Song Eun-Ji yang patah hati dan sedang stres karena pekerjaan, memutuskan untuk jalan-jalan sebentar di Insadong setelah bus yang ditumpanginya mogok. Eun-Ji jadi ingat akan janjinya pada Song Eun-Yong, adik laki-lakinya, untuk membelikan kado berupa kamera analog lama.
Saat sedang berjalan menyusuri trotoar, Eun-Ji menemukan sebuah toko suvenir yang tampilannya tampak kusam. Anehnya, toko bernama Seonmul Gage itu menarik perhatian Eun-Ji. Apalagi setelah sang nenek pemilik toko mengajak Eun-Ji masuk dan menawarinya kamera analog lama yang masih sangat bagus.
Meski sebelumnya sang nenek memberitahu tentang mitos di Seonmul Gage--bila seseorang membeli barang di sana, seseorang yang dibenci dari masa lalu sang pembeli akan datang lagi--Eun-Ji tetap membayar dan memilih membawa pulang kamera itu untuk sang adik. Baginya, mitos yang baru saja didengarnya hanya lelucon tak berdasar.
Sampai beberapa hari kemudian, ia menemukan fakta bahwa mitos di Seonmul Gage benar-benar terjadi dalam hidupnya. Seorang pria dari masa lalu Eun-Ji yang sangat dibencinya, muncul. Dan sekali lagi, mengusik kehidupan gadis itu.
AUTHOR OF ONLINE NOVELS: - Rose's Queen Anne (on going at Storial.co) - Here and Where You Are (on going at Storial.co) - (Un)Broken Wings (on going at Storial.co)
AUTHOR OF PUBLISHED NOVELS: - Friends with Bittersweet-Love (2020) - El Verano (2020) - Placebo (2019) - Little Secrets (E-Book) (2019) - Camera's Eye (Memento Series) (2018) - Afterword (2018) - Pendulum (2018) - Play with Fire (2018) - Never Too Far (2018) - Kohesi (2017) - The Whole Nine Yards (2017) - Pinocchio Husband (2017) - Roma (2016) - Dark Memories (2015) - Kata dalam Kotak Kaca (2015) - The Wedding Plan (2015) - Two Lost Souls (2015) - Weh (2014) - Deep Down Inside (2014) - Carrying Your Heart (2014) - Love Lock (2014) - Beautiful Sorrow (2014)
AUTHOR OF NOVELLA: - Violet's Heart (E-Book) (2016)
CONTRIBUTOR OF ANTHOLOGIES AND NOVELS: - My Beautiful World - Heartsick (Novel) - Senja yang Mendadak Bisu - Januari: Titik Balik (Novel) - Gadis 360 Hari yang Lalu - Curhatku untuk Semesta - Curhat LDR - True Love Stories
"Selagi kau punya kesempatan untuk berjumpa dengan seseorang yang memang ingin kau temui, manfaatkanlah kesempatan itu. Kau tidak akan tahu, mungkin saja kesempatan itu tidak akan pernah datang lagi... dan yang tersisa kemudian hanyalah seonggok penyesalan."
Song Eun-Ji yang patah hati dan stres karena pekerjaan, memutuskan untuk jalan-jalan di Insadong setelah bus yang ditumpanginya mogok. Eun-Ji jadi ingat akan janjinya kepada Song Eun-Yong, adik laki-lakinya, untuk membelikan kado berupa kamera analog lama.
Saat sedang berjalan menyusuri trotoar, Eun-Ji menemukan sebuah toko suvenir yang tampilannya tampak kusam. Anehnya, toko bernama Seonmul Gage itu justru menarik perhatian Eun-Ji . Apalagi setelah sang nenek pemilik toko mengajak Eun-Ji masuk dan menawarinya sebuah kamera analog lama yang masih sangat bagus.
Meski sebelumnya sang nenek memberi tahu tentang mitos di Seonmul Gage -- bila seseorang membeli barang di sana, seseorang yang dibenci dari masa lalu sang pembeli akan datang lagi -- Eun-Ji tetap membayar dan memilih membawa pulang kamera itu untuk sang adik. Baginya, mitos yang baru saja didengarnya hanya lelucon tak berdasar.
Sampai beberapa hari kemudian, ia menemukan fakta bahwa mitos di Seonmul Gage benar-benar terjadi dalam hidupnya. Seorang pria dari masa lalu Eun-Ji yang sangat dibencinya, muncul. Dan sekali lagi, mengusik kehidupan gadis itu.
***
Pia Devina menunjukkan kepiawaiannya dalam menulis melalui buku berjudul Camera's Eye yang satu ini. Jalan ceritanya sederhana, dengan konflik batin yang mendominasi alur dari awal hingga akhir. Ini kisah tentang sebuah keluarga yang tidak utuh, yang juga harus menerima kenyataan bahwa salah satu anggota keluarga mereka memiliki disabilitas seumur hidup yang mematikan impiannya.
Tokoh utama wanita, Song Eun-Ji, begitu menyayangi adiknya, Eun-Yong, yang kini harus ditemani kemana-mana. Bila ja sedang bekerja, beruntungnya ia memiliki tetangga yang baik hati. Di luar itu, ialah yang mengurus adiknya jika Ibunya sedang sibuk bekerja. Dalam hal ini, kita dihadapkan dengan sosok seorang kakak perempuan yang rela berbuat apa saja demi adiknya, termasuk mengingkari dan mengubur dalam-dalam perasaannya sendiri.
Sang tokoh utama pria, Lee Joon-Ho tidak meminta dilahirkan dalam keluarga yang mampu membeli kekuasaan. Di saat dia seharusnya dihukum atas kesalahannya, baik yang disengaja maupun tidak, ia justru lolos berkat campur tangan keluarganya. Lebih tepatnya, campur tangan orang tuanya. Tentu saja, ia hidup dipenuhi rasa bersalah akan hal itu. Apalagi, ia tidak sempat menyampaikan permintaan maaf secara layak pasca kejadian memilukan tersebut.
Menurutku pribadi, Joon-Ho juga merupakan korban secara tidak langsung. Tidak adil baginya untuk dipersalahkan sedemikian rupa. Tetapi, aku juga paham perasaan Eun-Yong yang kehilangan impiannya secara mendadak. Tentu saja ia ingin mencari seseorang untuk dipersalahkan. Tetapi, Eun-Yong ini sangat baik hatinya dan pantang menyerah, sehingga kau akan mendapati dirimu salut kepadanya saat membaca buku ini lembar demi lembar.
Eun-Ji juga orang yang baik. Aku tidak menyangka bahwa ia adalah orang yang menolong Min-Ji di buku Scarf's Rhapsody karangan Handi Namire. Tanpa bantuannya, Min-Ji tidak akan bisa hidup mandiri dan memperoleh penghasilannya sendiri. Orang baik sudah sepantasnya mendapatkan akhir yang membahagiakan pula.
Di sisi lain, aku juga harus mengakui bahwa Pia Devina menguasai banyak kosakata dalam Bahasa Korea, sehingga aku belajar cukup banyak kata-kata baru. Penggunaan Bahasa Korea di dalam buku ini jauh lebih banyak dibandingkan dengan buku-buku fiksi Korea lokal lainnya. Akan tetapi, pembaca tidak akan kesulitan memahaminya karena tim penerbit sudah menyelipkan catatan kaki untuk menerjemahkan kata-kata asing tersebut.
Camera's Eye merupakan novel kedua dari #MementoSeries yang kubaca setelah #SnowBallsFate. Novel ini masih mengangkat premis yang sama, yaitu sebuah toko barang antik bernama Seonmul Gage yang memiliki mitos tertentu, dimana siapa pun yang membeli barang di toko ini akan kembali dipertemukan dengan seseorang yang dibenci di masa lalu.
Yang membuat menarik adalah kehadiran sang nenek pemilik Seonmul Gage dan senyum misteriusnya yang mengundang perhatian sejak awal. Entah kebetulan atau takdir, sang pembeli bertemu dengan orang yang dibenci di masa lalu. Seperti tokoh Eun-Ji dalam novel ini yang kembali dipertemukan dengan sosok Joon Ho, pria di masa lalunya yang pernah dicintai sekaligus dibencinya.
Alurnya cenderung cepat dengan karakter yang kuat dan menarik. .
Didukung dengan cover yang cantik dan cerita ala drama korea yang manis sekaligus pahit, membuat aku tidak membutuhkan waktu lama membaca novel ini.
Novel ini bisa dibaca terpisah atau dibaca semuanya dari #MementoSeries karena memiliki benang merah yang sama yaitu Seonmul Gage
"Ada kalanya kamera bisa melihat apa yang tak tertangkap mata. Tanpa kau ketahui, kamera itu sanggup melihat isi hatimu yang sesungguhnya." [pg 215]
Secara keseluruhan, Camera's Eye merupakan cerita yang ringan buat dibaca. Konfliknya cukup sederhana---aku masih nggak terima Joon-Ho disalahin kayak gitu, padahal dia kan nggak sengaja! :( Namun, aku agak kebingungan mengikuti alur waktu di bagian awal cerita. Selain itu, aku juga merasa emosi di seluruh cerita kurang kuat, jadinya agak sulit untuk ikut merasakan apa yang dirasakan oleh para tokoh. Meski begitu, aku menikmati membaca cerita ini.
Cerita berpusat pada Song Eun-Ji, Lee Joon-Ho, dan Kim Seo-Hyeon.
Mereka yang terjebak dalam dilematis romantisisme, saling tarik dan saling mengulur, saling berharap untuk bisa bersama meski pada ujungnya ada yang terluka.
Sebenarnya berharap karakter Kim Seo-Hyeon lebih tergali lagi karena backgroundnya yang baker, lebih unik dibanding karakter utamanya yang pekerja kantoran.
Dan terharu pas Eun Yong bilang, dia nggak mau jadi penghalang kakaknya tentang gimana kisah mereka.