Perkembangan zaman dan teknologi sangat berpengaruh terhadap berbagai bidang kehidupan masyarakat masa kini, salah satunya di bidang pendidikan. Pendidikan masa kini diharapkan beradaptasi dengan perkembangan teknologi guna mengimbangi perkembangan generasi masa kini, khususnya Generasi Z dan A.
Guku Mendidik Generasi Z dan A: Marwah Era Milenial Tuah Generasi Digital membahas bagaimana optimalisasi guru untuk tetap berdedikasi mengajar di masa kini. Guru yang dibutuhkan masa kini adalah Guru Kece, bukan Guru Geje.
Guru Kece adalah guru yang tetap menemukan harapan di tengah kegelapan. Guru Kece selalu mencari dan menemukan kreativitas di tengah keterbatasan. Guru Kece melihat persoalan sebagai pintu masuk menuju sebuah jawaban. Guru Kece bisa berenang di perkembangan teknologi tanpa terseret derasnya arus.
Saya tak pernah ragu memberi bintang 5 pada buku ini.
Ya, meski ada beberapa celah yang butuh perbaikan, namun ini adalah buku pendidikan terbaik yang saya baca di awal tahun ini. Apa saja perbaikannya? Mmmm... bagi saya, halaman daftar pustaka yang dihadirkan rasanya kurang. Banyak buku-buku referensi yang belum dimasukkan oleh kedua penulis dalam buku ini. Masukan lain, mmmm.... di tiap-tiap bab kan selalu dibubuhi dengan ilustrasi yang kadang berasal dari novel, dari puisi, dari kisah tokoh-tokoh inspiratif, nah... Bab 28, kisah dibuka dengan cerpen Tagore, di pembahasan tiba-tiba muncul nama Romo Manggun, saya cuma mikir dikit, cantolannya dari mana ya? Hehehehehe...
Cuma sesimple itu sih celanya. Ga' menutupi pembahasan lain yang luar biasa. Ia bagaikan makanan yang syarat gizi. Saya langsung 'wareg', penuh tenaga dan penuh inspirasi.
Soal inspirasi, pengalaman Pak We dengan kegiatan GROW ME di sekolah Permadi memancing inspirasi saya untuk membuat kegiatan serupa di Komunlis. Cuma saya masih bingung nih gimana prinsip ATMnya. Lalu jawaban-jawaban atas pertanyaan pribadi saya soal pribadi yang tabah, dijawab buku ini dengan Adversiy Quotient. Belum lagi pertengkaran Mama dan Papa di masa senja pernikahannya, buku ini bilang gini, "Perkawinan itu ibarat sepasang sepatu. Hanya pemakainya yang tahu sepatunya nyaman atau tidak."
Well, terima kasih , Pak We. Terima kasih Pak Sumardianta.
Saya kira buku ini menarik untuk dibaca terutama oleh para guru dalam rangka menyiapkan kemampuannya dalam mendidik generasi serba gadget ini . Tantangan nya memang cukup berat san tentunya tidak mudah