Jump to ratings and reviews
Rate this book

Beli Karena Butuh

Rate this book
Buku ’Beli Karena Butuh’ ini sangat cocok untuk dibaca remaja muslimah seusiaku. Banyak sekali ibrah yang dapat diambil dari buku ini, dimulai dari cara memprioritaskan apa yang benar-benar kita butuhkan, cara mengatur keuangan dengan baik, hingga cara mencapai kebahagiaan dengan cara yang sederhana. Penggunaan sumber referensi dari Al Quran merupakan bukti bahwa pesan yang disampaikan tidak ‘asal’ saja, tapi dari sumber yang benar adanya. Pembahasannya pun ringan dan mudah dipahami, sehingga pembaca tidak mudah bosan, malah jadi asyik membaca buku ‘Beli Karena Butuh’ ini.

141 pages, Paperback

Published January 1, 2018

5 people are currently reading
21 people want to read

About the author

Andi Sri Wahyuni, Akt

1 book2 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
15 (34%)
4 stars
24 (54%)
3 stars
4 (9%)
2 stars
0 (0%)
1 star
1 (2%)
Displaying 1 - 26 of 26 reviews
Profile Image for Fadila setsuji hirazawa.
350 reviews4 followers
August 22, 2024
... Semakin kamu meminimalkan konsumsi terhadap barang-barang yang tidak kamu butuhkan, semakin kamu ikut menjadikan bumi dan kehidupan ini sebagai Rahmat bagi semesta alam. (Hal.36)
.
Apakah selama ini kegiatan mengonsumsi dan berbelanja kita sudah berdasarkan penyesuaian dengan kebutuhan.
.
Ada banyak kehidupan di pasar, dan ada banyak pula keluarga yang menggantungkan kehidupannya di sana. Kalau kamu ikut menghidupkan aktivitas di pasar tradisional, kamu turut mendorong perekonomian masyarakat yang hidup dari jualan yang ada di sana, sekecil apa pun sumbangsihmu itu. (Hal.137)
.
.
.
❤ Bagi saya pribadi,berbelanja memiliki kesenangan sendiri apalagi kalau belanja buku dengan harga diskon. Tetapi, buku ini sukses menyadarkan saya tentang risiko dibalik 'kesenangan' belanja saat diskon yang mungkin membuat area dirumah terpakai untuk meletakkan benda hasil belanja. Penumpukan sampai putar otak untuk mengakali ruangan agar tidak penuh pun kita lakukan, padahal jelas menggunakan lebih banyak waktu. Ini bukan hanya berlaku untuk buku tetapi juga produk lainnya.🙏

❤ Beli Karena Butuh merupakan buku motivasi islam yang dikemas dengan bahasan yang menarik dan contoh maupun penjelasan yang mewakili perilaku manusia terkait keinginan dan kebutuhan. Misalnya, ketika mendapati sebuah produk sedang diskon. Jika tidak mempertimbangkan kebutuhan dan kapasitas ruang penyimpanan dalam rumah juga nyaris penuh,kepuasan yang didapat setelah belanja dengan harga diskon bisa berakibat menumpuknya barang dirumah/kostan dan bukan tidak mungkin pusing menatanya agar 'muat'. Kakak penulis piawai menghadirkan contoh dan bahasan yang ngena banget! 🙏

❤ Saya juga menyukai buku ini karena kakak penulis menghadirkan data hasil riset dan contoh juga perkataan yang bersumber dari ahli dan kitab suci umat islam. Salah satunya bagaimana Rasulullah SAW mengajarkan perilaku sederhana dengan menjahit sendiri baju yang digunakan. Dan Marie Kondo dengan konsep hidup minimalisnya. Dari sini saya juga makin takjub dengan bagaimana konsep hidup minimalis rupanya juga diterapkan dalam islam.

❤ Buku ini juga ada tips untuk belajar mengalokasikan dana dengan keren

Menurut teman-teman,sulitkah menghalau diri tuk jajan pada saat diskon?

❤Rasanya sulit yah membayangkan tuk tidak membeli sesuatu pada saat barang lagi diskon namun sifatnya bukan kebutuhan? Saya pribadi merasa begitu. Beruntung, karena membaca bab yg judulnya "Save Your Money=Save The World" dalam buku ini, lebih terbangun kemantapan sikap tuk mengurangi beli sesuatu yang walaupun sedang diskon tetapi masih tersedia dirumah. Karena terkadang,hasil dari berburu diskon tuk beberapa produk bisa berkontribusi dalam penambahan jumlah sampah sulit diurai.

❤ Halamannya cukup tipis tapi daging semua, bahasanya santai, dan makin enak dibaca karena tiap lembarannya berwarna. Sepertinya keren kalau nanti ada gambarnya juga ya? Hehe ✌🙏

❤ Tips yang dihadirkan kak Yuni untuk mengelola keuangan, alhamdulillah ternyata saya terapkan pas kuliah dan efektif untuk tahu bagaimana kita membelanjakan uang yg ada, yakni dgn melakukan PENCATATAN setiap transaksi yg kita lakukan. Bahkan saya pribadi juga kerap menulis nominal yg ditarik dari ATM dan struknya diselipkan dalam buku catatan.

❤ Alokasi dana versi buku ini: 40% tuk kebutuhan,30% gunakan tuk membeli penunjang produktivitas,20% tuk dana darurat, dan 10% tuk sedekah misalnya.

❤ Bagus juga dibaca pas Ramadhan karena siapa tau bisa membantu kita untuk 'ngerem' kebiasaan mengharuskan adanya baju baru,mukena baru sampai perabotan baru padahal yang lama pun kondisinya masih sangat layak pakai 😁🙏
Profile Image for Ade Putri.
216 reviews
January 5, 2019
Kesimpulan yang bisa saya ambil adalah,ternyata menumpuk barang itu efeknya besar sekali. Bisa jadi kita malah sibuk ngatur barang-barang kita yang kebanyakan, sibuk milih sampai akhirnya urusan kita yang lain yang lebih penting jadi terabaikan.

Maka PENTING bagi kita untuk tahu apa TUJUAN KITA. Sebab ketika kita punya tujuan, maka kita tahu apa yang kita butuhkan. Dengan begitu, kita tidak akan terjebak keinginan sesaat. Kita juga tidak akan mudah termakan trend kekinian. Alhasil kita tidak akan menumpuk barang dan membuat waktu kita jadi lebih produktif karena kita tidak punya terlalu banyak pilihan yang bisa menghabiskan waktu kita.

Selengkapnya di Delina Books
Profile Image for Ashri.
131 reviews6 followers
January 22, 2019
Lagi-lagi kepincut subjudul. Tentang bagaimana kita sebagai muslimah harus berhati-hati dalam membelanjakan harta. Ringan bahasanya tapi isinya masuk akal. Untuk yang sudah biasa mengatur keuangan dengan baik, buku ini mungkin terasa superfisial, atau mungkin sebagai pengingat saja. Tapi untuk yang belum terbiasa mengatur keuangannya, iya betul maksud saya untuk yang bahkan aturan belanjanya saja belum ada, buku ini bisa membimbing. Awalnya kita akan diarahkan untuk mengetahui tujuan kita membelanjakan uang, kemudian diakhiri dengan bagaimana membelanjakannya dengan bijak. Jangan sampai karena merasa kelapangan dalam harta, membuat kita lupa dengan tujuan akhir kita sebagai manusia. Belilah sesuatu karena kita butuh fungsinya, beli karena kita belum punya yang berfungsi seperti itu, dan beli yang sesuai dengan jumlah uang yang kita punya.
Profile Image for h.
374 reviews148 followers
October 22, 2020
Mau curhat ya.. baca buku ini karena semenjak pandemi selalu di rumah. Jadi lebih sering aktif scrolling online shop, alhasil jadi sering tergoda diskon-diskon buku😭😭 untuk reminder diri, harus cari bacaan yg bisa nampar aku... dan here it is... makasih untuk tulisannya yg bisa buat aku timbang menimbang mana yang prioritas atau sekedar nafsu ingin punya saja.
Profile Image for Yonea Bakla.
321 reviews36 followers
January 16, 2019
Salah satu nonfiksi motivasi yang kurekomendasikan untuk dibaca remaja masa kini. Buku ini memaparkan beberapa alasan kenapa harus menghindari sifat shoppaholic dan manfaatnya. Jenis-jenis godaan belanja dan pos penguras kantong, serta saran mengelola keuangan. Tipis dan renyah~

Buku ini terdiri dari empat bagian, yang dibedakan dengan warna halamannya. Font dan kertas berwarna ungu dan toska. Layoutnya cakep banget. Semacam kumpulan artikel 2-3 halaman dengan ukuran font yang berbeda dan diakhiri dengan quote sebagai penutup.

Bagian pertama, Penting Dipikirkan Kembali, mengupas tentang alasan-alasan kenapa kita tidak boleh berlebihan dalam berbelanja. Aku yakin alasan tiap orang berbeda-beda. Alangkah lebih baiknya jika kalian juga membaca Seni Hidup Minimalis Francine Jay, karena bahasan di sana lebih lengkap.

Hampir separuh buku membahas tentang ini. Mungkin akan ada yang merasa ditampar bolak-balik, atau cuma biasa aja pas baca? Kembali kepada masing-masing. Yang jelas bagian ini cukup menggugah dan akan menjadi pondasi kuat pembaca untuk bisa menghadapi berbagai godaan dan racun yang bertebaran~

Bagaimana supaya bisa resisten dengan berbagai godaan?

Sebelumnya, kita harus tau dulu apa saja bentuk godaan itu. Kak Andis menjabarkan dengan sangat lengkap poin-poin berikut ini:
1. Hindari Beli Tiba-Tiba
2. Realistis
3. Barang terakhir
4. Berani katakan dan klik "tidak"
5. Kamu tidak perlu jadi orang lain
6. Hati-hati kepincut diskonan
7. Yang gratis kadang bukan kebutuhan
8. Jangan belanja kalau sedang stress
9. Yang dibeli nilai pakainya.

Poin yang menohok adalah poin 1. Siapa yang suka window shopping? Kebiasaan ini memicu belanja diluar kebutuhan. Hayo ngaku! Aku sering soalnya 😂😂😂 Rencana beli sampo dan pasta gigi aja, pulang bawa segambreng cemilan. Biar gak ribet jajan kalo laper tengah malem. *pembelaan

Tentang poin 2, aku baru paham pas tahun lalu diajari @wireawi rumus BBB; hitung TBR, hitung bookhaul dan hitung buku yang udah dibaca bulan itu. Sanggup kalo beli buku baru lagi?
Contoh: Kecepatan baca setahun 100 buku, TBR ada 500, berarti udah punya stok bacaan untuk 5 tahun. Masih mau beli? 🙈

Sembilan poin di atas dijelaskan dengan contoh-contoh yang sangat akrab dengan keseharian. Baca bagian ini bikin gemas.

Setelah tiga perempat buku membahas hal-hal yang mempengaruhi keputusan kita membeli barang, seperempat bagian terakhir kak Andis membahas tentang pos-pos penguras kantong dan bagaimana mengatasinya.

Secara umum aku suka buku ini. Sangat aplikatif dan banyak contoh yang dekat dengan sehari-hari.

Seperti biasanya, aku membaca nonfiksi tidak dalam sekali duduk. Bahasa kak Andis sangat mudah dipahami dan cocok untuk remaja. Tapi karena temanya umum, menurutku buku ini wajib dibaca semua kalangan, baik ibu-ibu, maupun bapak-bapak.

Kekurangan buku ini adalah tidak ada lembar aktivitas seperti beberapa buku motivasi lain. Jadi aku merasa 1 arah. Lebih banyak teori ekonomi dan istilah-istilah ilmiah. Bagus untuk menambah pengetahuan memang. Tapi mungkin pembaca buku ini ada yang berharap lebih banyak kiat-kiat praktis dalam mengelola keuangan. Misalnya berapa sebaiknya perbandingan belanja untuk kebutuhan primer, sekunder dan tersier. Bagaimana supaya tidak lebih besar pasak daripada tiang, dll. Mungkin bisa dipertimbangkan untuk buku selanjutnya.
Profile Image for Day Nella.
247 reviews5 followers
July 11, 2024
"Kamu punya kehidupan dan selera sendiri, lalu untuk apa mesti ikut-ikutan. Apalagi jika harus dipaksakan sama agar disebut keren." Hal 98/164
-
Beli Karena Butuh
Andi Sri Wahyuni, Akt
Penerbit Elex Media - Quanta
Tebal 164 Halaman
Terbit digital 2024
Baca di Ipusnas
-
Beli Karena Butuh, salah satu buku motivasi islami yang mengedepankan cara bahkan solusi untuk memprioritaskan apa-apa yang benar-benar dibutuhkan dan bukan yang diinginkan secara obesistuff atau yang kita ketahui sebagai perilaku konsumtif di mana lapar mata untuk membeli atau mengkoleksi barang-barang yang tidak sebenarnya bukan kebutuhan, melainkan keinginan.
Karena perilaku impulsif ini, penulis pun memaparkan di mana membuat pemikiran akan banyak barang yang jika dibuang sayang, disimpan kepenuhan berakibat dampaknya melebar, pikiran semerawut dan berujung stress sendiri melihat barang yang tidak sesuai tempatnya atau bahkan kepenuhan. Bukannya mendapatkan hal positif dari hal yang disenangi malah berakhir pikiran negatif.
-
Dalam Islam istilah belanja secara berlebih-lebihan atau boros disebut israf dan pelakunya disebut Mubazir. Maka seyogianya kegiatan berbelanja masyarakat harus bisa dikontrol agar tidak berdampak luas.
Bahkan dalam buku ini banyak disisipkan informasi para ahli mengenai dampaknya akan sesuatu yang berlebih-lebihan.
Penulis juga membuat beberapa poin penting yang dipelajarinya ketika menulis buku ini.
🍀 Hindari beli tiba-tiba
🍀 Realistis
🍀 Kamu tidak perlu jadi orang lain
🍀 Pembaca atau penimbun buku
🍀 Alokasikan pemasukkan
Bukan berarti mengontrol keuangan adalah berpelit-pelit ria, tapi justru di sana nilainya. Hidup hemat atau minimalis bukan berarti harus menahan diri untuk tidak berbelanja, akan tetapi perlu adanya keseimbangan antara kebutuhan dan belanja.
Seperti ketika berbelanja baik offline atau pun online. Banyak pilihan yang ditemukan dan menghadirkan keinginan untuk memilikinya yang sayangnya bukan jadi kebutuhan saat itu. Ditambah banyaknya diskon bertebaran pada waktu-waktu tertentu hingga membuat tindakan impulsif terjadi begitu saja.
-
Membaca buku ini seperti diingatkan kembali apa-apa saja yang perlu diutamakan dalam hidup, bukan mengikuti orang lain atau validasi diri sendiri agar dianggap keren dan berhasil yang nyatanya merugikan diri sendiri ketika menyadari telah menumpuk sekian banyak barang sampai lupa ketika menemukan barang yang masih dalam kondisi bersegel "Kapan barang ini dibeli?"
-
Buku ini apik sekali. Banyak sekali pesan positif dan saling mengingatkan antar satu dan lainnya.
Aku rekomendasikan buku ini buat kalian baca.
Profile Image for Nadya Putri.
63 reviews4 followers
September 23, 2020
Buku Beli karena Butuh ditulis oleh Andi Sri Wahyuni, Akt. dan diterbitkan Penerbit PT Elex Media Komputindo bagian Quanta pada tahun 2018. Buku ini bergenre non fiksi Motivasi Islami.



Buku Beli karena Butuh ini berisi tentang mengatur keuangan untuk muslimah (perempuan muslim). Buku ini terdiri dari 4 bagian, yaitu Penting Dipikirkan Kembali, Resisten Berbagai Godaan, Pos-Pos Penguras Kantong, dan Beberapa Saran Untuk Mengelola Keuanganmu. Buku ini juga mengajak pembaca untuk mempertanyakan diri apakah selama ini merasa kebanyakan barang, boros, mubazir, sering belanja tiap ada diskon atau membeli barang secara tiba-tiba, dan tidak tahan godaan untuk berbelanja. Kemudian ada penjelasan dampaknya dan beberapa pendapat menurut para penulis tentang hidup minimalis, juga terdapat beberapa ayat Al-Qur'an dan hadits yang mendukung tulisan. Buku ini juga menyuguhkan solusi agar bisa lebih sederhana dan lebih hemat secara umum dan islami.



Buku Beli karena Butuh ini menurutku baik sekali karena selain halaman dan tulisannya berwarna, dilengkapi dengan penjelasan dari para ahli dan penulis tentang hidup minimalis, juga terdapat penjelasan dari ayat Al-Qur'an dan hadits, covernya juga menarik.



"Para penulis buku tentang gaya hidup minimalis, dimulai dari Marie Kondo, Francine Jay, hingga Fumio Sasaki, sama-sama bersepakat bahwa KEBAHAGIAAN YANG HAKIKI TIDAK DIDAPAT DARI BENDA-BENDA. SEMAKIN SEDERHANA KAMU, SEMAKIN BAHAGIA HIDUPMU." (Wahyuni, A., 2018, hal. 21).

"...untuk meminimalisir sikap rakus belanja buku saya, biasanya, saya menahan diri untuk tidak belanja buku kalau buku yang sedang saya baca belum selesai. Selain jadi solusi untuk tidak menumpuk-numpuk buku, ini juga efektif membuat saya semangat membaca agar bisa membeli buku baru dan pengetahuan baru." (Wahyuni, A., 2018, hal. 125).

"OLEH KARENA ITU, SEMAKIN KAMU MEMINIMALKAN KONSUMSI TERHADAP BARANG-BARANG YANG TIDAK KAMU BUTUHKAN, SEMAKIN KAMU IKUT MENJADIKAN BUMI DAN KEHIDUPAN INI SEBAGAI RAHMAT BAGI SEMESTA ALAM." (Wahyuni, A., 2018, hal. 36)

Buku ini kurekomendasikan untuk muslimah berusia 14 tahun ke atas yang sedang belajar untuk hidup lebih sederhana.
Profile Image for wita.meydiana.
12 reviews
February 6, 2022
Judul Buku : Beli Karena Butuh. The Secret of Financial Management for Young Muslimah
Penulis : Andi Sri Wahyuni, Akt.
.
Siapa disini yang seneng belanja barang-barang lucu? Barang-barang diskonan? Samaaa.. aku pun seneng liat barang-barang lucu tuh, rasanya pengen beli-beli aja gitu ya 😩😩 coba deh baca buku ini..
.
Buku ini berisi cara mengatur keuangan dengan bijak. Banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari buku ini, seperti memprioritaskan membeli sesuatu sesuai kebutuhan, cara sederhana untuk mencapai kebahagiaan, tip hidup sederhana, dan banyak hal lagi.
.
Baca buku ini bikin aku sadar, "wah iya ternyata selama ini ngelakuin hal yang bisa di bilang sia-sia", alias dulu ku boros banget beli ini itu yang gak penting dan malah jadi sampah. 😩😩
.
Pernah gak sih kalian ngeuh, saking banyaknya hal-hal remeh dalam hidupmu, hal-hal penting malah terabaikan?
Jangan sampai, kamu lebih banyak menghabiskan waktu untuk membersihkan kamar / kosanmu setiap hari akibat barang-barang yang meluber dan harus di rapikan, di banding menyibukkan dirimu dengan ibadah-ibadah. (Hal. 19)
.
Banyak sih kata-kata yang bikin tersindir dan tersadar. Termasuk kata diatas itu, aku mikir "wah iya ya, kadang kita tuh terlalu sibuk sama hal-hal gak penting, ibadah yang penting selalu di remehkan". 😌😌
.
Yuk gaisss sebelum terlambat coba baca buku ini, apalagi sekarang musim-musimnya nih akun racunin belanja barang2 gitu kan ya. Nah, di buku ini kasih tip supaya gak beli barang2 sembarangan juga. Pokoknya asliii bagus banget ini buku, ku suka. Apalagi ini ngambil referensinya ada dari Al-Qur'an juga, jadi gak asal-asalan kan. ❤❤
.
Daripada beli bajakan, mending baca di ipusnas deh🌸🌸
.
"Kebahagiaan sejati muncul bukan karena setiap keinginan telah terpenuhi. Namun justru karena ia bebas dari keinginan-keinginan sesaat untuk memuaskan ego semata. (Rospitadewi dan Efferin, 2017)" (Hal. 26)
Profile Image for mfi_littleworld.
158 reviews
March 12, 2022
Buku yang sangat cocok dibaca oleh perempuan muslim khususnya yang masih kuliah dan tinggal di kosan.
Kenapa aku bilang begitu karena isinya lebih banyak menekankan ke perempuan dan karena disertai dengan ayat-ayat Al-Quran. Tapi selain ayat Al-Quran penulis juga mengambil banyak referensi dari sumber lain seperti buku yang ada sangkut pautnya tentang konsumsi, belanja dan hidup sederhana/minimalis.
.

Tapi, bukan berarti buku ini enggak cocok dibaca oleh orang selian perempuan muslim, laki-laki muslim juga cocok karena inti dari buku ini adalah bagaimana agar kita membeli sesuatu yang kita butuhkan bukan yang kita inginkan.
.

Di bab awal dijelaskan tentang apa itu boros, belanja berlebihan dan yang tidak sesuai kebutuhan serta dampak buruk dari itu. Lalu ada contoh-contoh nya yang sangat dekat dengan yang ada di kehidupan sehari-hari, dari sudut terkecil sampai sudut yang besar.
Contohnya seperti kita membeli banyak baju yang akhirnya tidak terpakai, lalu dampak dari sampai plastik yang kita gunakan yang membahayakan dunia -kita kan kalau belanja tuh masih banyak yang menggunakan kantung kresek.
.

Selanjutnya, tentang perbedaan keinginan dan kebutuhan. Sehingga kita hanya membeli sesuatu yang kita butuhkan saja. Dan tentu saja buku ini juga membahas tentang bagaimana kita melakukan hal itu, membeli karena butuh bukan karena ingin.
.

Kelebihan dari buku ini menurut aku adalah, tentang bagaimana penulis menyajikan cara-cara 'Beli Karena Butuh' lewat ilustrasi kehidupan yang tentunya relate untuk orang kebanyakan, tidak langsung ke inti tapi dikasih dulu gambaran supaya pembaca relate sama ilustrasi penulis dan dengan sendirinya pembaca bisa paham.
.

Makasih buat penulis, atas sindiran-sindiran yang membangun, hehe. Tapi emang bener, iya aku kesindir tapi itu tuh bener, fakta... jadi mau marah juga ya kan itu fakta hehe. Apalagi, sindiran di buku ini tujuannya kan juga buat ngajak pembaca-aku memperbaiki kegiatan konsumtif aku yang berlebihan.
Profile Image for Syarifah Rahmah.
100 reviews5 followers
February 4, 2022
Buku ini berisi tentang bagaimana cara mengelola keuangan, terutama untuk kalangan remaja. Di dalam buku ini terdiri dari 4 bagian. Yang intinya mengajak kita untuk berpikir kembali bahwa kebahagiaan itu bukan terletak pada barang, dan seperti judulnya, beli barang di saat benar-benar butuh, bukan hanya karena keinginan aja. Apalagi hanya karena diskon atau promo-promo yang membuat jiwa ingin memiliki memberontak.🥲

Saya banyak mendapatkan insight baru dari buku ini, terutama tentang teori dari Barry Schwartz bahwa semakin banyak pilihan akan membuat kita gelisah dan mengurangi tingkat kepuasan kita pada apa pun yang nanti kita pilih. Ini menarik karena dulu saya pikir dengan memiliki banyak barang akan membuat hidup saya tenang karena nggak takut kehabisan barang. Ternyata hal yang terjadi malah sebaliknya.

Dari buku ini, saya kembali diingatkan tentang gaya hidup minimalis dan sederhana seperti Rasullullah shalallahu'alaihi wasallam serta para sahabat.

Buku ini benar-benar dibuat dengan riset yang mendalam dan referensi dari Al-Qur'an dan Hadis. Terlihat dari daftar pustakanya yang sampai 3 halaman. Namun penulis berhasil membuat pembahasannya menjadi ringan dan mudah dipahami. Jadi memang benar-benar cocok untuk dibaca oleh remaja.

Selama aku baca buku ini lumayan enjoy karena bahasanya santuy, walaupun agak nampar, hehe. Menariknya halaman dan tulisan di buku ini berwarna. Jadi bawaannya bahagia aja pas baca.

Kutipan dari buku ini:
"Sering kali manusia tidak menyadari betapa banyak yang sudah dimilikinya, dan lupa mensyukuri apa-apa yang sudah ada.

Pada akhirnya, perasaan tidak merasa cukuplah yang membimbing manusia untuk terus-menerus berbelanja dan menumpuk-numpuk barang." (Halaman 61)


🐨🌿
Profile Image for Vivi Ramadyah.
31 reviews3 followers
March 30, 2022
Marie Kondo dan Francine Jay versi Indonesia. Justru pelengkapnya menurut aku, ada dibukunya mba @a.s.wahyuni ini, mengulik dg dalil dan hadist nya. Memang ada syariat secara Islam yg mengharamkan kita berlebih-lebihan, apalagi dg perilaku yg konsumtif. Kalau di #SeniHidupMinimalis disebutkan semakin banyak barang, semakin rempong kalo mau pindahan atau hidup mobile. Di #BeliKarenaButuh , diingatkan kalau semua barang yg kita punya ada hisabnya. 😥

Menahan godaan dari barang-barang yg 'iihh lucu banget' memang susah. Tapi bukan berarti ngga bisa. Kita mesti melawan diri kita sendiri, dan itu lebih susah drpd melawan orang lain. Kalo ngelawan setan dibacain taawudz aja setan udah kebirit-birit. Kalo kita lagi kalap flash sale dibacain apa ya? 1 juz Al Baqarah? 🙊

Quote favorit berdasarkan ayat Al-Qur'an dibuku ini, "Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros, sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan". (QS Al Isra 26-27).

Btw, bukunya cocok untuk yg masih single dan ngekos. Karena pembahasannya lebih ke arah remaja muslimah. Tidak disebutkan sama sekali contoh emak-emak yg impulsif belanja fashion anak yg lucu-lucu krn keracunan spall spill, panci estetik atau home decor, smpai dg promo minyak goreng cuma beda seribu dari toko sebelah rumah tapi tetep berangkat meskipun jaraknya 5km dari rumah (sapa nih?). Overall, esensinya general, mengajak kita untuk tidak beli yg memang tdk kita butuhkan.

Beberapa orang mungkin perlu buku ini, sbg tameng menghadapi tanggal cantik 🙊. Lengkap dg cara mengatur keuangan dan keinginan. Yg tidak ada, cara menambah income supaya semua keinginan tetep terpenuhi. Eh beda topik ya 🤣🙏
Profile Image for Refinbl.
3 reviews
July 5, 2021
Judul : Beli karena Butuh
Penulis : @quantabooks
Penerbit : @a.s.wahyuni
Tahun terbit : 2018
Halaman : 141 hal

Pernah ngga si kalian rencana beli sesuatu, terus pas sampe tujuannya ehh yang kebeli lebih dari yang direncanakan 😂

Aku pernah sih, sering banget malah, huhu...
Dipikir-pikir yaa kadang tuh mubazir banget ga si, padahal ga butuh, cuma gelap mata aja, ujung-ujungnya ga berguna deh yang dibeli itu...

Kalo kalian sm kaya aku gitu, kalian mesti baca buku ini gais. Aku pas baca buku ini terasa semakin tertampar banget si. Buku ini tuh kaya jadi pengingat, kalo mau beli sesuatu ya karena butuh bukan karena pengen dan juga dikasih tau bagaimana cara memanage finansial kita. Terus bahasa yang digunakan juga enak mudah dipahami, kaya ada komunikasi dengan penulisnya langsung.

Dibeberapa bagiannya banyak quotes keren, inti dari beberapa pembahasannya, jadi kita ga susah-susah kalo mau cari kata-kata di buku ini, karena memang dah disediain halaman untuk quotes.

"Karena bahagia itu kadang, atau lebih seringnya, ditemukan dari hal-hal yang tampak begitu sederhana." (Hal 31)

Apalagi desain dalam bukunya, aku suka, karena sasaran utamanya muslimah ya jadi warnanya menurutku pas banget, perpaduan warna hijau dan juga ungu.

Banyak banget deh ilmu yang didapat, dimulai dari cara memprioritaskan apa yang benar-benar dibutuhkan, cara mengatur keuangan dengan baik, hingga cara mencapai kebahagiaan dengan cara yg sederhana. Referensi yg digunakan pun banyak, jadi tidak hanya asal tulis pendapat pribadi.
Profile Image for Rizky.
1,067 reviews89 followers
October 21, 2019
Beli Karena Butuh : The Secret of Financial Management for Young Muslimah. Sebuah buku motivasi islami mengelola keuangan yang baik. Sebuah buku yang benar-benar menarik dan kaya ilmu. 4 bab yang benar-benar kembali mempertanyakan tentang apakah selama ini aku membeli sesuatu itu karena butuh atau karena keinginan semata? Keinginan yang muncul karena godaan-godaan yang datang. Mulai dari diskon ini itu hingga promo-promo sejenisnya.

Buku ini tidak hanya akan mengajakmu melihat kembali ke dirimu tentang bagaimana selama ini kamu mengelola keuanganmu, tapi sekaligus menyelipkan beberapa saran sebagai solusi untuk mengelola keuanganmu.

Sebelum memutuskan membeli, Pertama, tanyakan pada dirimu "apakah saya butuh"? Kedua, buat batasan. Ingat-ingat lagi apakah kamu memiliki barang yang sama yang dapat memberikan fungsi yang sama? Ketiga, coba lihat harga dan sesuaikan dengan budget belanja yang kamu punya.

Beberapa saran yang bisa kamu coba, seperti belanja di toko sebelah, agendakan ke pasar tradisional, miliki member card, lupakan merek tapi utamakan fungsi, belanja pakai uang di dompetmu dan yang terpenting just be your self.

Buku ini tidak hanya cocok dibaca buat remaja muslimah saja, tetapi siapa saja yang butuh saran untuk mengelola keuangan.

Dengan bahasa dan gaya bercerita yang menyenangkan, dilengkapi dengan hasil riset yang cukup detail, layout yang full colour dan beberapa quote-quote yang menarik membuatku sungguh betah membaca buku ini.
Profile Image for Vindaa.
184 reviews2 followers
February 10, 2020
*Judul : Beli Karena Butuh*
Penulis : Andi Sri Wahyuni, Akt
Penerbit : Quanta Books
Tahun : 2018
Tebal : 140 halaman
.
*Sudah lama nunggu buku kayak gini !*

Perempuan banget ! Pinginnya beli sepatu, eh yang ditenteng pulang baju diskonan, dompet dan tempat kosmetik yang imut. Belum lagi ketemu sama pernak-pernik bayi yang _cute_ banget 🤭

'Beli karena Butuh' ini cocok banget untuk menemani perempuan dalam menghadapi godaan berbelanja yang tidak diperlukan. Fokus pada tujuan, dan di akhir bulan tidak jadi orang yang menyeseli habisnya tabungan.

Berbau *prinsip minimalis* ya bukunya?

Kurang lebih begitu.
Tapi tidak sesadis metode Jepang yang menurut saya sedikit berbeda dengan kebudayaan orang Indonesia.

Buku ini lebih memberikan gambaran tentang bagaimana cara manegemen belanja yang baik dan secara tidak langsung mengajarkan kita untuk tidak boros dalam kehidupan sehari-hari.

Pemaparannya yang ringan serta banyak disertai contoh dan tips membuat buku setebal 140 halaman ini renyah untuk dibaca. Tidak terkesan menggurui, tapi terasa benar adanya.

Kamu, yang merasa setiap hari seakan merasa kekurangan waktu karena tidak habis-habisnya bebersih rumah, bisa jadi itu tanda bahwa ada banyak barang yang seharusnya tidak dibutuhkan disana !

😊

Selamat berbenah.
Profile Image for sweet bloom °❀⋆.
12 reviews
October 11, 2022
⭐ 4.5/5
Bacaan yang cocok untuk menghadapi dunia kapitalis yang semakin menghasut untuk bersifat konsumtif ini.

Buku ini berisi 4 bab besar dengan masing-masing sub-babnya, yaitu:
1. Penting untuk Dipikirkan Kembali
2. Resisten Berbagai Godaan
3. Pos-Pos Pengurang Kantong
4. Beberapa Saran untuk Mengelola Keuanganmu

Sesuai dengan judul bukunya, secara garis besar buku ini memberikan penekanan pada kesadaran pribadi mengenai tujuan kita sebelum membeli sesuatu. Apakah karena kebutuhan atau keinginan?

Diselingi referensi-referensi dari berbagai penelitian dan Al-Qur'an/Hadist membuat kita kembali merefleksikan diri apakah yang kita lakukan sudah tepat, baik dari segi psikologi kita sebagai manusia maupun dari tuntunan agama.

Bahasa yang digunakan ringan karena memang buku ini lebih ditujukan untuk para remaja muslimah. Setiap babnya cukup ringkas dan mudah dipahami. Terlepas dari berapapun usia, buku ini bisa dinikmati oleh semua kalangan (terutama yang masih suka kalap dan ngga pake mikir kalo belanja hihi).
Profile Image for Nana.
61 reviews2 followers
March 30, 2024
Buku keuangan ini bahasanya ringan dan mudah dipahami. Aku merasa seperti baca artikel di blog dengan pembawaan yang santai.
Setiap babnya juga tidak begitu panjang dengan tampilan aneka warna yang pastinya memanjakan mata.
Pembahasan keuangannya juga related dengan kehidupan sehari-hari di tambah ada diingatkan lagi memakai hadist-hadist dan ayat Al-quran.

Buku ini sangat cocok dibaca oleh remaja perempuan. Contoh kasusnya pun banyak diambil dari permasalahan yang lagi dihadapin oleh para remaja sekarang. Hahah..

Tapi bukan berarti gak bisa dibaca oleh orang dewasa juga. tapi lebih ke spesifik ke perempuan aja.

Aku merasa membaca buku ini disaat yang tepat disaat aku bingung ingin membeli sesuatu lantaran karena ego diingatkan kembali bahwa membeli barang itu harusnya karena emang benar-benar dibutuhlkan. Menimbang kembali manfaat jangka waktu pemakaian barang tersebut.
Profile Image for Ashriana.
10 reviews1 follower
August 18, 2021
Buku bagus yang wajib dibaca oleh semua muslimah, ga cuma untuk remaja saja. Bahasanya ringan tapi berbobot banget isinya. Keren banget ini bu dosen. Iya, pengarangnya adalah seorang dosen akuntansi syariah di Poltek Negeri Makassar.

Membaca ini membuat saya makin tersadar bahwa saya masih sering tergoda membeli yang bukan kebutuhan, terutama buku. Abibliophobia namanya, yakni rasa takut yang timbul akibat tidak punya cukup bahan bacaan. Sering banget keluar masuk pameran buku, pesta buku, serigala besar dan nakal (🤪) untuk sekedar jajan buku, padahal buku di rumah masih banyak yang belum disentuh 😆

Makasih bu dosen sudah mengingatkan saya dengan caranya yang elegan. Baarokalloh ilmunya bu. Sehat2 bu.

Btw, saya bacanya yang edisi revisi bersampul pink versi digitalnya, di Gramedia Digital.
Profile Image for Waki.
6 reviews
January 6, 2019
Sangat ringan dibaca. Tidak butuh waktu lama untuk menyelesaikan bacaannya. Namun tetap "berisi". Menyadarkan, bahwa saya juga sering termasuk kepada yang membeli karena keinginan. Dengan penjelasan yang ringkas Dan gaya bahasa yang sangat "dekat" , membuat saya nyaman membaca dan bersemangat untuk merubah kebiasaan saya selama ini.
Profile Image for Ulfa Khairina.
31 reviews
January 20, 2019
Overall, bagus. To the point. Mengena. Pas pula ditambah dengan warna warni halaman dan bagian penting di highlight. Setelah membaca, aku mendaoat sedikit pencerahan tentang apa yang dimaksud dengan HEMAT
Profile Image for Dewi Anggraini.
3 reviews
October 1, 2022
Buku yg bisa langsung habis dibaca dalam sekali duduk. Isinya menarik dan pembahasannya cukup jelas dan ringan bisa dibaca semua kalangan sebenarnya walaupun sasaran utamanya muslimah.
Profile Image for Dinar Widyasmara.
121 reviews6 followers
October 29, 2019
Wah baca ini merasa ditampar berkali-kali hehe. Saya memang salah satu makhluk boros di dunia ini, apalagi kalau soal buku. Mengeluarkan Rp. 300.000 untuk beli buku rasanya murah, dibanding beli baju harga segitu.

Oh, dan saya juga termasuk orang yang kalau lagi stress belanja wkwkwkwk. Hadeuh parah deh....

Alhamdulillah dapat rezeki untuk baca ini, jadi banyak hal yang berubah. Paling tidak pola pikirnya lah, kelakuan mungkin nanti bisa menyusul hehe.

Babnya pendek-pendek, gaya bahasanya santai banget, asik. Coba kalau buku kuliah saya gaya bahasanya kayak begini, mungkin ilmunya bisa lebih mudah dicerna.
Profile Image for Fidia .
354 reviews7 followers
June 26, 2024
Lucunya, kebanyakan buku tentang finansial ujung-ujungnya mengajak kita untuk tetap membeli. Padahal, kita memiliki pilihan untuk tidak menghabiskan uang. Di antara beberapa hal yang dibahas dalam buku ini, aku suka ketika kenyataan itu diungkapkan. Sebab, jika sejak awal kita tidak harus untuk membeli, kita tidak perlu dipusingkan dengan bagaimana pengelolaan budget, mencari cara untuk menghemat, ya karena dana itu tetap utuh. Ingatan yang perlu dikembalikan adalah daripada membeli meski promo, tidak melakukannya justru hemat yang sesungguhnya (dengan catatan, kategori tidak butuh/keinginan) 😂 

Buku "Beli Karena Butuh" sebenarnya ditujukan untuk remaja muslimah, tapi bisa dibaca untuk pengantar seputar finansial yang lebih mudah dipahami. Daripada berfokus pada manajemen pengelolaan, buku ini lebih mengarah pada pembaca sebagai titik pangkal penentu dari sebuah pembelian. Minimal, kita tahu bahwa selain untuk saat ini, pembelian pun berkaitan jauh ke masa depan terutama tujuan hidup kita. Selain itu, pembelian apapun tidak pernah hanya berkaitan ke diri sendiri, tapi juga ke sumber daya maupun orang lain. Pembahasan ada yang dikutip dengan referensi Al-Qur'an maupun buku-buku sumber yang membahas perilaku konsumen.

Buatku, dengan beberapa poin yang dibahas, buku ini salah satu pengantar untukremaja yang cukup memaparkan sekian sisi secara lengkap dan benar-benar fungsional jika ingin membentuk kesadaran dalam finansial. Apalagi, beberapa pembahasan seperti ini tidak benar-benar diajarkan di sekolah formal dan pada prakteknya kita akan terkejut (dengan sedikit menyesal) seandainya lebih mengenal hal-hal tentang finansial sedari dini. 

Selengkapnya: https://www.instagram.com/p/C8qjLoARG...
Displaying 1 - 26 of 26 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.