"Aku mencintaimu sebanyak hujan. Kau mencintaiku sesingkat senja. seperti hujan aku jatuh cinta berkali-kali. Seperti senja kau jatuh cinta, kemudian pergi" itu adalah kutipan dari salah satu halaman dari buku Hilang. sebelumnya kukira buku ini akan berkisah tentang dua orang yang tidak d takdirkan bersama. ternyata buku ini berisikan sajak-sajak indah tentang kehilangan, tergantikan, dan merelakan. setiap kisah dituliskan dengan indah, membuat pembaca tak bosan untuk terus melanjutkan. Perpisahan tak hanya tentang tersakiti karena di tinggal pergi. tapi juga kesempatan untuk mencintai diri sendiri...
"Aku mencintaimu sebanyak hujan. Kau mencintaiku sesingkat senja. seperti hujan aku jatuh cinta berkali-kali. Seperti senja kau jatuh cinta, kemudian pergi" . . 📕 Hilang: Sebuah kekalahan tanpa pemenang ✏ Nawang Nidlo 📚 @mediakita ⌛2018 159 p. . Bagaimana rasanya saat kamu kehilangan sesuatu? . . ⏩Buku yang satu ini tadinya kupikir adalah novel 😂 Jadi pas pulang dari toko buku dan buka bukunya agak terkejut karena ternyata kumpulan sajak. . . ⏩Btw, buku ini berisi tentang curahan hati seseorang tentang betapa menyedihkan dan mengecewakan kehilangan seseorang yang dicintainya. Balutan pilihan kata yang indah jadi poin positif buku yang satu ini. Buku ini juga mengajarkan kepada kita gimana harus menyikapi kehilangan. Fase-fase kehilangan menjadi perjalanan atau alur yg dibuat penulis untuk menjelaskan makna ini. Fase awal, kita bakalan susah menerima, merasa terluka, kecewa, marah. Fase kedua, mulai berandai-andai, mengharapkan segala kemungkinan yang "siapa tau...". Fase terakhir, gimana kita akhirnya bisa (harus) move on dan memulai lagi perjalanan yang baru. . . ⏩Buat kalian yang sedang mengalami atau pernah mengalami kehilangan pasti bakalan relate sama kata-kata yang ada disini.
Mendengar nama Nawang ketika kuliah, membuat penasaran dengan karya gadis yang berdarah kelahiran sama dengan saya, Bondowoso.
Bukunya yang berjudul Hilang membuat saya takjub. Ia bisa menyusun kata dalam prosa dengan indah. Membuat saya mengikuti alur untuk membacanya sampai tuntas.
Setiap orang pasti pernah merasa yakin, mencintai sangat dalam, luka, kecewa, yang berakhir pada sebuah rasa kehilangan. Ingin melupakan, namun sulit karena masih merasa banyak pengharapan.
Pasti ada sebuah kesalahan dalam kekalahan. Mungkin jarak telah memecahkan. Mungkin rindu-rinduku membuatmu bosan. Atau mungkin, kita hanya sebuah kebetulan yang tidak tertulis di masa depan. Sehingga kita hanya pantas menjadi sebuah kenangan. (Hal. 98)
Sesuatu yang memang hilang, perlahan-lahan akan berubah menjadi kenang. Dan kita, hanya bisa memilih. Akan tetap berdiri dengan rasa yang tak pernah hilang atau perlahan beranjak dengan tenang?
Melepaskan seseorang yang sangat kita sayangi bukanlah hal yang mudah. Bahkan ketika kita sudah melepaskanpun belim tentu hati ini berhenti menyayangi. Melepaskan bukan kunci utama dalam menghadapi kehilangan. Mampukah kita melupakan semua kenangan yang sekian lama kita simpan dalam ingatan? Buku ini mengajak kita kembali menelusuri masa lalu, bukan untuk kembali tetapi mengenang semua yang sudah terjadi. Mencari alasan mengapa kita ditinggalkan, mengapa kita tak bisa melupakan. Semua orang pasti pernah mengalaminya, mencintai seorang diri. Merasa begitu banyak pengorbanan yang sudah diberi namun hasilnya nihil. Dia yang kita cinta lebih memilih pergi. Adilkah? Tentu saja dimata seseorang yang patah semua itu tidak adil. Tapi barangkali setelah patah ada seseorang yang lebih baik sedang menanti kita? Tak ada yang tahu.
Menurutku, ini buku untuk mereka yang ingin kembali mengingat bagaimana rasanya sakit hati, kehilangan, putus cinta, dll. Sesuai judulnya, isi tiap sajak yang terkandung adalah sebuah "Kehilangan"
Enggak, di sini tak ada plot, tak ada nama tokoh, melainkan semua adalah sebuah curahaan hati ... sebuah bentuk "rasa sakit" yang tumpah dalam kata-kata. Mungkin kamu mengalami salah satu perih yang terukir dalam buku ini, atau memang kamu mengalaminya sendiri!
Rangkaian kata di dalamnya lumayan apik, enak dibaca, dan membuat mengalir. Bagus untuk para penulis yang ingin belajar bagaimana merangkai "feel" dalam cerita, atau untuk pembaca yang hanya ingin merenung.
Bagi kalian yang tengah patah hati, putus cinta, terabaikan ataupun hal yang berhubungan dengan yang namanya cinta. Buku ini sangat cocok untuk dibaca, karena cerita yang ditururkan akan kembali mengingatkanmu pada kisah cinta manis yang kamu alami namun memilukan. Luka dan sakit hatimu akan kembali tersibak, namun pada akhirnya kamu akan bertemu pada tulisan akhir yang membuatmu ikhlas dan tegar untuk melepaskan.
Karena gue bucin warna item, sudah barang tentu lihat cover ini langsung tertarique huhu. Buku quotes ini ternyata sukses bikin gue nangis dari awal-akhir 😭👍🏻
"Bahwa ada cerita yang berjalan dan terhenti tanpa perlu persetujuanmu. Ada kebahagiaan-kebahagiaan yang punya batas waktu. Ada kehadiran yang tak bisa lagi kamu cari saat kamu ditinggalkan sendiri. Mau tak mau, kamu harus temukan kehilanganmu, seorang diri." (vi)
Bukunya keren, bahasanya puitis, tidak membosankan dan aku bisa bilang tulisannya memiliki nyawa (hidup).
Bentuk isinya seperti kutipan kata kata sajak tentang kehilangan. Tapi tidak semua kata kata disini sifatnya selalu galau dan bermakna kesedihan. Lebih banyak ungkapan bijak yang tertulis di sini.
Buku ini usang dalam semalam. Kena tetesan airmata dan remsan geram. Buku ini berhasil bikin gw nangis setelah sekian lama gw ga berhasil maksa diri gw buat nangis. Thank you @nanidlot.
Buku ini juga menyadarkan gw, bahwa ada saatnya kita harus berhenti berharap atas hal yang sudah tak mungkin kita dapatkan.
mari kita rayakan kehilangan bersama nawang, membaca buku ini seperti membaca sajak-sajak panjang yang selalu saya lihat di timeline tumblr saya, atau di repost instastory teman teman saya di instagram, banyak kata yang bagus, rimanya begitu diperhatikan, cocok untuk muda mudi yang ingin di perhatikan oleh gebetannya dengan cara memposting beberapa tulisan ini ke akun sosmednya.
Untuk yang sedang patah dan ditinggalkan, mari merayakan kehilangan dengan buku ini.
"Tak semua perasaan bisa terbalaskan. Pun tak semua yg terbalaskan akan terus bertahan. Terus bertahan pum bukan jaminan tak akan terpisahkan. Meski perpisahan tak selamanya mengandung kepedihan. Pada akhirnya, pertemuan memang hanya mengajari kita cara menulis kenangan". -h.151
"Aku masih menjadi kekasihmu, tapi hatimu sudah tak mengakuinya. Aku masih menjadi milikmu, tapi kau tak lagi menganggapku ada. Aku lebih sering terlihat sendiri, bahkan saat seharusnya aku berdua."
Buku ini cocok banget buat yg lagi berada dalam fase melepaskan seseorang. Banyak sajak yg bisa bikin diri kita semakin yakin dan ikhlas saat merelakannya.
Hal terumit seseorang ketika dipaksa untuk mengikhlaskan adalah mengungkapkan apa yang ia rasakan, yang ada di kepala hanya lebih baik memendam daripada diungkapkan. Namun, Nawang, dengan 'hilang'nya mengajari saya mengeja cara mengungkapkan rasa untuk mengikhlaskan kepergian seseorang.
Ada kalimat yang saya sukai dari buku ini: kita akan segera asing dan kehilangan. Kalimat ini bagu saya sangat mewakilkan isi buku, terutama perasaan mengikhlaskan kepergian seseorang.
banyak hal yang dapat dipelajari dari kata cinta sehingga menenggelamkan kepada kisah-kisah berbeda tiap-tiap manusia. Bukunya memberikan motivasi untuk terus berjalan sepahit apapun kehilangan. Terima kasih telah menulis hal-hal yang terkadang hanya terlintas dalam pikiran.
This book contain beautiful compilation of words. Indirectly explain about five step of grief. How to let go and being sincere. But not really my cup of tea.
hilang mengisahkan tentang perasaan perempuan yang ternyata terlalu rapuh ketika jatuh. Bahwa perempuan itu sulit untuk menerima perpisahan. Meskipun wajahnya mengangguk mengiyakan. Tapi hatinya tak akan bisa merelakan.