Jump to ratings and reviews
Rate this book

Jangan Tulis Kami Teroris

Rate this book
Dalam kumpulan tulisan ini, Linda merambah Asia Tenggara untuk mewawancarai kalangan yang sering dituduh sebagai teroris. Kelompok yang ia wawancarai mulai anggota Forum Pembela Islam (FPI), tokoh Gerakan Aceh Merdeka (GAM), warga biasa berbagai kalangan di Malaysia, Patani-Thailand Selatan, sampai Kamboja. Buku ini hendak membuka perspektif baru pembaca mengenai ketidakadilan dan kesewenang-wenangan yang bisa mengatasnamakan apa saja: suku, bangsa, agama, komunisme, nasionalisme, dan bahkan, demokrasi.
Salah seorang dari duet jubah putih itu menghampiri mobil kami dan bertanya-tanya dengan suara keras pada Tu Nazir yang sudah memegang kemudi. Pipinya agak tembam. Brewokan. Matanya nyalang. Tu menjawab tenang, "Ini wartawan mendengar dayah kalian dituduh sebagai sarang teroris. Dia ini ingin tahu apa benar atau tidak."
Orang berjubah ini membalas ucapan Tu, "Wartawan? Dulu ada wartawan BBC datang ke sini. Untuk wawancara, dia membawa 50 sak semen. Kalau ke sini wajib menyumbang." Hairul menghampiri lelaki berjubah putih yang tadi bicara pada Tu. Entah apa yang dikatakannya. Saat keduanya sedang terlibat percakapan, mobil bergerak menuju jalan raya. Tak berapa lama terdengar teriakan lantang orang-orang berjubah, "Jangan tulis kami teroris! Jangan tulis kami teroris!"

166 pages, Paperback

First published July 9, 2013

Loading...
Loading...

About the author

Linda Christanty

34 books82 followers
Linda Christanty adalah sastrawan-cum-wartawan kelahiran Bangka. Pada 1998, tulisannya berjudul “Militerisme dan Kekerasan di Timor Leste” meraih penghargaan esei terbaik hak asasi manusia. Kumpulan cerita pendeknya Kuda Terbang Maria Pinto memperoleh penghargaan Khatulistiwa Literary Award 2004. Dia sempat bekerja sebagai redaktur majalah kajian media dan jurnalisme Pantau (2000-2003), kemudian menulis drama radio bertema transformasi konflik untuk Common Ground Indonesia (2003-2005). Sejak akhir 2005, dia memimpin kantor feature Pantau Aceh di Banda Aceh.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
8 (32%)
4 stars
15 (60%)
3 stars
1 (4%)
2 stars
0 (0%)
1 star
1 (4%)
Displaying 1 - 8 of 8 reviews
Profile Image for Anna Fillaah.
131 reviews6 followers
April 29, 2019
Saya selalu suka tulisan tentang perjalanan, termasuk kesan dan pesan yang diantarkan setelah melaluinya. Buku ini adalah kumpulan cerita perjalanan penulis dengan tujuan wawancara dan investigasi mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan sebuah topik dari tempat-tempat yang berbeda. Bercerita tentang perasaan masyarakat yang menjadi korban aksi radikalisme oleh bangsa sendiri. Sudut pandang penulis netral dan saya menyukai gaya berceritanya. Setelah membaca buku ini, saya semakin penasaran dengan banyak hal yang memang selama ini sudah mengambil ruang di kepala saya sebagai deretan tanya. Dan tentu saja, saya masih tertarik membaca karya Linda yang lainnya.
Profile Image for Krino Buku.
3 reviews2 followers
February 17, 2019
Saya selalu suka catatan jurnalis Linda yg ditulis untuk menengahi mengambil jarak netral dan membongkar paradigma yg suka sporadis dan penuh dg prasangka. Linda mengajak untuk terus open minded sebisa mungkin paling tdk meminimalisir kesalahan dalam bersikap.
Profile Image for Septa.
99 reviews2 followers
February 7, 2024
Konflik. suatu pertikaian yang terjadi antara seseorang ataupun oleh suatu bangsa. buku ini adalah catatan jurnalis sekaligus perjalanan penulis dalam mengumpulkan informasi tentang konflik-konflik yang mengatasnamakan SARA. Seperti GAM, kemudian Fasisme, Israel-Palestina, kemudian konflik di Malaysia, Thailand hingga konflik yang terjadi di Kamboja.

Tapi yang mostly di bahas oleh penulis adalah Konflik Beragama. Agama kerap kali menjadi dasar suatu suku untuk melakukan perpecahan, bahkan masih banyak orang yang terlalu fanatik terhadap agama, membuat nilai yang terkandung di dalam suatu agama menjadi kabur. padahal sejatinya, makna dari agama adalah persatuan.
Dan kemudian, Pemerintah dalam mengartikan konflik tersebut juga masih sering keliru. Malah memerangi kembali dan membuat ricuh suatu keadaan. Di Indonesia misalnya, konflik yang awalnya adalah rasa ketidakadilan masyarakat terhadap pemerintah yang kemudian di tunggangi oleh SARA menjadi ricuh karena pro­tes rakyat terhadap ketidakadilan ini disambut oleh negara dengan penangkapan, pemenjaraan, dan penghilangan paksa.
Jujur, awalnya aku pikir ini adalah buku fiksi sejarah. namun ternyata buku ini adalah fakta sejarah. yang dimana tiap lembarnya memang pernah terjadi dan persis seperti yang diceritakan di buku. namun, aku suka dengan sudut pandang penulis yang dibuat netral. Namun kadang membuatku kebingungan karena banyaknya tokoh dan panjang nama yang disebutkan.


Aceh. sebuah daerah istimewa yang ada di indonesia. kota yang memiliki segudang sumber daya alam, serta kota yang unik. buku ini bercerita tentang semua yang ada di aceh. mulai dari GAM, FPI, IDAHO, bahkan Dayah-dayah yang terdapat disana. setengah dari buku ini mostly membahas GAM, karena aceh sangat identik dengan gerakan itu.
siapa yang tidak mengenal Gerakan Aceh Merdeka. sebuah gerakan perlawanan oleh masyarakat aceh pada tahun 1976 kepada pemerintahan RI. mengingat GAM membuatku mengingat cerita dari @assyaratuljn_ yang waktu itu aku kepo dengan GAM karena dia adalah anak aceh. dan membaca buku ini membuatku semakin penasaran seperti apa sebenernya proses terjadinya GAM
Islam. Agama yang selalu memprioritaskan kedamaian. Namun, kerap kali pengikutnya ada di posisi Fanatisme, yang membuat mereka tak lagi memperdulikan nilai-nilai sejati dari Islam itu sendiri. Islam juga sering mendapat fitnahan dari suatu bangsa/negara. Kata ‘teroris’ sudah terbiasa di dengar oleh kaum muslimin.

buku ini adalah bukti bahwa sejarah Islam, mulai dari penerimaannya, hingga pengimplementasian islam itu sendiri tidaklah mudah. Ada banyak hal yang harus terus di perbaiki dan di tingkatkan. banyak fakta sejarah yang dituangkan dalam buku ini. dan semua berkaitan dengan islam. mulai dari Gerakan Aceh Merdeka, Fasisme, Konflik Palestina-Israel, penerimaan Islam di Thailand.
Profile Image for Sandra (Page by Page).
128 reviews34 followers
June 24, 2022
Reportase tentang konflik di Aceh sampai Malaysia, Kamboja, dan Thailand. Ditulis dengan gaya narasi jadi mudah dicerna, walau beberapa bagian tetap bikin hilang fokus karena banyak nama asing panjang-panjang disebut sekaligus.

Kalau mau depresi tapi sekalian dapat informasi jurnalis kompeten, saya nyaranin antologi ini. Terbit tahun 2011, jadi konflik yang dilaporkan di sini adalah pre-2011. 

Positifnya, dalam 11 tahun, Indonesia sudah lebih baik keadaannya (ya kan?). Konflik mengatasnamakan SARA dan ideologi pribadi tidak semerajalela dulu. Pemikiran dan kultur yang lebih terbuka terhadap perbedaan lebih trendi daripada sikap-sikap radikal golongan. Jelas konflik tidak musnah sama sekali tapi setelah baca antologi ini, rasa-rasanya patutlah sedikit bersyukur dengan perkembangan sekarang.
Profile Image for Deliana.
49 reviews
June 16, 2026
Topik yang disampaikan di buku ini jujur berat banget kalau cuma berpatokan dengan wawasan yang kita ketahui dari sejarah yang pernah kita pelajari dari mapel Sejarah dulu aja tuh gak cukup. Kebalikannya, justru buku ini berusaha kasih wawasan lain mengenai pembantaian manusia era PD II yang masih langgeng dilakukan sampe sekarang.

Ironisnya, pembantaian manusia itu mau di negara maju atau berkembang pasti semuanya akan ada. Rasa ego seperti superior "Siapa yang lebih layak ada di sini" itu jadi faktor utama diskriminasi, kekerasan, dan penyalahgunaan paham agama masih ada di mana².

Suka sama gaya bahasa di buku ini karena penulis nulis hasil liputannya dalam bentuk berita khas jadi gak ngebosenin dan gak kamu pas dibaca.
Profile Image for Faj.
238 reviews
September 1, 2023
Dalam kumpulan tulisan ini, Linda merambah Asia Tenggara untuk mewawancarai kalangan yang sering dituduh sebagai teroris. Kelompok yang ia wawancarai mulai anggota Forum Pembela Islam (FPI), tokoh Gerakan Aceh Merdeka (GAM), warga biasa berbagai kalangan di Malaysia, Patani-Thailand Selatan, sampai Kamboja. Buku ini hendak membuka perspektif baru pembaca mengenai ketidakadilan dan kesewenang-wenangan yang bisa mengatasnamakan apa saja: suku, bangsa, agama, komunisme, nasionalisme, dan bahkan, demokrasi.
Profile Image for Wahyudha.
457 reviews1 follower
October 23, 2021
Ada yang sudah pernah ke aceh?

sampai 200 lembar tapi berjalan untuk mencari kebenaran terkait konflik masa lalu itu menarik.

Sekali lagi saya tidak bisa tidak suka dengan kumpulan tulisan jurnalis Linda C dalam menelusuri jejak konflik yang disebabkan kesalahpahaman agama
Displaying 1 - 8 of 8 reviews