versi ebook, setelah ini aku akan beli buku fisiknya.

Karena kebaperan ini gak mau ilang, aku kasih 4.5🌟 untuk Nagra & Aru.

Sukses selalu ya!! 😘
Profile Image for Pauline Destinugrainy.
Author 1 book267 followers
March 5, 2019
kalau cari bacaan yang bikin senyum-senyum sendiri, silakan baca yang satu ini.

-----------

Nagra dan Aru teman sekelas di SMA Grafika. Sudah sejak awal masuk sekolah ini, Aru jatuh cinta pada Nagra. Dan dia bertekad akan menjadi pendamping Nagra di masa akan datang. Untuk itu Aru melancarkan berbagai pendekatan pada Nagra, yang sayangnya ditolak mentah-mentah oleh lelaki jangkung itu. Namun Aru tidak berhenti, dia yakin suatu saat nanti perasaan Nagra akan berubah.

Sebenarnya Nagra bukannya tidak gerah melihat kelakuan Aru, tapi dia berpikir suatu waktu Aru akan menyerah sendiri. Lagipula Nagra masih menyimpan perasaan pada seorang gadis yang tiba-tiba saja pergi meninggalkan dirinya dua tahun yang lalu. Kalaupun Nagra sering modus ke beberapa cewek di SMA Grafika, hanya sebatas itulah yang dilakukan Nagra.

Kemudian ada Igo, pentolan SMA Grafika. Hanya Nagra dan seorang temannya, Alex, yang tahu kalau Igo sering menggunakan narkoba. Dahulu Nagra dan Igo bersahabat dan ingin masuk ke kelompok pentolan SMA Grafika supaya lebih terkenal. Namun Nagra meninggalkan kelompok itu sebelum lebih jauh terlibat di dalamnya, sementara Igo terjerumus bersama obat-obatan yang dicekoki oleh kelompok tersebut. Nagra yang merasa bertanggung jawab pada Igo mencoba menyelamatkan Igo berkali-kali. Namun saat Igo mulai mendekati Aru, mengapa ada perasaan tidak rela yang dirasakan Nagra?

Inggrid Sonya dan Jenny Thalia Faurine berkolaborasi bersama menghidupkan kisah anak SMA lewat tokoh Nagra dan Aru. Kisah ini pertama kali hadir dalam format instagram di IG Nagra dan Aru. Kemudian diadaptasi ke bentuk buku. Yang bikin tidak bisa melepaskan buku ini sampai selesai adalah guyonan receh yang banyak bertebaran di dalam buku ini. Dan hampir semua karakternya begitu. Baik itu Nagra, Aru, Igo bahkan karakter pendukung lainnya. Satu SMA isinya kayaknya bodor semua deh.

Dengan banyaknya recehan guyonan itu, novel ini memang terasa panjang. Apalagi dikisahkan bergantian dari sudut pandang Nagra dan Aru yang kadang timeline-nya tumpang tindih. Memang sih memudahkan pembaca mengetahui pemikiran dua tokoh utama pada konflik yang sama, hanya ya itu...rasanya jadi sengaja dipanjang-panjangkan. Terutama begitu mendekati akhir, temponya menjadi lebih cepat, seperti ingin segera diselesaikan saja.

Tapi overall... novel ini menghibur. Apalagi untuk yang kangen dengan karyanya Jenny Thalia Faurine. Dan Shelia on 7 itu memang membangkitkan nostalgia banget ya.
Profile Image for RaLav.
89 reviews21 followers
Read
March 19, 2022
Buku ini kocak banget tapi sweet disaat yang bersamaan.



Overall, buku ini recommended jadi penghibur kamu kalau lagi bosen serta cocok buat yang suka romance anak muda. Sekian review singkat kali ini (aku udah selesai baca bukunya 2 hari yang lalu tapi baru sempet review sekarang, maaf rasa malas dalam diri ini sedang besar-besarnya🥲)

Rate-ku buat buku ini 4.3/5⭐
Profile Image for Irma Agsari.
119 reviews17 followers
February 14, 2019
Baca dari Senin siang dan diirit-irit banget meski penasaran, soalnya waktu sampai halaman 100-an jadi pengen beli versi cetaknya aja hoho sayang juga kalo tinggal setengah bacanya.

Awal-awal agak cringe sih gara-gara Aru kebanyakan nyebut "calon imamku" tiap ketemu Nagra hahahah ternyata makin ke sini jadi suka karena penyampaiannya seru dan asik. Ceritanya ringan tapi tetep berbobot dan--sesuai klaimnya--bikin nggak bisa berhenti ketawa.
Vibe-nya kayak tulisannya Mia Arsjad gitu deh. Rame dan bikin ngakak, padahal sebenernya isi dan hal yang dibahas tuh serius. Terus tokohnya ceplas-ceplos tapi kadang bikin hati mencelos :)))



Yang jelas, Nagra dan Aru nostalgic banget! Suasanya sekolahnya terasa meskipun aku sudah lama tidak sekolah~ jadi kangen kebodohan ((masa muda)) lulz.
Profile Image for Autmn Reader.
883 reviews93 followers
June 27, 2024
Actual rating 3,75 🌟

Buku ini mungkin salah satu buku love triangle yang eksekusinya bagus dan aku suka. Hubungan Aru, Nagra, sama Igo itu oke. Chemistry mereka bagus juga. Scene-scene nya juga banyak yang manis.

Waktu Aru ngejar-ngejar Nagra, aku suka. Waktu akhirnya Aru deket sama Igo, aku makin suka. 😂

Jujur, sebetulnya aku lebih suka Igo sih ketimbang Nagra tapi aku tetep nggak mempermasalahkan Aru mau sama siapa aja. Bukannya nggak peduli juga tapi lebih ke chemistry Aru sama keduanya itu ya bagus.

Yang rada kurang sih palingan bagian Nagra sadar ama perasaanya, ya. Kek tiba-tiba padahal sebelum-sebelumnya nggak ada yg nunjukiin kalau Nagra sememperhatikan Aru begitu.

Terus emang di beberapa scene kek terlalu dipaksakan aja, sih.

Tapi overall aku suka dan enjoy banget bacanya.
Profile Image for Gabrielle.
156 reviews12 followers
October 28, 2019
Parah sih. Aru konsisten banget dengan gaya kocaknya kalau sama Nagra, kalau sama gombalnya Igo ke Nagra maupun gombalnya Nagra ke Igo, Aru baru kalah saingan wkwkwk //salah// Gerombolan Srimulat juga gak kalah kocak, apalagi pas di bagian menjelang ending.... ancur sudah acara nikahan orang X'D

Kurangnya, agak ribet di bagian alur maju mundurnya pas di bagian pertengahan, tapi ke belakang udah agak baikan. Rada kaku. Kalau misalkan bacanya gak merhatiin banget, pasti rasanya ada yang janggal. Padahal maksudnya memperjelas apa yang dilakuin di bab sebelumnya dari sudut pandang Nagra/Aru. Tapi gak terlalu masalah sih ehe

Terusss apalagi ya? Buat karya collab lagi, pasti bakal kubaca ehehe
Profile Image for Ardina Rahma.
134 reviews14 followers
February 16, 2019
Setelah selesai membaca novel ini, yang ada di benak saya adalah :
- Kok bisa-bisanya w baper sama novel (TEENLIT LOH YA) sereceh dan sesimple ini?
- Kok bisa-bisanya w betah dan bawaannya pengen lanjut baca terus novel ini sampai halaman terakhir?

Salam hormat buat Jenny dan Inggrid selaku ibu kandung Nagra dan Aru. Kolaborasi yang wohhh daebak! 👊 Rasanya tuh saya ingin request agar kalian bisa berkolaborasi lagi dengan cerita level metropop/office romance yang nantinya bolehlah sereceh dan sebaper Nagra & Aru. Atau nanti ceritanya mau dibuat mature-mature gitu? Ya terserah kalian lah. Yang penting kalian bisa kolab lagi gitu loh 🤣 Aamiin🙏
***
Bagi pembaca yang umurnya tidak teenlit lagi, membaca Nagra&Aru membawa kita bernostalgia dengan masa putih abu-abu. Novel ini dikemas dengan nuansa dan bahasan yang kekinian. Webtoon, drama korea, lambe turah dan Awkarin terselip di novel ini.

Kisahnya sendiri bercerita tentang Aru yang klepek-klepek sama Nagra, sementara Nagranya ngga. Ya bertepuk sebelah tangan gitu. Lalu muncullah Igo si pentolan sekolah. Saya kira tokoh Igo yaa hanya sosok pentolan biasa, taunya...berpengaruh besar terhadap hubungan Nagra&Aru.

"Berhenti ajalah, Ru. Gue yang ngelihat semua usaha lo aja capek, masa lo yang ngelakuin nggak ngerasa capek?"
.
"Berhenti, Ru. Nggak ada rasa suka yang cuma nyiksa diri sendiri" - Hal 106

Bapernya saya tuh saat Igo dan Nagra, dua anak puber yang sedang mencari identitas diri dengan melakukan kenakalan-kenakalan khas anak remaja mau berubah, bisa berubah ke arah yang lebih baik dengan sadar/tanpa sadar menjadikan Aru sebagai alasan untuk mereka berubah.

Kalo diperhatikan dari awal, rentang tahun dari cerita di novel ini cukup panjang. Dari mereka umur 15-25 tahun loh wkwk. Tapi ya gapapa, puas kok rasanya setelah menamatkan kisah ini.

Baca novel ini tuh bikin saya bahagia, bahagianya sama ketika saya menonton drama Clean with Passion for Now!
Pokoknya bagi kalian yang umurnya masih teenlit, ataupun tidak (haha), saya rekomendasikan novel kolaborasi yang menghibur ini untuk kalian baca 😍
Profile Image for Puan Suri.
16 reviews6 followers
February 22, 2019
NGGAK RECOMMEND UNTUK DIBACA. Because you know why? Nanti nyesel se nyesel nyesel kayak gue. Tau kenapa? Karena fix ini buka cuma pengen mengorek luka lama dan bikin GUA BAPER SEHARIAN WKWKWKWK

WWKWKWK nggak deng. Gue recommend banget buku ini karena ya salah satu buku teenlit dari sekian juta ribu buku teenlit yang bahas percintaan remaja nan polos yang intinya seputar cinta tak berbalas dan gamon (Gagal Move On) yang bikin gue mengenang masa masa SMA atau masa muda gue dulu yang masih polos kalo suka sama orang (LOL) dan ya, at first I thought this book couldn't make me want to read any kind of teenlit again including this one but after kenalan sama Nagra, I changed my mind coz he's like someone that I loved long time ago and about the 'I don't recommend this book' part, I'm serious coz I CRIEED A LOT because of Nagra and how he treated Aru and then he changed his mind again just because dia kehilangan satu satunya suporter tergilanya yang suka sama dia. Gosh, he's so freakin dumb but yeah, that's life, right? You won't realize the one in front of you until you lose'em.

Juga, ini buku teenlit pertama (lagi) yang gue baca setelah terakhir kali (kayaknya) pas SMA karena ada satu hal dari beberapa hal yang gue nggak suka dari teenlit yaitu bikin gue ngekhayal tentang cowok badboy atau cewek kalem suka cowok dari jauh atau apapun lah ttg percintaan anak SMP atau SMA yang asli... BIKIN GUE IRI!! (WKWK makanya w jarang baca) back to my point about this book.

Nggak ada pointnya sih wkwk untuk kalian yang siap menangis bombay alay lebay karena abis baca novel ini dan tiba-tiba teringat mantan pacar, mantan gebetan, mantan pacar gebetan atau mantan mantan lainnya, YOU MUST READ THIS BOOK!!

Dan sesungguhnya gue jarang ngasih rating ke novel atau abang ojol 5 bintang karena gue menganut 'nggak ada yang sempurna di dunia ini' wkwk but I think this book deserve to get 5 stars eventhough the authors really succeed making me cry and loving all of the characters at the same time including Alex yang se sedeng itu wkwk plus Gerombolan Boros yang cuma nongkrong gak berfaedah ngabisin duit ahahaha


Profile Image for Sweetdhee.
514 reviews115 followers
January 14, 2019
4.5 bintang sebenernya...

Asik banget gaya berceritanya duo ini.
Dan yak ampun ada kolam renang Palem disebut-sebut...
Gue hampir bisa membayangkan lokasi SMA Grafika secara i grew up di sekitaran Perumanas Klender-Pondok Kelapa-Rawa Mangun!
Bisa kebayang scene Nagra dan Aru di terminal Rawamangun...

Ceritanya bikin kangen masa SMP-SMA.
Aru yang persisten ngejar-ngejar Nagra ngingetin gue sama satu teman cewek yang agresif dan blakblakan ngecengin satu cowok yang kebetulan gue suka (diam-diam).

Semangat ya, Ru!


Profile Image for myutokki ✶꩜ .ᐟ.
85 reviews12 followers
March 14, 2024
4.3/5 for this book.

SORRRYYYYYY….. i got second-lead syndrome. maybe because i read this book with my feelings (i mean…. yk) i just got confused with Aru. in front of her, there’s already Igo, a boy who will stand for her and truly love her…. but, maybe they only destined as bestfriend.

yet still, i love this teen-lit story!! seru, kocak banget WKWKKWKWK, seperti kehidupan remaja lainnya, buku ringan yang bisa diselesaikan sekali duduk. you did a good job, writer-nim. 🫶🏻
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Lila Cyclist.
856 reviews71 followers
February 6, 2019
3,5/5

Secara keseluruhan, novel ini cukup ringan untuk dibaca, tanpa kudu mikir keras. Ocehan Aru dan teman-temannya juga sangat lincah dan receh sekali. Ada saja percakapan seru dengan jawaban-jawaban ajaib. Bagi pembaca tua dewasa seperti saya, saya rasa masih bisa mengikuti karena mungkin manga remaja atau drama Jepang sekolah yang saya konsumsi hampir setiap hari hahaha…

Review lengkap di blog saya, Nagra & Aru
Profile Image for Fikriah Azhari.
362 reviews149 followers
March 30, 2020
"Tidak ada yang benar-benar pasti. Baik itu kabarnya ataupun kondisi perasaanku saat ini."


Overall: 3.5/5🌟.

Beberapa bulan lalu, aku sering lihat buku ini seliweran di timeline bookstagramku. Cuma baru kali ini merhatiin covernya baik-baik, cakep bener ih ternyata, warm gitu warnanya.

Nagra & Aru ngingetin aku sama teenlit teenlit yang sering kubaca beberapa tahun lalu tapi latar suasananya disesuaikan dengan masa saat ini. Aku setelah baca Nagra & Aru rasanya kangen jadi anak SMA lagi deh padahal baru lepas putih-abuabu tahun lalu dan status 'maba' pun belum hilang hahaha.

Aru ini naksir Nagra udah dari zaman MOS. Aru lihat cowok itu di kantin lagi makan es. Iya, ngunyah es batu gitu. Lebih memilih untuk menampakkan dirinya karena sadar bahwa cewek di sekolahannya itu banyak, oke oke pula, Aru pun nyamperin Nagra saat itu juga dan memulai perjuangan kisahnya menarik perhatian seorang Nagra Sahendra.

Kalau kalian pikir Nagra itu tipikal goodboy cowok dingin dan tertutup ke cewek, kalian salah besar. Nagra ini bisa dibilang suka gonta ganti gebetan. Tapi ya... mau diapa lagi kalau Aru sudah sebucin itu. Tapi nanti akan terungkap fakta bahwa di hati Nagra sebenarnya dia masih nggak bisa lupain seseorang yang pernah ngisi hari-harinya dulu.

Membaca Nagra & Aru cukup menghibur. Aku kangen konflik remaja anak sekolahan gini. Aru ini tipikal teman yang tahu nggak sih heboh gitu sampai kayaknya urat malunya hampir putus kalau udah soal mengejar cinta Nagra. Nagranya juga nggak yang ngelarang terang-terangan, dia ngebiarin aja gitu.

• Sudut pandang yang digunakan adalah sudut pandang orang pertama, bergantian Aru dan Nagra di setiap babnya. Cuma sayangnya di beberapa kesempatan aku merasa sedikit risih karena adanya pengulangan adegan di bab selanjutnya. Mungkin hal ini dilakukan penulis agar semakin jelas kepada pembaca bagaimana atau apa sebenarnya yang terjadi menurut pandangan Aru dan Nagra pada suatu kejadian. Tapi aku sendiri kurang nyaman dengan hal ini, malah membuatku mengarah ke bosan saat memasuki pertengahan cerita.



• Di pertengahan cerita aku merasa... oh tidak... nampaknya ini akan sedikit mengarah ke angst gitu. Nyatanya emang ada denial dan penyesalan yang terjadi udah kayak lingkaran setan aja.

• Kalau di pertengahan aku merasa bosan, memasuki akhir cerita rasanya malah terasa ditutup terlalu terburu-buru. Feelnya juga nggak terlalu terasa dalam mendeskripsikan bagaimana Aru menghabiskan tahun demi tahunnya.

• Suka banget interaksi Nagra & Igo, kocak lihat ini anak dua udah kayak love-hate-relationship gitu hahaha.

• Tapi aku suka dengan endingnya yang sukses bikin senyum-senyum! Akhirnya bisa bernapas lega meskipun nggak ada yang bisa mastiin apa yang akan terjadi lagi ke depannya.

Sebagai penutup, kalau kamu suka Nagra & Aru ini, aku rekomendasiin kamu untuk baca Hey! You! karya Pelangi Tri Saki, ini teenlit terbitan GPU juga dan karakter Nadi di sini sama hebohnya kayak Aru dalam hal mengejar cinta!

"Berhenti, Ru. Nggak ada rasa suka yang nyiksa diri sendiri." - halaman 106.
Profile Image for Seffi Soffi.
490 reviews143 followers
May 15, 2019
Aku sukaaa sama kisah Nagra Aru ini, kehidupan remaja penuh dengan banyak liku-liku. Ya, bukan hanya tentang romansa cinta tapi di sini banyak hal yang dibahas, ada persahabatan dan juga keluarga.⁣

Gaya bercerita yang menarik ini membuat aku bisa menyelesaikan dalam beberapa jam. Ya aku terhanyut sama kisah mereka ini. ⁣

Aku gemes sama sikap Aru dan Nagra ini! Ya sikap khas anak remaja banget, tapi karakternya konsisten dan kuat menurutku. ⁣

Memakai POV 1 gantian antara Aru dan Nagra, sayangnya perpindahan scene kadang nggak smooth. Jadi kadang di Aru udah terjadi, di Nagra terulang lagi.⁣

Gaya bahasa yang ringan dan mengalir, khas anak remaja zaman now. Chemistry mereka pun dapet banget.⁣

Konfliknya ini ringan menurutku, aku suka sih cara Nagra dihukum tapi aku sedih juga huhu. Aku suka cara penulis mengeksekusi konfliknya, rapi dan bikin deg-degan takut nggak sesuai ekspektasi. Tapi aku puas buat endingnya, suka banget 😍. Rekomen banget buat yang penyuka teenlit.⁣

Cerita duet yang ditulis Kak Inggrid dan kak Jenny ini bikin aku tahu tentang dunia remaja yang cukup realistis, pergaulan teman yang nggak baik bakalan menjerumuskan kita ke hal yang nggak baik juga. Jadi ya di sini, kita bisa tau kalau kita mesti pandai cari teman dan pergaulan. Sekiranya emang nggak baik, segera tinggalkan karena bisa jadi racun juga bikin bahaya. Di sini juga kita bisa belajar untuk bisa menghargai yang namanya persahabatan.⁣

"Karena memang tidak harus jadi orang paling kuat untuk jadi sandaran orang lain." - Hal. 125⁣
Profile Image for Nike Andaru.
1,644 reviews111 followers
March 27, 2019
76 - 2019

Bener kata orang orang yang bilang buku ini receh banget. Tapi bukan cuma itu sih. Buku ini tuh receh, ringan, menghibur dan enak banget dinikmati. Sebelas dua belas sama kacang goreng rasa bawang deh (kok jadi ikutan receh anak SMA yak).

Saya pikir buku ini ceritanya kayak teenlit biasa, ya recehnya ala ala anak milenial zaman now gitu, tapi ternyata saya salah. Buku ini lebih dari itu. Kasih jempol deh buat duo anggrek junior, Inggrid dan Jenny yang bisa kolab begini dahsyat.

Walau sudah lewat jauh dari masa teenlit, saya rasa masih bisa menikmati cerita Nagra dan Aru. Ceritanya memang khas anak SMA tapi Aru bukan cewek biasa yang pemalu dan nunggu ditaksir cowok. Aru bisa dengan jujur bilang dia naksir Nagra sejak pertama ketemu. Saya mah yakin, di zaman begini pun gak banyak anak perempuan punya keberanian begini.

Cerita cinta Aru ke Nagra tambah seru pas muncul Igo lalu dengan tetap dibalut dengan humor receh nan lucu bikin ketawa (atau minimal bisa senyum-senyum deh) cerita mereka juga dihadapkan dengan masalah ala remaja. Gak diperhatiin ortu, gak merhatiin pelajaran sampe ke make' narkoba.

Aru dan Nagra sama-sama somplak nih. Jadi kayaknya seru aja gitu masa SMAnya.

Awalnya saya pikir kayaknya bagus sih kalo dibuat Aru sama Igo, tapi ternyata endingnya bagus. Sesuai sama judulnya lah ya. Dan lagu-lagu Sheila on 7 ini emang long lasting ya.

Satu lagi, halaman Tentang Pengarang-nya simpel amat tapi lucu sih 😄
Profile Image for Amaya.
749 reviews58 followers
December 19, 2022
Bagi Aru, Nagra itu udah kayak calon suami potensial, calon imam masa depan, dan masa depan cerah itu sendiri. Salah satu tujuan masa depannya bahkan nyantumin Nagra. Ya, dia pengen jadi Nyonya Nagra.

Kalau Aru getol banget nguber Nagra, cowoknya malah santai dan anggep Aru cuma cewek boncel kurang kerjaan dan hobi banget nonton drama Korea, bacanin Webtoon, sama kasih rayuan-rayuan gombal nan receh.

Ini bukan soal cewek yang suka ngejar cowok, tapi cowoknya nggak peka. Lebih dari itu. Konflik antara Nagra, Aru, dan Igo sukses bikin aku nangis malam-malam setelah menyelesaikan buku ini.

Walaupun kadang si Aru suka banget lempar recehan, ditambah pasukan Boros yang, ya ampun, lebih receh, tapi aku masih aja kehanyut sama suasana yang dibangun dua penulis buku ini. Apalagi pemakaian sudut pandang pertama bergantian antara Aru dan Nagra. Astaga, kayaknya bakal bookhangover selama beberapa jam ke depan, nih, haha.

Buat kalian yang suka kisah romansa komedi, wajib baca ini! Dijamin isinya walaupun emang banyak receh tapi nggak recehan, bor!
Profile Image for Annelice.
200 reviews8 followers
September 21, 2022
Bintang 5!!

Seru, bagus, greget, gemesh, receh, lucu, sweet, uwuh, pokoknya paket komplit untuk novel ini!!! Perfecto huhuhu. Nggak ikhlas novel ini harus tamatt, kurang panjang T.T

Saya suka banget sama karakternya Aru, Nagra dan Igo. Bahkan para tokoh pendukung macam gengnya Aru (Fera, Rini, Olli), gengnya Nagra (Alex, Roji, Alwi, Waluyo) dan gengnya Igo (Radit, Resi) pun saya sukaaa. Mereka itu receh dan asik-asik banget. Ditambah lagi nggak ada tokoh antagonis dinovel ini membuat saya semakin jatuh cintaaa HAHAHA.

Nagra & Aru, sesuai judulnya novel ini berkisah tentang mereka berdua. Nagra, si cowok supel yang rame, cool, sedikit nakal tapi rajin solat jumat, humoris dan cukup play boy, yang ditaksir berat oleh cewek bernama Aru. Namun sayang, dia tak melirik Aru sedikitpun karena cowok itu tengah menunggu Wulan, pacaranya yang tiba-tiba pergi meninggalkannya selama 2 tahun.

Aurora alias Aru, si gadis dengan tinggi 155 cm yang hebohnya minta ampun. Dia gadis yang sangat ceria, lucu (banget malah), humoris parah. Pokoknya dia tipe "vitamin" diadalam kelasnya.
Aru naksir berat Nagra sejak hari pertama MOS. Selama 2 tahun lebih Aru mengejar Nagra. Berbagai gombalan alay hingga tingkah lebay ia coba untuk menarik hati cowok tersebut. Namun tak sekalipun cintanya terbalas karena Nagra sangat anti terhadap Aru.

Arigo alias Igo, rival Nagra dalam berkelahi. Igo adalah cowok tertutup, ia jarang sekali tersenyum. Selain terlihat garang, Igo juga nakal. Ia menjadi pentolan di sekolahnya. Hobinya berkelahi, membuat keonaran dan sakaw. Namun siapa sangka setelah dilabrak Aru, Igo justru berubah 180°. Dia yang dulunya ditakuti sekarang jadi diakrabi. Setelah bergaul dengan Aru, Igo yang lempengpun berubah menjadi Igo yang receh dan pinter ngejokes. Pokoknya kalau udah berdialog dengan Aru, hilang semua kesan premanismenya wkwkw.

Aru yang terus-terusan mengejar cinta Nagra, akhirnya menyerah ketika cowok itu memintanya untuk berhenti karena Wulan telah kembali. Merasa tidak ada harapan, Arupun menghilangkan kegalauan hatinya dengan meminta Igo untuk menjadi partner simulasi PDKT. Namun apajadinya jika Igo beneran naksir Aru? Arupun bingung untuk memilih move on bersama Igo atau tetap melanjutkan cintanya pada Nagra.

Sumpah, awal baca blurp novel ini tuh skeptis banget bakal bagus karena saya fikir ceritanya bakalan kaya novel Meriposa dimana tokoh ceweknya begitu ngebet dengan tokoh cowok sampai bikin merinding dan mual. Tapi saya salah besar! Ini lebih dari itu, jauh!

Walaupun digambarkan Aru naksir berat Nagra dan mengejar-ngajar cowok itu, tapi tingkah Aru nggak murahan. Memang beberapa gombalannya terkesan lebay, tapi cuma diawal-awal doang kok, dan itu juga cuma beberapa dialog. Selebihnya Aru asik, lucu dan bikin ngakak tentunya.

Novel ini tuh menarik, jalan ceritanya padat. Mulai dari awal kelas 2 SMA, kelas 3, kelulusan, kuliah, kerja semuanya diuraikan. Jadi saya sebagai pembacapun merasa seperti berada di tiap waktu tersebut. Saya sedih banget loh ketika para geng-geng lawak itu mulai lulus SMA dan mulai pecah karena sibuk dengan aktivitas masing-masing. Saya merasa kehilangan T.T

Apalagi part mereka bisa kumpul lagi setelah 7 tahun nggak saling ketemu, beuhh ikutan sedih dan bahagia saya tuh wkwkw.

Saya sampai bingung mau reviewnya. Saking sukanya jadi obyektif banget. Covernya saya suka, tokohnya saya suka, plotnya saya suka, pemeran pendukungnya saya suka. Saya suka semuanya!!

Bahkan saya nggak peduli Aru mau berakhir dengan Igo atau Nagra karena saya suka keduanya. Perkembangan tiap karakter itu signifikan bangett. Jadi susah buat milih. Mungkin karena latar waktunya yang juga berjalan, jadi develop tiap karakter sangat kentara.

Selain itu, cerita yang dibawakan oleh 2 sudut pandang, yaitu dari Aru dan Nagra menjadi poin plus sendiri bagi saya. Saya sebagai pembaca jadi tau bagaimana pikiran masing-masing tokoh terhadap lawan mainya dan itu sukses membuat saya makin greget. Apalagi kalau diceritakan dari sudut pandangnya Nagra, bikin meltinggg.

Satu hal yang menurut saya sayang banget itu ya epilognya. Kurang gregettt. Setelah 7 tahun lamanya nggak saling ketemu masa begitu doang sih. Dilamar sekalian kek, apa kek, malah dangdutan wkwk (becanda).

Yah pokoknya saya suka banget sama novel ini. Walaupun teenlit tapi bukan teenlit yang receh begitu. Isinya berbobot walaupun banyak bercandanya. Setiap tokoh punya perjuanga masing-masing untuk sampai dititik kesuksesan mereka. Love bgt!

Hal utama yang membuat saya mau membaca novel ini adalah review dari para novelis teenlit favorit saya dari jaman Jepang. Esti Kinasih, Lexie Xu dan Mia Arsjad. Mungkin kalau bukan karena ulasan mereka saya nggak baca karena sudah judging duluan buku ini akan berakhir DNF karena dikira mirip Mariposa wkwkw. Maafkan saya. ♡♡
Profile Image for Ayu Dipta.
Author 1 book1 follower
February 13, 2019
Kurasa beneran dah, umur dan mental itu gak ada hubungannya. I give my heart also my five stars rating for this teenage romance story. Remaja Nagra membuatku berbunga-bunga sekaligus meradang dan rasanya seperti sakit cinta. Tumpah air mata bersama dengan Aru yang begitu mengharu biru dan lucu.

Kisah Nagra & Aru kutemukan rivuw yang sungguh beracun dari seorang bookstagram yang kuikuti di Instagram. Yap. Platform ini kadang kala memang tak bisa diduga. Aku mengikuti kisah Nagra dan Aru and surprisingly too attach with their stories. Kalo bilang ini kisah remaja biasa, iya. Ini cukup klise. Tetapi ini juga membuatku ngeri karena membayangkan kehidupan anak SMA masa kini yang tawuran, drugs, anak preman, koboi sekolahan, dll. Tapi semua dibalut dalam kisah yang bikin senyumku melengkung tak henti-hentinya.

Ada satu hal lagi sih, gap usia rupanya gak bisa boong. Hahahahaha banyak banget istilah slank yang bahkan aku ketinggalan dan gak paham sama sekali. Ya Tuhan. Kadang remaja berada di lapisan budaya yang entah dimana.

Aku suka remaja Aru, karena baru kalini menemukan tokoh perempuan yang karakternya amat kuat dari penulis-penulis Indonesia *yang kubaca yaaa* hahahaa. Jarang menemukan tokoh seperti Aru yang begitu kuat dari awal dan akhirnya dan membuatku berdiri terombang-ambing milih #TeamGaru atau #TeamGoru. Tapi tetap remaja Nagra yang begitu memesona sampe' dibayang-bayangku sosoknya keluar sebagai Noah Centineo >,< akkkhhhh
Profile Image for Yasmin Nabilla.
193 reviews
July 18, 2023
Woi apa apaan dah ini aku ketawa mulu sama kelakuan Aru yang kocak banget... Pliss teman temannya pada gak jelas juga omongannya tapi bikin ngakak. Hadeuh gak tahu udah berapa kali ku dibuat ketawa sama tingkah mereka.

Aku suka cara penulis mengisahkan cerita mereka yang dikemas dengan baik dan pas banget alurnya gak lambat juga gak terlalu cepat, aku pun menikmati perkembangan karakter mereka dengan baik. Cerita ini ringan dan bisa membuatku terhibur di tengah tengah deadline mengkaji jurnal penelitian wahahaha... Saking serunya aku langsung tamatkan novel ini dalam seharian, mantap bener

Sempat tergoyahkan dengan second male di tengah tengah cerita but aku tetap bahagia melihat akhir dari kisah mereka semua.
Profile Image for Stef.
590 reviews190 followers
February 6, 2019
Pertama kali tau buku ini karena sering banget sliweran di TL IG. Banyak banget yang rekomendasin karena cerita nya banyak receh nya dan emang bener sih ya cerita nya receh banget. Baca ini tengah malam ngga bisa berhenti ngakak baca tingkah laku Aru & Nagra beserta temen se-circle nya yang sama sableng nya kayak mereka berdua. Well, dari segi konflik udah macam tipikal rom-com drama korea dari awal sampai akhir udah tau cerita nya mau di bawa kemana. Padahal gue udah berekpetasi jalan cerita nya bakalan lain nya ternyata ngga.

Buku ini gue rekomin kalau lagi nyari bacaan ringan dengan jalan cerita seperti rom-com korea dengan kearifan lokal.
Displaying 1 - 30 of 129 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.