What do you think?


Melukis Sang Nabi
Bersastra memerlukan keliaran imajinasi untuk membingkai realitas yang sudah tidak tertampung dalam memori kognitif seseorang. Wujud fiktif yang diciptakan melalui proses tersebut akhirnya jadi metafora dari kata hati dan ideologi pengarangnya. Jalinan antara keduanya terseimpan dengan rapi dalam cerpen-cerpen Rio Pale ini. Tampaknya sang pengarang merasa nyaman berartikuasi melalui cerpen. Hal itu sangat terasa bila dibaca tuntas setiap kisah dalam buku ini.
- M. Irfan Hidayatullah, sastrawan dan pegiat literasi di komunitas Forum Lingkar Pena dan Bambu Wulung.
- M. Irfan Hidayatullah, sastrawan dan pegiat literasi di komunitas Forum Lingkar Pena dan Bambu Wulung.
145 pages, Paperback
Published July 1, 2018
Ratings & Reviews
Friends & Following
Create a free account to discover what your friends think of this book!
Community Reviews
Displaying 1 - 2 of 2 reviews
February 12, 2019
Bersastra memang membutuhkan keliaran imajinasi, tapi dibalik setiap wujud fiktif yang ada dalam setiap karya sastra, sebenarnya ada realitas yang sering kita abaikan disana. Sama halnya dengan wujud-wujud fiktif di kumpulan cerpen ini. Di cerita sejadah, melukis sang nabi dan dari dua gelas kopi misalnya, dibalik keunikan ceritanya, sebenarnya kita bisa lihat karakter-karakter dalam cerpen tersebut di dunia nyata, di sekitar kita, membuat saya berpikir lebih dalam tentang hal-hal yang saya abaikan.
December 11, 2020
Kumpulan kisah-kisah sederhana yang barangkali satu dua kita temukan di sekitar kita.. Kritik sosial di dalamnya mengajak kita merenungi, betapa hidup, bangsa, negara kita yah begini keadaannya..
Review lengkap on youtube insyaAllah :)
Review lengkap on youtube insyaAllah :)
Displaying 1 - 2 of 2 reviews



