Bintang 5!!
Seru, bagus, greget, gemesh, receh, lucu, sweet, uwuh, pokoknya paket komplit untuk novel ini!!! Perfecto huhuhu. Nggak ikhlas novel ini harus tamatt, kurang panjang T.T
Saya suka banget sama karakternya Aru, Nagra dan Igo. Bahkan para tokoh pendukung macam gengnya Aru (Fera, Rini, Olli), gengnya Nagra (Alex, Roji, Alwi, Waluyo) dan gengnya Igo (Radit, Resi) pun saya sukaaa. Mereka itu receh dan asik-asik banget. Ditambah lagi nggak ada tokoh antagonis dinovel ini membuat saya semakin jatuh cintaaa HAHAHA.
Nagra & Aru, sesuai judulnya novel ini berkisah tentang mereka berdua. Nagra, si cowok supel yang rame, cool, sedikit nakal tapi rajin solat jumat, humoris dan cukup play boy, yang ditaksir berat oleh cewek bernama Aru. Namun sayang, dia tak melirik Aru sedikitpun karena cowok itu tengah menunggu Wulan, pacaranya yang tiba-tiba pergi meninggalkannya selama 2 tahun.
Aurora alias Aru, si gadis dengan tinggi 155 cm yang hebohnya minta ampun. Dia gadis yang sangat ceria, lucu (banget malah), humoris parah. Pokoknya dia tipe "vitamin" diadalam kelasnya.
Aru naksir berat Nagra sejak hari pertama MOS. Selama 2 tahun lebih Aru mengejar Nagra. Berbagai gombalan alay hingga tingkah lebay ia coba untuk menarik hati cowok tersebut. Namun tak sekalipun cintanya terbalas karena Nagra sangat anti terhadap Aru.
Arigo alias Igo, rival Nagra dalam berkelahi. Igo adalah cowok tertutup, ia jarang sekali tersenyum. Selain terlihat garang, Igo juga nakal. Ia menjadi pentolan di sekolahnya. Hobinya berkelahi, membuat keonaran dan sakaw. Namun siapa sangka setelah dilabrak Aru, Igo justru berubah 180°. Dia yang dulunya ditakuti sekarang jadi diakrabi. Setelah bergaul dengan Aru, Igo yang lempengpun berubah menjadi Igo yang receh dan pinter ngejokes. Pokoknya kalau udah berdialog dengan Aru, hilang semua kesan premanismenya wkwkw.
Aru yang terus-terusan mengejar cinta Nagra, akhirnya menyerah ketika cowok itu memintanya untuk berhenti karena Wulan telah kembali. Merasa tidak ada harapan, Arupun menghilangkan kegalauan hatinya dengan meminta Igo untuk menjadi partner simulasi PDKT. Namun apajadinya jika Igo beneran naksir Aru? Arupun bingung untuk memilih move on bersama Igo atau tetap melanjutkan cintanya pada Nagra.
Sumpah, awal baca blurp novel ini tuh skeptis banget bakal bagus karena saya fikir ceritanya bakalan kaya novel Meriposa dimana tokoh ceweknya begitu ngebet dengan tokoh cowok sampai bikin merinding dan mual. Tapi saya salah besar! Ini lebih dari itu, jauh!
Walaupun digambarkan Aru naksir berat Nagra dan mengejar-ngajar cowok itu, tapi tingkah Aru nggak murahan. Memang beberapa gombalannya terkesan lebay, tapi cuma diawal-awal doang kok, dan itu juga cuma beberapa dialog. Selebihnya Aru asik, lucu dan bikin ngakak tentunya.
Novel ini tuh menarik, jalan ceritanya padat. Mulai dari awal kelas 2 SMA, kelas 3, kelulusan, kuliah, kerja semuanya diuraikan. Jadi saya sebagai pembacapun merasa seperti berada di tiap waktu tersebut. Saya sedih banget loh ketika para geng-geng lawak itu mulai lulus SMA dan mulai pecah karena sibuk dengan aktivitas masing-masing. Saya merasa kehilangan T.T
Apalagi part mereka bisa kumpul lagi setelah 7 tahun nggak saling ketemu, beuhh ikutan sedih dan bahagia saya tuh wkwkw.
Saya sampai bingung mau reviewnya. Saking sukanya jadi obyektif banget. Covernya saya suka, tokohnya saya suka, plotnya saya suka, pemeran pendukungnya saya suka. Saya suka semuanya!!
Bahkan saya nggak peduli Aru mau berakhir dengan Igo atau Nagra karena saya suka keduanya. Perkembangan tiap karakter itu signifikan bangett. Jadi susah buat milih. Mungkin karena latar waktunya yang juga berjalan, jadi develop tiap karakter sangat kentara.
Selain itu, cerita yang dibawakan oleh 2 sudut pandang, yaitu dari Aru dan Nagra menjadi poin plus sendiri bagi saya. Saya sebagai pembaca jadi tau bagaimana pikiran masing-masing tokoh terhadap lawan mainya dan itu sukses membuat saya makin greget. Apalagi kalau diceritakan dari sudut pandangnya Nagra, bikin meltinggg.
Satu hal yang menurut saya sayang banget itu ya epilognya. Kurang gregettt. Setelah 7 tahun lamanya nggak saling ketemu masa begitu doang sih. Dilamar sekalian kek, apa kek, malah dangdutan wkwk (becanda).
Yah pokoknya saya suka banget sama novel ini. Walaupun teenlit tapi bukan teenlit yang receh begitu. Isinya berbobot walaupun banyak bercandanya. Setiap tokoh punya perjuanga masing-masing untuk sampai dititik kesuksesan mereka. Love bgt!
Hal utama yang membuat saya mau membaca novel ini adalah review dari para novelis teenlit favorit saya dari jaman Jepang. Esti Kinasih, Lexie Xu dan Mia Arsjad. Mungkin kalau bukan karena ulasan mereka saya nggak baca karena sudah judging duluan buku ini akan berakhir DNF karena dikira mirip Mariposa wkwkw. Maafkan saya. ♡♡